Sabtu, 30 April 2011

Kepaniteraan Klinik ObGin

KURIKULUM KEPANITERAAN KLINIK OBSTETRI GINEKOLOGI

PENDAHULUAN

A. Selamat datang di Bagian Obstetri Ginekologi

Sebagian dari saudara mungkin merasa cemas tatkala masuk kedalam kegiatan kepaniteraan klinik Obstetri Ginekologi. Sebagian yang lain merasa bahwa periode ini hanya sekedar sebagai bagian yang harus diikuti atau dilewati untuk mencapai tujuan utama saudara dalam mempelajari ilmu kedokteran atau untuk menjadi dokter. Namun, tidak sedikit diantara saudara yang bersikap ambivalen dan tetap berada dalam sikap dan situasi tidak jelas seperti itu selama masa kepaniteraan klinik di bagian Obstetri Ginekologi.
Kami berharap akan dapat memberikan sesuatu yang dapat membangkitkan ketertarikan dan perhatian dari semua peserta kepaniteraan klinik Obstetri Ginekologi.

B. OB-GIN adalah Pengalaman Yang Sangat Berharga

Pada tataran pandang tertentu, spesialisasi OB-GIN dapat dianggap sebagai bidang yang amat terbatas oleh karena hanya menyangkut setengah dari populasi manusia, dan terutama pula hanya menyangkut aspek setengah dari ..fungsi generatif. Namun pada cakrawala pandang yang lebih luas, ilmu obstetri ginekologi menyangkut hal yang amat penting bagi spesies manusia, kehidupan, kelahiran ulang dan regenerasi. Ilmu pengetahuan ini memperkuat pengetahuan bidang kemanusiaan antara lain roman dan percintaan, perawatan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan, proses penuaan dan kematian. Di bagian ini kami tidak hanya bersentuhan dengan masalah kehamilan dan reproduksi saja akan tetapi juga masalah lainnya seperti misalnya trauma, keganasan, penyakit infeksi, ilmu kedokteran pencegahan, depresi dan kecemasan serta masalah etika kedokteran yang amat luas dan dalam, sebagai seorang dokter saya merasakan bahwa semua itu adalah merupakan pengalaman yang sangat tidak ternilai harganya.
Beberapa diantara saudara mungkin kelak akan meniti karier profesi dalam spesialisasi ini dan untuk anda saya ucapkan “Selamat Datang Untuk Masa Depan”. Untuk saudara-saudara yang lainnya yang berminat akan melanjutkan ke spesialisasi medis lainnya, saya mohon perhatian serius kepada saudara selama waktu yang pendek ini dan saya berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi saudara yang tak akan terlupakan selamanya.

C. Buku Panduan

Buku Panduan yang ada pada saudara saat ini meliputi sebagian topik yang diharapkan dapat dipelajari selama menjalani kepaniteraan klinik OB-GIN. Sudah barang tentu bahwa sarana tersebut tidak akan memadai. Instruktur dibagian ini antara lain dokter, bidan dan paramedis lain akan membantu saudara dalam proses pembelajaran selanjutnya. Bahan bacaan lain yang tidak kalah pentingnya dalam kepaniteraan OB-GYN adalah yang menyangkut ilmu kemasyarakatan , sejarah, politik dan berbagai disiplin ilmu lainnya disamping sudah barang tentu buku-buku acuan khusus ilmu OB-GYN.
Pada hari pertama saya mengikuti kuliah ilmu kedokteran pada awal tahun 1970’an, salah seorang pimpinan fakultas pada waktu itu memberikan sambutan yang isinya antara lain “Selama beberapa tahun kedepan, kami akan mengajarkan banyak hal pada saudara. Setengah dari apa yang kami akan ajarkan itu akan menjadi terbukti adalah hal yang salah. Sayang sekali bahwa pada saat ini kami juga tidak tahu bagian mana yang tidak benar itu. Dengan demikian anda harus bersiap dari sekarang untuk menyingkirkan separuh dari ajaran yang sudah saudara dapatkan dibangku fakultas kedokteran pada saatnya nanti karena ternyata terbukti tidak benar”.
Prinsip dasar yang disampaikan kepada saya diatas terasa masih tetap relevan sampai saat ini. Pada saat kami mengajarkan sesuatu kepada anda, kami yakin akan kebenarannya. Namun apa yang kami anggap sebagai sesuatu kebenaran itu rasanya sebagian diantaranya akan terbukti menjadi tidak benar dan untuk itu sebelumnya kami minta maaf.

OBJEKTIF PEMBELAJARAN

Objektif Pembelajaran dalam ilmu Obstetri Ginekologi dapat diperoleh dalam berbagai bentuk dan antara satu institusi pendidikan kedokteran dengan institusi lainnya isinya dapat berbeda.
Objektif pembelajaran yang akan dikemukaan dalam buku ini adalah :

1. PERAWATAN ANTENATAL

Tujuan : Perawatan antenatal bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan merupakan kesempatan untuk menilai resiko kehamilan dan persalinan yang ada serta menentukan rencana penatalaksanaan pasien.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat memahami metode dari :
  1. Diagnosa kehamilan
  2. Penentuan usia kehamilan
  3. Penentuan kehamilan resiko tinggi
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menjelaskan dengan rinci :
  1. Pemeriksaan diagnostik kehamilan
  2. Program penyuluhan pasien
  3. Kebutuhan nutrisi selama kehamilan
  4. Reaksi samping obat dan pengaruh lingkungan
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat :
  1. Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien obstetrik.
  2. Menjawab pertanyaan penting mengenai kehamilan dan persalinan.

2. PERAWATAN INTRAPARTUM

Tujuan : Proses persalinan dan kelahiran yang normal perlu memperoleh pemahaman yang baik, sehingga dapat dilakukan perawatan serta dukungan yang optimal terhadap ibu bersalin serta pengenalan kejadian abnormal selama proses persalinan dan kelahiran.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menjelaskan mengenai:
  1. Karakteristik “true labor” dan “false labor”
  2. Penilaian awal pasien inpartu
  3. Stadium dan mekanisme persalinan dan kelahiran normal
  4. Tehnik penilaian kemajuan proses persalinan dan kelahiran [ partograf ]
  5. Penatalaksanaan rasa nyeri selama persalinan
  6. Metode pengamatan intrapartum ibu dan janin
  7. Penatalaksanaan kelahiran normal
  8. Rekonstruksi vagina dan jalan lahir
  9. Jenis dan Indikasi persalinan operatif
  10. Komplikasi dan perawatan pasca persalinan dini pada ibu

3. ASUHAN PASCA PERSALINAN

Tujuan : Masalah pasca persalinan normal perlu mendapatkan pemahaman secara baik sehingga memungkinkan untuk melakukan pemberian perawatan dan dukungan pasca persalinan (puerperium) yang memadai dan pengenalan secara dini kejadian-kejadian abnormal selama masa pasca persalinan.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat memberikan penjelasan tentang:
  1. Perubahan fisiologi normal pada masa pasca persalinan (puerperium)
  2. Perawatan pasca persalinan normal
  3. Berbagai jenis kelainan masa puerperium dan penatalaksanaannya
  4. Cara pemberian dan materi konsultasi pada pasien pasca persalinan

4. MANAGEMEN LAKTASI

Tujuan : Pengetahuan fisiologi dan fungsi payudara selama laktasi diperlukan agar konsultasi pada ibu hamil dan ibu pasca persalinan dapat diberikan secara tepat.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat :
  1. Menyebutkan berbagai perubahan anatomis dan fisiologis pada payudara selama kehamilan dan periode pasca persalinan.
  2. Mengenal dan memberikan terapi kelainan payudara pasca persalinan yang sering terjadi.
  3. Memahami mengapa Air Susu Ibu harus diberikan dan dianjurkan.
  4. Mengenal berbagai macam obat-obat yang sering digunakan, yang boleh dan tidak boleh diberikan selama masa laktasi
  5. Menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh ibu bersalin mengenai frekuensi, durasi dan jumlah produksi air susu ibu

5. PERSALINAN NORMAL

Tujuan : Persalinan diharapkan berlangsung secara normal dan berjalan sesuai dengan harapan. Observasi ibu bersalin dan keadaan janin secara cermat memungkinkan untuk melakukan deteksi dini kelainan yang terjadi sehingga intervensi dapat secara langsung dilakukan dengan tepat untuk memperoleh “outcome” obstetrik yang optimum.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menjelaskan rincian mengenai:
  1. Pola proses persalinan abnormal
  2. Metode penilaian disproporsi sepalo-pelvik
  3. Komplikasi ibu dan janin akibat persalinan abnormal
  4. Indikasi dan kontra indikasi pemberian oksitosin
  5. Jenis dan strategi penatalaksanaan berbagai kelainan presentasi janin termasuk pembahasan berbagai tehnik persalinan operatif
  6. Indikasi persalinan pervaginam pasca persalinan sectio caesar
  7. Strategi penatalaksanaan gawat darurat khusus pada presentasi sungsang, distosia bahu dan prolapsus talipusat

6. PERSALINAN PRETERM

Tujuan : Prematuritas adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas neonatal. Penurunan angka kejadian persalinan preterm adalah merupakan tujuan utama dari perawatan obstetrik. Pengetahuan mengenai etiologi dan pengenalan gejala persalinan preterm adalah merupakan dasar penentuan penatalaksanaan.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menyebutkan :
  1. Faktor predisposisi persalinan preterm
  2. Gejala dan tanda kontraksi uterus yang prematur
  3. Penyebab persalinan preterm
  4. Penatalaksanaan persalinan preterm termasuk penggunaan tokolitik, steroid dan antibiotika

7. KEHAMILAN LEWAT WAKTU

Tujuan : Kehamilan lewat waktu adalah salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas neonatal. Penurunan angka kejadian persalinan pada kehamilan lewat waktu adalah merupakan salah satu tujuan dari perawatan obstetrik. Pengetahuan mengenai etiologi dan hal-hal lain yang terkait dengan kehamilan lewat waktu adalah merupakan dasar penentuan penatalaksanaan kasus.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menyebutkan :
  1. Masalah pada kehamilan lewat waktu
  2. Gejala dan tanda neonatus yang dilahirkan pada kasus kehamilan lewat waktu
  3. Faktor predisposisi dan Penyebab kehamilan lewat waktu
  4. Penatalaksanaan persalinan pada kehamilan lewat waktu termasuk pembahasan mengenai metode induksi persalinan

8. KETUBAN PECAH DINI

Tujuan : Pecahnya selaput ketuban (amniorrhexis) sebelum proses persalinan (“premature rupture of the membrane”) adalah merupakan masalah pada kehamilan aterm maupun preterm. Penilaian yang cermat dari kondisi ini akan memperbaiki “outcome” obstetrik yang diharapkan.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menyebutkan :
  1. Metode anamnesa, temuan pada pemeriksaan fisik dan tindakan diagnostik untuk memastikan diagnosa ketuban pecah dini.
  2. Faktor predisposisi ketuban pecah dini
  3. Resiko dan manfaat dari penatalaksanaan ekspektatif dibandingkan dengan segera melakukan tindakan terminsi kehamilan
  4. Metode pengamatan ibu dan janin pada penatalaksanaan

9. SINDROMA PREEKLAMSIA - EKLAMSIA

Tujuan : Sindroma preeklampsia-eklampsia mempengaruhi angka morbiditas dan mortalitas ibu dan atau anak secara bermakna.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menjelaskan :
  1. Definisi dan klasifikasi hipertensi dalam kehamilan
  2. Patofisiologi sindroma preeklampsia
  3. Gejala , temuan fisik dan metode diagnosa
  4. Penatalaksanaan
  5. Komplikasi ibu dan anak

10. ABORTUS

Tujuan : Perdarahan adalah keluhan yang sering terjadi pada kehamilan dini. Pendekatan logis tidak hanya dipusatkan pada “outcome” kehamilan namun juga terhadap keadaan umum pasien.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat :
  1. Menyebutkan diagnosa banding perdarahan pada kehamilan trimester I.
  2. Membedakan berbagai jenis abortus spontaneous.
  3. Memberikan batasan mengenai abortus berulang (abortus habitualis)
  4. Mengenali gejala dan tanda “missed abortion”
  5. Menyebutkan komplikasi abortus spontan
  6. Menyebutkan penyebab dan komplikasi serta penatalaksanaan – abortus - abortus septik dan syok septik

11. PERDARAHAN ANTEPARTUM

Tujuan : Perdarahan pada trimester KETIGA memerlukan evaluasi pasien secara gawat darurat. Penilaian dan penatalaksanaan secara cepat dan cermat serta hati-hati dapat menurunkan resiko kematian ibu dan anak.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat :
  1. Menjelaskan penanganan pasien perdarahan antepartum ( perdarahan pervaginam pada kehamilan trimester ketiga)
  2. Membedakan perdarahan antepartum akibat plasenta previa dan solusio plasenta berdasarkan keluhan, temuan fisik dan metode diagnostik
  3. Menyebutkan komplikasi plasenta previa dan solusio plasenta
  4. Menyebutkan penatalaksanaan syok akibat perdarahan
  5. Menyebutkan berbagai komponen produk darah dan penggunaannya.

12. PAP SMEAR dan KULTUR MIKROBIOLOGI SEDIAAN BASAH

Tujuan : Hapusan Papaniculoau adalah salah satu metode skrining medik. Tehnik pengambilan sediaan secara benar dan memperoleh sediaan untuk kultur mikrobiologi akan memperbaiki ketepatan diagnosa.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat memperlihatkan keterampilan dalam:
  1. Melakukan pengambilan sediaan hapusan papaniculoau.
  2. Mendapatkan sediaan untuk deteksi penyakit menular seksual dan pemeriksaan kultur mikrobiologi.
  3. Penanganan sediaan secara tepat untuk ketepatan diagnosa.
  4. Menyampaikan penjelasan pada pasien mengenai maksud pemeriksaan.

13.KONTRASEPSI

Tujuan : Pengetahuan medis dan pengenalan secara individual sangat penting dalam pemberian advis masalah kontrasepsi bagi pasien yang memerlukan
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat memberikan penjelasan mengenai :
  1. Dasar farmakologis dan mekanisme kerja dari berbagai jenis kontrasepsi.
  2. Efektivitas berbagai jenis kontrasepsi.
  3. Keuntungan dan kerugian masing-masing jenis kontrasepsi.
  4. Pertimbangan finansial dari pemilihan berbagai jenis kontrasepsi.

14. STERILISASI

Tujuan : Dalam proses penentuan apakah akan menempuh prosedur pembedahan sterilisasi, pasien pria dan wanita seringkali membutuhkan konsultasi dengan dokter mereka. Pemberian informasi akurat akan memudahkan pasien dalam membuat “informed decision” terhadap pembedahan elektif ini.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menyebutkan :
  1. Metode sterilisasi pada pria dan wanita.
  2. Resiko dan manfaat dari prosedur tindakan sterilisasi.
  3. Faktor yang diperlukan untuk membantu pasien dalam membuat “informed decision” termasuk penjelasan mengenai komplikasi pembedahan , kegagalan dan reversibilitas.
  4. Pertimbangan finansial.

15. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Tujuan : Untuk mencegah penyakit infeksi menular seksual dan memperkecil dampaknya terhadap kesehatan reproduksi, dokter harus memiliki pengertian mengenai epidemiologi dasar, diagnosis dan penatalaksanaan penyakit infeksi menular seksual.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menyebutkan berbagai organisme penyebab PMS dan metode penularan, gejala dan temuan pemeriksaan fisik serta evaluasi dan penatalaksanaan dari :
  1. Gonorrhea
  2. Chlamydia
  3. Herpes simplex virus
  4. Syphilis
  5. Infeksi Human papillomavirus
  6. Infeksi Human Immunodeficiency virus (HIV)
  7. Infeksi Hepatitis B virus
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menyebutkan masalah kesehatan masyarakat antara lain:
  1. ProgramH skrining penyakit
  2. Biaya.
  3. Pencegahan dan imunisasi.
  4. Penilaian dan terapi yang tepat terhadap pasangan seksual.

16. ADNEKSITIS

Tujuan : Akibat yang dapat ditimbulkan oleh adneksitis kronik maupun akut sudah sangat jelas. Pengenalan secara dini dan penatalaksanaan yang optimal dapat mencegah kelainan jangka panjang pada tuba falopii dan kesehatan reproduksi.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menyebutkan:
  1. Pathogenesis
  2. Organisme yang sering menjadi penyebab salpingitis
  3. GejalaH dan tanda salpingitis
  4. Metode diagnosisH salpingitis
  5. Terapi
  6. Gangguan jangka panjang, antara lain abses tubo-ovarial, salpingitis kronik, kehamilan ektopik dan infertilitas.

17. ENDOMETRIOSIS dan ADENOMIOSIS

Tujuan : Endometriosis adalah masalah yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif yang menyebabkan nyeri panggul, infertiliti dan disfungsi menstruasi.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menyebutkan:
  1. Teori mengenai patogenesis
  2. Gejala dan temuan fisik
  3. Tempat implantasi tersering
  4. Metode diagnosis
  5. Penatalaksanaan dengan pembedahan dan non-pembedahan

18. PERDARAHAN UTERUS NORMAL (HAID) dan ABNORMAL

Tujuan : Perdarahan diluar siklus haid adalah kejadian yang sering terjadi pada wanita. Untuk kepentingan penatalaksanaan yang sesuai maka diagnosa penyebab perdarahan uterus abnormal harus ditegakkan secara tepat.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk:
  1. Menjelaskan endokrinologi dan fisiologi siklus menstruasi yang normal.
  2. Membedakan perdarah uterus abnormal dengan perdarahan uterus disfungsi.
  3. Menyebutkan berbagai penyebab perdarahan uterus abnormal.
  4. Evaluasi dan diagnosa perdarah uterus abnormal.
  5. Menyebutkan alternatif terapi .

19. MIOMA UTERI

Tujuan : Mioma uteri (uterine leiomyoma) adalah neoplasma ginekologi paling sering terjadi dan sering pula terjadi tanpa keluhan spesifik.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk menjelaskan hal-hal berikut:
  1. Prevalensi mioma uteri.
  2. Gejala dan temuan fisik.
  3. Metode konfirmasi diagnosis.
  4. Hubungan antara mioma uteri dengan kehamilan
  5. Indikasi terapi medik dan intervensi pembedahan.

20. KEHAMILAN EKTOPIK

Tujuan : Kehamilan ektopik adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dinegara berkembang maupun negara maju.
Diagnosa dan penatalaksanaan dini tidak hanya dapat menyelamatkan jiwa namun juga dapat menjamin kelangsungan fertilitas.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk:
  1. Membuat diagnosa banding kejadian perdarahan pada trimester pertama
  2. Menyebutkan faktor resiko yang merupakan predisposisi terjadinya kehamilan ektopik
  3. Menyebutkan gejala dan temuan fisik yang mencurigakan terjadinya kehamilan ektopik
  4. Memahami metode dan tes untuk memastikan diagnosa kehamilan ektopik
  5. Menjelaskan berbagai pilihan terapi pada kasus kehamilan ektopik

21. KELAINAN PAYUDARA

Tujuan : Setiap dokter harus mengerti pendekatan dasar serta penilaian lanjutan dari gejala-gejala pada payudara yang sering terjadi.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk menjelaskan :
  1. Pengamatan standar untuk wanita dewasa, termasuk pemeriksaan payudara mandiri, pemeriksaan fisik payudara dan mammografi.
  2. Pendekatan diagnostik terhadap wanita dengan keluhan utama tumor, “nipple discharge” dan nyeri pada payudara.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk menjelaskan anamnesa dan temuan fisik yang mencurigakan terjadinya kelainan berikut:
  1. Papilloma Intraduktal
  2. Perubahan HFibrokistik dan Fibroadenoma
  3. Karsinoma
  4. Mastitis
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN mampu untuk memberi petunjuk untuk melakukan pemeriksaan payudara mandiri (“breast self-examination”)

22. DISPLASIA DAN KARSINOMA SERVIK

Tujuan : Deteksi dan terapi lesi servik yang prainvasif menurunkan biaya medis dan sosial sehubungan dengan mortalitas yang berhubungan dengan karsinoma servik uteri.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menjelaskan:
  1. Faktor resiko penyakit dan neoplasia servik
  2. Indikasi penapisan
  3. Gejala dan temuan fisik dari servisitis dan neoplasia servik uteri
  4. Evaluasi dan penatalaksanaan pasien dengan hasil pap smear yang abnormal
  5. Dampak “staging” terhadap penatalaksanaan dan prognosis penyakit.

23. KARSINOMA ENDOMETRIUM

Tujuan : Karsinoma endometrium adalah keganasan bidang ginekologi yang paling sering terjadi.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menjelaskan tentang :
  1. Faktor resiko karsinoma endometrium
  2. Gejala dan temuan fisik
  3. Penatalaksanaan pasien perdarahan pasca menopause
  4. Metode diagnosa karsinoma endometriumH
  5. Dampak “staging” terhadap penatalaksanaan dan prognosis penyakit
  6. Penatalaksanaan pasien karsinoma endometrium

24. NEOPLASMA OVARIUM

Tujuan : Masa adneksa merupakan temuan yang sering terjadi pada pasien dan dapat bersifat simptomatik maupun asimptomatik.
Penatalaksanaan dilakukan atas dasar asal dan karakteristik dari masa adneksa yang bersangkutan.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menyebutkan hal-hal mengenai:
  1. Evaluasi pasien dengan masa adneksa
  2. Karakteristik neoplasma ovarium
  3. Evaluasi dan penatalaksanaan karsinoma ovarium
  4. Gejala dan temuan klinik
  5. Faktor resiko
  6. Klasifikasi histologis
  7. Dampak “staging” terhadap penatalaksanaan dan prognosis penyakit.

25. PERKOSAAN

Tujuan : Korban kekerasan seksual akan mengalami trauma fisik dan emosional.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN akan dapat menjelaskan tentang penilaian medis, forensik dan psikologik serta terapi dan tindak lanjut dari :
  1. Korban kekerasan seksual anak-anak
  2. Korban kekerasan seksual dewasa
  3. Perkosaan oleh orang yang sudah dikenal

26. KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Tujuan : Kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada populasi yang cukup besar di negara maju maupun sedang berkembang baik yang terjadi pada klas sosial ekonomi rendah maupun tinggi dan dapat berlangsung seumur hidup.
Semua dokter harus mewaspadai kemungkinan adanya kejadian kekerasan dalam rumah tangga
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat :
  1. Menyatakan prevalensi dan angka kejadian kekerasan terhadap wanita, penyalahgunaan seksual terhadap wanita dewasa maupun kekerasan pada anak-anak.
  2. Menilai keterlibatan pasien dalam situasi kekerasan dalam rumah tangga
  3. Melakukan konseling pasien dalam jangka pendek untuk memberikan rasa aman bagi penderita
  4. Melakukan konseling pasien dalam jangka panjang bersama dengan lembaga sosial yang khusus menangani korban kekerasan dalam rumah tangga

27. MENOPAUSE

Tujuan : Seorang wanita akan menjalani sepertiga masa hidupnya dalam masa-masa pasca menopause. Dokter harus memiliki pengetahuan mengenai perubahan fisik dan emosional yang diakibatkan oleh penurunan kadar estrogen.
Para peserta kepaniteraan klinik OB-GIN dapat menjelaskan :
  1. Perubahan fisiologik pada poros hipotalamus-hipofise-ovarium
  2. Gejala dan temuan fisik akibat hipoestrogenisme
  3. Penatalaksanaan termasuk terapi hormon, nutrisi dan olah raga serta pilihan terapi non-hormonal.
  4. Resiko dan manfaat terapi hormon pengganti

28. GINEKOLOGI ANAK DAN REMAJA

Tujuan : Terdapat banyak sekali kelainan yang terjadi pada anak-anak wanita dan remaja yang memerlukan perhatian seorang dokter sejak awal. Dokter harus memiliki pengetahuan mengenai berbagai kelainan ginekologis pada anak dan remaja wanita.
Para peserta kepaniteraan klini OB-GIN dapat menjelaskan :
  1. Anatomi dan fisiologi organ genitalia wanita
  2. Cara melakukan pemeriksaan fisik terhadap anak dan remaja wanita
  3. Berbagai kelainan ginekologi yang seringkali ditemukan pada anak dan remaja wanita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar