Senin, 14 Maret 2011

Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Definisi Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Kehamilan diluar kandungan (ectopic pregnancy) adalah kondisi dimana telur yang telah dibuahi menempati dan tumbuh pada lokasi mana saja yang lain daripada lapisan dalam dari uterus (kandungan). Mayoritas yang luas dari kehamilan diluar kandungan terjadi dalam tabung Fallopian (98%), bagaimanapun, mereka dapat terjadi di lokasi-lokasi lain, seperti ovary (indung telur), cervix (leher rahim), dan rongga perut. Kehamilan diluar kandungan terjadi pada kira-kira satu dalam 50 kehamilan-kehamilan.
Risiko kesehatan utama dari kehamilan diluar kandungan adalah pecah yang menjurus pada perdarahan internal. Sebelum abad ke 19, angka kematian dari kehamilan diluar kandungan melebihi 50%. Pada akhir abad ke 19, angka kematian turun ke lima persen karena intervensi melalui operasi. Dengan kemajuan-kemajuan sekarang ini dalam pendeteksian dini, angka kematian telah membaik ke kurang dari lima dalam 10,000. Angka kelangsungan hidup dari kehamilan diluar kandungan membaik meskipun kejadian dari kehamilan-kehamilan diluar kandungan juga meningkat. Sebab utama untuk hasil yang buruk adalah kegagalan untuk mencari bantuan medis yang dini. Kehamilan diluar kandungan tetap menjadi penyebab yang memimpin dari kematian yang berhubungan dengan kehamilan pada trimester pertama kehamilan.

Faktor-Faktor Risiko Untuk Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Ada banyak faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mempunyai kehamilan diluar kandungan, namun adalah penting untuk mencatat bahwa kehamilan-kehamilan diluar kandungan dapat terjadi pada wanita-wanita tanpa segala faktor-faktor risiko ini.
Faktor risiko yang paling besar untuk kehamilan diluar kandungan adalah sejarah sebelumnya dari kehamilan diluar kandungan. Angka kekambuhan adalah 15% setelah kehamilan diluar kandungan yang pertama, dan 30% setelah yang kedua.
Segala gangguan dari arsitektur yang normal dari tabung-tabung Fallopian dapat menjadi faktor risiko untuk kehamilan diluar kandungan. Operasi sebelumnya pada tabung-tabung Fallopian seperti tubal sterilization atau prosedur-prosedur rekonstruksi, dapat menjurus pada luka parut dan gangguan anatomi yang normal dari tabung-tabung dan meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan. Demikian juga, infeksi, kelainan-kelainan sejak lahir, atau tumor-tumor dari tabung-tabung Fallopian dapat meningkatkan risiko seorang wanita mempunyai kehamilan diluar kandungan.
Infeksi pada pelvis adalah faktor risiko lainnya untuk kehamilan diluar kandungan. Infeksi-infeksi pelvis biasanya disebabkan oleh organisme-organisme yang ditularkan secara seksual, seperti chlamydia atau gonorrhea. Bagaimanapun, bakteri-bakteri yang tidak ditularkan secara seksual dapat juga menyebabkan infeksi pelvis dan meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan. Infeksi menyebabkan kehamilan diluar kandungan dengan merusak atau menghalangi tabung-tabung Fallopian. Normalnya, lapisan dalam dari tabung-tabung dilapisi dengan penonjolan-penonjolan seperti rambut yang kecil yang disebut cilia. Cilia ini adalah penting untuk mengangkut telur dengan lembut dari ovary (indung telur) melalui tabung Fallopian dan kedalam uterus (kandungan). Jika cilia ini rusak oleh infeksi, pengangkutan telur menjadi terganggu. Telur yang telah dibuahi dapat menempati dalam tabung Fallopian tanpa mencapai uterus, jadi menjadi kehamilan diluar kandungan. Demikian juga, luka parut (goresan) yang berhubungan dengan infeksi dan halangan yang sebagian dari tabung-tabung Fallopian dapat juga mencegah telur mencapai kandungan (uterus).
Seperti infeksi-infeksi pelvis, kondisi-kondisi seperti endometriosis, tumor-tumor fibroid, atau jaringan parut pelvis (pelvic adhesions), dapat menyempitkan tabung-tabung Fallopian dan mengganggu pengangkutan telur, dengan demikian meningkatkan kesempatan-kesempatan dari kehamilan diluar kandungan.
Kira-kira 50% dari kehamilan-kehamilan pada wanita-wanita yang menggunakan intrauterine devices (IUDs) akan dilokasikan diluar kandungan. Bagaimanapun, jumlah total dari wanita-wanita yang menjadi hamil ketika menggunakan IUDs adalah sangat rendah. Oleh karenanya, jumlah keseluruhan dari kehamilan-kehamilan diluar kandungan yang berhubungan pada IUDs adalah sangat rendah.
Merokok sigaret sekitar waktu dari penghamilan juga telah dihubungkan dengan risiko yang meningkat dari kehamilan diluar kandungan. Risiko ini diamati menjadi tergantung dosis, yang berarti bahwa risiko tergantung pada kebiasaan-kebiasaan peorangan wanita dan meningkat dengan jumlah sigaret-sigaret yang dihisap.



Gejala-Gejala Dari Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Gejala-gejala klasik dari kehamilan diluar kandungan termasuk:
  • nyeri perut,
  • ketidakhadiran dari periode-periode menstruasi (amenorrhea), dan
  • perdarahan vagina.
Wanita mungkin tidak sadar bahwa ia hamil. Gejala-gejala karakteristik ini terjadi pada kehamilan-kehamilan diluar kandungan yang robek (yang disertai oleh perdarahan internal yang parah) dan kehamilan-kehamilan diluar kandungan yang tidak robek. Bagaimanpun, sementara gejala-gejala ini adalah khas untuk kehamilan diluar kandungan, mereka tidak berarti kehamilan diluar kandungan adalah perlu hadir dan dapat mewakili kondisi-kondisi lain. Faktanya, gejala-gejala ini juga terjadi dengan threatened abortion (keguguran) pada kehamilan-kehamilan yang bukan diluar kandungan.
Gejala-gejala dari kehamilan diluar kandungan secara khas terjadi enam sampai delapan minggu setelah periode menstruasi normal yang terakhir, namun mereka mungkin terjadi kemudian jika kehamilann diluar kandungan tidak berlokasi dalam tabung Fallopian. Gejala-gejala lain dari kehamilan (mual, ketidaknyamanan payudara, dan seterusnya) mungkin juga hadir pada kehamilan diluar kandungan. Kelemahan, kepeningan, dan rasa pingsan ketika berdiri dapat mewakili perdarahan internal yang serius dari kehamilan diluar kandungan yang robek/pecah dan memerlukan perhatian medis yang segera.

Mendiagnosa Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Tindakan pertama dalam diagnosis adalah wawancara dan pemeriksaan oleh dokter. Adakalanya, dokter mungkin merasakan massa yang lembut sewaktu pemeriksaan pelvis. Jika kehamilan diluar kandungan dicurigai, gabungan dari tes-tes hormon darah dan ultrasound pelvis dapat biasanya membantu menegakan diagnosis. Transvaginal ultrasound adalah tes yang paling bermanfaat untuk melihat kehamilan diluar kandungan. Pada tes ini, ultrasound probe dimasukan kedalam vagina, dan gambar-gambar pelvis terlihat pada monitor. Transvaginal ultrasound dapat mengungkap kantong kehamilan (gestational sac) pada kehamilan yang normal (intrauterine) atau kehamilan diluar kandungan, namun seringkali penemuan-penemuan tidak konklusif (meyakinkan). Daripada kantong kehamilan yang mengandung embrio yang terlihat, pemeriksaan mungkin hanya mengungkap massa didalam area dari tabung-tabung Fallopian atau ditempat lain yang menyarankan, namun tidak menentukan untuk, kehamilan diluar kandungan. Ultrasound dapat juga menunjukan ketidakhadiran dari kehamilan didalam kandungan (uterus).
Tingkat-tingkat darah beta subunit of human chorionic gonadotrophin (beta HCG) juga digunakan dalam diagnosis dari kehamilan diluar kandungan. Tingkat-tingkat Beta HCG normalnya naik selama kehamilan. Pola yang abnormal dalam naiknya hormon ini dapat menjadi petunjuk pada kehadiran dari kehamilan diluar kandungan. Pada kasus-kasus yang jarang, laparoscopy mungkin diperlukan untuk akhirnya mengkonfirmasi diagnosis dari kehamilan diluar kandungan. Sewaktu laparoscopy, alat-alat penglihat dimasukan melalui sayatan-sayatan kecil pada dinding perut untuk melihat struktur-struktur pada perut dan pelvis, dengan demikian mengungkapkan tempat dari kehamilan diluar kandungan.


Risiko Kesehatan Dari Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Beberapa wanita-wanita secara spontan menyerap kehamilan diluar kandungan mereka dengan tanpa efek-efek penyakit yang nampak, dan dapat diamati tanpa perawatan. Bagaimanpun, kejadian sebenarnya dari resolusi (pemecahan persoalan) yang spontan dari kehamilan diluar kandungan tidak diketahui. Adalah tidak mungkin untuk memprediksi wanita-wanita yang mana akan secara spontan memecahkan persoalan kehamilan-kehamilan diluar kandungan mereka.
Komplikasi yang paling ditakutkan dari kehamiulan diluar kandungan adalah perdarahan internal, yang menyebabkan nyeri pelvis dan perut, shock, dan bahkan kematian. Oleh karenanya, perdarahan pada kehamilan diluar kandungan mungkin memerlukan bantuan secara operasi yang segera. Perdarahan berakibat dari pecah/robeknya tabung Fallopian atau dari darah yang bocor dari ujung tabung ketika placenta yang tumbuh menghanyut (terkikis) kedalam vena-vena dan arteri-arteri yang berlokasi didalam dinding tabung. Darah yang datang dari tabung dapat menjadi sangat mengiritasi pada jaringan-jaringan dan organ-organ lain pada pelvis dan perut, dan berakibat pada nyeri yang signifikan. Darah pelvis dapat menjurus pada pembentukan jaringan parut dan persoalan-persoalan dengan menjadi hamil dimasa depan. Jaringan parut dapat juga meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan masa depan.

Opsi-Opsi Perawatan Yang Tersedia Untuk Kehamilan Diluar Kandungan (Ectopic Pregnancy)

Opsi-opsi perawatan untuk kehamilan diluar kandungan termasuk pengamatan, laparoscopy, laparotomy, dan pengobatan. Pemilihan dari opsi-opsi ini dindividualkan. Beberapa kehamilan-kehamilan diluar kandungan akan menghilang dengan sendirinya tanpa keperluan untuk segala intervensi, sementara yang lain-lain akan memerlukan operasi darurat yang disebabkan oleh perdarahan yang mengancam nyawa. Bagaimanapun, karena risiko pecah/robek dan konsekwensi-konsekwensi mengerikan yang potensial, kebanyakan wanita-wanita dengan kehamilan diluar kandungan yang terdiagnosa dirawat dengan pengobatan atau operasi.
Untuk mereka yang memerlukan intervensi, perawatan yang paling umum adalah operasi. Dua opsi-opsi operasi tersedia; laparotomy dan laparoscopy. Laparotomy adalah prosedur terbuka dimana sayatan melintang (garis bikini) dibuat melewati perut bagian bawah. Laparoscopy melibatkan pemasukan alat-alat penglihat kedalam pelvis melalui sayatan-sayatan yang kecil pada kulit. Untuk banyak ahli-ahli bedah dan pasien-pasien, laparoscopy lebih disenangi daripada laparotomy karena sayatan-sayatan kecil yang digunakan dan kesembuhan yang cepat setelahnya. Dibawah kondisi-kondisi yang optimal, sayatan kecil dapat dibuat pada tabung Fallopian dan kehamilan diluar kandungan dikeluarkan/dibuang, meninggalkan tabung Fallopian tetap utuh. Bagaimanpun, kondisi-kondisi tertentu membuat laparoscopy kurang efektif atau tidak tersedia sebagai alternatif. Ini termasuk jaringan parut pelvis yang besar-besaran dan perdarahan yang berlebihan pada perut atau pelvis. Pada beberapa kajadian-kejadian, lokasi atau luasnya kerusakan mungkin memerlukan pengangkatan/pembuangan sebagian dari tabung Fallopian, seluruh tabung, ovary (indung telur), dan bahkan uterus (kandungan).
Terapi medis dapat juga sukses dalam merawat kelompok-kelompok tertentu dari wanita-wanita yang mempunyai kehamilan diluar kandungan. Metode perawatan ini melibatkan penggunaan dari obat anti-kanker yang disebut methotrexate. Obat ini bekerja dengan membunuh sel-sel pertumbuhan dari placenta, dengan demikian menginduksi keguguran dari kehamilan diluar kandungan. Beberapa pasien-pasien mungkin tidak merespon pada methotrexate, dan akan memerlukan perawatan secara operasi. Methotrexate sedang mendapatkan popularitas karena angka suksesnya yang tinggi dan angka yang rendah dari efek-efek sampingannya. Ada faktor-faktor tertentu, termasuk ukuran dari massa yang berhubungan dengan kehamilan diluar kandungan dan konsentrasi-konsentrasi darah beta HCG yang membantu dokter-dokter memutuskan wanita-wanita yang mana adalah calon-calon untuk medis daripada perawatan secara operasi.
Meskipun telah ada sedikit kasus-kasus yang dilaporkan dari wanita-wanita yang melahirkan bayi-bayi yang hidup dengan operasi cesar yang berlokasi diluar kandungan, ini adalah sangat jarang. Kesempatan membawa kehamilan diluar kandungan ke masa yang penuh adalah begitu jauh, dan risiko pada wanita adalah begitu besar, sehingga ia tidak dapat pernah direkomendasikan. Akan menjadi ideal jika kehamilan diluar kandungan pada tabung Fallopian dapat diselamatkan dengan operasi untuk merelokasikannya kedalam kandungan. Konsep ini harus menjadi sebagai prosedur penuh sukses yang diterima.
Keseluruhan, telah ada kemajuan-kemajuan yang besar dalam diagnosis dini dan perawatan dari kehamilan diluar kandungan, dan kematian dari kondisi ini telah berkurang secara dramatis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar