Senin, 28 Februari 2011

Nyeri Dada (Chest Pain)

Introduksi

Nyeri dada adalah salah satu keluhan-keluhan yang paling umum yang akan membawa seorang pasien ke bagian darurat. Mencari perawatan segera mungkin menyelamatkan nyawa, dan pendidikan publik yang sungguh-sungguh telah dilaksanakan untuk mendapatkan pasien-pasien mengakses perawatan medis ketika nyeri dada menyerang. Sementara pasien mungkin khawatir tentang serangan jantung, ada banyak penyebab-penyebab lain dari nyeri di dada yang dokter-dokter akan perlu untuk mempertimbangkannya. Beberapa diagnosis-diagnosis adalah mengancam nyawa, sementara yang lain-lainnya kurang berbahaya.

Memutuskan penyebab dari nyeri dada adakalanya sangat sulit dan mungkin memerlukan tes-tes darah, x-rays, CT scans dan tes-tes lain untuk menyortir diagnosis. Sering, sejarah yang diambil secara hati-hati oleh dokter mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk menemukan jawaban.
Sumber-Sumber Nyeri Dada

Sumber nyeri mungkin timbul dari keragaman dari sumber-sumber yang potensial:

* dinding dada termasuk tulang-tulang rusuk, otot-otot, dan kulit;
* punggung termasuk tulang belakang (spine), syaraf-syaraf, dan otot-otot punggung;
* paru, pleura (lapisan dari paru) atau trachea;
* jantung termasuk pericardium (kantong yang mengelilingi jantung);
* aorta;
* esophagus;
* diafragma, otot yang rata yang memisahkan rongga-rongga dada dan perut;
* nyeri yang dirujuk dari organ-organ perut seperti lambung, kantong empedu, dan pankreas.

Sementara setiap sumber dari nyeri dada mungkin mempunyai presentasi yang klasik dari tanda-tanda dan gejala-gejala, ada tumpang tindih yang signifikan diantara gejala-gejala dari setiap kondisi, dan gejala-gejala mungkin juga dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan ras (bangsa).
Penyebab-Penyebab Nyeri Dada

Nyeri dapat disebabkan oleh hampir setiap struktur dalam dada. Organ-organ yang berbeda dapat menghasilkan tipe-tipe nyeri yang berbeda namun sayangnya nyerinya tidak spesifik pada setiap penyebab. Setiap dari penyebab-penyebab berikut dijelaskan secara mendetil dalam artikel ini:

* Tulang-Tulang Rusuk Yang Patah atau Memar
* Pleuritis Atau Pleurisy
* Pneumothorax
* Shingles
* Pneumonia
* Pulmonary Embolus
* Angina
* Serangan Jantung (Myocardial Infarction)
* Pericarditis
* Aorta dan Aortic Dissection
* Esophagus Dan Reflux Esophagitis
* Nyeri Perut Yang Dirujuk

Mendiagnosa Nyeri Dada

Kunci pada diagnosis tetap sejarah. Belajar tentang sifat nyeri akan memberikan dokter arah ke diagnosa-diagnosa yang mana yang layak dipertimbangkan, dan apa yang layak untuk dikesampingkan. Mengerti kwalitas dan kwantitas dari nyeri, gejala-gejala yang berhubungan dengannya dan faktor-faktor risiko untuk penyakit, dapat membantu dokter mengakses kemungkinan dari diagnosis-diagnosis potensial yang mana yang harus dipertimbangkan dan yang mana harus dibuang.

Diagnosis yang berbeda adalah proses memikir yang dokter-dokter gunakan untuk mempertimbangkan dan kemudian mengeliminasikan penyebab-penyebab potensial untuk penyakit. Ketika lebih banyak informasi terkumpul, baik dari sejarah dan pemeriksaan fisik atau pengujian, daftar diagnosis yang potensial menyempit sampai jawaban akhir dicapai. Begitu juga, respon pasien pada terapi dapat memperluas atau menyempitkan daftar diagnosis yang berbeda. Pada pasien-pasien dengan nyeri dada, banyak diagnosis-diagnosis potensial mungkin ada, dan dokter-dokter akan ingin pertama mempertimbangkan yang mengancam nyawa. Tes-tes untuk menyampingkan serangan jantung, pulmonary embolus, atau aortic dissection mungkin tidak perlu; ketika keterampilan klinik dan keputusan mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk mempertimbangkan atau membuang diagnosis.

Pasien mungkin ditanyakan keragaman dari pertanyaan-pertanyaan untuk membantu dokter mengerti nyeri pasien. Pasien-pasien menggunakan kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan nyeri, dan adalah penting bahwa dokter mendapat impresi yang akurat dari situasinya. Pertanyaan-pertanyaan mungkin juga ditanya dalam cara-cara yang berbeda.
Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mngkin Ditanya Dokter Tentang Nyeri Dada

* Kapan nyerinya mulai ?
* Kwalitas dari nyeri ?
* Berapa lama nyeri berlangsung ?
* Apakah nyeri datang dan pergi ?
* Apa yang membuat nyeri lebih baik ?
* Apa yang memperburuk nyeri ?
* Apakah nyeri menyebar (bergerak ke area lain tubuh) ?
* Apakah ada penyakit sebelumnya ?
* Apakah ada trauma sebelumnya ?
* Apakah ada episode-episode nyeri yang serupa dimasa lalu ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Gejala-Gejala Yang Berhubungan

* Sesak napas ?
* Demam atau kedinginan ?
* Batuk ?
* Mual atau muntah ?
* Berkeringat ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit
Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit Jantung

* Merokok
* Tekanan darah tinggi
* Kolesterol tinggi
* Diabetes
* Sejarah keluarga

Faktor-Faktor Risiko Untuk Pulmonary Embolus (Bekuan Darah Pada Paru)

* Ketidakaktifan yang lama seperti istirahat ranjang, perjalanan-perjalanan mobil atau pesawat terbang yang panjang
* Operasi baru-baru ini
* Patah-patah tulang
* Penggunaan pil-pil pencegah kehamilan (terutama jika pasien merokok sigaret)
* Kanker

Faktor-Faktor Risiko Untuk Aortic Dissection

* Tekanan darah tinggi (hipertensi)
* Marfan Syndrome
* Ehlers-Danlos syndrome
* Polycystic kindey disease
* Penggunaan Cocaine
* Kehamilan

Pemeriksaan fisik membantu menyaring diagnosis-diagnosis yang berbeda. Sementara nyeri dada mungkin adalah keluhan awal, sering seluruh tubuh perlu diperiksa. Contoh komponen-komponen dari pemeriksaan fisik mungkin termasuk:
Tanda-Tanda Vital

* Tekanan darah, denyut nadi atau pulse rate (PR), respiratory rate (RR), temperatur, dan
* Kejenuhan oksigen (O2 sat)

Kepala Dan Leher

* Mencari penggelembungan atau penonjolan vena leher
* Mendengarkan bruits (suara-suara abnormal) atau murmurs (bunyi desiran) pada arteri-arteri karotid

Dinding Dada

* Meraba kepekaan tulang rusuk atau otot
* Mencari ruam-ruam

Paru-Paru

* Mendengarkan suara-suara abnormal paru atau pemasukan udara yang berkurang

Jantung

* Mendengarkan suara-suara jantung yang meredam

Perut

* Meraba kepekaan atau massa-massa
* Mendengarkan bruits pada aorta

Kaki-Kaki Dan Tangan-Tangan

* Merasakan nadi-nadi

Filosofi Dari Pendekatan Pada Diagnosis Nyeri Dada

Sementara ada banyak penyebab-penyebab nyeri dada, dokter akan mengedepankan dan mengutamakan yang adalah secara potensial mematikan dalam evaluasi mereka dari pasien yang hadir dengan nyeri dada. Tiga besar - serangan jantung (myocardial infarction), pulmonary embolus, dan aortic dissection - harus dipertimbangkan dengan singkat dengan setiap pasien, meskipun kebanyakan dari waktu kehadiran mereka dapat dibuang berdasarkan pada keputusan klinik.

Sejarah dan pemeriksaan fisik adalah kunci dalam memutuskan jalur mana yang diikuti dalam mendiagnosa nyeri dada. Untuk seseorang yang jatuh dan melukai tulang-tulang rusaknya, jalurnya telah ditandai dengan baik. Untuk seorang yang tua yang hadir dengan ketidaknyamanan yang samar-samar dan faktor-faktor risiko untuk penyakit, pengujian yang signifikan mungkin perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa diagnosis yang diberikan adalah tidak benar.

Konsep dari menyampingkan diagnosis adalah sulit dimengerti untuk beberapa pasien-pasien. Bukannya membuktikan apa yang sedang terjadi, dokter adakalanya dibebankan dengan pembuktian bahwa diagnosis yang mengancam nyawa tidak hadir. "Membuktikan apa yang tidak" memakan waktu dan teknologi. Kombinasi dari tes-tes darah dan studi-studi imaging mungkin memakan waktu berjam-jam untuk mengkonfirmasikan atau menyangkal diagnosis.

Tes-tes ini sering dilakukan secara darurat, dan perawatan mungkin dimulai bahkan tanpa diagnosis yang pasti. Contohnya, jika seorang pasien hadir dengan nyeri dada yang dokter percaya mungkin adalah angina, kemudian obat-obat awal untuk melindungi jantung akan dimulai pada saat yang bersamaan tes-tes diagnostik dilakukan. Karena beberapa tes-tes jantung akan memakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya, filosofi yang hadir adalah bahwa otot jantung harus tidak ditempatkan pada risiko selagi menunggu diagnosis. Jika jantungnya terbukti normal, kemudian obat-obatnya dihentikan, dan pasien dapat diyakinkan bahwa penyakit jantungnya telah dikesampingkan. Diagnosa-diagnosa lain juga dipertimbangkan pada saat yang bersamaan tes-tes jantung sedang dilakukan, namun menyampingkan satu diagnosis tidak mengkonfirmasikan yang lainnya.

Diagnosa Dan Perawatan Untuk Penyebab-Penyebab Nyeri Dada

Perawatan untuk nyeri dada tergantung pada penyebabnya. Banyak waktu-waktu, situasi-situasi memerlukan evaluasi, diagnosis dan perawatan terjadi pada waktu yang bersamaan, namun ketika ada kesempatan, urutan dari sejarah, pemeriksaan fisik, pengujian, diagnosis, dan perawatan harus diikuti. Berikut adalah Synopsis (ringkasan) dari presentasi-presentasi dan perawatan-perawatan umum nyeri dada.
Dinding Dada
Tulang-Tulang Rusuk Yang Patah atau Memar

Tulang-tulang rusuk yang memar atau patah adalah luka-luka yang umum. Gejala-gejala dari tulang-tulang rusuk yang patah atau memar termasuk:

* Kepekaan diatas tempat luka
* Tulang rusuk yang patah dapat diraba (dokter dapat merasakn patahan tulang rusuk bergerak ketika ditekan)
* Nyeri cenderung pleuritic (ia menyakitkan untuk mengambil napas yang dalam dan dapat dihubungkan dengan sesak napas).
* Karena otot-otot sekelilingnya menjadi kejang, ada nyeri dengan segala gerakan batang tubuh.

Dokter akan ingin mendengar dada untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan paru yang berhubungan dengannya. X-ray dada mungkin dilakukan untuk mencari pneumothorax (paru yang kempis) atau pulmonary contusion (paru yang memar). X-rays khusus untuk mencari patah tulang rusuk tidak diperlukan karena kehadiran atau ketidakhadiran dari kepatahan tidak akan merubah penyembuhan. Perhatian khusus akan diberikan pada perut bagian atas karena tulang-tulang rusuk melindungi limpa dan hati, utuk memastikan tidak ada luka-luka yang berhubungan dengannya.

Komplikasi utama dari luka-luka tulang rusuk adalah pneumonia. Paru-paru bekerja seperti embusan-embusan. Normalnya, ketika seseorang mengambil napas, tulang-tulang rusuk mengayun keluar dan diafragm bergerak kebawah, menghisap udara kedalam paru-paru. Karena menyakitkan untuk mengambil napas yang dalam, mekanisme ini berubah, dan paru yang mendasari luka mungkin tidak membesar sepenuhnya. Akibatnya adalah tempat pembiakan yang potensial untuk infeksi paru (pneumonia).

Perawatan luka tulang rusuk:

* Pengontrol nyeri dengan obat-obat anti-peradangan seperti ibuprofen dan obat-obat nyeri narkotik.
* Gunakan es pada area yang terpengaruh dan secara periodik mengambil napas dalam-dalam. Incentive spirometer mungkin disediakan untuk membantu memperlihatkan jumlah napas yang diambil.
* Tulang-tulang rusuk tidak lagi dibungkus atau diperban untuk membantu kenyamanan karena risiko pneumonia.
* Apakah patah atau memar, luka-luka tulang rusuk memakan waktu 3-6 minggu untuk sembuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar