Jumat, 25 Maret 2011

Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Introduksi Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Fainting, "blacking out"; atau syncope atau pingsan adalah kehilangan sementara kesadaran yang diikuti oleh kembalinya kesadaran sepenuhnya. Kehilangan kesadaran mungkin ditemani oleh kehilangan kekuatan otot yang dapat berakibat pada kejatuhan atau terjungkir. Untuk mengerti lebih baik mengapa fainting dapat terjadi, adalah berguna untuk menjelaskan mengapa seseorang sadar atau terjaga.
Otak mempunyai banyak bagian-bagian, termasuk dua hemispheres, cerebellum, dan brain stem (batang otak). Otak memerlukan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glucose (gula) pada sel-selnya untuk menopang kehidupan. Supaya tubuh terjaga (sadar), area yang dikenal sebagai reticular activating system yang berlokasi pada batang otak perlu dinyalakan, dan paling sedikit satu hemisphere otak perlu berfungsi. Untuk fainting atau syncope terjadi, salah satu yang berikut yaitu reticular activating system perlu kehilangan suplai darahnya, atau kedua hemispheres otak perlu dicabut darah, oksigen, atau glucose-nya. Jika tingkat-tingkat gula darah adalah normal aliran darah harus diganggu dengan singkat ke seluruh otak atau pada reticular activating system.
Fainting tidak disebabkan oleh trauma kepala, karena kehilangan kesadaran setelah luka kepala dipertimbangkan sebagai concussion (gegar otak). Bagaimanapun, fainting dapat menyebabkan luka jika orang itu jatuh dan melukai dirinya, atau jika pingsan terjadi ketika berpartisipasi pada aktivitas seperti mengemudi kendaraan.

Penyebab Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Aliran darah yang berkurang ke otak dapat terjadi karena 1) jantung gagal memompa darah; 2) pembuluh-pembuluh darah tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mempertahankan tekanan darah untuk mengantar darah ke otak; 3) tidak ada cukup darah atau cairan didalam pembuluh-pembuluh darah; atau 4) kombinasi dari sebab-sebab satu, dua, atau ketiganya yang diatas.

Peubahan-Perubahan Irama Jantung

Perubahan-perubahan irama jantung (aritmia) adalah penyebab-penyebab yang paling umum dari fainting atau syncope atau pingsan. Sementara ini mungkin kedengarannya tidak menyenangkan, seringkali pingsan disebabkan oleh perubahan sementara pada fungsi tubuh yang normal.
Adakalanya, perubahan irama jantung adalah lebih berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Jantung adalah pompa elektrik, dan jika persoalan sistim elektrik ada, jantung mungkin adakalanya tidak mampu memompa darah secara memadai, menyebabkan kejatuhan-kejatuhan jangka pendek pada tekanan darah. Persoalan-persoalan elektrik mungkin menyebabkan jantung untuk berdenyut terlalu cepat, terlalu perlahan, atau secara tidak teratur.
Denyut jantung yang cepat atau tachycardia (tachy = cepat + cardia = jantung) adalah irama yang abnormal yang dihasilkan pada bilik-bilik bagian atas atau bagian bawah jantung dan mungkin mengancam nyawa. Jika sampai jantung berdenyut terlalu cepat, mungkin tidak ada cukup waktu untuknya mengisi dengan darah diantara setiap denyut jantung, yang kemudian mengurangi jumlah darah yang dapat disuplai oleh jantung ke tubuh. Tachycardias dapat terjadi pada segala umur dan mungkin tidak dihubungkan pada penyakit jantung atherosclerotic.
Dengan bradycardia, atau denyut jantung yang perlahan (brady = perlahan + cardia = jantung), kemampuan jantung untuk memompa darah mungkin dikompromikan. Ketika jantung menua, sistim elektrik dapat menjadi rentan dan rintangan-rintangan jantung, atau gangguan-gangguan sistim elektrik, dapat terjadi, menyebabkan denyut jantung melambat.
Disamping persoalan-persoalan struktural elektrik jantung, obat-obat mungkin adalah tertuduhnya. Ketika mengkonsumsi obat-obat yang diresepkan untuk kontrol tekanan darah [contohnya, beta blockers seperti metoprolol (Lopressor, Toprol XL), propranolol (Inderal, Inderal LA), atenolol (Tenormin), atau calcium channel blockers seperti diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac), verapamil (Calan, Verelan dll.), amlodipine (Norvasc)], jantung dapat adakalanya menjadi lebih sensitif pada efek-efek dari obat-obat ini dan berdenyut perlahannya secara abnormal dan mengurangi output darah dari jantung.

Kondisi-Kondisi Struktural Jantung

Persoalan-persoalan struktural dengan jantung dapat menyebabkan fainting atau syncope atau pingsan, karena ada persoalan dengan kemampuan jantung untuk memompa darah secara memadai atau karena persoalan-persoalan klep jantung. Ketika otot jantung menjadi rusak atau meradang ia mungkin tidak mempunyai kemampuan untuk memompa darah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tubuh. Contoh-contoh termasuk serangan jantung (myocardial infarction) atau kardiomiopati (cardiomyopathy), dimana otot jantung melemah.

Kondisi-Kondisi Klep Jantung

Kelainan-kelainan dengan otot-otot jantung dapat juga menyebabkan fainting atau syncope atau pingsan. Klep-klep mengizinkan darah untuk berjalan ke arah yang benar ketika jantung memompa. Penyakit-penyakit klep mungkin termasuk penyempitan yang abnormal (stenosis) atau kebocoran (kekurangan atau regurgitation). Yang manapun dari kedua situasi dapat menyebabkan persoalan-persoalan mempertahankan aliran darah yang memadai ke tubuh.

Kematian Cardiac Yang Tiba-Tiba

Pada orang-orang muda, terutama atlit-atlit, fainting atau syncope atau pingsan dapat terjadi karena penebalan yang abnormal dari bagian-bagian otot jantung (hypertrophic cardiomyopathy). Ini mungkin menghalangi darah ketika ia mencoba meninggalkan jantung, terutama ketika jantung diminta berdenyut lebih keras selama latihan. Kematian tiba-tiba pda atlit-atlit mungkin dibayangi oleh episode-episode dari syncope.

Postural Hypotension

Kehilangan cairan intravascular, yaitu darah dan air didalam pembuluh-pembuluh darah, dapat juga menyebabkan fainting atau syncope atau pingsan. Biasanya, fainting akan terjadi ketika seseorang berdiri dengan cepat dari posisi berbaring atau duduk dan tidak ada cukup waktu bagi tubuh untuk mengkompensasi dengan membuat jantung berdenyut lebih cepat, atau memperoleh pembuluh-pembuluh darah menyempit untuk mempertahankan tekanan darah tubuh dan aliran darah ke otak. Ini dirujuk sebagai postural hypotension.

Vasovagal syncope

Vasovagal syncope adalah salah satu penyebab-penyebab yang paling umum dari fainting. Pada situasi ini, keseimbangan antara kimia-kimia adrenaline dan acetylcholine terganggu. Adrenaline menstimulasi tubuh, termasuk membuat jantung berdenyut lebih cepat dan pembuluh-pembuluh darah menyempit, dengan demikian meningkatkan tekanan darah. Acetylcholine melakukan sebaliknya. Ketika syaraf vagus distimulasi, acetylcholine yang berlebihan dilepaskan, denyut jantung melambat dan pembuluh-pembuluh darah melebar, membuat darah lebih sukar untuk mengalahkan gaya berat dan dipompa ke otak. Pengurangan sementara ini pada aliran darah ke otak menyebabkan episode syncopal (fainting).
Nyeri dapat menstimulasi syaraf vagus dan adalah penyebab umum dari vasovagal syncope. Stimuli berbahaya (berbisa) lain dapat melakukan hal yang sama, termasuk penyebab-penyebab stres situasi. Adalah umum bagi mahasiswa-mahasiswa kedokteran dan perawat untuk pingsan ketika mengamati operasi atau otopsi pertama mereka. Beberapa orang-orang jatuh pingsan ketika mendengar berita-berita buruk; yang lain-lain jatuh pingsan ketika mereka melihat darah atau jarum-jarum suntikan. Pada jaman Victorian ini dikenal sebagai swoon.
Situasi-situasi lain secara umum menyebabkan denyut jantung melambat untuk sementara dan menyebabkan fainting. Berusaha keras waktu buang air kecil, buang air besar, atau batuk dapat menyebabkan respon vagal, meningkatkan tingkat-tingkat acetylcholine dan mengurangi aliran darah ke otak.

Anemia

Anemia (jumlah sel darah merah yang rendah), apakah ia terjadi secara akut dari perdarahan atau secara berangsur-angsur untuk keberagaman sebab-sebab, dapat menyebabkan fainting karena tidak ada cukup sel-sel darah merah yang mengantar oksigen ke otak.

Dehidrasi

Dehidrasi, atau kekurangan air dalam tubuh dapat dengan cara yang sama menyebabkan fainting atau syncope atau pingsan. Ini dapat disebabkan oleh kehilangan yang berlebihan dari air dari muntah, diare, berkeringat, atau oleh pemasukan cairan yang tidak memadai. Beberapa penyakit-penyakit seperti diabetes dapat menyebabkan dehidrasi dengan kehilangan air yang berlebihan dalam urin.

Orthostatic hypotension

Pembuluh-pembuluh darah perlu mempertahankan kekuatan mereka sehingga tubuh dapat menahan efek-efek dari gaya berat dengan perubahan-perubahan pada posisi. Ketika posisi tubuh berubah dari berbaring ke berdiri, sistim syaraf autonomik (bagian dari otak yang tidak dibawah kontrol kesadaran), meningkatkan kekuatan pada dinding-dinding pembuluh darah, membuat mereka menyempit, dan pada saat yang bersamaan meningkatkan denyut jantung sehingga darah dapat dipompa naik keatas ke otak. Ketika orang-orang menua, pembuluh-pembuluh darah mungkin menjadi kurang ulet, dan orthostatic hypotension (tekanan darah yang relatif rendah dengan berdiri) mungkin tejadi dan menyebabkan syncope.

Vertebrobasilar system

Pembuluh-pembuluh darah ke otak adalah tidak berbeda dengan pembuluh-pembuluh darah lain apa saja dalam tubuh dan berada pada risiko penyempitan dengan umur, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Sementara kebanyakan orang-orang sadar akan arteri-arteri karotid yang mensuplai bagian-bagian yang memikir dari otak, set yang lain dari arteri-arteri mensuplai dasar otak. Sistim vertebrobasilar ini juga berisiko untuk menyempit, dan sampai ada gangguan sementara pada aliran darah ke otak bagian tengah dan reticular activating system, fainting atau syncope atau pingsan mungkin terjadi. Arteri-arteri vertebral berjalan ke otak pada bagaian belakang dari leher dan dibungkus dalam terowongan-terowongan yang bertulang. Jika aliran darah pada arteri-arteri ini terganggu, batang otak (brain stem) dan reticular activating system mungkin padam, menyebabkan syncope.

Electrolyte Imbalance (Ketidakseimbangan Elektrolit)

Kelainan-kelainan elektrolit dan hormon mungkin juga bertanggung jawab untuk syncope; bagaimanapun, penyebab-penyebab ini disebabkan oleh efek-efek mereka pada jantung dan pembuluh-pembuluh darah.

Pengobatan-Pengobatan Dan Obat-Obat Lain

Pengobatan-pengobatan atau obat-obat lain mungkin juga adalah penyebab-penyebab yang berpotensi dari fainting atau syncope atau pingsan termasuk yang untuk tekanan darah tinggi yang dapat melebarkan pembuluh-pembuluh darah, antidepressants yang dapat mempengaruhi aktivitas elektrik jantung, dan yang mempengaruhi keadaan mental seperti obat-obat nyeri, alkohol, dan cocaine.

Kehamilan

Syncope juga berhubungan pada kehamilan. Penjelasan-penjelasan yang mungkin termasuk kompresi dari inferior vena cava (vena besar yang mengembalikan darah ke jantung) dengan membesarkan kandungan dan dengan orthostatic hypotension.

Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Dengan fainting (syncope), pasien tidak sadar bahwa mereka telah jatuh pingsan dan jatuh ke tanah. Hanya setelahnya bahwa mereka mengerti apa yang telah terjadi.
Mungkin ada gejala-gejala atau tanda-tanda sebelum episode syncopal, yang mungkin termasuk:
  • Orang itu mungkin merasakan kepalanya ringan, mual, berkeringat, atau lemah. Mungkin ada perasaan dari dizziness atau vertigo (dengan ruangan yang berputar), penglihatan mungkin memudar ata kabur/buram, dan mungkin ada pendengaran yang meredam dan sensasi-sensasi kesemutan pada tubuh.
  • Dengan pre-syncope atau hampir pingsan, gejala-gejala yang sama akan terjadi, namun orang itu tidak sama sekali kehilangan kesadaran.
Selama episode, ketika orang itu tidak sadar, mungkin ada sedikit kejang-kejang dari tubuh yang mungkin dikacaukan (disalahartikan) dengan aktivitas seizure.
Orang itu mungkin mempunyai beberapa kebingungan setelah bangun namun ia seharusnya menghilang dalam beberapa detik.
Setelah episode syncopal, harus ada pengembalian yang cepat ke fungsi mental yang normal, meskipun mungkin ada tanda-tanda dan gejala-gejala lain tergantung pada penyebab yang mendasari pingsan. Contohnya, jika individu itu berada ditengah-tengah serangan jantung, ia mungkin mengeluh nyeri dada atau tekanan dada.

Mendiagnosa Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Seperti dengan kebanyakan kondisi-kondisi medik, sejarah adalah kunci dalam menemukan mengapa seorang pasien pingsan. Karena kebanyakan episode-episode dari syncope tidak terjadi ketika pasien memakai monitor jantung dimuka seorang dokter, adalah penggambaran dari bagaimana pasien rasa dan apa yang disaksikan oleh orang-orang yang berdiri didekat atau anggota-anggota keluarga yang akan memberikan petunjuk-petunjuk pada diagnosis.
Pemeriksaan fisik akan mencoba mencari tanda-tanda yang akan memberikan arah pada diagnosis yang berpotensi. Pengamatan jantung mungkin dilakukan untuk mencari gangguan-gangguan irama jantung. Tekanan darah mungkin diperiksa baik waktu berbaring maupun berdiri untuk menemukan orthostatic hypotension. Pemeriksaan jantung, paru, dan sistim syaraf mungkin membongkar (menemukan) penyebab yang berpotensi jika ini adalah abnormal.
Pengujian-pengujian diagnostik awal mungkin termasuk electrocardiogram (EKG) dan tes-tes penyaringan darah seperti complete blood count (CBC), elektrolit-elektrolit, glucose, dan tes-tes fungsi ginjal. Tes-tes darah thyroid mungkin dilakukan.
Gangguan-gangguan irama jantung mungkin adalah transient dan tidak selalu terbukti pada saat pemeriksaan. Adakalanya, monitor jantung (Holter monitor) dapat dipakai sebagai pasien rawat jalan untuk 24 atau 48 jam atau untuk sampai 30 hari (event monitor). Irama-irama dan denyut-denyut jantung abnormal mungkin ditemukan sebagai penyebab yang berpotensi dari syncope.
Pengujian meja yang dimiringkan dapat digunakan untuk menemukan orthostatic hypotension dan biasanya dilakukan pada dasar pasien rawat jalan. Pasien ditempatkan diatas meja pada sudut untuk 30-45 menit (setiap institusi mempunyai protokolnya sendiri) dan tekanan darah dan angka-angka nadi diukur dengan pasien pada posisi-posisi yang berbeda.
Tergantung pada kecurigaan-kecurigaan dari dokter, imaging (pencitraan) otak mungkin dilakukan menggunakan computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI).
Seringkali tes-tes ini adalah normal dan diagnosis anggapan dibuat dari kejadian yang tidak mengancam nyawa. Bagaimanapun, dokter mungkin memutuskan, dalam konsultasi dengan pasien, apakah pengujian yang lebih jauh diperlukan dan apakah pengujian harus terjadi dirumah sakit atau sebagai pasien rawat jalan. Mungkin adalah layak pada beberapa kasus-kasus untuk mengambil pendekatan penantian yang waspada dan tidak melanjutkan dengan segala evaluasi lebih lanjut.

Perawatan Untuk Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Fainting adalah tidak normal, meskipun penyebabnya mungkin tidak serius. Jika ragu, panggil 911, aktifkan sistim medik darurat, dan mencari perawatan medik adalah tepat. Adalah selalu tepat untuk mencari perawatan medik.
Jika episode berumur pendek dan orang itu kembali ke fungsi normal dengan tanpa bukti luka, mungkin adalah tepat untuk mengkontak dokter untuk mendiskusikan opsi-opsi perawatan.
Jika orang itu tidak bernapas dan tidak ada nadi yang dapat dirasakan, 911 harus diaktifkan, AED ditempatkan, dan bystander CPR harus dimulai.
Di ambulance, rumah sakit, atau tempat praktek dokter, karena penyebab-penyebab yang berpotensi mengancam nyawa dari syncope perlu secara dini dipertimbangkan; seringkali seorang pasien yang mengeluh fainting (syncope) akan ditempatkan pada monitor jantung, memperoleh jalur intravenous yang ditempatkan, dan disuplai oksigen. Gula darah tusuk jari tangan mungkin diperiksa untuk mencari hypoglycemia (gula darah rendah).
Perawatan lebih jauh akan disesuaikan pada penyebab yang spesifik dari fainting atau syncope atau pingsan berdasarkan pada evaluasi pasien.

Mencegah Fainting (Syncope) Atau Pingsan

Tergantung pada penyebabnya, mungkin ada kesempatan untuk mencegah serangan-serangan fainting. Contoh:
  • Pasien-pasien yang telah mempunyai episode vasovagal mungkin sadar akan tanda-tanda peringatan dan mampu untuk duduk atau berbaring sebelum jatuh pingsan dan menghindari episode fainting.
  • Untuk pasien-pasien yang lebih tua dengan orthostatic hypotension, menunggu sedetik setelah merubah posisi-posisi mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk mengizinkan refleks-refleks tubuh untuk bereaksi.
  • Obat-obat mungkin disesuaikan jika mereka diperkirakan adalah penyebab yang berpotensi dari fainting atau syncope atau pingsan.
  • Pemasukan cairan yang memadai mungkin adalah cukup untuk mencegah dehidrasi sebagai penyebab untuk syncope.
  • Ada kesadaran yang meningkat dari syncope dan kematian yang tiba-tiba pada atlit-atlit yang lebih muda yang disebabkan oleh hypertrophic cardiomyopathy. Keberagaman dari tes-tes penyaringan tersedia untuk menilai risiko yang berpotensi untuk kematian yang tiba-tiba, namun belum ada konsensus yang telah muncul pada siapa dan kapan untuk menyaring atlit-atlit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar