Rabu, 30 Maret 2011

Neuroblastoma

Definisi Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah penyakit dimana sel-sel yang berbahaya (kanker) terbentuk dalam jaringan syaraf dari kelenjar adrenal, leher, dada, atau sumsum tulang belakang (spinal cord).

Neuroblastoma seringkali mulai pada jaringan syaraf dari kelenjar-kelenjar adrenal. Ada dua kelenjar adrenal, satu diujung atas dari setiap ginjal dibelakang dari perut bagian atas. Kelenjar-kelenjar adrenal menghasilkan hormon-hormon penting yang membantu mengontrol denyut jantung, tekanan darah, gula darah, dan cara tubuh bereaksi pada stres. Neuroblastoma mungkin juga mulai di dada, pada jaringan syaraf dekat tulang belakang di leher, atau di sumsum tulang belakang (spinal cord).
Neuroblastoma paling sering mulai selama masa kanak-kanak awal, biasanya pada anak-anak yang lebih muda dari umur 5 tahun. Ia adakalanya terbentuk sebelum kelahiran namun bisanya ditemukan di kemudian hari, ketika tumor mulai tumbuh dan menyebabkan gejala-gejala. Pada kasus-kasus yang jarang, neuroblastoma mungkin ditemukan sebelum kelahiran dengan ultrasound fetus.
Pada waktu neuroblastoma terdiagnosa, kanker biasanya telah menyebar (metastasized), paling sering pada nodul-nodul limfa, tulang-tulang, sumsum tulang, hati, dan kulit.

Tanda-Tanda Yang Mungkin Dari Neuroblastoma Termasuk Nyeri Tulang Dan Benjolan Pada Perut, Leher, Atau Dada.

Gejala-gejala yang paling umum dari neuroblastoma disebabkan oleh tumor yang menekan pada jaringan-jaringan yang berdekatan ketika ia tumbuh atau oleh kanker yang menyebar ke tulang. Ini dan gejala-gejala lain mungkin disebabkan oleh neuroblastoma. Kondisi-kondisi lain mungkin menyebabkan gejala-gejala yang sama. Dokter harus dikonsultasikan jika apa saja dari persoalan-persoalan yang berikut terjadi:
  • Benjolan pada perut, leher, atau dada.
  • Mata-mata yang menonjol.
  • Lingkaran-lingkaran hitam sekitar mata-mata ("mata-mata hitam").
  • Nyeri tulang.
  • Lambung yang membengkak dan kesulitan bernapas pada bayi-bayi.
  • Benjolan-benjolan tanpa sakit, yang kebiru-biruan dibawah kulit pada bayi-bayi.
  • Kelemahan atau kelumpuhan (kehilangan kemampuan untuk menggerakan bagian tubuh).
Tanda-tanda yang kurang umum dari neuroblastoma termasuk yang berikut:
  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Merasa lelah.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Petechiae (noda-noda rata yang menunjukan dibawah kulit yang disebabkan oleh perdarahan).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diare berair yang parah.
  • Gerakan-gerakan otot yang tersentak-sentak.
  • Gerakan mata yang tidak terkontrol.
  • Pembengkakan dari tungkai-tungkai, pergelangan-pergelangan kaki, kaki-kaki, atau scrotum.

Tes-Tes Yang Memeriksa Banyak Jaringan-Jaringan Tubuh Yang Berbeda Dan Cairan-Cairan Digunakan Untuk Mendeteksi (Menemukan) Dan Mendiagnosa Neuroblastoma.

Tes-tes dan prosedur-prosedur berikut mungkin digunakan:
  • Pemeriksaan fisik dan sejarah: Pemeriksaan tubuh untuk memeriksa tanda-tanda umum kesehatan, termasuk pemeriksaan untuk tanda-tanda dari penyakit, seperti benjolan-benjolan atau apa saja yang tampak tidak biasa. Sejarah dari kebiasaan-kebiasaan kesehatan pasien dan penyakit-penyakit dan perawatan-perawatan masa lalu juga akan diambil.
  • Tes urin duapuluh empat jam: Tes dimana urin dikumpulkan untuk 24 jam untuk mengukur jumlah-jumlah dari senyawa-senyawa tertentu. Jumlah yang tidak biasa (lebih tinggi atau lebih rendah dari normal) dari senyawa dapat menjadi tanda dari penyakit pada organ atau jaringan yang membentuknya. Jumlah yang lebih tinggi dari normal dari senyawa-senyawa homovanillic acid (HMA) dan vanillyl mandelic acid (VMA) mungkin adalah tanda dari neuroblastoma.
  • Studi-studi kimia darah: Prosedur dimana sample darah diperiksa untuk mengukur jumlah-jumlah dari senyawa-senyawa tertentu yang dilepaskan kedalam darah oleh organ-organ dan jaringan-jaringan dalam tubuh. Jumlah yang tidak biasa (lebih tinggi atau lebih rendah dari normal) dari senyawa dapat menjadi tanda dari penyakit pada organ atau jaringan yang membentuknya. Jumlah yang lebih tinggi dari normal dari hormon-hormon dopamine dan norepinephrine mungkin adalah tanda dari neuroblastoma.
  • Cytogenetic analysis: Tes dimana sel-sel dalam sample darah atau sumsum tulang dilihat dibawah mikroskop untuk mencari perubahan-perubahan tertentu pada kromosom-kromosom.
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang: Pengangkatan dari potongan yang kecil dari tulang, sumsum tulang, dan darah dengan memasukan jarum kedalam hipbone (tulang pinggul) atau breastbone (tulang dada). Pathologist (ahli patologi) melihat keduanya sample-sample tulang dan sumsum tulang dibawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda dari kanker. Biopsi: Pengangkatan dari sel-sel atau jaringan-jaringan sehingga mereka dapat dilihat dibawah mikroskop oleh pathologist untuk diperiksa tanda-tanda dari kanker.
  • X-ray: X-ray adalah tipe dari sorotan energi yang dapat menembus tubuh dan keatas film, membuat gambaran dari area-area didalam tubuh.
  • CT scan (CAT scan): Prosedur yang membuat rentetan dari gambar-gambar detil dari area-area didalam tubuh, diambil dari sudut-sudut yang berbeda. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang dihubungkan pada mesin x-ray. Dye (zat pewarna) mungkin disuntikan kedalam vena atau ditelan untuk membantu organ-organ atau jaringan-jaringan nampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.
  • Pemeriksaan neurologik: Rentetan dari pertanyaan-pertanyaan dan tes-tes untuk memeriksa otak, sumsum tulang belakang (spinal cord), dan fungsi syaraf. Pengujian memeriksa status mental sesorang, koordinasi, dan kemampuan untuk berjalan secara normal, dan berapa baik otot-otot, indera-indera, dan refleks-refleks bekerja. Ini mungkin juga disebut pemeriksaan neuro atau pemeriksaan neurologik.
  • Pemeriksaan Ultrasound: Prosedur dimana gelombang-gelombang suara bertenaga tinggi (ultrasound) dipantulkan dari jaringan-jaringan atau organ-organ internal dan membuat gema-gema (echoes). Gema-gema membentuk gambar dari jaringan-jaringan tubuh yang disebut sonogram.
  • Studi Immunohistochemistry: Prosedur dimana dye-dye atau enzim-enzim ditambahkan pada sample darah atau sumsum tulang untuk menguji antigen-antigen tertentu (protein-protein yang menstimulasi respon imun tubuh).

Faktor-Faktor Tertentu Mempengaruhi Prognosis (Kesempatan Kesembuhan) Dan Opsi-Opsi Perawatan.

Prognosis (kesempatan kesembuhan) dan opsi-opsi perawatan tergantung pada yang berikut:
Umur dari anak ketika terdiagnosa. Stadium dari kanker. Dimana tumor berada dalam tubuh. Histologi tumor (bentuk, fungsi, dan struktur dari sel-sel tumor). Prognosis dan keputusan-keputusan perawatan untuk neuroblastoma juga dipengaruhi oleh biologi tumor, yang termasuk:
Pola-pola dari sel-sel tumor. Berapa beda sel-sel tumor dari sel-sel normal. Berapa cepat sel-sel tumor tumbuh. Jumlah dari kromosom-kromosom pada sel-sel tumor. Berapa banyak kopi-kopi (salinan-salinan) dari gen N-myc yang ada. Biologi tumor dikatakan menyenangkan atau tidak menyenangkan, tergantung pada faktor-faktor ini. Biologi tumor yang menyenangkan berarti ada kesempatan pemulihan yang lebih baik.

Stadium-Stadium Dari Neuroblastoma

Setelah neuroblastoma terdiagnosa, tes-tes dilakukan untuk menemukan apakah kanker telah menyebar darimana ia mulai ke bagian-bagian lain tubuh.
Proses yang digunakan untuk menemukan luasnya atau penyebaran dari kanker disebut pen-stadiuman. Informasi yang dikumpulkan dari proses penstadiuman membantu menentukan stadium dari penyakit. Untuk neuroblastoma, stadium adalah salah satu dari faktor-faktor yang digunakan untuk merencanakan perawatan. Tes-tes dan prosedur-prosedur berikut mungkin digunakan untuk menentukan stadium:
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang: Pengangkatan sepotong kecil dari tulang, sumsum tulang, dan darah dengan memasukan jarum kedalam tulang pinggul atau tulang dada. Pathologist (ahli patologi) melihat keduanya sample-sample tulang dan sumsum tulang dibawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda dari kanker.
  • Biopsi nodul limfa: Pengangkatan seluruh atau sebagaian dari nodul limfa. Pathologist melihat jaringan dibawah mikroskop untuk mencari sel-sel kanker. Salah satu dari tipe-tipe biopsi berikut mungkin dilakukan:
    • Excisional biopsy: Pengangkatan seluruh nodul limfa.
    • Incisional biopsy atau core biopsy: Pengangkatan sebagian nodul limfa menggunakan jarum yang lebar.
    • Biopsi jarum atau aspirasi jarum halus: Pengangkatan sample jaringan atau cairan dari nodul limfa menggunakan jarum yang tipis.
  • CT scan (CAT scan): Prosedur yang membuat rentetan dari gambar-gambar detil dari area-area didalam tubuh, diambil dari sudut-sudut yang berbeda. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang dihubungkan pada mesin x-ray. Dye (zat pewarna) mungkin disuntikan kedalam vena atau ditelan untuk membantu organ-organ atau jaringan-jaringan nampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.
  • MRI (magnetic resonance imaging): Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang-gelombang radio, dan komputer untuk membuat rentetan dari gambar-gambar detil dari area-area didalam tubuh. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).
  • X-rays dari dada, tulang-tulang, dan perut: X-ray adalah tipe dari sorotan energi yang dapat menembus tubuh dan keatas film, membuat gambaran dari area-area didalam tubuh.
  • Pemeriksaan Ultrasound: Prosedur dimana gelombang-gelombang suara bertenaga tinggi (ultrasound) dipantulkan dari jaringan-jaringan atau organ-organ internal dan membuat gema-gema (echoes). Gema-gema membentuk gambar dari jaringan-jaringan tubuh yang disebut sonogram.
  • Radionuclide scan: Prosedur untuk menemukan area-area dalam tubuh dimana sel-sel, seperti sel-sel kanker, membelah secara cepat. Jumlah yang sangat kecil dari materi radioaktif ditelan atau disuntikan kedalam vena dan berjalan melalui aliran darah. Materi radioaktif berkumpul didalam tulang-tulang atau jaringan-jaringan lain dan dideteksi oleh alat pengukur radiasi.

Stadium-stadium berikut digunakan untuk neuroblastoma:

Stadium 1
Pada stadium 1, tumor hanya ada disatu area dan semua tumor-tumor yang dapat dilihat dikeluarkan sepenuhnya selama operasi.
Stadium 2
Stadium 2 dibagi kedalam stadium 2A dan 2B.
  • Stadium 2A: Tumor hanya di satu area dan semua tumor yang dapat dilihat tidak dapat sepenuhnya dikeluarkan selama operasi.
  • Stadium 2B: Tumor hanya di satu area dan semua tumor yang dapat dilihat mungkin sepenuhnya dikeluarkan selama operasi. Sel-sel kanker ditemukan pada nodul-nodul limfa dekat tumor.
Stadium 3
Pada stadium 3, salah satu dari yang berikut adalah benar:
  • tumor tidak dapat sepenuhnya dikeluarkan selama operasi dan telah menyebar dari satu sisi tubuh ke sisi lain dari tubuh dan mungkin juga telah menyebar ke nodul-nodul limfa yang berdekatan; atau
  • tumor hanya di satu area, pada satu sisi tubuh, namun telah menyebar ke nodul-nodul limfa pada sisi lain dari tubuh; atau
  • tumor ditengah tubuh dan telah menyebar ke jaringan-jaringan atau nodul-nodul limfa pada kedua sisi tubuh, dan tumor tidak dapat dikeluarkan dengan operasi.
Stadium 4
Stadium 4 dibagi kedalam stadium 4 dan stadium 4S.
  • Pada stadium 4, tumor telah menyebar ke nodul-nodul limfa yang berjauhan, kulit, atau bagian-bagian lain tubuh.
  • Pada stadium 4S, yang berikut adalah benar:
    • anak lebih muda dari umur 1 tahun; dan
    • kanker telah menyebar ke kulit, hati, dan/atau sumsum tulang; dan
    • tumor hanya di satu area dan semua tumor yang dapat dilihat mungkin sepenuhnya dikeluarkan selama operasi; dan/atau
    • sel-sel kanker mungkin ditemukan pada nodul-nodul limfa dekat tumor.

Perawatan Dari Neuroblastoma Didasarkan Pada Kelompok-Kelompok Risiko.

Untuk banyak tipe-tipe dari kanker, stadium-stadium digunakan untuk merencanakan perawatan. Untuk neuroblastoma, perawatan tergantung pada kelompok-kelompok berisiko. Stadium dari neuroblastoma adalah satu faktor yang digunakan untuk menentukan kelompok berisiko. Faktor-faktor lain adalah umur dari anak, histologi tumor, dan biologi tumor.
Ada 3 kelompok-kelompok berisiko: berisiko rendah, berisiko sedang, dan berisiko tinggi.
  • Neuroblastoma berisiko rendah dan sedang mempunyai kesempatan yang baik untuk disembuhkan.
  • Neuroblastoma berisiko tinggi mungkin sulit disembuhkan.
Progressive/recurrent neuroblastoma
Neuroblastoma yang progresif adalah kanker yang telah maju (terus menerus tumbuh) selama perawatan. Recurrent neuroblastoma (neuroblastoma yang berulang) adalah kanker yang telah kambuh (datang kembali) setelah ia dirawat. Kanker mungkin datang kembali pada tempat yang sama atau pada bagian-bagian lain dari tubuh.
Ikhtisar opsi perawatan
Ada tipe-tipe yang berbeda dari perawatan untuk pasien-pasien dengan neuroblastoma.
Tipe-tipe yang berbeda dari perawatan tersedia untuk pasien-pasien dengan neuroblastoma. Beberapa perawatan-perawatan adalah standar (perawatan yang sekarang digunakan),dan beberapa sedang diuji pada percobaan-percobaan klinik. Perawatan percobaan klinik adalah studi penelitian yang dimaksudkan untuk membantu memperbaiki perawatan-perawatan sekarang ini atau memperoleh informasi pada perawatan-perawatan baru untuk pasien-pasien dengan kanker. Jika percobaan-percobaan klinik menunjukan bahwa perawatan baru adalah lebih baik daripada perawatan standar, perawatan baru mungkin menjadi perawatan standar.
Karena kanker pada anak-anak adalah jarang, mengambil bagian pada percobaan klinik harus dipertimbangkan. Percobaan-percobaan klinik sedang berjalan pada banyak bagian-bagian negara. Informasi tentang percobaan-percobaan klnik yang sedang berjalan tersedia dari NCI Web site 2. Memilih perawatan kanker yang paling tepat adalah keputusan yan secara ideal melibatkan pasien, keluarga, dan team perawatan kesehatan.
Anak-anak dengan neuroblastoma harus mempunyai perawatan mereka direncanakan oleh team dari dokter-dokter dengan keahliannya dalam merawat kanker masa kanak-kanak.
Perawatan anak anda akan ditangani oleh ahli kanker anak (pediatric oncologist), dokter yang berspesialisasi dalam merawat anak-anak dengan kanker. Pediatric oncologist mungkin merujuk anda pada dokter-dokter anak-anak lain yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam merawat anak-anak dengan neuroblastoma dan yang berspesialisasi pada area-area tertentu kedokteran. Ini mungkin termasuk spesialis-spesialis berikut:
  • Medical oncologist.
  • Hematologist.
  • Pediatric surgeon.
  • Radiation oncologist.
  • Endocrinologist.
  • Neurologist.
  • Neuropathologist.
  • Neuroradiologist.
  • Pediatric nurse specialist.
  • Social worker.
  • Rehabilitation specialist.
  • Psychologist.
Anak-anak yang dirawat untuk neuroblastoma mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi untuk kanker-kanker kedua.
Beberapa perawatan-perawatan kanker menyebabkan efek-efek sampingan yang yang terus menerus atau tampak bertahun-tahun setelah perawatan kanker telah selesai. Ini disebut efek-efek yang terlambat. Efek-efek yang terlambat dari perawatan kanker termasuk persoalan-persoalan fisik; perubahan-perubahan pada suasana hati, perasaan-perasaan, aksi-aksi, pemikiran, pembelajaran, atau ingatan; dan kanker-kanker kedua.
Beberapa efek-efek yang terlambat mungkin dirawat atau dikontrol. Adalah penting bahwa orangtua-orangtua dari anak-anak yang dirawat untuk neuroblastoma berbicara dengan dokter-dokter mereka tentang kemungkinan efek-efek yang terlambat yang disebabkan oleh beberapa perawatan-perawatan.
Empat tipe-tipe dari perawatan standar digunakan:
Operasi
Operasi biasanya digunakan untuk merawat neuroblastoma. Tergantung pada dimana tumornya dan apakah ia telah menyebar, sebanyak mungkin tumor akan dikeluarkan. Jika tumor tidak dapat dikeluarkan, sebagai gantinya biopsi mungkin dilakukan.
Terapi radiasi
Terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan sinar-sinar X yang bertenaga tinggi atau tipe-tipe radiasi lain untuk membasmi sel-sel kanker atau menahan mereka untuk tumbuh. Ada dua tipe-tipe dari terapi radiasi. Radiasi eksternal menggunakan mesin diluar tubuh untuk mengirim radiasi menuju ke kanker. Radiasi internal menggunakan unsur radioaktif yang disegel dalam jarum-jarum, biji-biji, kawat-kawat, atau kateter-kateter yang ditempatkan secara langsung kedalam atau dekat kanker. Cara terapi radiasi diberikan tergantung pada tipe dan stadium dari kanker yang sedang dirawat.
Kemoterapi
Kemoterapi adalah perawatan kanker yang menggunakan obat-obat untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, dengan membunuh sel-sel atau menghentikan mereka membelah diri. Ketika kemoterapi diminum melalui mulut atau disuntikan kedalam vena atau otot, obat-obat memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel-sel kanker diseluruh tubuh (systemic chemotherapy). Jika kemoterapi ditempatkan secara langsung kedalam spinal column (kolom tulang belakang), organ, atau rongga tubuh seperti perut (abdomen), obat-obat terutama mempengaruhi sel-sel kanker pada area-area itu (regional chemotherapy). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada tipe dan stadium dari kanker yang sedang dirawat.
Penggunaan dari dua atau lebih obat-obat anti-kanker disebut kemoterapi kombinasi (combination chemotherapy).
Penungguan yang waspada (Watchful waiting)
Watchful waiting adalah pengamatan secara ketat kondisi pasien tanpa memberikan segala perawatan hingga gejala-gejala nampak atau berubah.
Tipe-tipe baru dari perawatan sedang diuji pada percobaan-percobaan klinik. Ini termasuk yang berikut:
Monoclonal antibody therapy
Monoclonal antibody therapy adalah perawatan kanker yang menggunakan antibodi-antibodi yang dibuat di laboratorium, dari tipe tunggal dari sel sistim imun. Antibodi-antibodi ini dapat mengidentifikasi senyawa-senyawa pada sel-sel kanker atau senyawa-senyawa normal yang mungkin membantu sel-sel kanker tumbuh. Antibodi-antibodi melekat pada senyawa-senyawa dan membunuh sel-sel kanker, menghalangi pertumbuhan mereka, atau menahan mereka menyebar. Monoclonal antibodies diberikan dengan infusi. Mereka mungkin digunakan sendirian atau untuk mengantar obat-obat, racun-racun, atau meteri radioaktif secara langsung ke sel-sel kanker.
Kemoterapi dosis tinggi dan terapi radiasi dengan transplantasi sel induk
Kemoterapi dosis tinggi dan terapi radiasi dengan transplantasi sel induk adalah cara memberikan dosis-dosis kemoterapi yang tinggi dan terapi radiasi dan menggantikan sel-sel yang membentuk darah yang dihancurkan oleh perawatan kanker. Stem cells (sel-sel darah yang belum matang) dikeluarkan dari darah atau sumsum tulang pasien atau donor dan dibekukan dan disimpan. Setelah kemoterapi dan terapi radiasi selesai, stem cells yang disimpan dicairkan dan diberikan kembali ke pasien melalui infusi. Stem cells yang diinfuskan kembali ini tumbuh kedalam (dan memugar) sel-sel darah tubuh.
Terapi obat lain
13-cis retinoic acid adalah obat seperti vitamin yang memperlambat kemampuan kanker untuk membuat lebih banyak sel-sel kanker dan merubah bagaimana sel-sel ini nampak dan beraksi.
Bagian ringkasan ini merujuk pada perawatan-perawatan spesifik dibawah studi pada percobaan-percobaan klinik, namun ia mungkin tidak menyebutkan setiap perawatan baru yang sedang dipelajari.




Opsi-Opsi (Pilihan-Pilihan) Perawatan Untuk Neuroblastoma

Neuroblastoma berisiko rendah
Perawatan dari neuroblastoma berisiko rendah mungkin termasuk yang berikut:
  • Operasi yang diikuti oleh watchful waiting (penungguan yang diawasi dengan ketat).
  • Watchful waiting sendirian untuk bayi-bayi tertentu.
  • Operasi diikuti oleh kemoterapi, jika kurang dari separuh dari tumor yang dikeluarkan atau jika gejala-gejala serius tidak dapat dibebaskan dengan operasi.
  • Terapi radiasi untuk merawat tumor-tumor yang menyebabkan persoalan-persoalan serius dan tidak merespon secara cepat pada kemoterapi.
  • Kemoterapi dosis rendah.
Neuroblastoma berisko sedang
Perawatan dari neuroblastoma berisiko sedang mungkin termasuk yang berikut:
  • Kemoterapi.
  • Kemoterapi yang diikuti oleh operasi dan/atau terapi radiasi.
  • Terapi radiasi untuk merawat tumor-tumor yang menyebabkan persoalan-persoalan yang serius dan tidak merespon secara cepat pada kemoterapi.
Neuroblastoma berisiko tinggi
Perawatan dari neuroblastoma berisko tinggi mungkin termasuk yang berikut:
  • Kemoterapi dosis tinggi yang diikuti oleh operasi untuk mengeluarkan sebanyak mungkin tumor.
  • Terapi radiasi pada tempat tumor dan, jika diperlukan, pada bagian-bagian lain tubuh dengan kanker.
  • Transplantasi sel induk (Stem cell transplant).
  • Kemoterapi yang diikuti oleh 13-cis retinoic acid.
  • Percoban klinik dari monoclonal antibody therapy setelah kemoterapi.
  • Percobaan klinik dari terapi radiasi dengan yodium ber-radioaktif sebelum stem cell transplant.
  • Percobaan klinik dari stem cell transplant yang diikuti oleh 13-cis retinoic acid.
Bagian ringkasan ini merujuk pada perawatan-perawatan spesifik dibawah studi pada percobaan-percobaan klinik, namun ia mungkin tidak menyebutkan setiap perawatan baru yang sedang dipelajari.
Progressive/recurrent neuroblastoma
Pasien-pasien pertama dirawat untuk neuroblastoma berisiko rendah
Perawatan untuk neuroblastoma yang berulang yang ditemukan pada satu tempat dalam tubuh mungkin termasuk yang berikut:
  • Operasi yang diikuti oleh penungguan dengan pengawasan yang ketat (watchful waiting) atau kemoterapi.
  • Kemoterapi.
  • Kemoterapi dosis tinggi, stem cell transplant (transplantasi sel induk), dan 13-cis retinoic acid.
Perawatan untuk neuroblastoma yang berulang yang telah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh mungkin termasuk yang berikut:
  • Watchful waiting.
  • Operasi yang diikuti oleh kemoterapi.
  • Kemoterapi.
  • Kemoterapi dosis tinggi, stem cell transplant, dan 13-cis retinoic acid.
  • Percobaan klinik dari perawatan yang baru.
Pasien-pasien pertama dirawat untuk neuroblastoma berisiko sedang
Untuk neuroblastoma yang berulang yang ditemukan pada satu tempat dalam tubuh, perawatan biasanya adalah operasi, dengan atau tanpa kemoterapi.
Untuk neuroblastoma yang berulang yang telah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh, perawatan biasanya adalah kemoterapi dosis tinggi, stem cell transplant, dan 13-cis retinoic acid.
Pasien-pasien pertama dirawat untuk neuroblastoma berisiko tinggi
Perawatan dari neuroblastoma yang berulang pada pasien-pasien yang pertama dirawat untuk neuroblastoma berisiko tinggi mungkin termasuk yang berikut:
  • Percobaan klinik dari kemoterapi yang diikuti oleh monoclonal antibody therapy.
  • Percobaan klinik dari terapi radiasi dengan yodium ber-radioaktif, sendirian atau sebelum stem cell transplant.
  • Percobaan klinik dari stem cell transplant.
Bagian ringkasan ini merujuk pada perawatan-perawatan spesifik dibawah studi pada percobaan-percobaan klinik, namun ia mungkin tidak menyebutkan setiap perawatan baru yang sedang dipelajari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar