Senin, 14 Maret 2011

Cervical Dysplasia

Definisi Cervical Dysplasia

Cervical dysplasia merujuk pada kehadiran dari perubahan-perubahan prakanker dari sel-sel yang membentuk lapisan dalam dari cervix (leher rahim), bukaan (mulut) ke kandungan (uterus). Istilah dysplasia merujuk pada penampakan yang abnormal dari sel-sel ketika dilihat dibawah mikroskop. Derajat dan luasnya kelainan yang terlihat pada contoh jaringan (semacam Pap smear) dahulunya dirujuk sebagai dysplasia yang ringan, moderate (sedang), atau parah. Pada tahun-tahun akhir-akhir ini, nomenclature (tatanama) ini telah digantikan oleh dua sistim-sistim yang lebih baru. Sistim-sistim ini berdasarkan pada perubahan-perubahan dalam penampakan dari sel-sel yang dilihat ketika smears dari sel-sel individual (perubahan-perubahan cytological) atau biopsi-biopsi jaringan (perubahan-perubahan histological) ditinjau ulang dibawah mikroskop.
  1. Squamous intraepithelial lesion adalah terminologi (istilah) patologi untuk cervical dysplasia yang diamati dalam smears (corengan-corengan) dari sel-sel yang diambil dari cervix (leher kandungan). Squamous merujuk pada tipe dari sel-sel yang melapisi cervix. Intraepithelial merujuk pada fakta bawa sel-sel ini hadir dalam jaringan lapisan dari cervix.
  2. Cervical intraepithelial neoplasia adalah cervical dysplasia yang diamati pada biopsi cervical atau cervix yang dikeluarkan secara operasi.
Sistim-sistim klasifikasi ini akan lebih jauh didiskusikan dibawah.

Penyebab Cervical Dysplasia

Cervical dysplasia disebabkan oleh infeksi dari cervix dengan human papillomavirus (HPV). Meskipun ada lebih dari 100 tipe-tipe HPV, sub kelompok dari HPV-HPV telah ditemukan meginfeksi sel-sel pelapis dari saluran genital dan reproduksi pada wanita-wanita. HPV adalah infeksi yang paling umum dan ditularkan melalui kontak seksual; lebih dari 75% dari wanita-wanita yang aktif secara seksual diperkirakan mendapatkan pada satu titik atau yang lainnya. Dipercayai bahwa lebih dari 6 juta orang-orang terinfeksi dengan HPV setiap tahun di Amerika, dan kira-kira 50% dari mereka yang terinfeksi adalah antara umur 15 dan 25 tahun. Kebanyakan infeksi-infeksi yang terjadi pada wanita-wanita muda, tidak menghasilkan gejala-gejala, dan menghilang secara spontan tanpa segala konsekwensi-konsekwensi jangka panjang. Lama rata-rata dari infeksi-infeksi HPV baru pada wanita-wanita muda adalah 8-13 bulan. Bagaimanapun, adalah mungkin menjadi terinfeksi kembali dengan tipe HPV yang berbeda.
Beberapa infeksi-infeksi HPV berlangsung lama melalui waktu daripada menghilang, dan sebab mengapa infeksi berlangsung lama pada wanita-wanita ini tidak dimengerti secara sepenuhnya. Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi keberlangsungan yang lama dari infeksi termasuk:
  • umur yang berlanjut,
  • durasi dari infeksi, dan
  • terinfeksi dengan tipe HPV yang "berisiko tinggi" (lihat bawah).
Infeksi HPV yang berlangsung lama telah ditunjukan memainkan peran yang menyebabkan dalam perkembangan dari kutil-kutil genital dan perubahan-perubahan prakanker (dysplasia) dari leher kandungan serta kanker cervix. Meskipun infeksi HPV nampaknya perlu untuk perkembangan dari cervical dysplasia dan kanker, karena tidak semua wanita-wanita yang mempunyai infeksi HPV mengembangkan dysplasia atau kanker cervix. Sebagai tambahan, juga faktor-faktor yang tidak berkarakteristik harus juga penting dalam menyebabkan cervical dysplasia dan kanker cervix. Karena infeksi-infeksi HPV ditularkan terutama oleh hubungan seksual, risiko infeksi meningkat ketika jumlah dari pasangan-pasangan seksual meningkat.
Diantara HPV-HPV yang menginfeksi saluran genital, tipe-tipe tertentu secara khas menyebabkan kutil-kutil atau dysplasia yang ringan (tipe "risiko rendah"; HPV-6, HPV-11), sementara tipe-tipe lain (dikenal sebagai tipe-tipe HPV "berisiko tinggi") adalah lebih kuat berhubungan dengan dysplasia yang parah dan kanker cervix (HPV-16, HPV-18). Merokok sigaret dan penekanan sistim imun (seperti dengan infeksi HIV yang bersaingan) telah ditunjukan meningkatkan risiko untuk dysplasia dan kanker cervix yang diinduksi oleh HPV.
Tipe-tipe HPV yang menyebabkan kanker cervix juga telah dihubungkan dengan keduanya kanker anal dan penile pada pria-pria serta sub kelompok dari kanker-kanker kepala dan leher pada keduanya wanita-wanita dan laki-laki.

Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Dari Cervical Dysplasia

Secara khas, cervical dysplasia tidak menghasilkan tanda-tanda atau gejala-gejala apa saja. Jadi penyaringan (screening) yang teratur adalah penting untuk diagnosis dan perawatan dini.

Mendiagnosa Cervical Dysplasia

Screening untuk cervical dysplasia

Cervical dysplasia dan kanker cervix umumnya hanya berkembang melalui periode waktu bertahun-tahun, jadi screening yang teratur adalah penting untuk mendeteksi dan merawat perubahan-perubahan prakanker yang dini dan mencegah kanker cervix. Secara tradisi, tes Papanicolaou (Pap test atau Pap smear) telah menjadi metode screening pilihan. Untuk melakukan Pap smear, dokter mengangkat contoh kain penyeka atau sikat dari sel-sel bagian luar cervix selama pemeriksaan pelvis yang menggunakan speculum dalam vagina untuk visualisasi. Sel-sel dicorengkan pada kaca-kaca gelas mikroskop, dinodakan, dan diamati dibawah mikroskop untuk bukti apa saja dari dysplasia atau kanker.
Sistim-sistim lebih baru yang berdasarkan pada cairan untuk menyaring contoh-contoh dari sel-sel cervical juga tersedia dan adalah alat-alat screening yang efektif untuk pendeteksian dysplasia. Contoh-contoh untuk tes ini diangkat seperti untuk Pap smear yang konvensional, namun contoh dikumpulkan dalam vial dari cairan yang kemudian digunakan untuk menyiapkan kaca mikroskop untuk pemeriksaan seperti dengan Pap smear.

Pengjuian lebih jauh

Untuk wanita-wanita yang hasil screening awalnya adalah tidak jelas atau abnormal, tes-tes diagnostik lain digunakan:
  • Colposcopy adalah prosedur gynecological yang menerangi dan memperbesar vulva, dinding-dinding vagina, dan leher kandungan dalam rangka untuk mendeteksi dan menguji kelainan-kelainan dari struktur-struktur ini. Colposcope adalah mikroskop yang menyerupai sepasang binokuler. Alat ini mempunyai jajaran dari lensa-lensa pembesar. Ia juga mempunyai filter-filter warna yang mengizinkan dokter untuk mendeteksi pembuluh-penbuluh darah abnormal yang kecil pada cervix. Colposcope digunakan untuk menguji dinding-dinding vagina dan cervix melalui mulut vagina. Colposcopy adalah prosedur yang aman dengan tidak ada komplikasi-komplikasi yang lain dari melihat vagina yang berdarah ringan.
  • Biopsi-biopsi adalah contoh-contoh jaringan yang diperoleh untuk pengujian dibawah mikroskop. Biopsi mungkin diambil dari area-area yang dicurigai yang terlihat sewaktu colposcopy.
  • Pengujian HPV untuk mendeteksi apakah ada atau tidak ada infeksi HPV dengan tipe HPV "berisiko tinggi" hadir mungkin direkomendasikan untuk beberapa wanita-wanita. Ini mungkin terutama bermanfaat jika hasil-hasil dari tes-tes screening yang teratur adalah berarti dua (rancu), seperti hasil-hasil yang menyarankan sel-sel squamous yang atipikal dari signifikan yang tak menentu atau ASC-US (lihat bawah). Karena jumlah dari wanita-wanita yang terinfeksi dengan pada umumnya dan karena infeksi dapat menjadi sementara dan pendek umurnya, screening yang teratur dari semua wanita-wanita untuk infeksi HPV tidak diperkirakan bermanfaat dan tidak dilakukan secara rutin di Amerika. 

Mengklasifikasi Cervical Dysplasia

Cytologic analysis (tes-tes screening)

Analisa Pap smear dan laporan-laporan semuanya berdasarkan pada sistim terminologi medis yang disebut Bethesda System yang dikembangkan di National Institutes of Health (NIH) di Bethesda, Maryland pada tahun 1988 dan dimodofikasi pada tahun 2001. Kategori-kategori utama untuk Pap smears yang abnormal yang dilaporkan pada sistim Bethesda adalah sebagai berikut:
  1. ASC-US: Singkatan ini berdiri untuk atypical squamous cells of undetermined significance. Kata "squamous" menggambarkan sel-sel yang tipis dan rata yang terletak pada permukaan dari cervix. Satu dari dua pilihan-pilihan ditambahkan pada akhir dari ASC: ASC-US, yang berarti undetermined significance, atau ASC-H, yang berarti tidak dapat meniadakan HSIL (lihat bawah).
  2. LSIL: Singkatan ini berdiri untuk low-grade squamous intraepithelial lesion. Ini berarti perubahan-perubahan karakteristik dari dysplasia ringan diamati pada sel-sel cervical.
  3. HSIL: Singkatan ini berdiri untuk high-grade squamous intraepithelial lesion. Dan merujuk pada fakta bahwa sel-sel dengan derajat yang parah dari dysplasia terlihat.

Histologic analysis (biopsi-biopsi cervical)

Ketika perubahan-perubahan prakanker terlihat pada biopsi-biopsi jaringan dari cervix, istilah cervical intraepithelial neoplasia (CIN) digunakan. "Intraepithelial" merujuk pada fakta bahwa sel-sel abnormal hadir didalam jaringan lapisan, atau epithelial dari cervix. "Neoplasia" merujuk pada pertumbuhan abnormal dari sel-sel.
CIN dikelompokan menurut luasnya pada mana sel-sel abnormal, atau dysplastic, terlihat pada jaringan pelapis cervix:
  • CIN 1 merujuk pada kehadiran dari dysplasia yang dibatasi pada dasar ketiga dari lapisan cervix, atau epithelium (dahulu disebut dysplasia ringan). Ini dipertimbangkan sebagai low-grade lesion (luka derajat rendah).
  • CIN 2 dipertimbangkan sebagai luka derajat tinggi (high-grade lesion). Ia merujuk pada perubahan-perubahan sel dysplastic yang dibatasi pada dasar duapertiga dari jaringan pelapis (dahulu disebut dysplasia sedang atau moderat).
  • CIN 3 juga adalah luka derajat tinggi (high grade lesion). Ia merujuk pada perubahan-perubahan prakanker pada sel-sel yang mencakup lebih besar dari duapertiga dari ketebalan pelapis cervix, termasuk luka-luka ketebalan penuh yang dahulunya dirujuk sebagai dysplasia dan carcinoma yang parah ditempat asal. 

Perawatan-Perawatan Untuk Cervical Dysplasia

Kebanyakan wanita-wanita dengan dysplasia (LGSIL, CIN1) derajat rendah atau ringan (ketika diagnosis dikonfirmasi dan semua area-area abnormal telah divisualisasikan), akan menjalani regresi (kemunduran) yang spoantan dari dysplasia ringan tanpa perawatan. Oleh karenanya, memonitor tanpa perawatan spesifik seringkali diindikasikan pada kelompok ini. Perawatan adalah tepat untuk wanita-wanita dengan cervical dysplasia derajat tinggi.
Perawatan-perawatan untuk cervical dysplasia jatuh kedalam dua kategori-kategori umum: pembinasaan (ablation) dari area-area abnormal dan pengangkatan (resection). Kedua tipe-tipe perawatan adalah sama-sama efektif. Umumnya, prosedur-prosedur pembinasaan (ablation) digunakan untuk dysplasia yang lebih ringan dan pengangkatan (resection) direkomendasikan untuk dysplasia yang lebih parah atau kanker.
Prosedur-prosedur pembinasaan (ablation) adalah carbon dioxide laser photoablation dan cryocautery. Prosedur-prosedur pengangkatan (resection) adalah loop electrosurgical excision procedure (LEEP), cold knife conization, dan hysterectomy. Perawatan untuk dysplasia atau kanker tidak biasanya dilakukan pada saat colposcopy awal, karena perawatan tergantung pada analisa dari biopsi-biopsi yang dlakukan selama colposcopy.

Carbon dioxide laser photoablation

Prosedur ini, yang juga dikenal sebagai CO2 laser, menggunakan sorotan yang tidak terlihat dari sinar infrared untuk pada dasarnya menguapkan area yang abnormal. Pembiusan lokal diberikan untuk mematirasakan area sebelum perawatan laser. Jumlah yang besar dari kotoran vagina yang jernih dan noda darah dapat terjadi untuk beberapa minggu setelah prosedur. Angka komplikasi dari prosedur ini adalah sangat rendah, kira-kira 1%. Komplikasi-komplikasi yang paling umum adalah penyempitan (stenosis) dari bukaan (mulut) cervix dan perdarahan yang tertunda. Kerugian-kerugian dari perawatan ini termasuk bahwa prosedur ini tidak mengizinkan pengambilan sample (contoh) dari area abnormal dan tidak memuaskan untuk perawatan kanker cervix. Adalah bermanfaat, bagaimanapun, untuk dysplasia yang lebih ringan.

Cryocautery

Seperti perawatan laser, cryocautery adalah terapi ablation. Ia menggunakan nitrous oxide untuk membekukan area abnormal. Teknik ini, bagaimanapun, adalah tidak optimal untuk area-area yang besar atau area-area dimana kelainan-kelainan telah berlanjut atau parah. Setelah prosedur, wanita-wanita mengalami kotoran vagina berair yang signifikan untuk beberapa minggu. Seperti dengan laser ablation, komplikasi-komplikasi signifikan dari prosedur ini adalah jarang dan terjadi pada kira-kira 1% dari pasien-pasien. Mereka termasuk penyempitan (stenosis) dari cervix dan perdaraan yang tertunda. Cryocautery juga tidak mengizinkan pengambilan sample (contoh) dari area abnormal dan umumnya dirasakan tidak tepat untuk wanita-wanita dengan penyakit cervikal yang telah lanjut. Jadi, prosedur ini tidak memuaskan untuk merawat kanker cervix, namun bermanfaat untuk dysplasia yang lebih ringan.

Loop electrosurgical excision procedure

Loop electrosurgical excision procedure, juga dikenal sebagai LEEP, adalah teknik yang murah dan sederhana yang menggunaka arus frekwensi radio untuk mengeluarkan area-area abnormal. Ia mempunyai keuntungan atas teknik-teknik pembinasaan dalam mana contoh jaringan yang utuh untuk analisa dapat diperoleh. Kotoran dan noda vagina umumnya terjadi setelah prosedur ini. Komplikasi-komplikasi terjadi pada kira-kira 1% sampai 2% dari wanita-wanita yang menjalani LEEP, dan termasuk penyempitan cervical (stenosis) dan perdarahan. Prosedur ini digunakan paling umum untuk merawat dysplasia, termasuk dysplasia yang parah.

Cold knife cone biopsy (conization)

Cone biopsy (conization) dahulu adalah prosedur utama yang digunakan untuk merawat cervical dysplasia, namun metode-metode lain telah menggantikannya untuk tujuan ini. Bagaimanapun, ketika seorang dokter tidak dapat melihat seluruh area yang perlu dilihat sewaktu colposcopy, cone biopsy secara khas direkomendasikan. Ia uga direkomendasikan jika pengambilan jaringan tambahan diperlukan untuk memperoleh lebih banyak informasi yang menyangkut diagnosis. Teknik ini mengizinkan untk menyesuaikan ukuran dan bentuk dari pengambilan contoh. Biopsi cone mempunyai risiko yang sedikit lebih tinggi dari komplikasi cervical daripada perawatan-perawatan lain, dan ini dapat termasuk perdarahan setelah operasi pada 5% dari wanita-wanita dan penyempitan cervix.

Hysterectomy

Hysterectomy adalah pengangkatan kandungan (uterus) secara operasi. Operasi ini digunakan untuk merawat sebenarnya semua kasus-kasus dari kanker cervix yang invasif. Adakalanya, hysterectomy dilakukan untuk merawat dysplasia yang parah. Ia mungkin juga digunakan jika dysplasia terjadi setelah prosedur-prosedur perawatan lain apa saja.

Prognosis (Harapan) Untuk Cervical Dysplasia

Cervical dysplasia derajat rendah (LGSIL and/or CIN1) seringkali menghilang secara spontan tanpa perawatan, namun pengamatan yang hati-hati dan pengujian follow-up diperlukan. Keduanya ablation dan resection dari area-area cervical dysplasia menyembuhkan kira-kira 90% dari wanita-wanita dengan dysplasia, yang berarti bahwa 10% dari wanita-wania akan mempunyai kekambuhan dari kelainan-kelainan mereka setelah perawatan, memerlukan perawatan tambahan. Jika tidak dirawat, cervical dysplasia derajat tinggi mungkin berlanjut ke kanker cervix malalui waktu. Terapi-terapi resection dan ablation telah ditunjukan mengurangi risiko mengembangkan kanker cervix dengan 95% pada delapan tahun pertama setelah perawatan pada wanita-wanita dengan dysplasia derajat tinggi.

Mencegah Cervical Dysplasia

Vaksin tersedia melawan empat tipe-tipe HPV yang umum yang berhubungan dengan perkembangan dari dysplasia dan kanker cervix. Vaksin ini (Gardasil) telah menerima persetujuan FDA untuk penggunaan pada wanita-wanita antara umur 9 dan 26 tahun dan menganugerahkan imunitas terhadap tipe-tipe HPV 6, 11, 16 dan 18.
Penahanan nafsu atau pantangan dari aktivitas seksual dapat mencegah penyebaran dari HPV-HPV yang ditularkan via kontak seksual. Bagaimanapun, beberapa peneliti-peneliti percaya bahwa infeksi HPV mungkin ditularkan dari ibu ke bayi dalam kanal kelahiran, karena beberapa studi-studi telah mengidentifikasikan infeksi HPV genital pada populasi-populasi dari anak-anak muda dan biarawati-biarawati yang terpencil. Penularan HPV tangan-genital dan oral-genital juga telah didokumentasikan dan adalah cara-cara lain dari penularan.
HPV ditularkan oleh kontak genital langsung. Virus tidak ditemukan dalam atau disebar oleh cairan-cairan tubuh, dan HPV tidak ditemukan dalam darah atau organ-organ yang diambil untuk transplantasi. Penggunaan condom nampaknya mengurangi risiko penularan dari HPV sewaktu aktivitas sekual namun tidak sepenuhnya mencegah infeksi HPV. Metode-metode spermicides dan kontrol kelahiran secara hormon tidak mencegah penyebaran dari infeksi HPV.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar