Jumat, 25 Maret 2011

Obat-Obat Hipertensi

Obat-Obat Tekanan Darah

Ditinjau ulang secara medik oleh: Omudhome Ogbru, PharmD
  • ACE inhibitors
  • Angiotensin receptor blocker (ARB)
  • Beta-blockers
  • Calcium channel blockers (CCBs)
  • Diuretics
  • Alpha-blockers
  • Alpha-beta blockers
  • Clonidine
  • Minoxidil

ACE inhibitors

ACE inhibitors adalah obat-obat yang memperlambat aktivitas dari enzim ACE, yang mengurangi produksi dari angiotensin II (kimia yng sangat kuat yang menyebabkan otot-otot yang mengelilingi pembuluh-pembuluh darah untuk berkontraksi, jadi menyempitkan pembuluh-pembuluh). Sebagai akibatnya, pembuluh-pembuluh membesar atau melebar, dan tekanan darah berkurang.
Contoh-contoh dari ACE inhibitors termasuk:
  • enalapril (Vasotec),
  • captopril (Capoten),
  • lisinopril (Zestril and Prinivil),
  • benazepril (Lotensin),
  • quinapril (Accupril),
  • perindopril (Aceon),
  • ramipril (Altace),
  • trandolapril (Mavik),
  • fosinopril (Monopril), dan
  • moexipril (Univasc ).

Angiotensin receptor blocker (ARB)

Angiotensin II receptor blockers (ARBs) adalah obat-obat yang menghalangi aksi dari angiotensin II dengan mencegah angiotensin II mengikat pada reseptor-reseptor angiotensin II pada pembuluh-pembuluh darah. Sebagai akibatnya, pembuluh-pembuluh darah membesar (melebar) dan tekanan darah berkurang.
Contoh-contoh dari obat-obat ARB termasuk:
  • losartan (Cozaar),
  • irbesartan (Avapro),
  • valsartan (Diovan),
  • candesartan (Atacand),
  • olmesartan (Benicar),
  • telmisartan (Micardis), dan
  • eprosartan (Teveten).

Beta-blockers

Beta blockers adalah obat-obat yang menghalangi norepinephrine dan epinephrine (adrenaline) mengikat pada reseptor-reseptor beta pada syaraf-syaraf. Beta blockers terutama menghalangi reseptor-reseptor beta 1 dan beta 2. Dengan menghalangi efek-efek dari norepinephrine dan epinephrine, beta blockers mengurangi denyut jantung; mengurangi tekanan darah dengan melebarkan pembuluh-pembuluh darah; dan mungkin menyempitkan saluran-saluran udara dengan menstimulasi otot-otot yang mengelilingi saluran-saluran udara untuk berkontraksi.
Contoh-contoh dari beta-blockers termasuk:
  • atenolol (Tenormin),
  • propranolol (Inderal),
  • metoprolol (Toprol),
  • nadolol (Corgard),
  • betaxolol (Kerlone),
  • acebutolol (Sectral),
  • pindolol (Visken), dan
  • bisoprolol (Zebeta).

Calcium channel blockers (CCBs)

Calcium channel blockers menghalangi gerakan dari calcium kedalam sel-sel otot dari jantung dan arteri-arteri. Calcium diperlukan oleh otot-otot ini untuk berkontraksi. Calcium channel blocker menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kekuatan dari aksi memompa jantung (kontraksi jantung) dan mengendurkan sel-sel otot pada dinding-dinding dari arteri-arteri.
Tiga tipe utama dari calcium channel blockers digunakan. Satu tipe adalah dihydropyridines, yang tidak memperlambat denyut jantung atau menyebabkan denyut-denyut atau irama-irama jantung lain yang abnormal (cardiac arrhythmias). Contoh-contoh dari obat-obat ini termasuk:
  • amlodipine (Norvasc),
  • sustained release nifedipine (Procardia XL, Adalat CC),
  • felodipine (Plendil), dan
  • nisoldipine (Sular).
Dua tipe lain dari calcium channel blockers dirujuk sebagai agen-agen non-dihydropyridine. Satu tipe adalah verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) dan yang lainnya adalah diltiazem (Cardizem, Tiazac, Dilacor, dan Diltia).

Diuretics

Diuretics adalah diantara obat-obat paling tua yang dikenal untuk merawat hipertensi. Mereka bekerja pada tabung-tabung kecil (tubules) dari ginjal-ginjal untuk mengeluarkan garam dari tubuh. Air (cairan) juga mungkin dikeluarkan bersama dengan garam. Diuretics mungkin digunakan sebagi perawatan obat tunggal (monotherapy) untuk hipertensi. Lebih seringkali, bagaimanapun, dosis-dosis yang kecil dari diuretics digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat anti-hipertensi lain untuk meningkatkan efek dari obat-obat lain.
Diuretics yang paling umum digunakan untuk merawat hipertensi termasuk:
  • hydrochlorothiazide (Hydrodiuril),
  • the loop diuretics furosemide (Lasix) dan torsemide (Demadex),
  • kombinasi dari triamterene dan hydrochlorothiazide (Dyazide), dan
  • metolazone (Zaroxolyn).
Untuk individu-individu yang alergi pada obat-obat sulfa, ethacrynic acid, loop diuretic, adalah opsi yang baik. Catat bahwa diuretics kemungkinan harus tidak digunakan pada wanita-wanita hamil.

Alpha-blockers

Alpha-blockers menurunkan tekanan darah dengan menghalangi reseptor-reseptor alpha pada otot halus dari arteri-arteri peripheral diseluruh jaringan-jaringan tubuh.
Contoh-contoh dari alpha-blockers termasuk:
  • terazosin (Hytrin), dan
  • doxazosin (Cardura).

Alpha-beta blockers

Alpha-beta-blockers bekerja dengan cara yang sama seperti alpha-blockers namun juga memperlambat denyut jantung, seperti yang dilakukan beta-blockers. Sebagai akibatnya, lebih sedikit darah yang dipompa melalui pembuluh-pembuluh dan tekanan darah menurun. Contoh-contoh dari alpha-beta blockers termasuk:
  • carvedilol (Coreg), dan
  • labetalol (Normodyne, Trandate).

Clonidine

Clonidine (Catapres) adalah penghalang sistim syaraf. Penghalang-penghalang sistim syaraf bekerja dengan menstimulasi reseptor-reseptor pada syaraf-syaraf di otak yang mengurangi transmisi dari pesan-pesan dari syaraf-syaraf dalam otak ke syaraf-syaraf pada area-area lain dari tubuh. Sebagai akibatnya, denyut jantung melambat dan tekanan darah berkurang.

Minoxidil

Minoxidil adalah vasodilator. Vasodilators adalah pengendur-pengendur (relaxants) otot yang bekerja secara langsung pada otot halus dari arteri-arteri peripheral diseluruh tubuh. Arteri-arteri peripheral kemudian melebar dan tekanan darah berkurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar