Jumat, 25 Maret 2011

Sakit Kepala Migraine

Definisi Sakit Kepala Migraine

Sakit kepala migraine adalah bentuk dari sakit kepala vascular. Sakit kepala migraine disebabkan oleh vasodilasi (pembesaran dari pembuluh-pembuluh darah) yang menyebabkan pelepasan dari kimia-kimia dari serat-serat syaraf yang melingkar (menggulung) sekeliling arteri-arteri besar dari otak. Pembesaran dari pembuluh-pembuluh darah ini meregangkan syaraf-syaraf yang melingkar sekeliling mereka dan menyebabkan syaraf-syaraf melepaskan kimia-kimia. Kimia-kimia ini menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembesaran yang lebih jauh dari arteri. Pembesaran yang meningkat dari arteri-arteri memperbesar nyeri.
Serangan-serangan migraine umumnya mengaktifkan sistim syaraf sympathetic dalam tubuh. Sistim syaraf sympathetic seringkali dipikirkan sebagai bagian dari sistim syaraf yang mengontrol respon-respon yang primitif pada stres dan nyeri, yang disebut respon "lawan atau lari", dan pengaktifan ini menyebabkan banyak gejala-gejala yang berhubungan dengan serangan-serangan migraine; contohnya, aktivitas syaraf sympathetic yang meningkat pada usus menyebabkan mual, muntah, dan diare.
  • Aktivitas sympathetic juga menunda pengosongan lambung kedalam usus kecil dan dengan demikian mencegah obat-obat oral memasuki usus dan diserap.
  • Penyerapan yang terganggu dari obat-obat oral adalah sebab yang umum untuk ketidakefektifan dari obat-obat yang diminum untuk merawat sakit-sakit kepala migraine.
  • Aktivitas sympathetic yang meningkat juga mengurangi sirkulasi darah, dan ini menjurus pada kepucatan kulit serta tangan-tangan dan kaki-kaki yang dingin.
  • Aktivitas sympathetic yang meningkat juga berkontribusi pada kepekaan pada kepekaan cahaya dan suara serta penglihatan yang kabur.
Migraine merundung (menimpa) 28 juta orang-orang Amerika, dengan wanita-wanita menderita lebih sering (17%) daripada pria-pria (6%). Pekerjaan yang hilang dan kehilangan produktivitas dari migraine menciptakan beban publik yang signifikan. Meskipun demikian, migraine masih tetap sebagian besar kurang terdiagnosa dan terawat. Kurang dari setengah dari individu-individu dengan migraine didiagnosa oleh dokter-dokter mereka.



Gejala-Gejala Dari Sakit-Sakit Kepala Migraine

Migraine adalah kondisi kronis dengan serangan-serangan yang berulang. Kebanyakan (namun tidak semua) serangan-serangan migraine berhubungan dengan sakit-sakit kepala.
  • Sakit-sakit kepala migraine biasanya digambarkan sebagai nyeri yang hebat, berdenyut yang melibatkan satu pelipis (temple). (Adakalanya nyeri berlokasi pada dahi, sekitar mata, atau pada belakang kepala).
  • Nyeri biasanya unilateral (pada satu sisi kepala), meskipun kira-kira sepertiga dari waktu nyeri adalah bilateral (pada kedua sisi kepala).
  • Sakit-sakit kepala unilateral secara khas merubah sisi-sisi dari satu serangan ke serangan berikutnya. (Nyatanya, sakit-sakit kepala unilateral yang selalu terjadi pada sisi yang sama harus menyiagakan dokter untuk mempertimbangkan sakit kepala sekunder, contohnya, satu yang disebabkan oleh tumor otak).
  • Sakit kepala migraine biasanya diperburuk oleh aktivitas-aktivitas harian seperti menaiki tangga-tangga.
  • Mual, muntah, diare, kepucatan muka, tangan-tangan dingin, kaki-kaki dingin, dan kepekaan pada cahaya dan suara umumya disertai sakit-sakit kepala migraine. Sebagai akibat dari kepekaan ini pada cahaya dan suara, penderita-penderita migraine biasanya menyukai berbaring dalam kamar yang sunyi dan gelap selama serangan. Serangan yang khas berlangsung antara 4 dan 72 jam.
Perkiraan 40%-60% dari serangan-serangan migraine didahului oleh gejala-gejala premonitory (peringatan) yang berlangsung berjam-jam sampai berhari-hari. Gejala-gejala mungkin termasuk:
  • ngantuk,
  • keiritasian,
  • kelelahan,
  • depresi atau euphoria,
  • menguap, dan
  • memohon makanan-makanan manis atau asin.
Pasien-pasien dan anggota-anggota keluarga mereka biasanya mengatahuinya ketika mereka mengamati gejala-gejala peringatan ini bahwa serangan migraine sedang mulai.

Migraine aura

Perkiraan 20% dari sakit-sakit kepala migraine berhubungan dengan aura. Biasanya, aura mendahului sakit kepala, meskipun adakalanya ia mungkin terjadi bersamaan dengan sakit kepala. Aura-aura yang paling umum adalah:
  1. cahaya-cahaya yang berkilat dan berwarna terang dalam pola yang berliku-liku (dirujuk sebagai fortification spectra), yang biasanya mulai pada tengah dari medan penglihatan dan berlanjut keluar; dan
  2. lubang (scotoma) pada medan penglihatan, juga dikenal sebagai blind spot.
Beberapa penderita-penderita migraine yang lebih tua mungkin mengalami hanya aura penglihatan tanpa sakit kepala. Aura yang kurang umum terdiri dari sensasi-sensasi kesemutan di tangan dan lengan pada satu sisi tubuh atau sensasi-sensasi kesemutan sekitar mulut dan hidung pada sisi yang sama. Aura-aura lain termasuk halusinasi-halusinasi pendengaran dan rasa-rasa dan bau-bau yang abnormal.
Untuk kira-kira 24 jam setelah serangan migraine, penderita migraine mungkin merasakan tenaganya terkuras dan mungkin mengalami sakit kepala derajat rendah bersama dengan kepekaan pada cahaya dan suara. Sayangnya, beberapa penderita-penderita mungkin mempunyai kekambuhan-kekambuhan dari sakit kepala selama periode ini.

Beberapa Varian-Varian Dari Sakit-Sakit Kepala Migraine

Migraine-migraine yang mempersulit adalah migraine-migraine yang disertai oleh disfungsi neurological. Bagian dari tubuh yang dipengaruhi oleh disfungsi ditentukan oleh bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk sakit kepala.
Vertebrobasilar migraines dikarakteristikan oleh disfungsi dari batang otak atau brainstem (bagian bawah dari otak yang bertanggung jawab untuk aktivitas-aktivitas automatic seperti kesadaran dan keseimbangan).
Gejala-gejala dari vertebrobasilar migraines termasuk:
  • pingsan sebagai aura,
  • vertigo (dizziness dimana linkungan nampaknya berputar), dan
  • penglihatan double.
Hemiplegic migraines dikarakteristikan oleh:
  • kelumpuhan atau kelemahan dari satu sisi tubuh,
  • meniru stroke.
Kelumpuhan atau kelemahan biasanya sementara, namun adakalanya ia dapat berlangsung berhari-hari.
Retinal, atau ocular, migraines adalah serangan-serangan yang jarang yang dikarakteristikan oleh kejadian-kejadian yang berulang dari scotomata (blind spots) atau kebutaan pada satu sisi, yang berlangung kurang dari satu jam, yang dapat dihubungkan dengan sakit kepala. Kehilangan penglihatan yang tidak dapat dikembalikan dapat menjadi komplikasi dari bentuk migraine yang jarang ini.

Mendiagnosa Sakit Kepala Migraine

Sakit-sakit kepala migraine biasanya terdiagnosa ketika gejala-gejala yang digambarkan sebelumnya hadir. Migraine umumnya mulai pada masa kanak-kanak sampai awal masa dewasa. Sementara migraine-migraine dapat pertama terjadi pada individu diatas umur lima puluh, umur yang berlanjut membuat tipe-tipe sakit kepala lain lebih mungkin. Sejarah keluarga biasanya hadir, yang menyarankan kecenderungan genetik pada penderita-penderita migraine. Pemeriksaan dari individu-individu dengan serangan-serangan migraine biasanya adalah normal.
Pasien-pasien dengan sakit kepala yang pertama, sakit kepala yang pernah paling buruk, perubahan yang signifikan pada karakteristik-karakteristik dari sakit kepala atau hubungan dari sakit kepala dengan gejala-gejala sistim syaraf, seperti kehilangan penglihatan atau pendengaran atau yang berhubungan dengan panca indera, mungkin memerlukan tes-tes tambahan untuk menyampingkan penyakit-penyakit yang lain daripada migraine. Tes-tes mungkin termasuk pengujian darah, scanning otak (CT atau MRI), dan spinal tap.

Merawat Sakit-Sakit Kepala Migraine

Perawatan termasuk terapi-terapi yang mungkin atau mungkin tidak melibatkan oba-obat.

Terapi-terapi bukan pengobatan untuk migraine

Terapi yang tidak melibatkan obat-obat dapat menyediakan terapi symptomatic dan pencegahan.
  • Menggunakan es, biofeedback, dan teknik-teknik relaksasi mungkin bermanfaat dalam menghentikan serangan sekali ia telah mulai.
  • Tidur mungkin adalah obat yang paling baik jika ia memungkinkan.
Mencegah migraine menuntut motivasi untuk pasien membuat beberapa perubahan-perubahan kehidupan. Paisen-pasien dididik pada faktor-faktor pencetus yang dapat dihindari. Pencetus-pencetus ini ntermasuk:
  • merokok, dan
  • menghindari makanan-makanan tertentu terutama yang tinggi pada tyramine seperti keju-keju yang tajam atau yang mengandung sulphites (wines) atau nitrates (kacang-kacang, daging-daging yang ditekan).
Umumnya, menjalankan gaya hidup yang sehat dengan nutrisi yang baik, pemasukan yang cukup dari cairan-cairan, tidur dan latihan yang cukup mungkin bermanfaat. Acupuncture telah disarankan sebagai terapi yang bermanfaat.

Pengobatan untuk migraine

Individu-individu dengan sakit-sakit kepala migraine ringan yang adakalanya yang tidak mengganggu aktivitas-aktivitas harian biasanya mengobati diri mereka sendiri dengan pembebas-pembebas nyeri bebas resep (analgesic-analgesic). Banyak analgesic-analgesic bebas resep tersedia. Analgesic-analgesic bebas resep telah ditunjukan aman dan efektif untuk pembebasan jangka pendek dari sakit-sakit kepala (serta sakit-sakit otot, nyeri-nyeri, kejang-kejang menstrual, dan demam) jika digunakan menurut instruksi-instruksi pada label-label mereka.
Ada dua kelompok-kelompok utama dari analgesic-analgesic OTC (bebas resep):
  • acetaminophen (Tylenol), dan
  • obat-obat anti-peradangan non-steroid (NSAIDs).
Acetaminophen
Acetaminophen mengurangi nyeri dan demam dengan bekerja pada pusat-pusat nyeri dalam otak. Acetaminophen ditolerir dengan baik dan ummnya dipertimbangkan lebih memudahkan pada lambung daripada NSAIDs. Bagaimanapun, acetaminophen dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada dosis-dosis yang tinggi (racun) atau jika digunakan pada basis yang teratur melalui periode-periode waktu yang berkepanjangan. Pada individu-individu yang mengkonsumsi secara teratur jumlah-jumlah yang sedang atau besar dari alkohol, acetaminophen dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada hati dalam dosis-dosis yang lebih rendah yang biasanya adalah tidak beracun. Acetaminophen juga dapat merusak ginjal-ginjal ketika diminum dalam dosis-dosis yang besar. Oleh karenanya, acetaminophen harus tidak diminum lebih seringkali atau dalam dosis-dosis yang lebih besar daripada yang direkomendasikan pada label kemasan.
NSAIDS
Dua tipe dari NSAIDs adalah 1) aspirin dan 2) non-aspirin.
Contoh-contoh dari non-aspirin NSAIDs adalah ibuprofen (Advil, Nuprin, Motrin IB, dan Medipren) dan naproxen (Aleve). Beberapa NSAIDs tersedia hanya dengan resep. NSAIDs resep biasanya diresepkan untuk merawat arthritis kondisi-kondisi peradangan lain seperti bursitis, tendonitis, dll. Perbedaan antara NSAIDs bebas resep dan yang diresepkan biasanya adalah jumlah dari ramuan aktif yang terkandung dalam setiap pil. Contohnya, naproxen (Aleve) bebas resep mengandung 220 mg naproxen per pil, dimana naproxen (Naprosyn) resep mengandung 375 atau 500 mg naproxen per pil.
NSAIDs membebaskan nyeri dengan mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri (mereka disebut obat-obat anti-peradangan nonsteroidal atau NSAIDs karena mereka berbeda dari corticosteroids seperti prednisone, prednisolone, dan cortisone yang juga mengurangi peradangan. Corticosteroids, meskipun bernilai dalam mengurangi peradangan, mempunyai efek-efek sampingan yang dapat diprediksi dan berpotensi serius, terutama ketika digunakan berjangka panjang. Efek-efek mereka juga memerlukan berjam-jam atau berhari-hari. NSAIDs tidak mempunya efek-efek sampingan yang sama yang dimiliki corticosteroids dan penimbulan aksi mereka lebih cepat.
Aspirin, Aleve, Motrin, dan Advil semuanya adalah NSAIDs dan adalah dengan cara yang sama efektifnya dalam membebaskan nyeri dan demam. Perbedaan utama antara aspirin dan non-aspirin NSAIDs adalah efek mereka pada platelet-platelet, partikel-partikel kecil dalam darah yang menyebabkan terbentuknya gumpalan-gumpalan darah. Aspirin mencegah platelet-platelet membentuk gumpalan-gumpalan darah. Oleh karenanya, aspirin dapat meningkatkan perdarahan dengan mencegah darah menggumpal meskipun ia juga dapat digunakan secara terapi untuk mencegah gumpalan-gumpalan yang menyebabkan serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Non-aspirin NSAIDs juga mempunyai efek-efek antiplatelet, namun aksi antiplatelet mereka tidak berlangsung selama aspirin, misalnya berjam-jam daripada berhari-hari.
Aspirin, acetaminophen, dan caffeine juga tersedia digabungkan dalam analgesic-analgesic bebas resep untuk perawatan sakit-sakit kepala termasuk migraine. Contoh-contoh dari analgesic-analgesic gabungan seperti itu adalah Pain-aid, Excedrin, Fioricet, dan Fiorinal.
Menemukan analgesic atau kombinasi analgesic yang efektif seringkali adalah proses coba-coba karena individu-individu merespon secara berbeda pada analgesic-analgesic yang berbeda. Pada umumnya, seseorang harus menggunakan analgesic yang telah bekerja dahulunya. Ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa analgesic akan efektif dan mengurangi risiko dari efek-efek sampingan.
Ada beberapa tindakan-tindakan pencegahan yang harus diamati dengan analgesic-analgesic bebas resep (OTC):
  • Anak-anak dan remaja-remaja harus tidak menggunakan aspirin untuk perawatan sakit-sakit kepala, nyeri lain, atau demam, karena risiko mengembangkan sindrom Reye, penyakit neurological yang mengancam nyawa yang dapat menjurus pada koma dan bahkan kematian.
  • Orang-orang dengan penyakit-penyakit keseimbangan atau kesulitan-kesulitan pendengaran harus menghindari penggunaan aspirin karena aspirin mungkin memperburuk kondisi-kondisi ini.
  • Orang-orang yang mengkonsumsi pengencer-pengencer darah seperti warfarin (Coumadin) harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs tanpa supervisi dokter karena mereka lebih jauh menambah risiko perdarahan yang disebabkan oleh pengencer darah.
  • Orang-orang dengan borok-borok (ulcers) lambung dan duodenum yang aktif harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs karena mereka dapat meningkatkan risiko perdarahan dari ulcer dan mengganggu penyembuhan dari ulcer (borok).
  • Orang-orang dengan penyakit hati yang telah lanjut harus tidak mengkonsumsi aspirin dan non-aspirin NSAIDs karena mereka mungkin mengganggu fungsi ginjal. Perburukan dari fungsi ginjal pada pasien-pasien ini dapat menjurus pada kegagalan ginjal-ginjal.
  • Analgesic-analgesic OTC (bebas resep) atau dengan resep harus tidak digunakan berlebihan. Penggunaan berlebihan dari analgesic-analgesic dapat menjurus pada perkembangan dari toleransi (ketidakefektifan yang meningkat dari analgesic) dan sakit-sakit kepala yang memantul (kembalinya sakit kepala segera setelah efek dari analgesic hilang, biasanya pada awal jam-jam pagi). Jadi, penggunaan yang berlebihan dari analgesic-analgesic dapat menjurus pada siklus yang ganas dari lebih banyak dan lebih banyak analgesic-analgesic untuk sakit-sakit kepala yang merespon kurang dan berkurang pada perawatan. 

Perawatan Untuk Sakit-Sakit Kepala Migraine Sedang Sampai Parah

Obat-obat abortif spesifik migraine biasanya diperlukan untuk sakit-sakit kepala migraine sedang sampai parah. Obat-obat abortif untuk sakit-sakit kepala migraine yang sedang atau parah adalah berbeda dari analgesic-analgesic OTC (bebas resep). Sebagai gantinya membebaskan nyeri, mereka menggugurkan sakit-sakit kepala dengan menetralkan penyebab sakit kepala, pembesaran dari arteri-arteri temporal. Nyatanya, mereka menyebabkan penyempitan arteri-arteri. Contoh-contoh dari obat-obat abortif yang spesifik migraine adalah preparasi-preparasi triptan-triptan dan ergot.

Triptan-Triptan

Triptan-triptan melekat pada reseptor-reseptor serotonin pada pembuluh-pembuluh darah dan syaraf-syaraf yang mengelilingi mereka, menyempitkan pembuluh-pembuluh darah, dan mengurangi peradangan. Ini menghentikan sakit kepala. Triptan dengan sejarah penggunaan yang paling lama adalah sumatriptan (Imitrex). Sumatriptan tersedia di Amerika sebagai suntikan, tablet oral, dan penghirup hidung (nasal inhaler). Zolmitriptan (Zomig) dan rizatriptan (Maxalt) adalah triptan-triptan yang lebih baru yang tersedia sebagai tablet-tablet oral dan sebagai tablet-tablet yang mencair dalam mulut. Naratriptan (Amerge), almotriptan (Axert) dan frovatriptan (Frovalan) tersedia hanya sebagai tablet-tablet oral.
Secara tradisional, triptan-triptan diresepkan untuk migraine-migraine sedang atau parah setelah analgesic-analgesic OTC dan tindakan-tindakan sederhana lain gagal. Studi-studi lebih baru menyarankan bahwa triptan-triptan dapat digunakan sebagai perawatan pertama untuk pasien-pasien dengan migraine-migraine yang menyebabkan ketidakmampuan. (Ketidakmampuan yang signifikan didefinisikan sebagai lebih dari 10 hari dari paling sedikit 50% ketidakmampuan selama periode tiga bulan). Triptan-triptan harus digunakan awal setelah migraine mulai, sebelum penimbulan nyeri atau ketika nyerinya ringan. Menggunakan triptan awal pada serangan meningkatkan keefektifannya, mengurangi efek-efek sampingan, dan mengurangi kesempatan kekambuhan dari sakit kepala yang lain selama 24 jam berikutnya. Digunakan awal, triptan-triptan dapat diharapkan menggugurkan lebih dari 80% dari sakit-sakit kepala migraine dalam dua jam.
The U.S. Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan peringatan tentang konsumsi triptan-triptan bersamaan dengan obat-obat kelompok-kelompok dari SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) atau SNRI (selective serotonin/norepinephrine reuptake inhibitor). Mengkonsumsi obat-obat ini bersamaan dapat menyebabkan kondisi yang serius yang disebut serotonin syndrome.
Efek-efek sampingan dari triptan-triptan
Efek-efek sampingan yang paling umum dari triptan-triptan adalah facial flushing, kulit yang kesemutan, dan perasaan ketat/sesak sekitar dada dan tenggorokan. Efek-efek sampingan lain yang kurang umum termasuk rasa ngantuk, kelelahan, dan dizziness. Efek-efek sampingan ini berumur pendek dan tidak dipertimbangkan serius.
Efek-efek sampingan yang paling serius dari triptan-triptan adalah serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Triptan-triptan adalah efektif pada sakit-sakit kepala migraine karena mereka menyempitkan arteri-arteri dalam kepala; bagaimanapun, mereka juga dapat menyempitka arteri-arteri dalam jantung. Pada individu-individu tanpa penyakit arteri carotid atau coronary yang hadir, penyempitan yang disebabkan oleh triptan-triptan biasanya tidak menyebabkan persoalan-persoalan. Bagaimanapun, orang-orang yang arteri-arteri carotid dan coronary menyempit oleh atherosclerosis atau yang menderita kejang (spasm) yang sebentar-sebentar dari arteri-arteri coronary (kondisi yang disebut Prinzmetal's atau variant angina), penyempitan yang disebabkan oleh triptan-triptan dapat lebih jauh mengurangi aliran darah melalui arteri-arteri dan telah dilaporkan menyebakan serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Oleh karenanya, triptan-triptan harus tidak digunakan oleh mereka yang telah mempunyai serangan-serangan jantung dan stroke-stroke, atau mereka yang mempunyai gejala-gejala dari atherosclerosis seperti angina, transient ischemic attack (TIAs), dan intermittent claudication.
Kaum dewasa yang sehat mungkin mempunyai atherosclerosis dan penyempitan arteri-arteri coronary yang "tidur", yaitu, tanpa stroke-stroke, transient ischemic attacks, serangan-serangan jantung, atau angina yang lalu. Oleh karenanya, sebelum meresepkan triptan, dokter harus mengevaluasi pasien-pasien untuk kemungkinan atherosclerosis jika mereka mempunyai satu atau lebih faktor-faktor risiko mengembangkan atherosclerosis. Faktor-faktor risiko termasuk merokok sigaret, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, tingkat-tingkat kolesterol LDL ("buruk") yang tinggi dalam darah, kegemukan, pria dan berumur lebih dari 40 tahun, wanita dan postmenopause, atau anggota-anggota keluarga yang telah mendapat serangan-serangan jantung pada usia muda. Beberapa pasien-pasien yang berisiko harus menerima dosis triptan pertama mereka di tempat praktek dokter sementara diamati dengan electrocardiogram (EKG).
Triptan-triptan dapat berinteraksi dengan obat-obat lain. Contohnya, telah ada laporan-laporan yang jarang dari triptan-triptan yang menyebabkan "serotonin syndrome" ketika diberikan bersamaan dengan selective serotonin reuptake inhibitor. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) adalah kelompok dari obat-obat yang digunakan secara luas untuk merawat depresi. Gejala-gejala dari serotonin syndrome termasuk kebingungan, demam, tremor (gemetar), tekanan darah tinggi, diare, dan berkeringat. Triptan-triptan tertentu seperti sumatriptan, zolmitriptan, dan rizatriptan dapat berinteraksi dengan monoamine oxidase inhibitors. Propranolol (Inderal) dapat meningkatkan tingkat-tingkat darah rizatriptan. Cimetidine (Tagamet) dapat meningkatkan tingkat-tingkat darah zolmitriptan.
Triptan-triptan harus tidak digunakan pada wanita-wanita hamil dan tidak digunakan umumnya pada anak-anak muda.

Ergot-Ergot

Ergot-ergot, seperti triptan-triptan, adalah obat-obat yang menggugurkan sakit-sakit kepala migraine. Ini mungkin dikombinasikan dengan caffeine dan/atau obat-obat pembebas nyeri lain dalam produk-produk kombinasi. Contoh-contoh dari ergot-ergot termasuk preparasi-preparasi ergotamine (Ergomar, Wigraine, dan Cafergot) dan preparasi-preparasi dihydroergotamine (Migranal, DHE-45). Ergot-ergot, seperti triptan-triptan, menyebabkan penyempitan pembuluh-pembuluh darah, namun ergot-ergot cenderung menyebabkan lebih banyak penyempitan pembuluh-pembuluh pada jantung dan bagian-bagian lain tubuh daripada triptan-triptan, dan efek-efek mereka pada jantung lebih berkepanjangan daripada yang dari triptan-triptan. Oleh karenanya, mereka tidak seaman triptan-triptan. Ergot-ergot juga lebih cenderung menyebabkan mual dan muntah daripada triptan-triptan. Ergot-ergot dapat menyebabkan penyempitan yang berkepanjangan dari kandungan (uterus) dan keguguran-keguguran pada wanita-wanita hamil.

Midrin

Midrin digunakan untuk menggugurkan sakit-sakit kepala migraine dan tegangan. Ia adalah kombinasi dari isometheptene (penyempit pembuluh darah), acetaminophen (pembebas nyeri), dan dichloralphenazone (penenang yang ringan). Ia paling efektif jika digunakan awal selama sakit kepala; bagaimanapun, karena efek penyempitan pembuluh darahnya yang kuat, ia harus tidak digunakan pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, glaucoma, atherosclerosis, penyakit hati, atau yang mengkonsumsi monoamine oxidase inhibitors.

Obat-Obat Lain Apa Digunakan Untuk Merawat Sakit-Sakit Kepala Migraine ?

Obat-obat yang mengandung narkotik-narkotik dan butalbital adakalanya digunakan untuk merawat sakit-sakit kepala migraine; bagaimanapun, obat-obat ini berpotensi kecanduan dan tidak digunakan sebagai perawatan awal. Mereka adakalanya digunakan untuk individu-individu yang sakit-sakit kepalanya gagal merespon pada obat-obat OTC (bebas resep) namun yang bukan calon-calon untuk triptan-triptan yang disebabkan oleh kehamilan atau risiko serangan jantung dan stroke.
Pada penderita-penderita migraine dengan mual yang parah, kombinasi dari triptan dan obat anti-mual, contohnya, prochlorperazine (Compazine) atau metoclopramide (Reglan) mungkin digunakan. Jika mualnya cukup parah sehingga obat-obat oral tidak praktikal, obat-obat intravena seperti DHE-45 (dihydroergotamine), prochlorperazine (Compazine), dan valproate (Depacon) adalah bermanfaat.

Mencegah Sakit-Sakit Kepala Migraine

Ada dua cara-cara untuk mencegah sakit-sakit kepala migraine: 1) dengan menghindari faktor-faktor ("pencetus-pencetus") yang menyebabkan sakit-sakit kepala, dan 2) dengan mencegah sakit-sakit kepala dengan obat-obat (obat-obat prophylactic). Tidak satupun dari strategi-strategi pencegahan ini adalah 100% efektif. Yang paling baik seorang dapat harapkan adalah mengurangi frekwensi dari sakit-sakit kepala.

Pencetus-Pencetus Migraine

Pencetus migraine adalah faktor lingkungan atau physiological apa saja yang menjurus pada sakit kepala pada individu-individu yang cenderung mengembangkan sakit-sakit kepala. Hanya proporsi yang kecil dari penderita-penderita migraine, bagaimanapun, dengan jelas dapat mengidentifikasi pencetus-pencetus. Contoh-contoh dari pencetus-pencetus termasuk:
  • stres,
  • gangguan-gangguan tidur,
  • berpuasa,
  • hormon-hormon,
  • cahaya-cahaya yang terang atau yang berkedip,
  • bau-bau (busuk),
  • merokok sigaret,
  • alkohol,
  • keju-keju yang berumur,
  • coklat,
  • monosodium glutamate,
  • nitrites,
  • aspartame, dan
  • caffeine.
Untuk beberapa wanita-wanita, penurunan pada tingkat estrogen darah selama penimbulan menstruasi adalah pencetus untuk sakit-sakit kepala migraine (adakalanya dirujuk sebagai menstrual migraines).
Interval antara paparan pada pencetus dan penimbulan sakit kepala bervariasi dari berjam-jam sampai dua hari. Paparan pada pencetus tidak selalu menjurus pada sakit kepala. Berlawanan dengannya, menghindari pencetus-pencetus tidak dapat sepenuhnya mencegah sakit-sakit kepala. Penderita-penderita migraine yang berbeda merespon pada pencetus-pencetus yang berbeda, dan satu pencetus apa saja tidak akan menginduksi sakit kepala pada setiap orang yang mempunyai sakit-sakit kepala migraine.

Tidur dan migraine

Gangguan-gangguan seperti kekurangan tidur, terlalu banyak tidur, kwalitas tidur yang buruk, dan bangun yang seringkali pada malam hari dihubungkan dengan keduanya sakit-sakit kepala migraine dan tension, sedangkan kebiasaan-kebiasaan tidur yang membaik telah ditunjukan mengurangi frekwensi dari sakit-sakit kepala migraine. Tidur juga telah dilaporkan memperpendek durasi dari sakit-sakit kepala migraine.

Berpuasa dan migraine

Berpuasa mungkin mempercepat sakit-sakit kepala migraine dengan menyebabkan pelepasan dari hormon-horon yang berhubungan dengan stres dan yang menurunkan gula darah. Oleh karenanya, penderita-penderita migraine harus menghindari berpuasa yang berkepanjangan.

Cahaya-cahaya terang dan migraine

Cahaya-cahaya terang dan stimuli penglihatan lain yang berintensitas tinggi dapat menyebabkan sakit-sakit kepala pada subyek-subyek yang sehat serta pasien-pasien dengan sakit-sakit kepala migraine, namun orang-orang migraine yang menderita migraine-migraine nampaknya mempunyai ambang batas yang lebih rendah dari normal untuk nyeri sakit kepala yang diinduksi cahaya. Sinar matahari, televisi, dan cahaya-cahaya yang berkilat semuanya telah dilaporkan mempercepat sakit-sakit kepala migraine.

Caffeine dan migraine

Caffeine terkandung dalam banyak produk-produk makanan (cola, tea, coklat, kopi) dan analgesic-analgesic OTC. Caffeine dalam dosis-dosis yang rendah dapat meningkatkan kesiap siagaan dan energi, namun caffeine dalam dosis-dosis yang tinggi dapat menyebabkan insomnia, keiritasian, ketakutan (anxiety), dan sakit-sakit kepala. Penggunaan yang berlebihan dari analgesic-analgesic yang mengandung caffeine menyebabkan kembalinya sakit-sakit kepala. Lebih jauh, individu-individu yang mengkonsumsi tingkat-tingkat yang tinggi dari caffeine secara teratur adalah lebih mudah mengembangkan sakit-sakit kepala penarikan (withdrawal headaches) ketika caffeine dihentikan dengan tiba-tiba.

Coklat, wine, tyramine, MSG, nitrites, aspartame dan migraine

Coklat telah dilaporkan menyebabkan sakit-sakit kepala migraine, namun studi-studi ilmiah telah tidak secara konsisten menunjukan hubungan antara konsumsi coklat dan sakit-sakit kepala. Red wine (anggur merah) telah ditunjukan menyebabkan sakit-sakit kepala migraine pada beberapa penderita-penderita migraine, namun tidak jelas apakah white wine (anggur putih) juga akan menyebabkan sakit-sakit kepala migraine.
Tyramine (kimia yang ditemukan pada keju, wine, beer, dry sausage, dan sauerkraut) dapat mempercepat sakit-sakit kepala migraine, namun tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi diet tyramine yang rendah dapat mengurangi frekwensi migraine.
Monosodium glutamate (MSG) telah dilaporkan menyebabkan sakit-sakit kepala, facial flushing, berkeringat, dan palpitasi-palpitasi jika dikonsumsi dalam dosis-dosis yang tinggi pada lambung yang kosong. Phenomenon (peristiwa) ini telah disebut Chinese restaurant syndrome.
Nitrates dan nitrites (kimia-kimia yang ditemukan pada hot dogs, ham, frankfurters, bacon dan sausages) telah dilaporkan menyebabkan sakit-sakit kepala migraine.
Aspartame, pemanis yang menggantikan gula yang ditemukan pada minuman-minuman diet dan snacks, telah dilaporkan mencetus sakit-sakit kepala jika digunakan dalam dosis-dosis yang tinggi untuk periode-periode yang berkepanjangan.

Hormon-hormon wanita dan migraine

Beberapa wanita-wanita yang menderita sakit-sakit kepala migraine mengalami lebih banyak sakit-sakit kepala disekitar waktu dari periode-periode menstruasi mereka. Wanita-wanita lain mengalami sakit-sakit kepala hanya selama periode menstruai. Isitlah "menstrual migraine" digunakan terutama untuk menggambarkan migraine-migraine yang terjadi pada wanita-wanita yang mempunyai hampir semua sakit-sakit kepala mereka dari dua hari sebelum sampai satu hari setelah periode-periode menstruasi mereka. Tingkat-tingkat estrogen yang menurun pada saat timbulnya menses kemungkinan adalah penyebab dari migraine-migraine menstruasi. Tingkat-tingkat yang menurun dari estrogen juga mungkin adalah penyebab dari sakit-sakit kepala migraine yang berkembang diantara pemakai-pemakai pil-pil pengontrol kehamilan selama minggu dimana estrogen-estrogen tidak dikonsumsi.

Apa Yang Harus Dilakukan Oleh Penderita-Penderita Migraine ?

Individu-individu dengan sakit-sakit kepala migraine yang ringan dan seringkali yang tidak menyebabkan ketidak mampuan mungkin memerlukan hanya analgesic-analgesic OTC (bebas resep). Individu-individu yang mengalami beberapa sakit-sakit kepala migraine yang sedang atau parah per bulan atau yang sakit-sakit kepalanya tidak merespon secara siap pada obat-obat harus menghindari pencetus-pencetus dan mempertimbangkan modifikasi-modifikasi dari gaya-gaya hidup mereka. Modifikasi-modifikasi gaya hidup untuk penderita-penderita migraine termasuk:
  • Pergi tidur dan bangun pada saat yang sama setiap hari.
  • Latihan secara teratur (setiap hari jika memungkinkan). Buat komitmen (janji) untuk latihan bahkan ketika berwisata atau selama periode-periode sibuk ditempat kerja. Latihan dapat memperbaiki kwalitas tidur dan mengurangi frekwensi dan keparahan dari sakit-sakit kepala migraine. Tingkatkan tingkat latihan anda secara berangsur-angsur. Pengerahan tenaga yang berlebihan, terutama untuk seseorang yang diluar kemampuannya, dapat menjurus pada sakit-sakit kepala migraine.
  • Jangan lewatkan makan-makan, dan hindari berpuasa yang berkepanjangan.
  • Batasi stres melalui latihan yang teratur dan teknik-teknik relaksasi.
  • Batasi konsumsi caffeine ke kurang dari dua minuman-minuman yang mengandung caffeine sehari.
  • Hindari cahaya-cahaya yang terang atau berkedip dan pakai kaca mata hitam jika sinar matahari adalah pencetusnya.
  • Identifikasi dan hindari makanan-makanan yang mencetus sakit-sakit kepala dengan membuat catatan harian sakit kepala dan makanan. Tinjau ulang catatan harian dengan dokter anda. Adalah tidak practical untuk mengadopsi diet yang menghindari semua pencetus-pencetus migraine yang diketahui; bagaimanapun, adalah layak untuk menghindari makanan-makanan yang secara konsisten mencetus sakit-sakit kepala migraine.
  • Obat-Obat Prophylactic Apa Untuk Sakit-Sakit Kepala Migraine ?

    Obat-obat prophylactic adalah obat-obat yang dikonsumsi setiap hari untuk mengurangi frekwensi dan durasi dari sakit-sakit kepala migraine. Mereka tidak dikonsumsi sekali sakit kepala telah mulai. Ada beberapa kelompok-kelompok dari obat-obat prophylactic: Obat-obat dengan sejarah penggunaan yang paling panjang adalah propranolol (Inderal), beta blocker, dan amitriptyline (Elavil, Endep), antidepressant. Ketika memilih obat prophylactic untuk pasien dokter harus mempertimbangkan efek-efek sampingan dari obat, inetransi-interaksi obat ke obat, dan kondisi-kondisi yang hadir bersamaan seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

    Beta blockers

    Beta-blockers adalah kelompok dari obat-obat yang menghalangi efek-efek dari senyawa-senyawa beta-adrenergic yang dihasilkan oleh tubuh, terutama syaraf-syaraf dan kelenjar adrenal, seperti adrenaline (epinephrine). Dengan menghalangi efek-efek dari adrenaline, beta-blockers membebaskan stres pada jantung dengan memperlambat denyut jantung. Beta-blockers telah digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi, angina, tipe-tipe tertentu dari tremor-tremor (gemetar), stage fright, dan denyut jantung yang cepatnya abnormal (palpitations). Mereka juga telah menjadi obat-obat penting untuk memperbaiki kelangsungan hidup setelah serangan-serangan jantung. Beta-blockers telah digunakan bertahun-tahun untuk mencegah sakit-sakit kepala migraine. Tidak diketahui bagaimana beta-blockers mencegah sakit-sakit kepala migraine. Mungkin dengan mengurangi produksi prostaglandin, meskipun juga mungkin melalui efek-efek mereka pada serotonin atau efek langsung pada arteri-arteri. Beta-blockers yang digunakan dalam mencegah sakit-sakit kepala migraine termasuk propranolol (Inderal), atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor, Lopressor LA, Toprol XL), nadolol (Corgard), dan timolol (Blocadren). Beta-blockers umumnya ditolerir dengan baik. Mereka dapat memperburuk kesulitan-kesulitan bernapas pada pasien-pasien dengan asma, bronchitis kronis, atau emphysema. Pada pasien-pasien yang telah mempunyai denyut-denyut jantung yang lambat (bradycardias) dan halangan jantung (kerusakan-kerusakan pada konduksi elektrik dalam jantung), beta-blockers dapat menyebabkan denyut-denyut jantung yang lambatnya berbahaya. Beta-blockers dapat memperburuk gejala-gejala dari gagal jantung. Efek-efek sampingan lain termasuk rasa ngantuk, diare, sembelit, kelelahan, berkurang dalam daya tahan, insomnia, mual, depresi, mimpi, kehilangan memori, impoten.

    Tricyclic antidepressants

    Tricyclic antidepressants (TCAs) mencegah sakit-sakit kepala migraine dengan merubah neurotransmitters, norepinephrine dan serotonin, yang digunakan oleh syaraf-syaraf otak untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Tricyclic antidepressants yang telah digunakan dalam mencegah sakit-sakit kepala migraine termasuk amitriptyline (Elavil, Endep), nortriptyline (Pamelor, Aventyl), doxepin (Sinequan), imipramine (Tofranil), dan protriptyline. Effek-efek sampingan yang paling umum dihadapi (ditemui) yang berhubungan dengan TCAs adalah denyut jantung yang cepat, penglihatan yang kabur, kesulitan untuk membuang air kecil (kencing), mulut yang kering, sembelit, penambahan atau kehilangan berat badan, dan tekanan darah rendah ketika berdiri atau bangun (orthostatic hypotension). TCAs harus tidak digunakan dengan obat-obat yang menghalangi monoamine oxidase seperti isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), tranylcypromine (Parnate), dan procarbazine (Matulane), karena demam yang tinggi, convulsions (gangguan hebat) dan bahkan kematian mungkin terjadi. TCAs digunakan dengan berhati-hati pada orang-orang dengan seizures, karena mereka dapat meningkatkan risiko seizures. TCAs juga digunakan dengan berhati-hati pada pria-pria dengan pembesaran prostate karena mereka dapat membuat kesulitan kencing. TCAs dapat menyebabkan tekanan yang meningkat pada mata-mata pada beberapa penderita-penderita glaucoma. TCAs dapat menyebabkan sedasi (penenang) yang berlebihan jika digunakan dengan obat-obat lain yang memperlambat proses-proses otak, seperti alkohol, barbiturates, narcotics, dan benzodiazepines, contohnya, lorazepam (Ativan), diazepam (Valium), temazepam (Restoril), oxazepam (Serax), clonazepam (Klonopin), dan zolpidem (Ambien). Epinephrine harus tidak digunakan dengan amitriptyline, karena kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang parah.

    Obat-obat Antiserotonin

    Methysergide (Sansert) mencegah sakit-sakit kepala migraine dengan menyempitkan pembuluh-pembuluh darah dan mengurangi peradangan dari pembuluh-pembuluh darah. Methylergonovine secara kimia berhubungan dengan methysergide dan mempunyai mekanisme aksi yang serupa. Mereka tidak digunakan secara luas karena efek-efek sampingan mereka. Efek samping yang paling serius dari methysergide adalah retroperitoneal fibrosis (luka parut dari jaringan sekitar ureters yang mengangkut urin dari ginjal-ginjal ke kantong kemih). Retroperitoneal fibrosis, meskipun jarang, dapat menghalangi ureters dan menyebabkan baliknya urin kedalam ginjal-ginjal. Kembalinya urin kedalam ginjal-ginjal dapat menyebabkan nyeri belakang dan samping (sisi tubuh antara tulang-tulang rusuk dan pinggul) dan akhirnya dapat menjurus pada gagal ginjal. Methysergide juga telah dilaporkan menyebabkan luka parut sekitar paru-paru yang dapat menjurus pada nyeri dada, sesak napas, serta luka parut dari klep-klep jantung.

    Calcium channel blockers

    Calcium channel blockers (CCBs) adalah kelompok dari obat-obat yang menghalangi masukya calcium kedalam sel-sel otot dari jantung dan arteri-arteri. Dengan menghalangi masuknya calcium, CCBs mengurangi kontraksi dari otot jantung, mengurangi denyut jantung, dan menurunkan tekanan darah. CCBs digunakan untu merawat tekanan darah tinggi, angina, dan irama-irama jantung yang abnormal (aritmia) (contohnya atrial fibrillation). CCBs juga nampak menghalangi efek-efek dari kimia didalam syaraf-syaraf, yang disebut serotonin, dan telah digunakan adakalanya untuk mencegah sakit-sakit kepala migraine. CCBs yang digunakan dalam mencegah sakit-sakit kepala migraine adalah diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac), verapamil (Calan, Verelan, Isoptin), dan nimodipine. Efek-efek sampingan yang paling umum dari CCBs adalah sembelit, mual, sakit kepala, rash, edema (pembengkakan tungkai-tungkai dengan cairan), tekanan darah rendah, rasa ngantuk, dan dizziness. Jika diltiazem atau verapamil diberikan pada individu-individu dengan gagal jantung, gejala-gejala dari gagal jantung mungkin memburuk karena obat-obat ini mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah. Verapamil dan diltiazem mungkin mengurangi eliminasi dan meningkatkan tingkat-tingkat darah dari carbamazepine (Tegretol), simvastatin (Zocor), atorvastatin (Lipitor), dan lovastatin (Mevacor). Ini dapat menjurus pada keracunan dari obat-obat ini.

    Anticonvulsants

    Anticonvulsants (obat-obat antiseizure) juga telah digunakan untuk mencegah sakit-saskit kepala migraine. Contoh-contoh dari anticonvulsants yang telah digunakan adalah valproic acid, phenobarbital, gabapentin, dan topiramate. Tidak diketahui bagaimana anticonvulsants bekerja untuk mencegah sakit-sakit kepala migraine. Siapa harus mempertimbangkan obat-obat prophylactic untuk mencegah sakit-sakit kepala migraine ? Tidak semua penderita-penderita migraine memerlukan obat-obat prophylactic; individu-individu dengan sakit-sakit kepala yang ringan atau jarang yang secara siap merespon pada obat-obat abortive tidak memerlukan obat-obat prophylactic. Individu-individu yang harus mempertimbangkan obat-obat prophylactic adalah mereka yang:
    1. Memerlukan obat-obat abortive untuk sakit-sakit kepala migraine lebih sering daripada dua kali seminggu.
    2. Mempunyai dua atau lebih sakit-sakit kepala migraine per bulan yang tidak merespon secara siap pada obat-obat abortive.
    3. Mempunyai sakit-sakit kepala migraine yang mengganggu secara substansial kwalitas hidup dan pekerjaan mereka.
    4. Tidak dapat mengkonsumsi obat-obat abortive karena penyakit jantung, stroke, atau kehamilan, atau tidak dapat metolerir obat-obat abortive karena efek-efek sampingannya.
    Berapa efektif obat-obat prophylactic ? Obat-obat prophylactic dapat mengurangi frekwensi dan durasi dari sakit-sakit kepala migraine namun tidak dapat diharapkan untuk mengeliminasi sakit-sakit kepala migraine sepenuhnya. Angka keberhasilan dari kebanyakan obat-obat prophylactic adalah kira-kira 50%. Kesuksesan dalam mencegah sakit-sakit kepala migraine ditentukan sebagai lebih dari 50% pengurangan dalam frekwensi dari sakit-sakit kepala. Obat-obat prophylactic biasanya dimulai pada dosis yang rendah yang ditingkatkan secara perlahan dalam rangka mengecilkan efek-efek sampingan. Individu-individu mungkin tidak merasakan pengurangan dalam frekwensi, keparahan, atau durasi dari sakit-sakit kepala mereka untuk 2 sampai 3 bulan setelah memulai perawatan.

Cara Yang Tepat Untuk Menggunakan Obat-Obat Pencegahan

  • Dokter-dokter yang kenal dengan perawatan dari sakit-sakit kepala migraine harus meresepkan obat-obat pencegahan.
  • Keputusan-keputusan tentang obat pencegahan yang mana digunakan didasarkan pada efek-efek sampingan dari obat dan kehadiran dari kondisi-kondisi medis apa saja.
  • Propranolol (Inderal) seringkali digunakan pertama, dengan syarat bahwa individu tidak mempunyai asma, COPD, atau penyakit jantung. Amitriptyline (Elavil, Endep) juga digunakan umumnya.
  • Obat-obat pencegahan dimulai pada dosis-dosis rendah dan secara berangsur-angsur ditingkatkan ke dosis-dosis yang lebih tinggi jika diperlukan. Ini mengecilkan efek-efek sampingan dari obat-obat. Obat-obat pencegahan dikonsumsi setiap hari untuk berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Jika mereka dihentikan, dosisnya perlu dikurangi secara berangsur-angsur daripada dihentikan secara tiba-tiba. Penghentian obat-obat pencegahan secara tiba-tiba dapat menjurus pada sakit-sakit kepala.
  • Pada beberapa kejadian-kejadian, lebih dari satu obat mungkin diperlukan. Terapi-terapi non-obat dan tingkah laku mungkin juga diperlukan.

Perawatan Untuk Menstrual Migraine

Ada beberapa aspek-aspek untuk merawat menstrual migraines:
  1. Untuk menggugurkan menstrual migraine, konsumsi obat-obat setelah penimbulan menstrual migraine. Umumnya, obat-obat yang efektif dalam menggugurkan non-menstrual migraines adalah efektif pada pengguguran menstrual migraines.
  2. Untuk mencegah menstrual migraine, konsumsi obat-obat tepat sebelum penimbulan menstruasi dan lanjutkan untuk durasi dari sakit kepala yang diharapkan. Konsumsi hormon-hormon seperti estrogens atau obat-obat yang berhubungan dengan estrogen juga membantu mencegah migraine.
  3. Untuk megurangi frekwensi dan durasi dari menstrual migraine, konsumsi obat-obat prophylactic (seperti beta blockers, calcium channel blockers, anticonvulsants, tricyclic antidepressants) yang normalnya digunakan pada basis yang berlanjut untuk mencegah non-menstrual migraines.
NSAIDs seperti naproxen sodium (Aleve) atau ibuprofen (Advil, Motrin) telah digunakan secara efektif untk menggugurkan migraine-migraine menstruasi (menstrual migraines). Kombinasi analgesic yang mengandung acetaminophen, aspirin, dan caffeine (ACC) dapat juga digunakan untuk merawat menstrual migraines. Untuk wanita-wanita yang menstruasi dan menstrual migrainenya terjadi pada pola yang teratur dan dapat diduga, NSAIDs mungkin digunakan 24 jam sebelum penimbulan yang diharapkan dari menstrual migraine dan dilanjutkan untuk durasi yang diharapkan dari sakit kepala. Karena NSAIDs menghalangi prostaglandins, mereka juga mempunyai manfaat tambahan dari membebaskan kejang-kejang menstruasi. Untuk efek-efek sampingan NSAIDs dan tindakan-tindakan pencegahan, silahkan baca bagian "Terapi-terapi obat untuk migraine" dari artikel ini.
Triptans (naratriptan, rizatriptan, sumatriptan, zolmitriptan) telah ditemukan efektif dalam menggugurkan menstrual migraines, serta mengontrol mual dan muntah yang berhubungan dengannya. Sumatriptan yang diberikan dua sampai tiga hari sebelumnya dan dilanjutkan untuk durasi dari sakit kepala yang diharapkan ditemukan efektif dalam mengurangi frekwensi dan keparahan dari menstrual migraine. Naratriptan yang digunakan dalam cara yang sama juga telah ditemukan efektif dalam mencegah menstrual migraine. Bagaimanapun, pada kasus-kasus itu dimana sakit-sakit kepala breakthrough terjadi, mereka juga separah pada pasien-pasien yang mengkonsumsi placebo. Untuk efek-efek sampingan dan tindakan-tindakan pencegahan dari triptans, silahkan baca bagian "Triptans" dari artikel ini.
Dihydroergotamine (DHE) dapat digunakan sebagai semprotan hidung atau diberikan secara intramuscular atau intravena untuk menggugurkan menstrual migraines. Ergotamine (oral, rectal, atau intranasal) dan DHE (intranasal, intramuscular, or intravena) dapat digunakan sekitar waktu menstruasi (beberapa hari sebelum dan dilanjutkan untuk durasi dari sakit kepala yang diharapkan) untuk mencegah menstrual migraines. Untuk efek-efek sampingan dan tindakan-tindakan pencegahan ergot, silahkan baca bagian "Ergots" dalam artikel ini.
Jika obat-obat ini tidak efektif, dokter-dokter mungkin mencoba obat-obat pencegahan harian seperti beta-blockers, anticonvulsants, calcium channel blockers, dan tricyclic antidepressants untuk mengurangi frekwensi dan keparahan dari menstrual migraines. Pilihan dari obat-obat pencegahan didasarkan pada pengalaman-pengalaman dan preferensi-preferensi dokter, efek-efek sampingan obat, dan kondisi-kondisi medis lain yang berhubungan dari wanita.
Untuk wanita-wanita yang telah mengkonsumsi obat-obat pencegahan namun masih mengalami sakit-sakit kepala, dosis-dosis dari obat-obat pencegahan dapat ditingkatkan sekitar waktu menstruasi (beberapa dokter-dokter menggunakan obat-obat pencegahan hanya sekitar waktu menstruasi). Secara alternatif dokter-dokter mungkin mencoba perawatan hormon.
Karena kejatuhan pada tingkat estrogen tepat sebelum menstruasi adalah pencetus untuk menstrual migraines, penggantian estrogen sebelum menstruasi telah dugunakan dalam mencegah menstrual migraines. Untuk beberapa wanita-wanita dengan menstrual migraine, tempelan kulit Estradiol (seperti TTS 50, TTS 100) yang diaplikasikan 2 hari sebelum dan dilanjutkan untuk 7 hari selama periode sakit kepala yang diharapkan adalah efektif. Bagaimanapun, dosis dari estrogen harus dimonitor secara ketat, karena dosis yang terlalu tinggi dapat sebenarnya mencetus migraine pada individu-individu yang mudah kena.
Beberapa wanita-wanita dengan kesulitan untuk merawat menstrual migraines mungkin dibantu dengan menggunakan dosis rendah kontrasepsi-kontrasepsi oral untuk mengurangi fuktuasi-fluktuasi estrogen. Obat-obat lain yang kurang sering digunakan untuk menstrual migraines termasuk tamoxifen, bromocriptine, danazol dan gonadotropin-releasing hormone (GnRH).

Kesimpulan-Kesimpulan

Migraine seringkali kurang didiagnosa dan kurang dirawat. Tidak ada kesembuhan untuk migraine. Meskipun demikian, ada banyak langkah-langkah yang mungkin membantu memperbaiki kehidupan dari penderita-penderita migraine. Pilihan dari langkah-langkah ini harus mempertimbangkan aspek-aspek individu dari setiap penderita migraine. Faktor-faktor pencetus, peradangan syaraf, perubahan-perubahan pembuluh darah, dan nyeri setiapnya ditangani secara agresif. Perawatan yang diperorangkan adalah penting untuk hasil yang optimal.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar