Selasa, 15 Maret 2011

Vertigo

Introduksi

Renungkan ini: jika seekor kucing dijatuhkan dengan terbalik, ia akan mendarat dengan sisi yang benar keatas di semua keempat cakarnya. Jika seorang bayi yang baru lahir dimiringkan kebelakang, mata-matanya akan berguling turun kebawah sehingga pandangannya tetap menetap pada titik yang sama. Jika, ketika anda membaca artikel ini, anda menggoyangkan kepala anda secara cepat dari satu sisi ke sisi lain, meskipun demikian cetakannya akan diam tidak bergerak. Setiap dari skenario-skenario ini adalah contoh dari bagaimana sistim keseimbangan (vestibular) yang sehat mengkompensasi untuk perubahan-perubahan sehari-hari dalam orientasi ruangan kita.
Keseimbangan adalah keadaan keseimbangan atau kestabilan tubuh. Kita seringkali membenarkan bagaimana tergantungnya kita pada sistim keseimbangan yang sehat. Ketika sistimya tidak bekerja, bagaimanapun, pasien-pasien akan menggambarkan gejala-gejala seperti kepeningan, vertigo, atau penyakit gerakan.

Pasien-Pasien Menggambarkan Gejala-Gejala Yang Disebabkan Oleh Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Labih dari dua juta orang-orang setiap tahun mengunjungi dokter mereka untuk penyakit-penyakit keseimbangan vestibular.
Penyakit-penyakit ini adalah keluhan kesembilan yang paling umum yang memimpin pasien-pasien untuk mengunjungai dokter-dokter utama mereka. Lebih jauh, ia adalah salah satu sebab-sebab yang paling umum orang-orang tua mencari nasehat medis.
Pasien-pasien seringkali menggambarkan persoalan-persoalan keseimbangan dalam istilah-istilah dari vertigo, kepeningan, dan penyakit gerakan. Namun, tidak semua dari gejala-gejala ini selalu disebabkan oleh penyakit-penyakit dari sistim vestibular. Lebih dari itu, meskipun satu orang mungkin menggambarkan persoalan keseimbangan yang menggunakan satu atau lebih dari istilah-istilah ini, orang lain mungkin menggunaka kombinasi yang berbeda dari istilah-istilah ini untuk menggambarkan kombinasi yang sangat sama. Faktanya, beberapa orang-orang akan bahkan menggunakan kata kepeningan untuk mengindikasikan bahwa mereka hanya tidak merasa baik. Adalah penting, oleh karenanya, untuk pasien-pasien tidak menggunakan istilah-istilah umum ketika menggambarkan persoalan-persoalan keseimbangan mereka. Dengan kata lain, adalah terbaik untuk pasien-pasien untuk hanya menggambarkan sensasi yang mereka rasakan tanpa menggunakan istilah-istilah umum seperti kepeningan atau vertigo.



Kepeningan (Dizziness)

Pada umumnya, dokter-dokter merujuk pada kepeningan sebagai perasaan pusing, mabuk, goyah. Seringkali ada perasaan ketidakseimbangan (disequilibrium) tanpa sensasi yang benar dari berputar. Dizziness adalah maksud yang umum, daripada istilah yang tidak tepat yang digunakan untuk menggambarkan sensasi dari ketidakseimbangan (sensory disorientation). Meskipun pasien-pasien seringkali menggunakan kata kepeningan (dizziness) untuk menggambarkan persoalan-persoalan keseimbangan atau telinga bagian dalam, ia secara khas tidak disebabkan oleh penyakit dari telinga bagian dalam.

Vertigo

Vertigo merujuk pada halusinasi dari gerakan yang dapat linear, jatuh, atau goyang. Ia seringkali digambarkan sebagai sensasi berputar. Apa yang lebih, berputar mungkin adalah salah satu dari rotasi sendiri (subjective vertigo) atau rotasi dari lingkungan sekelilingnya (objective vertigo). Pada kebanyakan kasus-kasus, gejala dari vertigo menyiratkan penyakit dari telinga bagian dalam atau sistim vestibular.

Lightheadedness

Lightheadedness merujuk pada sensasi yang khas yang dialami seseorang sebelum episode pingsan. Gejala-gejala yang berhubungan dapat termasuk berkeringat, merasa dingin, sesak napas, mati rasa sekitar mulut atau jari-jari tangan, dan penglihatan yang suram atau berterowongan. Lightheadedness disebabkan oleh pengurangan yang sementara dalam aliran darah ke otak. Sensasi ini dapat terjadi untuk sejumlah sebab-sebab termasuk efek-efek sampingan pengobatan, persoalan-persoalan jantung (kardiak) dan pembuluh-pembuluh darah (vaskular). Contohnya, hipotensi orthostatik adalah tekanan darah rendah yang terjadi ketika berdiri. Pada kondisi ini, tekanan darah rendah mengurangi aliran darah ke otak, dan dengan demikian, menyebabkan lightheadedness.
Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, tekanan darah tinggi (hipertensi) sendiri tidak menyebabkan lightheadedness. Pasien-pasien hipertensi mungkin mengalami lightheadedness, bagaimanapun, ketika tekanan darah mereka jatuh untuk sebab apa saja. Itu terjadi bahwa sebab yang paling umum untuk kejatuhan semacam itu dalam tekanan darah adalah respon pada pengobatan-pengobatan tekanan darah. Lightheadedness biasanya adalah bukan keluhan yang umum dari pasien-pasien dengan persoalan-persoalan vestibular.

Penyakit Gerakan

Sementara vertigo, lightheadedness, dan dizziness adalah gejala-gejala dari penyakit-penyakit, penyakit gerakan (motion sickness) adalah respon yang normal pada situasi yang abnormal. Ia adalah istilah umum yang termasuk kondisi-kondisi seperti mabuk laut, mabuk udara, mabuk mobil, dan bahkan mabuk ruangan. Motion sickness disebabkan oleh stimulus gerakan yang dirasakan yang padanya seseorang masih belum beradaptasi. Ia terjadi ketika informasi yang berlawanan dimasukan kedalam sistim-sistim vestibular dan sensor lain.
Ambang-ambang pintu perorangan (jumlah gerakan yang diambil) untuk mecetus penyakit gerakan berbeda. Akhirnya, bagaimanapun, siapapun akan mengembangkan penyakit gerakan (motion sickness) jika ditempatkan pada situasi yang menyediakan cukup gerakan. Gejala-gejala dari penyakit gerakan termasuk mual, muntah, berputar, berkeringat, dan sakit kepala. Faktanya, penyakit gerakan telah menghancurkan banyak liburan, dan telah membatasi aktivitas-aktivitas atau bahkan menjadikan tidak mampu mereka yang cenderung padanya.

Persoalan-Persoalan Yang Menyebabkan Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Penyebab dari penyakit keseimbangan mungkin adalah kondisi anatomi yang didefinisikan dengan baik, atau hanya reaksi psikologi pada kejadian hidup yang tidak menyenangkan. Pada beberapa situasi-situasi, kondisi yang mendasarinya adalah hanya minor maknanya, sementara pada saat-saat yang lain ia mungkin mengancam nyawa. Sayangnya, menemukan penyebab dari persoalan keseimbangan dapat pada saat-saatnya membuat frustrasi dan melelahkan. Contohnya, hampir setiap persoalan dalam setiap sistim dari tubuh dapat menjurus pada gejala dari kepeningan (dizziness) atau pada penyakit keseimbangan.
Orientasi kita dalam ruangan dan, oleh karenanya, keseimbangan kita, terutama diukur oleh tiga sistim sensor:
  • Sistim mata (penglihatan)
  • Sistim keseimbangan (vestibular) dari telinga bagian dalam
  • Sistim sensor umum termasuk sensor-sensor gerakan, tekanan, dan posisi (proprioception) pada sendi-sendi, otot-otot, dan kulit.
Tiga sistim ini secara terus menerus memberikan informasi pada batang otak dan otak tentang posisi kita dalam ruangan relatif pada gaya berat. (Batang otak atau brainstem adalah bagian dari otak yang menghubung pada sumsum tulang belakang atau spinal cord). Otak, pada gilirannya, memproses data-data ini dan kemudian menggunakan informasi untuk membuat penyesuaian-penyesuaian yang seksama dari kepala, tubuh, sendi-sendi, dan mata-mata kita. Ketika semua ketiga-tiga sistim sensor dan otak berfungsi dengan benar, hasil akhir adalah sisitm keseimbangan yang sehat.
Dengan tanda yang sama, ketika sistim keseimbangan tidak berfungsi, seseorang dapat biasanya menelusuri balik persoalan penyakit dari salah satu dari tiga sistim-sistim sensor atau prosesor data (otak). Persoalan-persoalan pada setiap dari area-area berikut sesuai pada salah satu dari sistim-sistim sensor ini atau otak.

Penglihatan

Masukan visual menyediakan petunjuk-petunjuk yang penting tentang orientasi ruangan kita. Yaitu, masukan visual memberitahu otak dimana tubuh berada "dalam ruangan:" ia menunjukan arah mana, ia bergerak kearah mana, dan apakah ia berputar atau berdiri diam. Juga, sesuatu yang sederhana seperti menjalani garis lurus adalah jauh lebih mudah jika kita dapat melihat sekeliling kita. Merasa mabuk laut adalah persoalan yang berakibat dari salah komunikasi antara sistim penglihatan yang sehat dan sistim telinga bagian dalam (vestibular) yang sehat. Pada keadaan ini, telinga-telinga memberitahu otak bahwa ada gerakan, sementara mata-mata mungkin melihat sekeliling kabin yang tetap. Kesalahan-kesalahan pembiasan mata yang sederhana, glaucoma, dan katarak-katarak adalah contoh-contoh dari persoalan-persoalan penglihatan yang pada beberapa individu-individu mungkin adalah cukup untuk memberi mereka penyakit keseimbangan.

Telinga Bagian Dalam (Vestibular)

Tepatnya dimana telinga bagian dalam ? Juga dikenal sebagai labyrinth, telinga bagian dalam berlokasi dalam terhadap telinga bagian luar dan tengah, dan dibungkus didalam apa yang disebut bagian petrous dari temporal bone dari tengkorak.
Telinga bagian luar termasuk kanal telinga. Telinga bagian tengah termasuk gendang telinga (tympanic membrane) dan tiga tulang-tulang kecil ntuk pendengaran. Tulang-tulang disebut hammer (malleus), anvil (incus), dan stirrup (stapes) untuk mencerminkan bentuk-bentuk mereka. Telinga bagian tengah dihubungkan pada belakang tenggorokan oleh tabung Eustachian. Telinga bagian dalam (labyrinth) mengandung semicircular canals dan vestibule untuk keseimbangan, dan cochlea untuk pendengaran.
Struktur-struktur vestibular dari telinga bagian dalam adalah vestibule (yang terbentuk dari utricle dan saccule) dan tiga semicircular canals. Struktur-struktur ini bekerja agak seperti water pas tukang kayu (alat yang digunakan untuk menunjukan berapa "datar" permukaan horisontal atau vertikal). Yaitu, mereka bekerja melalui cara syaraf vestibulocochlear dengan pusat vestibular dalam otak untuk menangani keseimbangan dan posisi tubuh. (Sisa dari telinga bagian dalam, yaitu, cochlea, lebih perduli dengan pendengaran). Jadi, sistim vestibular termasuk vestibule, semicircular canals, vestibular branch dari syaraf vestibulocochlear, dan pusat vestibular dalam otak.
Sistim vestibular mengukur gerakan linear dan rotasi. Sejumlah penyakit-penyakit dapat menyebabkan sistim ini berhenti bekerja atau menyediakan informasi yang tidak benar. Penyakit-penyakit ini termasuk Meniere syndrome, labyrinthitis, benign paroxysmal positional vertigo, infeksi-infeksi telinga, tumor-tumor, atau trauma. Setiap dari kondisi-kondisi ini didiskusikan dibawah.

Sistim Sensor Umum

Sistim sensor umum terdiri dari sensor-sensor gerakan, posisi, dan tekanan pada kulit, otot-otot, dan sendi-sendi. Sensor-sensor ini menyediakan sentuhan penting (tactile) dan informasi posisi untuk mempertahankan kita dalam keseimbangan. Contohnya, jika seseorang mendorong anda dari belakang, sedikit peningkatan akan terjadi pada aktivitas dari sensor-sensor tekanan di bola dari kaki. Ketika sensor-sensor ini mencatat tekanan yang meningkat, otak diberitahu, dan ia tahu dari pengalaman bahwa tubuh sedang didorong kedepan. Otak kemudian menggunakan informasi ini untuk memberitahu tubuh mengubah jumlah yang kecil dari berat kebelakang untuk mencegah tubuh roboh kedepan. Jadi, penyakit-penyakit yang melibatkan sistim sensor umum dapat berakibat pada persoalan-persoalan keseimbangan.

Otak

Seperti disebutkan, otak memproses informasi dari tiga sistim sensor. Segala persoalan yang mengganggu fungsi yang benar dari sistim syaraf pusat atau central nervous system (CNS), oleh karenanya, dapat menjurus pada penyakit keseimbangan. (CNS terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang atau spinal cord). Tidak seperti persoalan-persoalan yang berhubungan dengan sistim-sistim masukan ketiga sensor yang didiskusikan diatas, bagaimanapun, dengan persoalan-persoalan CNS, adalah tidak umum untuk mempunyai vertigo sebagai satu-satunya gejala.
Contoh-contoh dari persoalan-persoalan memproses termasuk infeksi-infeksi atau abscesses otak, strokes (vascular insufficiency), sakit-sakit kepala migraine, tumor-tumor otak, trauma kepala, sindrom-sindrom degenerasi (yang disebabka, contohnya, pada alkoholisme), dan multiple sclerosis. Lebih jauh, segala penyakit yang mengganggu fungsi yang benar dari CNS (sistim syaraf pusat) dapat juga menyebabkan persoalan-persoalan keseimbangan. Contoh-contoh dari penyakit-penyakit ini termasuk kondisi-kondisi jantung (misalnya, aritmia (irama jantung yang abnormal) atau gagal jantung congestif), anemia, kondisi-kondisi metabolic atau hormonal (diabetes, dehidrasi, atau penyakit-penyakit tiroid), dan persoalan-persoalan psikologi, seperti ketakutan atau pernapasan yang berat (hyperventilation).
Penyebab yang umum dari tipe persoalan keseimbangan ini adalah kekurangan aliran darah ke otak. Pada individu-individu yang tua, seringkali ada penyempitan dari pembuluh-pembuluh darah ke otak (pengerasan dari arteri-arteri atau arteriosclerosis) atau aliran darah yang berkurang dari jantung (misalnya, dengan gagal jantung). Pada situasi-situasi ini, karena aliran darah yang berkurang ke otak, individu yang terpengaruh akan menjadi pening ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring.
Karena sistim keseimbangan mempunyai begitu banyak komponen-komponen dengan fungsi-fungsi yang saling bergantung, adalah tidak mengejutkan untuk menemukan sungguh-sungguh ratusan penyebab-penyebab yang berbeda dari persoalan-persoalan keseimbangan. Meskipun tidak memungkinkan untuk mendiagnosa penyebab yang tepat dari ketidakseimbangan pada setiap pasien, gejala-gejala pasien seringkali dapat dikelompokan kedalam penyakit klinis yang didefinisikan dengan baik.

Mengevaluasi Pasien-Pasien Dengan Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Bagian yang paling penting dari evaluasi adalah penggambaran gejala-gejala penyakit keseimbangan pasien. Seperti yang telah disebutkan, adalah penting untuk pasien menggambarkan detil-detil dari apa yang mereka alami, dan mencoba menghindari menggunakan istilah-istilah umum seperti dizzy (kepeningan) atau vertigo. Apa yang lebih, dokter juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting lain. Contohnya, berapa lama dan berapa sering mereka telah mempunyai persoalan ? Apakah gejala dari persoalan keseimbangan terjadi pada serangan-serangan atau terus menerus ? Apakah ia dicetuskan oleh gerakan atau oleh bangun dari posisi duduk atau berbaring ? Apakah ia berhubungan dengan gejala-gejala lain seperti kehilangan pendengaran, telinga-telinga yang berdenging (tinnitus), telinga yang penuh, mual, atau muntah ? Apakah telah ada perubahan-perubahan kesehatan umum, obat-obat baru, trauma kepala baru-baru ini, atau infeksi-infeksi yang baru-baru ini atau sekarang. Ada gejala-gejala neurological lainnya, seperti kelemahan, persoalan-persoalan penglihatan, atau kesemutan ?
Adalah penting untuk mengeksplorasi segala faktor-faktor yang mencetus dan menyebabkan penyakit keseimbangan. Secara spesifik, faktor-faktor ini mungkin termasuk perubahan dari posisi tubuh, hubungan pada gerakan, dan hubungan dengan stress atau hyperventilation. Contohnya, vertigo yang terjadi ketika berbalik di ranjang adalah khas dari benign positional vertigo. Berlawanan dengannya, lightheadedness yang ditimbulkan oleh bangun secara cepat dari posisi berbaring atau duduk adalah khas dari kondisi yang disebut hipotensi orthostatik. Dan, serangan-serangan yang dicetuskan secara emosi mungkin berhubungan dengan ketakutan atau hyperventilation.
Durasi (lamanya) dari serangan vertigo adalah sangat bermanfaat dalam menentukan penyebab. Contohnya vertigo yang mengikuti gerakan kepala dan berlangsung kurang dari satu menit secara khas adalah benign positional vertigo. Namun serangan vertigo yang berlangsung berjam-jam lebih umum disebaban oleh penyakit Meniere. Vetigo yang terus menerus, bagaimanapun, secara khas bukanlah penyakit telinga bagian dalam, namun lebih umum adalah persoalan sistim syaraf pusat (central nervous system).
Pemeriksaan fisik umum dari telinga-telinga, kepala, dan leher harus dilakukan dengan tekanan yang khusus pada tes-tes dari fungsi keseimbangan. Pengujian tambahan seringkali direkomendasikan seperti pengujian-pengujian pendengaran, CT scans, MRI scans (magnetic resonance imaging), electronystagmography (ENG), dan tes-tes darah. ENG adalah teknik untuk mengukur gerakan-gerakan mata yang tidak sukarela (nystagmus) yang berhubungan dengan penyakit-penyakit keseimbangan. Pada beberapa situasi-situasi, perujukan pada spesialis telinga (otolaryngologist) atau neurologist mungkin juga perlu. Sebagai tambahan, konsultasi-konsultasi dengan cardiologist (ahli jantung), psychiatrist, dan ahli-ahli penyakit dalam umum seringkali diindikasikan.

Nasehat Umum Yang Dapat Diberikan Pada Pasien-Pasien Dengan Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Penyakit-penyakit keseimbangan seringkali dapat menjadi sangat tidak dapat diramalkan. Tergantung pada penyebabnya, gejala-gejala dapat terjadi setiap saat, bahkan setelah periode-periode yang panjang dari ketidakhadiran gejala-gejala (remission). Adalah penting, oleh karenanya, untuk mengambil tindakan-tindakan pencegahan yang tepat dalam rangka untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang dapat disebabkan oleh penyakit keseimbangan. Berikut adalah daftar dari rekomendasi-rekomendasi umum untuk orang-orang dengan penyakit-penyakit keseimbangan:
  • Merubah posisi anda secara perlahan-lahan, terutama ketika bergerak dari posisi berbaring atau duduk ke posisi berdiri. Ketika anda turun dari ranjang, duduk pada sisi ranjang untuk beberapa menit untuk mendapatkan orientasi anda dan mengizinkan sistim sirkulasi anda untuk menyesuaikan diri.
  • Ketika berjalan, fokus pada obyek-obyek yang jauh. Jangan melihat kebawah pada kaki-kaki anda. Hindari berjalan di area-area yang gelap atau tanah yang tidak stabil.
  • Ketika berkendara dalam mobil, usahakan untuk duduk di bangku depan. Lihat keluar jendela pada titik yang tetap. Ketika bergerak sekitar tikungan-tikungan, pandang pada obyek yang jauh dibelakang tikungan.
  • Maksimalkan fungsi dari sistim-sistim sensor lain, seperti pendengaran dan penglihatan. Selidiki keperluan untuk kacamata-kacamata atau alat-alat bantu pendengaran yang baru.
  • Gunakan bambu, tongkat jalan, atau walker untuk dukungan dan berikan orientasi tekanan dan sentuhan tambahan (tactile).
  • Jika anda sedang mempunyai serangan-serangan dari dizziness (kepeningan), jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin hingga dokter anda mengatakan aman untuk melakukannya. Hindari menaiki tangga-tangga atau situasi-situasi lain yang mungkin berbahaya jika anda tiba-tiba merasa pening (dizzy).
  • Berhati-hatilah ketika menggunakan obat-obat yang mungkin menyebabkan persoalan-persoalan keseimbangan sebagai efek sampingan.

Merawat Penyakit-Penyakit Keseimbangan

Perawatan dari penyakit keseimbangan atau vestibular akan tergantung pada penyebabnya. Oleh sebab itu, perawatan-perawatan medis khusus (pharmacological) dan operasi didiskusikan dibawah dengan setiap proses penyakit spesifiknya. Pada umumnya, bagaimanapun, kontrol yang symptomatic dari vertigo, tidak perduli penyebabnya, dapat seringkali diselesaikan dengan diazepam (Valium) yang diberikan secara intravena atau secara oral. Mual dan muntah yang menemaninya dapat dirawat dengan droperidol (Inapsine), promethazine (Compazine), prochlorperazine (Phenergan), atau ondansetron (Zophren). Pengisian kembali cairan dan elektrolit adalah seringkali sangat bermanfaat, dan dapat disediakan secara oral atau jika perlu, secara intravena.

Definisi Latihan-Latihan Rehabilitasi Vestibular

Sekali gejala-gejala jangka pendek (akut) dari penyakit keseimbangan telah surut, terapi fisik (yaitu, latihan-latihan rehabilitasi vestibular) dapat menjadi sangat bermanfaat. Tujuan dari rehabilitasi ini adalah untuk membantu pasien menyesuaikan (mengakomodasi) pada persoalan keseimbangan begitu juga untuk mengurangi kekambuhan gejala-gejala. Berikut adalah daftar dari latihan-latihan vestibular yang mungkin bermanfaat.
  1. Duduk atau di ranjang.
    • Gerakan-gerakan mata: gerakan mata-mata pertama-tama secara perlahan-lahan, kemudian secara cepat keatas dan kebawah, sisi ke sisi, dan secara diagonal. Fokus pada jari-jari tangan anda ketika anda menjauhinya dari 1 foot (kaki) sampai 3 feet (kaki) dari muka.
    • Gerakan-gerakan kepala: gerakan kepala pertama-tama secara perlahan-lahan, kemudian secara cepat, dengan mata-mata terbuka, membungkuk kedepan dan kebelakang, memutar dari sisi ke sisi, memiringkan dari sisi ke sisi, den bergerak secara diagonal. Ulangi dengan mata-mata tertutup.
  2. Berdiri
    • Ulangi latihan bagian 1 ketika berdiri.
    • Berubah dari posisi duduk ke posisi berdiri, pertama dengan mata-mata yang terbuka, dan kemudian dengan mata-mata yang tertutup.
    • Lemparkan bola dari tangan ke tangan diatas ketinggian mata.
    • Lemparkan bola dari tangan ke tangan dibawah lutut-lutut.
    • Rubah dari duduk ke berdiri, putar pertama ke satu sisi dan kemudian ke sisi lain.
  3. Bergerak
    • Berjalan menyeberangi ruangan dengan mata-mata yang terbuka, dan kemudian dengan mata-mata yang tertutup.
    • Berjalan menaiki dan menuruni kemiringan dengan mata-mata yang terbuka, dan kemudian dengan mata-mata yang tertutup.
    • Manaiki dan menuruni tangga-tangga dengan mata-mata yang terbuka, dan kemudian dengan mata-mata yang tertutup.
    • Sit up dan berbaring di ranjang.
    • Dududk di kursi, kemudian berdiri.
    • Mengembalikan keseimbangan ketika didorong pada arah yang spesifik.
    • Lempar dan tangkap bola.
    • Turut serta pada setiap permainan yang melibatkan membungkuk dan meregang dan mengarahkan, seperti bowling, volleyball, atau shuffleboard. 



Penyakit-Penyakit Keseimbangan Yang Spesifik Dan Perawatan-Perawatan Mereka

Penyakit Meniere

Silahkan baca artikel utama pada penyakit Meniere untuk informasi tentang kondisi ini.

Sindrom Penyakit Gerakan

Sindrom penyakit gerakan termasuk kondisi-kondisi seperti mabuk-mabuk laut, mabuk-mabuk udara, mabuk-mabuk mobil, dan penyakit ruang. Yang umum pada semua penyakit ini adalah kehadiran dari stimulus gerakan atau penglihatan yang padanya seseorang masih belum beradaptasi. Gejala-gejala termasuk dizziness, keringat yang meningkat, hyperventilation, mual, muntah, nafsu makan yang berkurang, aliran air liur yang meningkat, dan kegelisahan yang kabur (malaise). Respon-respon individual pada situasi yang sama adalah cukup bervariasi. Pada situasi-situasi yang parah, bagaimanapun, bahkan pelaut yang paling berpengalaman dapat dan akan mendapatkan mabuk laut.
Penyakit gerakan berakibat dari konflik antara sistim-sistim keseimbangan (vestibular) dan mata (penglihatan). Contohnya, jika seseorang duduk dalam kabin yang tertutup pada kapal di laut, orang itu akan melihat lingkungan yang diam (tidak berubah) namun sistim vestibular akan mengukur gerakan yang terus menerus. Pada kasus ini, gerakan yang terus menerus dari kepala, seperti yang diukur oleh sistim vestibular, tidak disertai oleh gerakan yang sepadan dari adegan visual. Di titik ini, oleh karenanya, konflik ada antara dua struktur-struktur sensor, mata-mata dan telinga-telinga. Jika seseorang pergi keluar dan melihat pada horison, bagaimanapun, kecocokan antara sinyal-sinyal visual dan vestibular adalah lebih dalam penyesuaian, dan mabuk laut membaik. Dengan cara yang sama, ketika berkendaraan dalam mobil, duduk di bangku depan mengizinkan penglihatan samping yang luas dari struktur-struktur sekeliling yang tidak berubah.
Penyakit gerakan dapat juga terjadi pada ketidakhadiran dari gerakan. Contohnya, simulator gerakan tipe hiburan atau gambar-gambar hidup bioskop dapat menginduksi gejala-gejala dari penyakit gerakan. Pada situasi-situasi ini, penyakit gerakan terjadi karena sistim visual melihat/merasa gerakan namun sistim vestibular tidak mendeteksi gerakan. Sekali lagi, ada konflik antara sistim-sistim vestibular dan visual.
Penyakit ruangan adalah jenis lain dari penyakit gerakan, yang ditimbulkan oleh gerakan kepala yang aktif di ruangan. Faktanya, penyakit ruangan telah dilaporkan pada 50% dari astronauts. Ia biasanya hilang dalam 2-3 hari perjalanan ruang angkasa. Seperti yang anda mungkin harapkan, kekurangan dari gaya berat nampaknya adalah kekuatan yang aktif dalam penyakit ruangan ini. Persoalan diperkirakan terjadi karena saccule dan utricle pada vestibule mengukur efek dari keduanya akselerasi linear dan gaya berat. Di bumi, oleh karenanya, gerakan kepala yang spesifik akan menghasilkan respon yang terdefinisi dengan baik, sementara di ruang angkasa (ketidakhadiran dari gaya berat), gerakan kepala yang sama akan menghasilkan respon yang berbeda. Setelah beberapa hari di ruang angkasa, bagaimanapun, kebanyakan astronauts akan menera ulang (recalibrate) sistim-sistim vestibular mereka untuk memperhitungkan ketidakhadiran dari gaya berat. Namun kemudian, waktu kembali ke lingkungan dengan gaya berat, astronauts seringkali akan mengembangkan penyakit gerakan transient (singkat) hingga mereka dapat menyesuaikan kembali pada berfungsinya gaya berat.
Sifat penting lain dari penyakit gerakan adalah proses adaptasi. Adaptasi terjadi dengan paparan yang terus menerus pada gerakan yang menyebabkan penyakit gerakan. Jadi, adalah bukan tidak biasa untuk seseorang merasakan mabuk laut pada hari pertama keluar ke laut. Namun kemudian mereka beradaptasi (menyesuaikan) pada gerakan yang terus menerus dan tidak lagi mempunyai gejala-gejala dari penyakit gerakan. Pada sisi lain, mal de debarquement syndrome adalah sensasi yang gigih dari gerakan setelah kembali ke lingkungan yang stabil. Jadi, hingga sistim vestibular mampu untuk menyesuaikan dirinya, individu-individu seringkali melaporkan perasaan dari gerakan untuk beberapa jam sampai berhari-hari setelah mendarat dari perjalanan laut.
Penyakit gerakan dapat terjadi pada segala umur, meskipun frekwensinya meningkat setelah umur 40 tahun. Dengan sangat menarik, anak-anak dibawah umur dua tahun nampaknya sangat resisten pada penyakit gerakan. Respon resisten atau khusus pada satu bentuk penyakit gerakan tidak menjamin resisten atau memprediksi respon pada bentuk-bentuk lain dari penyakit gerakan. Faktor-faktor psikologi mungkin juga memainkan peran dalam pengembangan penyakit gerakan.

Merawat Penyakit Gerakan

Beragam obat-obat dan obat-obat rumah telah didengungkan sebagai obat untuk penyakit gerakan. Sayangnya, bagaimanapun, sedikit obat-obat yang efektif, dan tidak satupun memberikan perlindungan sepenuhnya. Obat-obat yang tidak memerlukan resep termasuk dramamine dan meclizine (Bonine, Antivert). Obat-obat resep termasuk obat-obat penenang (tranquilizers), anti-depressants, dan anti-mual. Scopolamine digunakan sebagai plester scopolamine (Transderm Scop) yang ditempelkan pada kulit dibelakang telinga. Plester-plester scopolamine adalah aman dan efektif dan dapat menyediakan perlindungan sampai tiga hari. Pada kaum tua, bagaimanapun, mereka dapat menyebabkan persoalan-persoalan psikologi sebagai efek-efek sampingan.
Semua obat-obat penyakit gerakan bekerja dengan mengurangi aktivitas pada pusat vestibular (nucleus) di otak. Mereka dengan demikian mengurangi potensi untuk konflik keseimbangan mata (visual-vestibular). Penyakit gerakan biasanya adalah persoalan yang dapat merawat sendiri. Pada kasus-kasus yang parah dan progresif, bagaimanapun, evaluasi medis harus dilakukan.

Vestibular Migraines

Dizziness (kepeningan) sebagai gejala dari migraine adalah penyebab yang umum dan seringjkali diabaikan dari penyakit-penyakit keseimbangan. Migraine adalah penyakit pembuluh darah (vascular) yang dikarakteristikan oleh sakit-sakit kepala yang periodik, biasanya satu sisi. Sakit-sakit kepala ini seringkali didahului untuk waktu yang bervariasi oleh gejala-gejala neurological yang berhubungan, yang disebut aura. Dizziness dan vertigo dapat terjadi pada individu-individu dengan migraine sebagai bagian dari migraine aura atau secara terpisah. Lebih jauh, dizziness mungkin tidak terjadi pada saat yang sama seperti sakit kepala dan dapat bahkan terjadi sebagai kejadian yang terisolasi. Terutama sekali pada pasien-pasien yang lebih muda, dizziness atau vertigo mungkin secara keseluruhan mendahului timbulnya sakit-sakit kepala.
Sejarah migraine keluarga adalah sangat umum. Sesungguhnya, sejarah migraine keluarga harus mewaspadakan seseorang bahwa penyakit keseimbangan mungkin berhubungan dengan migraine. Migraine diperkirakan mempengaruhi hampir 25% dari wanita-wanita, 15% dari pria-pria, dan 5% sampai 10% dari anak-anak. Vertigo adalah sangat umum pada orang-orang dengan migraine, terjadi pada kira-kira 25% dari mereka. Sebenarnya, pada satu rangkaian, 42% dari pasien-pasien migraine yang mengalami vertigo tidak dalam hubungan dengan sakit-sakit kepala mereka.
Penatalaksanaan dari migraine dibagi kedalam dua kategori-kategori: perawatan-perawatan symptomatic dan pencegahan. Serangan-serangan akut dapat dirawat dan dihentikan dengan berbgai obat-obat termasuk Fiorinal, Midrin, dan sumatriptan (Imitrex). Perawatan pencegahan paling seringkali diselesaikan dengan propranolol (Inderal). Amitriptyline, calcium channel blockers, dan acetazolamide (Diamox) juga digunakan. Acetazolamide telah menjadi terutama efektif dalam merawat pasien-pasien dengan gejala-gejala vestibular yang berhubungan dengan migraine.

Trauma Telinga Bagian Dalam

Trauma pada telinga bagian dalam dapat terjadi dari luka-luka yang menusuk kedalam, trauma tengkorak yang tumpul dengan retak dasar tengkorak (temporal bone), kerusakan akibat benturan keras pada telinga bagian dalam, dan trauma suara atau tekanan (barotrauma). Trauma telinga sendiri dapat menyebabkan gejala-gejala keseimbangan. Namun, sebagai tambahan, trauma kepala dapat melepaskan particulate matter yang menjadi mengambang bebas didalam telinga bagian dalam dan menyebabkan positional vertigo (lihat benign paroxysmal positional vertigo dalam artikel ini). Perawatan diarahkan pada luka yang mendasarinya. Terapi rehabilitasi vestibular seringkali bermanfaat.

Perilymphatic Fistula

Cairan perilymphatic merendam struktur-struktur yang berselaput (vestibule, semicircular canals, dan cochlea) dari telinga bagian dalam. (Struktur-struktur ini diisi dengan cairan lain yang disebut endolymph). Perilymphatic fistula terjadi ketika ada kebocoran cairan perilymphatic dari lubang antara bagian dari telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah atau mastoid. Lubang ini dapat berakibat dari operasi, trauma, infeksi, kelainan perkembangan (sebelum lahir), atau perubahan yang tiba-tiba dalam tekanan. Pada situasi-situasi yang jarang, ia dapat terjadi tanpa segala penyebab yang jelas.
Pasien-pasien dengan perilymphatic fistula biasanya mengeluh timbulnya yang tiba-tiba dari vertigo atau dizziness. Pada lebih dari 50% dari pasien-pasien, kehilangan pendengaran sepenuhnya juga terjadi. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasikan pada operasi ketika lubang terlihat secara aktual. Meskipun kebanyakan perilymphatic fistulas akan sembuh secara spontan dengan beristirahat, pada beberapa situasi-situasi, operasi dilakukan untuk menambal lubang.

Kerusakan Pengobatan Pada Telinga Bagian Dalam (Ototoxicity)

Ototoxicity merujuk pada kerusakan yang disebabkan pada telinga bagian dalam (labyrinth) dari penggunaan beragam obat-obat. Obat-obat ini dapat merusak sistim keseimbangan telinga bagian dalam (vestibular) atau sistim pendengaran (auditory) atau kedua-duanya. Ternyata pasien-pasien seringkali terbaring sakit dan sangat sakit ketika diberikan obat-obat ini. Oleh karenanya, adalah seringkali hanya setelah mereka telah sembuh dari penyakit mereka bahwa mereka mulai sadar efek-efek yang membinasakan dari kerusakan ini pada telinga bagian dalam.
Aminoglycosides adalah antibiotik-antibiotik yang umum yang diketahui merusak telinga bagian dalam. Streptomycin dan gentamicin lebih secara selektif merusak sistim vestibular, sedangkan kanamycin, tobramycin, dan amikacin (Amikin) lebih secara selektif merusak sistim auditory. Contohnya, gentamicin toxicity dapat menyebabkan gejala-gejala dari ketidakseimbangan dan bahkan oscillopsia. Oscillopsia berakibat dari kehilangan fungsi keseimbangan pada kedua telinga bagian dalam. Sebagai akibatnya, pasien-pasien ini tidak mampu untuk berfokus pada obyek ketika mereka menggerakan kepala mereka atau sedang berjalan.
Salicylates (contoh, aspirin) dapat menyebabkan kehilangan pendengaran, bunyi dering dalam telinga-telinga (tinnitus), dizziness, kehilangan keseimbangan, dan adakalanya vertigo. Tidak seperti obat-obat lain yang merusak telinga bagian dalam, bagaimanapin, salicylates menyebabkan gejala-gejala dari ototoxicity yang hilang dalam 24 jam setelah menghentikan obat.
Cisplatinum adalah obat kemoterapi yang umum yang digunakan dalam perawatan kanker. Sayangnya, ia mempunyai keduanya auditory dan vestibular ototoxicity. Frekwensi kerusakan pada telinga bagian dalam telah dilaporkan setinggi 50% dari pasien-pasien. Efek-efek kerusakannya dapat dikurangi, bagaimanapun, dengan pemasukan obat yang perlahan dan membagi dosis obat melalui waktu yang diperpanjang.
Sekali ototoxicity terjadi, kerusakan biasanya tidak dapat diubah lagi. Terapi fisik (latihan-latihan rehabilitasi vestibular) seringkali bermanfaat. Namun, banyak orang-orang tua kekurangan kemampuan untuk mengkompensasi sepenuhnya kehilangan vestibular. Kunci penatalaksanaan dari ototoxicity adalah kesadaran keduanya pasien dan dokter dan pencegahan dari efek-efek sampingan yang potensial dari obat-obat ini. Jika pasien mencatat kehilangan pendengaran atau indera keseimbangan, gejala-gejala ini harus dilaporkan ke dokter segera. Dan, jika practical, obat harus dihentikan.

Acoustic neuromas Dan Tumor-Tumor Lain Cerebellopontine Angle (CPA)

Acoustic neuroma adalah tumor yang jinak dari insulating cells (Schwann cells) dari syaraf cranial kedelapan (vestibulocochlear). Tumor berkembang pada bagian vestibular dari syaraf cranial kedelapan ketika ia keluar dari brainstem (batang otak) pada cerebellopontine angle (CPA). Jadi, gejala-gejala awal utama dari acoustic neuroma biasanya dihubungkan pada gangguan keseimbangan.
Acoustic neuroma juga dikenal sebagai tumor vestibular schwannoma atau CPA. (Sebenarnya, segala tumor yang timbul di lokasi ini dari brainstem juga dikenal sebagai CPA tumor). Syaraf vestibular kemudian berjalan melalui internal auditory canal dari temporal bone ke telinga bagian dalam. Sebagai tambahan pada dua cabnag-cabang vestibular, internal auditory canal juga merumahi syaraf tunggal cochlear (bagian lain dari syaraf cranial kedelapan) dan syaraf cranial ketujuh (facial).
Acoustic neuromas ditemukan secara sporadis pada populasi, atau secara spesifik dalam hubungan dengan kondisi yang disebut neurofibromatosis Type 2. Neurofibromatosis adalah penyakit keturunan yang jarang yang berhubungan dengan bilateral acoustic neuroma tumors dan tumor-tumor neural lain. Pada setiap kasus, kedua tipe-tipe dari acoustic neuromas berhubungan dengan kelainan genetik tertentu (kerusakan pada gen NF-2 yang berlokasi pada kromosom 22). Acoustic neuromas mewakili 6% dari semua tumor-tumor otak, namun 80% dari semua tumor-tumor CPA. Acoustic neuromas terjadi dengan kejadian tahunan dari 1 per 100,000 orang.
Acoustic neuromas biasanya tumbuh keluar dari internal auditory canal meluber kedalam cerebellopontine angle. Ketika tumor tumbuh, ia menekan dan merusak cochlear (hearing) division dari syaraf cranial kedelapan dan suplai darahnya. Kerusakan syaraf ini kemudian berakibat pada gangguan pendengaran. Untuk kebanyakan bagian, acoustic neuromas tumbuhnya perlahan. Jadi, 90% dari tumor-tumor ini tumbuh pada angka yang tidak lebih cepat dari satu mm per tahun.

Benign paroxysmal positional vertigo (cupulolithiasis)

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah penyebab umum dari vertigo. Ia dikarakteristikan oleh episode-episode vertigo yang parah yang berhubungan dengan gerakan kepala yang spesifik. Terutama tidak hadir pada BPPV adalah kehilangan pendengaran, bunyi berdering di telinga-telinga (tinnitus), dan kepenuhan telinga. Pasien-pasien seringkali akan menggambarkan vertigo setelah berguling dalam ranjang (biasanya pada hanya satu sisi) yang seringkali akan membangunkan mereka dari tidur. Serangan-serangan akan juga terjadi setelah berdiri dari oisisi melengking, memiringkian kepala kebelakang untuk mencukur muka atau mencuci rambut, atau menggapai diatas kepala untuk mengambil sesuat dari rak tinggi. Vertigo biasanya terjadi setelah penundaan 1-2 detik setelah gerakan kepala yang provocatif. Vertigo berlangsung singkat, seringkali kurang dari 30 detik. Namun banyak pasien-pasien akan menggambarkan tipe yang samar dari persoalan keseimbangan (disequilibrium) antara episode-episode.
BPPV meningkat dengan bertambahnya umur dengan kejadian tahunan dari 10-50 kasus-kasus per 100,000 populasi. Ada sedikit keunggulan wanita. Kondisi seringkali berhubungan dengan trauma kepala. BPPV didiagnosa secara klinis berdasarkan penemuan-penemuan fisik yang khas dari positional vertigo dan berkoresponden pada gerakan-gerakan mata yang tidak sukarela, cepat, yang berulang (nystagmus).
Batu-batu kecil yang terlepas (cupulolithiasis) didalam telinga bagian dalam menyebabkan BPPV. Batu-batu ini adalah kristal-kristal calcium carbonate yang normalnya terikat pda massa seperti agar-agar yang disebut cupula. Cupula menutupi macula, yang adalah struktur padat dalam dinding dari dua kantong-kantong -- utricle dan saccule -- yang membentuk vestibule. Ketika batu-batu terlepas, mereka mengapung kedalam semicircular canals dari telinga bagian dalam. Faktanya, pemeriksaan-pemeriksaan microscopic dari telinga bagian dalam dari pasien-pasien yang menderita dengan BPPV telah menunjukan batu-batu ini.
Pada semicircular canals, batu-batu bergerak dari sisi ke sisi, dengan demikian menstimulasi canal. Sebagai akibatnya, canal memberi sinyal pada otak dengan jalan dari cabang ampullary dari syaraf vestibular yang mengukur rotasi. Sayangnya, telinga yang lain, mata-mata, dan sensor-sensor proprioceptive dari tubuh tidak sepandan, dan pasien kemudian mengalami vertigo. Sungguh, secara operasi memotong melintang (sectioning) syaraf ampullary akan segera menghentikan vertigo.
Perawatan dari BPPV adalah dengan terapi fisik. Jadi, maneuver-maneuver reposisi, seperti Epley maneuver, adalah efektif dengan menggerakan batu-batu dari semi-circular canals kebelakang ke dalam vestibule dari telinga bagaian dalam.

Vertebral basilar insufficiency

Vertebral basilar insufficiency terjadi ketika ada penyempitan dari arteri-arteri yang mensuplai posterior brain (subclavian, vertebral, atau basilar arteries). Ia biasanya adalah akibat dari pengerasan arteri-arteri (atherosclerosis), dan terjadi diantara pasien-pasien yang lebih tua dari umur 50 tahun. Arteri-arteri yang menyempit mengurangi aliran darah dan, oleh karenanya, oksigen ke pusat vestibular dalam otak. Karena sistim vestibular adalah sangat sensitif pada kekurangan oksigen, persoalan-persoalan keseimbangan adalah seringkali salah satu dari gejala-gejala pertama dari vertebral basilar insufficiency.
Tanda-tanda lain dari oksigen yang berkurang pada otak biasanya juga hadir. Tanda-tanda ini termasuk perubahan-perubahan visual, kelemahan, dan pingsan. Pasien-pasien cenderung menggambarkan ketidakseimbangan mereka sebagai lightheadedness yang seringkali terjadi ketika berdiri secara cepat. Faktanya, pasien-pasien jarang mendapat lightheaded atau pening ketika berbaring rata atau beristirahat dalam bangku. Mengukur kejatuhan dalam tekanan darah dan peningkatan nadi ketika pasien berdiri tegak dapat mengkonfirmasi vertebral basilar insufficiency. Penyebab-penyebab lain dari tipe kepeningan ini termasuk persoalan-persoalan jantung dan efek-efek sampingan obat.

Labyrinthitis

Labyrinthitis adalah peradangan dari telinga bagian dalam yang bertulang atau berselaput (labyrinth). Ingat bahwa telinga bagian dalam terbentuk dari komponen-komponen keseimbangan (vestibular) dan pendengaran (auditory). Labyrinth yang bertulang melingkungi dan melindungi labyrinth berselaput yang lembut. Pada umumnya, infeksi-infeksi bakteri mempengaruhi labyrinth bertulang dan infeksi-infeksi virus mempengaruhi labyrinth berselaput.
Bacterial labyrinthitis: Ada tiga tipe-tipe dari infeksi-infeksi bakteri yang dapat menjurus pada labyrinthitis: toxic labyrinthitis, acute suppurative (mengandung nanah) labyrinthitis, dan syphilitic labyrinthitis.
Pada toxic labyrinthitis, racun-racun bakteri dari telinga bagian tengah menyerang telinga bagian dalam dengan melewati (diffusing) melalui jendela yang bulat dari telinga bagian dalam. Kehilangan pendengaran dan ketidakseimbangan kedua-duanya dapat terjadi. Perawatan termasuk antibiotik-antibiotik yang diarahkan pada bakteri-bakteri, sayatan dari gendang telinga, dan pengaliran dari ruang telinga bagian tengah.
Suppurative labyrinthitis adalah relatif tidak umum. Ia adalah infeksi bakteri yang dikarakteristikan oleh penimbulan yang tiba-tiba (akut) dari vertigo yang berhubungan dengan kehilangan pendengaran. Ia seringkali adalah akibat dari infeksi-infeksi telinga bagian tengah yang kronis yang menciptakan massa yang mengeras dari puing-puing dan kolesterol (cholesteatoma). Massa yang keras mengikis kepadatan yang mengelilingi tulang dari telinga bagian dalam, dengan demikian memaparkan telinga bagian dalam pada infeksi. Sumber lain dari suppurative labyrinthitis adalah dari peradangan selaput otak (meninges) yang disebut meningitis.
Syphilitic labyrinthitis juga adalah infeksi bakteri dari telinga bagian dalam. Ia dapat hadir pada kelahiran (congenital) atau diperoleh. Gejala-gejala biasanya berfluktuasi dan berkembang secara perlahan. Namun ada kemajuan yang tak menaruh kasihan ke kehilangan pendengaran dan keseimbangan yang sangat besar atau total. Episode yang tiba-tiba (akut) dari ketulian atau dizziness (kepeningan), bagaimanapun, mugkin terjadi.
Bentuk bawaan (sejak lahir) dari syphilitic labyrinthitis mungkin mempunyai penimbulan-penimbulan gejala-gejalanya dimanapun dari kelahiran sampai umur 70 tahun. Kejadian puncak adalah antara umur 30 dan 50 tahun. Tanda-tanda lain dari congenital syphilis seringkali juga hadir, seperti peradangan mata (interstitial keratitis) yang kronis pada 90% dari pasien-pasien, Hutchinson's notched teeth, hidung bentuk pelana atau sadel, dan pembengkakan dahi (frontal bossing).
Syphilitic labyrinthitis seringkali dikacaukan dengan penyakit Meniere. Diagnosis dari syphilis ditegakan dengan menemukan tes penyerapan serum antibodi fluorescent treponemal pada pasien dengan sejarah klinis yang khas dari kehilangan pendengaran dan vertigo yang berfluktuasi dan progresif. Hasil tes serum Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) adalah positif pada hanya 75% dari kasus-kasus, membuatnya pengujian yang tak dapat dipercaya untuk syphilitic labyrinthitis. Pemeriksaan dari cairan cerebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang), bagaimanapun, mungkin menunjukan tes VDRL yang positif atau kehadiran dari tipe tertentu dari sel darah putih (lymphocytes) dalam cairan. Perawatan adalah dengan dosis penicillin yang tinggi dan obat-obat tipe cortisone.
Viral labyrinthitis (vestibular neuronitis): Labyrinthitis yang disebabkan oleh infeksi virus adalah kondisi yang umum. Ia biasanya dirujuk sebagai vestibular neuronitis, viral labyrinthitis, atau viral neurolabyrinthitis. Meskipun penyebab virus untuk penyakit ini masih belum dibuktikan dengan tegas, banyak studi-studi populasi (epidemiological) dan jaringan microscoscopy (histopathological) yang dilakukan dengan baik mendukung penyebab virus. Secara khas, penimbulan yang berangsur-angsur dari vertigo, mual, dan muntah terjadi melalui waktu beberapa jam. Gejala-gejala mencapai puncak dalam waktu 24 jam dan kemudian berangsur-angsur membaik melalui waktu beberapa hari. Kebanyakan pasien-pasien mempunyai kesembuhan sepenuhnya dalam waktu 6 minggu. Perawatan diarahkan pada penekanan gejala-gejala. Ini termasuk vestibular suppressants seperti diazepam (Valium), latihan-latihan vestibular, dan hidrasi. Beberapa bukti menyarankan bahwa obat-obat dosis tinggi tipe cortisone yang diberikan pada awal penyakit dengan atau tanpa antiviral agents mungkin bermanfaat.



Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit otak demyelinating (kehilangan isolasi sel syaraf) dari penyebab yang tidak diketahui. MS biasanya mengikuti perjalanan dari gejala-gejala yang membaik (remissions) dan gejala-gejala yang memburuk (exacerbations) secara bergantian. Meskipun vertigo atau dizziness (kepeningan) adalah bukan satu-satunya indikasi dari multiple sclerosis, ia adalah gejala yang umum yang terjadi pada suatu ketika dalam penyakit. Jadi, vertigo adalah gejala awal pada kira-kira 5% dari pasien-pasien, namun dilaporkan pada suatu waktu selama penyakit sebanyak 50%. Sebagai tambahan, kehilangan pendengaran terjadi pada kira-kira 10% dari pasien-pasien. Diagnosis dari MS disarankan ketika dewasa muda mempunyai sejarah dari beragam kelainan-kelainan neurological (contohnya, gangguan penglihatan, kelemahan otot, kesukaran berbicara, dan perubahan-perubahan mental) yang dikarakteristikan oleh remisi-remisi (perbaikan) dan perburukan-perburukan.

Ketakseimbangan Dari Penuaan

Ketika individu-individu menua, ada pengurangan yang umum pada fungsi vestibular. Pengurangan ini disertai oleh pengurangan yang umum pada indera penglihatan, posisi (proprioception), kekuatan otot dan tulang, dan fungsi otak. Semua dari perubahan-perubahan ini digabungkan seringkali menjurus pada perasaan ketidakseimbangan yang melaju dengan perlahan (disequilibrium). Meskipun demikian, perubahan-perubahan ini mungkin sebagian besar dikompensasikan oleh masukan visual (penglihatan). Sebagai konsekwensi, pasien-pasien yang tua mungkin mencatat lebih banyak persoalan-persoalan keseimbangan pada waktu malam hari. Pemeriksaan fisik umum adalah penting untuk menyampingkan kondisi-kondisi serius lain seperti tumor-tumor atau stroke yang dapat menyebabkan persoalan-persoalan keseimbangan.
Akhirnya, pasangan yang tertentu dari gejala-gejala -- dizziness, berjalan yang goyah, frekwensi buang air kecil yang meningkat, dan kelupaan -- mungkin teradi pada pasien-pasien tua yang disebabkan oleh kondisi yang disebut communicating hydrocephalus. Pada kondisi ini, akumulasi yang tak kentara dari cairan cerebrospinal terjadi di otak yang disebabkan oleh kegagalan dari penyerapan cairan. Tidak ada rintangan dari cairan cerebrospinal dan tekanan dari cairan adalah normal. Meskipun demikian, menciptakan langsiran (shunt) untuk pengaliran dari cairan yang berlebihan dapat memperbaiki gejala-gejala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar