Selasa, 15 Maret 2011

Kanker Prostat

Definisi Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat adalah suatu organ yang berlokasi pada dasar atau leher dari kandung kemih. Kelenjar yang mengelilingi bagian pertama dari urethra. Urethra adalah jalanan lintasan dimana urin mengalir dari kandung kemih untuk keluar dari penis. Satu fungsi dari kelenjar prostat adalah membantu mengontrol pembuangan air kecil dengan menekan secara langsung pada bagian urethra yang dikelilinginya. Fungsi lain dari kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan beberapa unsur-unsur yang ditemukan pada semen (air mani) yang normal, seperti mineral-mineral dan gula. Semen adalah cairan yang mengangkut sperma. Bagaimanapun seorang laki dapat memanage cukup baik tanpa kelenjar prostatnya.
Pada seorang laki muda, kelenjar prostat yang normal adalah sebesar sebuah semacam kenari (walnut). Selama penuan yang normal, bagaimanapun, kelenjar biasanya tumbuh lebih besar. Pembesaran dengan penuaan ini disebut hipertropik prostat yang ramah [benign prostatic hypertrophy (BPH)], namun kondisi ini tidak dihubungkan dengan kanker prostat. Kedua-duanya BPH dan kanker prostat, bagaimanapun, dapat menyebabkan persoalan-persoanlan yang serupa pada laki-laki yang lebih tua. Contohnya, suatu kelenjar prostat yang membesar dapat menekan atau menimpa pada saluran keluar kandung kemih atau urethra, menjurus pada sulitnya untuk membuang air kecil. Gejala-gejala yang diakibatkannya termasuk aliran kencing yang melambat dan kencing lebih sering, terutama pada waktu malam hari.

Definisi Kanker Prostat

Kanker prostat adalah suatu tumor yang sangat jahat yang terdiri dari sel-sel kelenjar prostat. Tumor biasanya tumbuh perlahan dan tetap terbatas pada kelenjar untuk bertahun-tahun. Selama waktu ini, tumor menghasilkan sedikit atau tidak ada gejala-gejala atau tanda-tanda yang keluar (kelainan-kelainan pada pemeriksaan fisik). Ketika kanker berlanjut, bagaimanapun, ia dapat menyebar keluar dari prostat kedalam jaringan-jaringan sekelilingnya (penyebaran lokal). Lebih dari itu, kanker juga dapat bermetastasis (bahkan menyebar lebih jauh) keseluruh bagian-bagian lain dari tubuh, seperti tulang-tulang, paru-paru, dan hati. Gejala-gejala dan tanda-tanda, oleh karenanya, lebih sering dihubungkan dengan kanker prostat yang telah berlanjut (parah).

Mengapa Kanker Prostat penting ?

Kanker prostat adalah penyakit berbahaya yang paling umum pada pria-pria Amerika dan penyebab pemimpin kedua kematian dari kanker, setelah kanker paru-paru. Kebanyakan dari ahli-ahli dilapangan ini, oleh karenanya, merekomendasikan bahwa mulai dari umur 40 tahun, seluruh pria-pria harus menjalankan screening kanker prostat setiap tahunnya.

Penyebab Kanker Prostat

Penyebab kanker prostat tidak diketahui, namun kanker itu diperkirakan tidak berhubungan dengan hipertropik prostat ramah [benign prostatic hypertrophy (BPH)]. Faktor-faktor risiko kanker prostat yang mempengaruhinya termasuk umur yang berlanjut, genetik-genetik (yang diwariskan), pengaruh-pengaruh hormon, dan faktor-faktor lingkungan sperti racun-racun, kimia-kimia, dan produk-produk industri. Kemungkinan mengembangkan kanker prostat meningkat dengan umur. Jadi, kanker prostat dibawah umur 40 tahun adalah sangat jarang, dimana ia adalah umum pada pria-pria yang berumur lebih dari 80 tahun. Sebagai suatu kenyataan, beberapa studi-studi telah menyarankan bahwa diantara pria-pria lebih dari umur 80 tahun, antara 50 dan 80% dari mereka mungkin mempunyai kanker prostat !
Genetik-genetik (yang diwariskan), seperti yang baru saja disebutkan, memainkan suatu peran dalam risiko mengembangkan suatu kanker prostat. Contohnya, pria-pria hitam Amerika mempunyai suatu risiko yang lebih tinggi mendapatkan kanker prostat dari pada pria Jepang atau pria kulit putih Amerika. Lingkungan, diet, dan faktor-faktor lain yang tidak diketahui, bagaimanapun, dapat memodifikasi kecenderungan-kecenderungan genetik seperti ini. Contohnya, kanker prostat adalah tidak umum pada pria Jepang yang hidup di aslinya di Jepang. Bagaimanapun, ketika mereka pindah ke Amerika, kejadian kanker prostat mereka meningkat secara signifikan. Kanker prostat juga lebih umum diantara angota-anggota keluarga dari individu-individu dengan kanker prostat. Jadi, seseorang yang ayahnya, kakeknya, atau bahkan paman mempunyai kanker prostat berada pada suatu risiko yang meningkat juga mengembangkan kanker prostat. Kini, bagaimanapun, tidak ada gen kanker prostat yang spesifik telah diidentifikasi dan telah diverifikasi.
Testosterone, hormon pria, secara langsung menstimulasi pertumbuhan dari kedua-duanya jaringan prostat normal dan sel-sel kanker prostat. Tidak mengherankan, oleh karenanya, hormon ini diperkirakan terlibat dalam pengembangan dan pertumbuhan kanker prostat. Implikasi penting dari peran hormon ini adalah bahwa mengurangi tingkat testosterone seharusnya (dan biasanya benar) efektif dalam menghalangi pertumbuhan kanker prostat.
Faktor-faktor lingkungan, seperti merokok dan diet-diet yang tinggi pada lemak jenuh, kelihatannya meningkatkan risiko kanker prostat. Unsur-unsur tambahan atau racun-racun didalam lingkungan atau dari sumber-sumber industri mungkin juga memajukan pengembangan kanker prostat, namun ini masih belum diidentifikasi secara jelas.

Gejala-Gejala Kanker Prostat

Pada stadium-stadium awal, kanker prostat seringkali tidak menyebabkan gejala-gejala bertahun-tahun. Sebagai suatu kenyataan, kanker-kanker ini sering ditemukan pertama kali dengan suatu kelainan pada tes darah (PSA, didiskusikan dibawah) atau sebagai suatu benjolan yang keras pada kelenjar prostat. Biasanya, doctor pertama merasakan benjolan waktu suatu pemeriksaan rutin dubur secara digital (dilakukan dengan jari). Kelenjar prostat terletak langsung didepan rectum. Ketika kanker membesar dan menekan pada urethra, aliran urin berkurang dan kencing (membuang air kecil) menjadi lebih sulit. Pasien-pasien dapat juga mengalami rasa terbakar waktu kencing atau darah didalam urin. Ketika tumor berlanjut tumbuh, ia dapat memblokir secara penuh aliran dari urin, berakibat pada suatu kandung kemih yang membesar dan terhalangi yang sakit.
Pada stadium-stadium kemudian, kanker prostat dapat menyebar secara lokal ke jaringan sekelilingnya atau simpul-simpul getah bening yang berdekatan, yang disebut simpul-simpul pelvik (pelvic nodes). Kanker kemudian dapat menyebar bahkan lebih jauh (metastasis) ke arae-area lain tubuh. Dokter pada suatu pemeriksaan dubur kadangkala dapat mendeteksi penyebaran lokal ke jaringan-jaringan sekelilingnya. Dokter dapat merasakan suatu tumor yang keras dan menetap (tidak bergerak) yang memanjang dari dan melebihi kelenjar. Kanker prostat biasanya menyebar pertama ke tulang belakang bagian bawah (lower spine) atau tulang-tulang panggul/pelvic bones (tulang-tulang yang menhubungkan lower spine ke pinggul-pinggul), dengan demikian menyebabkan nyeri belakang (back pain) atau nyeri panggul (pelvic pain). Kanker dapat kemudian menyebar ke hati dan paru-paru. Metastases (area-area dimana kanker telah menyebar) pada hati dapat menyebabkan nyeri di perut (abdomen) dan jaundice (warna kulit yang kuning) pada kejadian-kejadian yang jarang. Metastases pada paru-paru dapat menyebabkan nyeri dada dan batuk.

Tes-Tes Screening Kanker Prostat

Tes-tes screening adalah tes-tes yang dilaukan pada interval-interval teratur untuk mendeteksi suatu penyakit seperti kanker prostat pada stadium awal. Jika hasil dari suatu tes screening adalah normal, penyakit diduga tidak ada. Jika suatu tes screening adalah tidak normal, penyakit dicurigai ada, dan tes-tes ang lebih jauh biasanya diperlukan untuk mengkonfirmasi kecurigaan untuk membuat diagnosisnya meyakinkan. Kanker prostat awalnya dicurigai kareana suatu kelainan dari satu atau dua tes-tes screening yang dugunakan untuk mendeteksi kanker prostat. Tes-tes screening ini adalah suatu pemeriksaan dubur dengan jari dan suatu tes darah yang disebut prostate specific antigen (PSA).
Pada pemeriksaan dubur dengan jari (digital rectal examination), dokter merasakan kelenjar prostat dengan jari telunjuk yang disarungkan kedalam dubur untuk mendeteksi kelainan-kelainan dari kelenjar. Jadi, sebuah benjolan yang tidak teratur atau kekerasan yang dirasakan pada permukaan kelenjar adalah suatu penemuan yang mencurigakan untuk kanker prostat. Karena itu, dokter-dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan dubur dengan jari setiap tahunnya pada pria-pria berumur 40 tahun dan lebih.
Tes PSA adalah suatu tes darah yang mudah, dapat diulang dan akurat. Ia digunakan untuk mendeteksi suatu protein (prostate specific antigen) yang dilepaskan dari kelenjar prostat kedalam darah. Jauh lebih penting, tingkat PSA biasanya lebih tinggi pada orang-orang dengan kanker prostat dari pada orang-orang tanpa kanker prostat. PSA, oleh karenanya, adalah berharga sebagai suatu tes screening untuk kanker prostat. Karena itu, dokter-dokter merekomendasikan melakukan suatu PSA setiap tahun pada pria-pria berumur 50 tahun dan lebih. Lebih jauh, untuk pria-pria yang mempunyai risiko-risiko tinggi kanker prostat seperti dibahas diatas, kebanyakan dokter-dokter merekomendasikan memulai screening PSA bahkan pada umur yang lebih muda (misalnya pada umur 40 tahun).
Hasil-hasil tes darah PSA dibawah 4 nanograms per milliliter umumnya dipertimbangkan normal. Hasil-hasil antara 4 dan 10 dipertimbangkan sebagai garis batas. Nila-nilai garis batas ini diinterpretasikan didalam konteks dari umur pasien, gejala-gejala, tanda-tanda, sejarah keluarga, dan perubahan-perubahan pada tingkat-tingkat PSA melalui waktu. Hasil-hasil yang lebih tinggi dari 10 dipertimbangkan abnormal, menyarankan kemungkinan kanker prostat. Lebih tinggi nilai PSA, lebih mungkin diagnosis dari kanker prostat. Lebih dari itu, tingkat PSA cenderung meningkat jika kanker telah berlanjut dari kanker prostat yang terbatas pada organ ke penyebaran (metastatic) ketempat lain. Nilai-nilai yang sangat tinggi, seperti 30 atau 40 dan lebih, biasanya disebabkan oleh kanker prostat.

Peningkatan-Peningkatan Positif yang Palsu pada Tes PSA

Peningkatan-peningkatan positif yang palsu pada PSA adalah peningkatan-peningkatan pada PSA yang disebabkan oleh kondisi-kondisi yang lain dari pada kanker prostat. Contohnya, benign prostatic hypertrophy (BPH) dan infeksi atau peradangan dari prostat (prostatitis) dari sebab apa saja dapat meningkatkan PSA. Catat juga bahwa bahkan suatu pemeriksaan dubur atau suatu ejakulasi dalam waktu 48 jam sebelumnya dapat kadangkala meningkatkan PSA. Peningkatan-peningkatan positif yang palsu biasanya berada pada batasan 4 sampai 10, namun mereka dapat meningkat setinggi 25 sampai 30. Pada tingkat-tingkat setinggi ini, bagaimanapun, kehati-hatian dalam interpretasi dari tes ini dijamin karena suatu kanker prostat mungkin telah hadir. Penyakit-penyakit yang bukan prostat atau infeksi-infeksi, obat-obat, makanan-makanan, merokok, dan alkohol tidak menyebabkan peningkatan-peningkatan PSA positif yang palsu.
Kemampuan tes PSA untuk mendeteksi kanker prostat (disebut kepekaan dari tes) adalah tinggi. Sebab untuk ini adalah bahwa kebanyakan pasien-pasien, meskipun tidak semuanya, dengan kanker prostat mempunyai suatu garis batas atau suatu peningkatan PSA yang abnormal. Kemampuan dari tes untuk meniadakan diagnosis-diagnosis lainnya (disebut kekhususan dari tes), bagaimanapun, adalah lebih rendah karena kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan peningkatan-peningkatan PSA positif yang palsu.

Perbaikan-Perbaikan yang telah dibuat pada Tes PSA

Akhir-akhir ini, beberapa perbaikan-perbaikan telah dibuat pada tes darah PSA. Tujuan dari perbaikan-perbaikan ini adalah untuk membantu dokter-dokter untuk menilai suatu garis batas atau suatu peningkatan PSA positif yang palsu yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk menentukan lebih akurat siapa yang mempunyai kanker prostat dan siapa mempunyai suatu peningkatan PSA positif yang palsu dari kondisi yang lain. Dengan kata-kata lain, maksud dari perbaikan-perbaikan adalah untuk memperbaiki kepekaan dan kekhususan dari tes.
Satu perbaikan disebut rasio PSA (PSA ratio). Rasio ini ditentukan oleh pembagian jumlah PSA yang beredar bebas didalam aliran darah oleh jumlah PSA yang terikat pada protein-protein didalam aliran darah. Penelitian telah menunjukan bahwa PSA yang beredar bebas didalam darah cenderung dihubungkan dengan benign prostatic hypertrophy (BPH) dimana PSA yang terikat pada protein cenderung dihubungkan dengan kanker prostat. Jadi, suatu rasio PSA yang tinggi menyarankan suatu peningkatan PSA positif yang palsu dan melawan diagnosis kanker prostat. Berbeda dengannya, suatu PSA yang tinggi dengan suatu rasio PSA yang rendah menyokong diagnosis kanker prostat.
Modifikasi tes PSA terakhir lainnya didasarkan pada pengamatan bahwa ketika pria-pria menua, jumlah PSA didalam darah secara normal dapat naik tanpa kehadiran suatu kanker prostat. Jadi, dokter-dokter dapat menggunakan apa yang dirujuk sebagai suatu PSA yang spesifik umur, terutama untuk mengevaluasi nilai-nilai garis batas. Pada PSA yang spesifik umur, nilai-nilai normal disesuaikan dengan umur pasien. Karenanya, batasan-batasan normal yang spesifik umur adalah 0 sampai 2.5 untuk pria-pria yang berumur 40, 0 sampai 3.5 pada umur 50, 0 sampai 4.5 pada umur 60, dan 0 sampai 6.5 untuk pria-pria berumur 70 tahun dan lebih. Oleh karenanya, sebagai suatu contoh, suatu PSA dari 4 akan dipertimbangkan garis batas untuk pria-pria berumur 30 dan 40 tahun, namun mungkin normal untuk pria-pria berumur 50, 60 dan 70 tahun.
Masih ada perbaikan lain dari tes PSA yang disebut kecepatan PSA (PSA velocity) atau lereng (slope). Kecepatan dikalkulasi sebagai angka dimana PSA berubah dengan tes-tes yang diulang melalui waktu. Lebih cepat kenaikan pada PSA, lebih mungkin kehadiran suatu kanker prostat. Lebih lambat kenaikan pada PSA, lebih kecil mungkin kehadiran suatu kanker prostat.

Mendiagnosis Kanker Prostat

Kanker prostat didiagnosis dari hasil-hasil suatu biopsi kelenjar prostat. Jika pemeriksaan dubur dengan jari pada prostat atau tes darah PSA adalah abnormal, suatu kanker prostat dicurigai. Suatu biopsi prostat biasanya kemudian direkomendasikan. Biopsi dilakukan dari rectum (trans-rectally) dan dituntun oleh ultrasound images dari area itu. Sebuah potongan kecil jaringan dikeluarkan melalui suatu jarum pemotong. The TRUS-guided Tru-Cut biopsy sekarang ini adalah metode standar untuk mendiagnosis kanker prostat. Secara klasik suatu set dari 6 inti diambil dengan sampling pada dasar, puncak, dan tengah kelenjar pada setiap sisi kelenjar. Lebih banyak inti-inti mungkin disampling untuk meningkatkan hasil, terutama pada kelenjar-kelenjar yang lebih besar. Seorang ahli patologi kemudian memeriksa jaringan dibawah mikroskop untuk tanda-tanda dari kanker pada sel-sel jaringan.
Ketika kanker prostat didiagnosis pada jaringan yang dibiopsi, ahli patologi akan kemudian menilai setiap dari dua potongan jaringan dari 1 sampai 5 pada skala Gleason. Skala didasarkan pada karakteristik-karakteristik mikroskopik tertentu dari sel-sel bersifat kanker dan mencerminkan sifat agresif dari tumor. Kedua skor (angka) kemudian dijumlahkan bersama. Jumlah-jumlah dari 2 sampai 4 dipertimbangkan rendah, mengindikasikan suatu tumor yang bertumbuh pelan-pelan. Jumlah-jumlah dari 5 dan 6 adalah menengah, mewakili suatu tingkat menengah dari sifat agresif. Jumlah-jumlah dari 7 sampai 10 dipertimbangkan tinggi, menandakan suatu tumor yang tumbuh dengan cepat dengan prognosis (hasil) yang paling jelek.
Angka-angka Gleason dapat bermanfaat dalam menuntun perawatan yang didasarkan, paling sedikit sebagian, pada sifat agresif tumor. Aplikasi utama dari angka Gleason, bagaimanapun, adalah dalam memprediksi risiko kematian dari suatu kanker prostat. Angka/kwalitas dari tumor mempengaruhi sangat kuat prognosisnya. Angka-angka tumor yang lebih tinggi lebih sering dihubungkan dengan simpul-simpul getah bening dan penyebaran jauh (metastases). Jadi, studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukan bahwa pria-pria dengan angka-angka Gleason dari 2 sampai 4 menghadapi suatu risiko kematian dari kanker prostat yang rendah (4 sampai 7%) melalui 15 tahun berikut, dimana pria-pria dengan angka-angka dari 8 sampai 10 menghadapi suatu risiko kematian dari kanker prostat yang tinggi melalui periode waktu 15 tahun.

Penstadiuman Kanker Prostat

Penstadiuman dari suatu kanker merujuk pada penentuan perluasan dari penyakit. Sekali suatu kanker prostat didiagnosis pada suatu biopsi, tes-tes tambahan dilakukan untuk menilai apakah kanker telah menyebar melewati kelenjar. Untuk penilaian ini, biopsi-biopsi dari organ-organ sekeliling, seperti dubur (rectum) atau kandung kemih, atau simpul-simpul getah bening yang berdekatan mungkin dilaksanakan. Sebagai tambahan, tes-tes imaging biasanya dilaksanakan. Contohnya, scan-scan tulang radionuclide (radionuclide bone scans) dapat menentukan jika ada penyebaran tumor ke tulang-tulang. Apalagi, CAT scans (coaxial tomography) dan MRIs (magnetic resonance imaging) dapat menentukan jika kanker telah menyebar ke jaringan-jaringan yang berdekatan atau organ-organ seperti kandung kemih atau rectum atau ke bagian-bagian lain tubuh seperti hati atau paru-paru. Scanning yang lebih baru menggunakan suatu metode yang disebut PET scan kadangkala dapat membantu mendeteksi lokasi-lokasi yang tersembunyi dari kanker yang telah menyebar ke berbagai area-area dari tubuh.
Singkatnya, dokter-dokter melakukan penstadiuman kanker prostat berdasarkan terutama semata pada hasil-hasil dari biopsi-biopsi prostat, kemungkinan biopsi-biopsi lainnya, dan tes-tes imaging. Pada penstadiuman suatu kanker, dokter-dokter menempatkan berbagai huruf-huruf dan angka-angka pada kanker, tergantung dari klasifikasi-klasifikasi penstadiuman mana yang mereka pakai. Angka-angka dan huruf-huruf pada klasifikasi-klasifikasi yang berbeda menentukan volume atau jumlah dari tumor dan penyebaran dari kanker. Penstadiuman dari kanker prostat, oleh karenanya, membantu memprediksi jalannya penyakit yang diharapkan dan menentukan pilihan dari perawatan.
Dua sistim utama digunakan untuk penstadiuman kanker prostat. Pada the American urologic staging system, stadium A menggambarkan suatu kanker minimal yang baik tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik maupun dilihat pada teknik-teknik imaging. Suatu tumor seperti ini adalah begitu kecil yang hanya dapat dideteksi dengan melihatnya dibawah sebuah mikroskop. Stadium B merujuk pada suatu kanker yang lebih besar yang dapat diraba, namun yang tetap masih dibatasi (localized) pada kelenjar prostat. Stadium C mengindikasikan penyebaran lokal melebihi prostat kedalam jaringan-jaringan yang mengelilinginya. Stadium D1 menandakan suatu penyebaran pada simpul-simpul getah bening yang berdekatan dengannya dan D2 adalah untuk penyebaran jauh (metastasis), contohnya , ke tulang-tulang, hati, atau paru-paru.
Sistim utama lainnya untuk penstadiuman kanker prostat disebut klasifikasi tumor, simpul-simpul (nodes), dan metastasis (TNM). Pada sistim ini, T1 dan T2 adalah sama dengan stadium A dan B pada the American urologic system. T3 menggambarkan kanker yang dapat meluas melewati kapsul dari prostat, dan T4 menggambarkan kanker yang menetap pada jaringan-jaringan sekelilingnya. N1 adalah sama dengan Stadium D1 dan M1 adalah sama dengan D2.

Pilihan-Pilihan Perawatan untuk Kanker Prostat

Memutuskan pada perawatan dapat menakutkan, sebagian karena pilihan-pilihan untuk perawatan sekarang ini adalah jauh lebih baik dari pada sepuluh tahun yang lalu, namun juga karena tidak cukup tersedia data yang dapat dipercaya yang keputusan-keputusan didasarkan padanya. Karena itu, studi-studi jangka panjang yang dikontrol secara ilmiah masih tetap diperlukan untuk membandingkan manfaat-manfaat dan risiko-risiko dari berbagai perawatan-perawatan.
Untuk membuat keputusan pada perawatan untuk seorang pasien secara individu, dokter-dokter menggolongkan kanker-kanker prostat sebagai terbatas pada organ (terbatas pada kelenjar), berlanjut secara lokal (suatu tumor prostat yang besar atau satu yang menyebar hanya secara lokal), atau metastatic (menyebar jauh atau melebar). Pilihan-pilihan perawatan untuk kanker prostat yang terbatas pada organ atau kanker prostat yang telah berlanjut secara lokal biasanya termasuk operasi, terapi radiasi, terapi hormon, cryotherapy, kombinasi-kombinasi dari perawatan-perawatan ini, dan penantian yang dijaga. Suatu penyembuhan untuk kanker prostat yang menyebar (metastatic prostate cancer) adalah, sayangnya, tidak dapat dicapai pada saat ini. Perawatan-perawatan untuk kaner prostat yang menyebar, yang termasuk terapi hormon dan kemoterapi, oleh karenanya, dipertimbangkan sebagai yang meringankan (tidak menyembuhkan). Secara definisi, tujuan-tujuan dari perawatan yang meringankan adalah, paling bagus, memperlambat pertumbuhan tumor dan meringankan gejala-gejala pasien.

Perbedaan-Perbedaan antara Perawatan dengan Hormon dan Kemoterapi

Terapi hormon adalah aliran utama dari perawatan untuk kanker prostat yang merupakan gejala-gejala yang telah berlanjut. Pasien-pasien tanpa gejala-gejala, namun dengan penyakit yang telah lanjut, tidak tampak mempunyai kelangsungan hidup yang bertamba baik dengan perawatan ketika dibandingkan dengan pasien-pasien yang tidak dirawat. Oleh karenanya, perawatan pasien-pasien dengan penyakit yang lanjut tanpa gejala (asymptomatic) adalah tidak penting. Perawatan-perawatan terapi hormon yang tersedia adalah:
  1. Orchiectomy adalah operasi pengangkatan buah pelir (testicles).
  2. Luteinizing hormone-releasing hormone agonists, selain itu dikenal sebagai Lupron dan Zoladex, dan antiandrogens, secara khusus suatu obat yang disebut Casodex, setiapnya menghasilkan pembebasan gejala pada sekitar 80% dari pasien-pasien. Perbaikan seringkali dramatis.
  3. Zat-zat lain yang bermanfaat termasuk yang berikut: progrestins seperti megastrol acetate diberikan setiap hari secara oral dan obat-obat lain yang menghalangi produksi androgen seperti aminoglutethimide atau ketoconazole. Zat-zat ini adalah efektif namun sulit ditoleransi. Corticosteroids seringkali diberikan secara simultan. Berlawanan dengan terapi hormon, kemoterapi menyediakan pembebasan hanya 20-25% pada pasien-pasien kanker prostat dengan gejala . Berbagai cara (regimens) digunakan. Estramustine, cisplatin, 5-FU, vinorelbine, dan mitoxantrone adalah zat-zat yang paling populer. Bagaimanapun, akhir-akhir ini Taxol telah menjadi pilihan obat yang digunakan oleh oncologists dalam merawat kanker prostat yang hormone-resistant.
Kapan menggunakan terapi hormon dan kemoterapi tergantung dari sifat kanker prostatnya sendiri. Jika kanker prostatnya peka terhadap hormon (hormone-sensitive), maka terapi hormon adalah pilihan terapi. Ketika kanker menjadi hormone resistant (contohnya, manipulasi dari tingkat-tingkat hormon tidak mempunyai efek pada kanker prostat), maka terapi yang berpotensi satu-satunya yang tersedia untuk pasien adalah kemoterapi. Kemoterapi, kemudian, digunakan secara umum ketika kanker prostat yang telah berlanjut menjadi hormone-resistant. Sayangnya, kemoterapi datang setelah terapi hormon tidak efektif lagi karena kanker sendiri seringkali berkembang menjadi lebih agresif sehingga prognosis memburuk secara signifikan. Ketika kanker prostat pasien berjalan dari peka terhadap hormon menjadi hormone-resistant, prognosis telah berubah secara signifikan ke perburukan dan pilihan kemoterapi pada waktu khusus ini biasanya adalah pilihan perawatan satu-satunya yang tersedia.
Faktor-faktor lain yang dipertimbangkan dalam pemilihan perawatan termasuk umur, kesehatan umum, dan pilihan dari individu dan angka-angka Gleason dan stadium kanker. Hasil-hasil tes PSA kadangkala juga dapat membantu membuat keputusan perawatan. Contohnya, suatu peningkatan garis batas dari PSA (4-10), jika ditunjukkan disebabkan oleh suatu kanker prostat, menyarankan bahwa kanker dibatasi pada kelenjar. Jika tes-tes lain juga menunjuk pada suatu tumor yang dibatasi pada organ, operasi atau kemungkinan radiasi dapat dipertimbangkan mencoba suatu penyembuhan. Berlawanan dengannya, suatu PSA yang sangat tinggi (contohnya lebih dari 30 atau 40) meningkatkan kemungkinan dari penyebaran (metastases). Jika metastases kemudian dikonfirmasikan oleh tes-tes lainnya, pilihan-pilihan perawatan akan terbatas pada terapi dengan hormon atau kemoterapi (chemotherapy).
Tes-tes PSA juga harus dilakukan secara periodik untuk membantu menilai hasil-hasil perawatan. Contohnya, suatu peningkatan PSA menyarankan pertumbuhan atau penyebaran dari kanker, walaupun dirawat. Berbeda dengannya, suatu pengurangan PSA mengindikasikan perbaikan. Sebagai suatu fakta, suatu angka nol dari PSA setelah perawatan mungkin mengindikasikan kontrol sepenuhnya atau penyembuhan dari kanker.

Perawatan Kanker Prostat secara Operasi

Perawatan kanker prostat dengan pembedahan (operasi) umumnya dirujuk sebagai suatu prostatectomy radikal atau total, yang adalah pengangkatan dari seluruh kelenjar prostat. Sejak 1990, prostatectomy radikal telah menjadi perawatan yang paling umum untuk kanker prostat di Amerika. Operasi ini dilaksanakan pada kira-kira 36% dari pasien-pasien dengan kanker prostat yang terbatas pada organ. The American Cancer Society menaksir suatu angka penyembuhan sebesar 90% secara nasional ketika penyakit terbatas pada prostat dan seluruh kelenjar diangkat. Komplikasi-komplikasi yang berpotensi dari suatu radical prostatectomy termasuk risiko-risiko pembiusan (anesthesia), perdarahan lokal, impotence (kehilangan fungsi seksual) pada 30%-70% dari pasien-pasien, dan incontinence (kehilangan kontrol buang air kecil) pada 3%-10% dari pasien-pasien.
Langkah-langkah besar telah dibuat dalam menurunkan frekwensi dari komplikasi-komplikasi dari radical prostatectomy. Kemajuan-kemajuan ini telah diselesaikan sebagian besar melalui pembiusan dan teknik-teknik pembedahan yang lebih baik. Teknik-teknik pembedahan yang lebih baik pada gilirannya bersumber dari suatu pengertian yang lebih baik dari anatomi dan fisiologi utama dari potensi seksual dan pengendalian air seni (urin). Secara spesifik, introduksi baru-baru ini dari teknik-teknik melindungi syaraf (nerve-sparing techniques) untuk prostatectomy telah membantu mengurangi frekwensi dari impotence dan incontinence.
Jika impotence setelah pembedahan terjadi, itu dapat dirawat dengan tablet-tablet sildenafil (Viagra), suntikan-suntikan dari obat-obat seperti alprostadil (Caverject) kedalam penis, berbagai alat-alat untuk memompa naik atau mengeraskan penis, atau suatu penile prosthesis (suatu penis buatan). Incontinence setelah perawatan seringkali membaik dengan waktu, latihan-latihan khusus, dan obat-obat untuk memperbaiki kontrol pada buang air kecil. Adakalanya, bagaimanapun, incontinence memerlukan penanaman suatu sphincter buatan (artificial sphincter) disekitar urethra. Sphincter buatan dibuat dari otot atau materi lain dan diciptakan untuk mengontrol aliran urin melalui urethra.

Terapi Radiasi untuk Kanker Prostat

Tujuan dari terapi radiasi adalah menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhan atau membunuh mereka. Ini bekerja karena sel-sel kanker yang membelah (reproduksi) secara cepat lebih mudah terserang penghancuran oleh radiasi dari pada sel-sel normal yang bersebelahan. Percobaan-percobaan klinis telah dilaksanakan menggunakan terapi radiasi untuk pasien-pasien dengan kanker prostat yang terbatas pada organ. Percobaan-percobaan ini telah menunjukan bahwa terapi radiasi berakibat pada suatu angka kelangsungan hidup pada 10 tahun setelah perawatan yang sebanding dengan yang dari radical prostatectomy. Incontinence dan impotence dapat terjadi sebagai komplikasi-komplikasi dari terapi radiasi, seperti dengan pembedahan, meskipun barangkali lebih jarang dari pada dengan pembedahan. Data yang lebih banyak diperlukan, bagaimanapun, pada risiko-risiko dan manfaat-manfaat dari terapi radiasi setelah 10 tahun, terutama karena timbulnya kembali (reappearances) dari kanker belakangan kadangkala dapat terjadi setelah radiasi.
Choosing between radiation and surgery to treat organ-confined prostate cancer involves considerations of the patient's preference, age, and co-existing medical conditions (fitness for surgery), as well as of the extent of the cancer. Approximately 30% of patients with organ-confined prostate cancer are treated with radiation. Sometimes, oncologists combine radiation therapy with surgery or hormonal therapy in efforts to improve the long-term results of treatment in the early or later stages of prostate cancer.
Radiation therapy can be given either as external beam radiation over perhaps 6 or 7 weeks or as an implant of radioactive seeds (brachytherapy) directly into the prostate. In external beam radiation, high energy x-rays are aimed at the tumor and the area immediately surrounding it. In brachytherapy, radioactive seeds are inserted through needles into the prostate gland under the guidance of transrectally taken ultrasound pictures. Brachy, from the Greek language, means short. The term brachytherapy thus refers to placing the treatment (radiation therapy) directly into or a short distance away from the cancerous target tissue. The theoretical advantage of brachytherapy over external beam radiation is that delivering the radiation energy directly into the prostate tissue should minimize damage to the surrounding tissues and organs. The actual advantages or disadvantages of brachytherapy as compared to external beam radiation, however, are still being studied.

Perawatan Hormon untuk Kanker Prostat

Hormon (androgenic) pria disebut testosterone. Ia menstimulasi pertumbuhan dari sel-sel prostat yang bersifat kanker dan, oleh karenanya , adalah bahan bakar utama untuk pertumbuhan kanker prostat. Semua gagasan (idea) dari perawatan-perawatan hormon (medis dan operasi), singkatnya, adalah untuk mengurangi stimulasi dari sel-sel prostat yang bersifat kanker oleh testosterone. Testosterone secara normal dihasilkan oleh testes sebagai jawaban pada stimulasi dari suatu sinyal hormon yang disebut LH-RH. LH-RH berdiri untuk luteinizing hormone-releasing hormone dan juga disebut hormon yang melepaskan gonadotropin (gonadotropin-releasing hormone). Hormon ini datang dari suatu stasiun kontrol di otak dan berjalan didalam aliran darah menuju ke testes. Sekali disana, LH-RH menstimulasi testes untuk menghasilkan dan melepaskan testosterone.
Perawatan hormon, juga dirujuk sebagai perampasan androgenik [androgenic deprivation (merampas testosterone dari prostat)], dapat dikerjakan secara medis atau operasi. Perawatan hormon secara operasi adalah pengangkatan dari testes dalam suatu operasi yang disebut suatu orchiectomy atau suatu castration. Jadi operasi ini mengangkat sumber dari testosterone tubuh. Perawatan hormon medis melibatkan masukan satu atau dua tipe obat. Satu tipe dirujuk sebagai LH-RH agonists. Mereka bekerja dengan bersaing dengan LH-RH dari tubuh sendiri. Obat-obat ini dengan demikian menghalangi (memblokir) pelepasan LH-RH dari otak. Tipe yang lain dari obat ini dirujuk sebagai anti-androgenic, yang berarti bahwa obat-obat ini bekerja melawan hormon pria yaitu mereka bekerja dengan memblokir efek testosterone sendiri pada prostate.
Masa kini, kebanyakan pria-pria yang memilih perawatan hormon memilih pengobatan dari pada operasi, mungkin karena mereka memandang surgical castration secara psikologi atau secara kosmetik lebih menghancurkan. Sesungguhnya, bagaimanapun, efektivitas dan efek-efek sampingan dari perawatan hormon dengan pengobatan (medis) dibandingkan dengan perawatan hormon dengan operasi adalah sangat serupa. Kedua tipe dari perawatan hormon biasanya secara efektif mengeliminasi (menghilangkan) stimulasi dari sel-sel kanker oleh testosterone. Beberapa tumor-tumor prostat, bagaimanapun, tidak merespon pada bentuk perawatan ini. Mereka dirujuk sebagai kanker-kanker prostat yang tidak tergantung androgen. Efek-efek sampingan utama dari semua perawatan hormon ini (yaitu efek-efek sampingan dari perampasan androgen) adalah payudara-payudara yang membesar (gynecomastia) yang seringkali adalah lembut, flushing (seperti hot flashes), dan impotence.
LH-RH agonists, leuprolide (Lupron) atau goserelin (Zoladex), diberikan sebagai suntikan setiap bulan diruang praktek dokter. Obat-obat anti-androgen, flutamide (Eulexin) atau bicalutamide (Casodex), adalah kapsul-kapsul yang diminum yang biasanya digunakan dalam kombinasi dengan LH-RH agonists. LH-RH agonists sendiri saja seringkali efektif. Obat-obat anti-androgen ditambahkan, bagaimanapun, jika kanker berlanjut walaupun dengan penggunaan dari LH-RH agonists. Perawatan-perawatan hormon dapat juga bermanfaat baik ketika dikombinasikan dengan terapi radiasi. Studi-studi sedang dilakukan untuk menentukan apakah terapi hormon meningkatkan efek terapi dari radiasi.
Pada umunya, perawatan hormon dicadangkan untuk individu-individu yang mempunyai kanker prostat yang telah berlanjut dengan penyebaran lokal atau penyebaran jauh (metastases). Adakalanya, seorang individu dengan kanker prostat yang terbatas pada organ akan menerima perawatan hormon karena ia mempunyai persoalan-persoalan medis yang berhubungan yang parah atau hanya karena ia menolak menjalankan operasi atau radiasi. Perawatan hormon digunakan pada kurang dari 10% dari pria-pria dengan kanker prostat yang terbatas pada organ. Ingat bahwa maksud dari terapi hormon biasanya adalah meredakan (meringankan). Ini berarti bahwa tujuannya adalah mengontrol kanker daripada menyembuhkannya karena suatu penyembuhan adalah tidak mungkin.

Cryotherapy untuk Kanker Prostat

Cryotherapy adalah satu dari perawatan-perawatan yang lebih baru yang sedang dalam evaluasi untuk penggunaan pada stadium dini kanker prostat. Perawatan ini membunuh sel-sel kanker dengan membekukan mereka. Pembekuan dikerjakan dengan memasukkan suatu cairan pembeku (contohnya, cairan nitrogen atau argon) melalui jarum-jarum langsung kedalam kelenjar prostat. Prosedur dikerjakan dibawah bimbingan dari ultrasound images. Sebenarnya, cryotherapy bukan suatu teknik baru. Agaknya, ia adalah suatu modifikasi dari suatu prosedur yang telah dicoba sebelumnya, namun mempunyai suatu angka dari komplikasi-komplikasi yang tinggi yang tidak dapat diterima. Jadi, cryotherapy digunakan pada tahun 1960 untuk membekukan lapisan lambung untuk merawat ulcers, namun dihentikan karena ia juga merusak lapisan lambung dengan parahnya.
Pada saat ini, cryotherapy direkomendasikan untuk pasien-pasien dengan kanker prostat yang berlanjut ditempat yang, untuk sebab apapun, bukan calon-calon untuk perawatan-perawatan yang lebih mapan. Cryotherapy sedang dipelajari untuk menentukan pasien-pasien lain yang mana saja mungkin mendapat manfaat dari perawatan ini. Contohnya, studi-studidalam perjalanan untuk menetapkan apakah cryotherapy bermanfaat sebagai perawatan awal untuk kanker prostat yang terbatas padaorgan. Efektivitas dari cryotherapy dalam mengeliminasi kanker prostat, bagaimanapun, masih belum terbuktikan. Kita tahu bahwa kadangkala cairan pembeku gagal membunuh semua sel-sel kanker. Lebih dari itu, efek-efek sampingan yang berpotensi dari perawatan ini termasuk kerusakan pada urethra dan kandung kemih. Kerusakan ini dapat menyebabkan halangan/rintangan dari urethra, fistulas (abnormal tunnels) yang membocorkan urin, atau infeksi-infeksi serius.

Kemoterapi untuk Kanker Prostat

Zat-zat kemoterapi, atau kemoterapi, adalah obat-obat anti kaker. Mereka digunakan (untuk kanker prostat yang hormone resistant) sebagai suatu perawatan yang meredakan/meringankan (peredaan untuk menghilangkan gejala-gejala) pada pasien-pasien dengan kanker yang telah lanjut yang untuk mereka suatu penyembuhan tidak dapat dicapai. Ingat kembali bahwa tujuan dari peredaan adalah hanya memperlambat pertumbuhan tumor dan menghilangkan gejala-gejala pasien. Kemoterapi biasanya tidak digunakan untuk kanker-kanker prostat yang terbatas pada organ atau berlanjut ditempat karena suatu penyembuhan pada kasus-kasus ini adalah mungkin dengan perawatan-perawatan lain. Sekarang ini, kemoterapi digunakan hanya untuk kanker-kanker prostat yang menyebar yang telah lanjut yang telah gagal merespon pada perawatan-perawatan lainnya.
Beberapa zat-zat kemoterapi telah digunakan secara efektif untuk meredakan kanker prostat yang menyebar jauh (metastatic prostate cancer). Satu zat semacam itu adalah estramustine (Emcyt). Zat lain, mitoxantrone (Novantrone), telah ditunjukkan efektif dalam kombinasi dengan prednisone untukmeredakan kanker prostat yang tidak tergantung androgen. Seperti disebut sebelumnya, tumor-tumor metastatik yang telah tidak merespon secara spesifik pada terapi hormon dirujuk sebagai kanker-kanker prostat yang tidak tergantung androgen (androgen-independent).
Efek-efek sampingan dari kemoterapi yang lebih umum termasuk kelemahan, mual, kehilangan rambut/rambut rontok, dan penindasan/penekanan dari sumsum tulang. Penindasan dari sumsum tulang pada gilirannya dapat mengurangi sel-sel darah merah (menyebabkan anemia), sel-sel darah putih (menjurus pada infeksi-infeksi), dan platelets (berakibat pada perdarahan).
Zat-zat kemoterapi yang baru untuk kanker prostat sedang terus dipelajari untuk keefektivitasnya dan keamanannya pada pusat-pusar kanker diseluruh Amerika dan tempat-tempat lainnya. Contohnya, ahli-ahli kanker (oncologists) sedang mengevaluasi paclitaxel (Taxol) atau docetaxel (Taxotere) untuk kanke prostat yang metastatik (Dua obat ini efektif dalam meredakan kanker payudara yang metastatik). Satu yang lainnya dari zat-zat kemoterapi yang lebih baru dibawah investigasi untuk kanker prostat yang tidak tergantung androgen adalah Suramin.

Perawatan-Perawatan Medis dengan Jamu atau Alternatif Lainnya untuk Kanker Prostat

Kedokteran alternatif, juga disebut kedokteran integratif atau kedoketran pelengkap, termasuk perawatan-perawatan non tradisional seperti jamu-jamu, suplemen-suplemen makanan (dietary supplements), dan akupunktur. Suatu persoalan utama dengan kebanyakan perawatan-perawatan dengan jamu adalah bahwa komposisi mereka tidak distandardisasikan. Lebih dari itu, cara bekerja perawatan-perawatan dengan jamu dan efek-efek sampingan jangka panjang mereka biasanya tidak diketahui.
Suatu perawatan baru kanker prostat, paling sedikit barunya di Amerika, adalah suatu obat jamu yang disebut PC Spes. Namanya datang dari PC, yang berdiri untuk prostate cancer (kanker prostat), dan Spes, yang adalah kata Latin untuk harapan. Pada beberapa percobaan-percobaan awal PC Spes pada pria-pria yang telah gagal pada perawatan-perawatan tradisional (terapi hormon dan kemoterapi) untuk kanker prostat yang telah lanjut, obat jamu ini tampaknya menjanjikan (memberikan harapan). Studi-studi yang lebih teliti sedang berjalan untuk mengevaluasi lebih penuh risiko-risiko dan manfaat-manfaat perawatan ini.

Apa itu Penantian yang Waspada (Watchful Waiting) ?

Penantian yang waspada (Watchful waiting) adalah pengamatan seorang pasien ketika tidak ada perawatan yang diberikan. Seorang pasien seperti itu biasanya mempunyai suatu tumor yang terbatas pada organ dan tidak ada gejala-gejala. Mengerti, bagaimanapun, bahwa meskipun penantian yang waspada tidak melibatkan perawatan yang sebenarna, pasien masih tetap memerlukan follow-up dan pengamatan yang ketat. Follow-up melibatkan kunjungan-kunjungan yang sering ke dokter, mungkin setiap tiga sampai enam bulan. Kunjungan-kunjungan termasuk pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang baru atau yang memburuk dan pemeriksaan-pemeriksaan dubur dengan jari untuk perubahan apa saja pada kelenjar prostat. Sebagai tambahan, tes-tes darah dilakukan untuk mengamati suatu kenaikan PSA dan studi-studi imaging dapat dilakukan untuk mendeteksi penyebaran kanker. Jika sejarah, pemeriksaan-pemeriksaan, atau tes-tes apa saja menandakan kemungkinan dari suatu kanker yang telah lanjut, penantian yang waspada biasanya dihentikan dan perawatan direkomendasikan.
Pilihan penantian yang waspada sebenarnya telah dipilih dari pada suatu intervensi yang mengobati, seperti operasi atau radiasi, pada sampai 30% dari pasien-pasien yang mempunyai kanker prostat yang terbatas pada organ. Sebab utama untuk mengambil suatu jalan dari penantian yang waspada adalah bahwa kanker-kanker prostat umumnya berkembang lebih perlahan dari pada kebanyakan kanker-kanker lainnya. Jadi, banyak kanker-kanker ditempat (localized) ditemukan pada stadium awal dapat memakan waktu bertahun-tahun bahkan beberapa dekade untuk menyebar ditempat dan menyebar jauh (metastasize). Oleh karenanya, penantian yang waspada tampaknya masuk akal (bisa dipertimbangkan) untuk kanker-kanker prostat yang terbatas pada organ pada pria-pria yang telah tua. Itu juga adalah suatu keputusan yang layak pada pria-pria yang mempunyai tumor-tumor kecil (terlihat hanya dengan sebuah mikroskop) dan suatu PSA yang rendah (contohnya, pada batasan 4-10 atau lebih rendah). Sebagai tambahan, penantian yang waspada seringkali adalah pilihan yang paling memadai pada pria-pria yang menderita penyakit-penyakit medis yang serius lainnya, seperti penyakit jantung atau paru-paru, tekanan darah tinggi yang terkontrol dengan kurang baik, diabetes, AIDS, atau kanker-kanker lain.
Penantian yang waspada pada kanker prostat, bagaimanapun, tetap kontroversial. Beberapa pengarang-pengarang kedokteran telah menyatakan secara ikhlas bahwa itu bukanlah suatu pilihan yang baik. Mereka mununjukan bahwa sedikit dokter-dokter akan hanya mengamati kanker-kanker lain untuk melihat apakah mereka akan menyebar tanpa perawatan. Lebih jauh, perawatan untuk seorang individu dapat menjadi berkurang efektif dimasa depan jika dan ketika kanker berlanjut. Akhirnya, seorang ahli meringkas beberapa informasi pada penantian yang waspada yang dipublikasikan. Ia mengindikasikan bahwa diantara pria-pria dengan kanker prostat yang terbatas pada organ [organ-confined (localized) prostate cancer], perkembangan dari penyebaran jauh (metastasis) dan kematian dari kanker adalah 50% lebih tinggi pada mereka yang tidak menerima perawatan dari pada mereka yang menjalankan pengangkatan prostat secara operasi (radical prostatectomy).

Dapatkah Kanker Prostat Dicegah ?

Tidak ada tindakan-tindakan spesifik yang diketahui untuk mencegah pengembangan kanker prostat. Pada saat ini, oleh karenanya, kita hanya dapat berharap untuk mencegah kemajuan dari kanker dengan membuat diagnosa-diagnosa dini dan kemudian mencoba menyembuhkan penyakit. Diagnosa-diagnosa dini dapat dibuat dengan screening pria-pria untuk kanker prostat. Screening dilakukan, seperti yang disebutkan sebelumnya, dengan pemeriksaan-pemeriksaan dubur dengan jari secara rutin setiap tahunnya dimulai pada umur 40 tahun dan tambahan dari suatu tes PSA tahunan yang dimulai pada umur 50 tahun. Maksud dari screening adalah untuk mendeteksi kanker-kanker yang dini, kecil, atau bahkan mikroskopic yang terbatas pada kelenjar prostat. Perawatan dini dari bahaya-bahaya ini (kanker-kanker) dapat memberhentikan pertumbuhan, mencegah penyebaran, dan kemungkinan menyembuhkan kanker.
Berdasarkan pada beberapa penelitian pada binatang-binatang dan manusia, tindakan-tindakan diet tertentu telah disarankan untuk mencegah kemajuan dari kanker prostat. Contohnya, diet-diet rendah lemak, terutama menghindari daging-daging merah, telah disarankan karena mereka dperkirakan memperlambat pertumbuhan tumor-tumor prostat dengan suatu cara yang masih belum diketahui. Produk-produk kacang kedelai, yang bekerja dengan mengurangi jumlah dari testosterone yang beredar didalam darah, juga dilaporkan dapat menghalangi pertumbuhan tumor-tumor prostat. Akhirnya, studi-studi lain menunjukan bahwa produk-produk tomat (lycopenes), mineral selenium, dan vitamin E mungkin memperlambat pertumbuhan tumor-tumor prostat dalam suatu cara yang masih belum dimengerti.

Masa Depan Perawatan-Perawatan Kanker Prostat

Perawatan dari kanker prostat yang terbatas pada organ waktu sekarang telah melibatkan pemotongan, radiasi, atau pembekuan kelenjar dalam percobaan menyembuhkan penyakit. Pada kasus-kasus yang lebih lanjut, telah menjadi tujuannya untuk mengotrol kanker untuk paling sedikit beberapa waktu dengan menggunakan perawatan hormon atau kemoterapi. Diagnosis dini dan teknik-teknik perawatan yang diperbaiki pada tahun-tahun akhir ini telah dengan pasti menjurus pada hasil-hasil yang lebih baik. Sebagai tambahan, perawatan-perawatan lain sedang dicari. Contohnya, perawatan microwave dari prostat sedang digunakan untuk hipertropik prostat yang ramah [benign prostatic hypertrophy (pembesaran dari prostat, BPH)] pada suatu prosedur invasif yang minimal pada pasien-pasien luar. Studi-studi mungkin akan segera memulai mengevaluasi teknik ini sebagai suatu perawatan untuk kanker prostat.
Kunci untuk menyembuhkan kanker prostat, bagaimanapun, akhirnya akan datang dari suatu pengertian dasar genetik dari penyakit. Gen-gen, yang adalah komponen-komponen kimia berlokasi pada kromosom-kromosom, menentukan karakteristik-karakteristik dari individu-individu. Karena itu, penyelidik-penyelidik pada pusat-pusat penelitian telah memusatkan perhatian pada identifikasi dan isolasi gen atau gen-gen yang bertanggung jawab atas kanker prostat. Contohnya, studi-studi sedang dilakukan pada pria-pria yang mempunyai suatu sejarah keluarga kanker prostat untuk mencoba membongkar hubungan-hubungan genetik dari penyakit. Penyelidik-penyelidik akhirnya akan mencoba untuk memblokir atau memodifikasi gen-gen yang menyerang sehingga mencegah atau mengubah penyakit. Akhirnya, mungkin suatu vaksin untuk mencegah atau merawat kanker prostat akan dikembangkan di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar