Jumat, 25 Maret 2011

Splenomegaly (Limpa Yang Membesar)

Definisi Limpa Yang Membesar

Limpa (spleen) adalah organ yang berlokasi pada kwadran kiri bagian atas dari perut tepat dibawah diafragma dan terlindung dibawah tulang-tulang rusuk kiri bagian bawah.
Limpa mempunyai beberapa fungsi-fungsi yang penting yang melibatkan sel-sel darah dalam tubuh.
  1. Ia menyaring darah dan mengeluarkan sel-sel darah merah yang tua dan rusak, bakteri-bakteri, dan partikel-partikel lain ketika mereka lewat melalui jaringan yang ruwet dari pembuluh-pembuluh darah didalam limpa.
  2. Ia menghasilkan lymphocytes, tipe dari sel darah putih yang menghasilkan antibodi-antibodi dan membantu sistim imun.
Sistim penyaringan adalah bagian dari bubur merah sementara bubur putih dari limpa mengandung sel-sel yang berfungsi imun.
Normalnya, limpa adalah organ kecil kira-kira ukuran kepalan tangan yang kecil atau jeruk. Splenomegaly menggambarkan situasi dimana limpa membesar dalam ukurannya. (spleen+megaly=pembesaran)

Penyebab-Penyebab Dari Limpa Yang Membesar

Limpa membesar jika ia diminta untuk melakukan pekerjaan yang berlebihan dalam menyaring atau membuat sel-sel darah, jika ada aliran darah yang abnormal padanya, atau jika ia diserbu dengan sel-sel yang abnormal atau endapan-endapan.
Sel-Sel Darah Merah Abnormal: Karena limpa menyaring sel-sel darah abnormal dan mengeluarkan mereka dari sistim sirkulasi, penyakit-penyakit yang berakibat pada sel-sel merah abnormal akan menyebabkan limpa membesar. Penyakit sel sabit (Sickle), thalassemia, dan spherocytosis adalah contoh-contoh dari penyakit-penyakit yang membentuk sel-sel yang berbentuk tidak biasa yang tidak dapat dengan mudah maneuver melalui pembuluh-pembuluh darah yang kecil dan kapiler-kapiler dari tubuh. Jika mereka tidak dikeluarkan oleh limpa, sel-sel abnormal ini dapat menyebabkan gumpalan-gumpalan darah dan mengurangi sirkulasi. Bagaimanapun, mengeluarkan mereka menyebabkan limpa untuk membengkak dan membesar.
Infeksi Virus dan Bakteri: Limpa terlibat dalam pembuatan sel-sel yang melawan infeksi dan bagian dari responya itu adalah membesar. Ini secara umum terlihat pada infeksi-infeksi virus seperti infectious mononucleosis (disebabkan oleh Epstein Barr virus), AIDS dan hepatitis virus. Contoh-contoh dari infeksi-infeksi bakteri yang berhubungan dengan splenomegaly termasuk tuberculosis, malaria, dan anaplasmosis (dahulu dikenal sebagai ehrlichiosis).
Splenic vein pressure/blockage: Darah memasuki limpa melalui arteri limpa dan meninggalkannya melalui vena limpa. Jika tekanan didalam vena meningkat atau jika vena limpa menjadi terhalangi, darah tidak dapat meninggalkan limpa dan ia mungkin membengkak. Karena hubungan pada aliran darah hati, halangan vena sirosis dan portal dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi dengan aliran darah vena dari limpa. Gagal jantung kongestif mungkin menyebabkan keduanya hati dan limpa untuk membengkak karena tekanan vena yang meningkat.
Kanker-kanker: Leukemia-leukemia dan keduanya lymphoma Hodgkins dan non-Hodgkins dapat menyebabkan limpa membesar, seperti keberagaman dari tumor-tumor lain dapat termasuk melanoma-melanoma.
Penyakit Metabolik: Penyakit-penyakit metabolik yang memperbesar limpa termasuk penyakit Niemann-Pick, Penyakit Gaucher, dan sindrom Hurler.

Gejala-Gejala Dari Limpa Yang Membesar

Limpa yang membesar sendiri biasanya tidak menyebabkan gejala; gejala-gejala dari penyakit yang mendasari seringkali adalah sebab pasien mungkin mencari perawatan. Ini mungkin termasuk kelemahan dan kelelahan dari anemia, mudah berdarah dari platelet-platelet yang berkurang dalam aliran darah, atau infeksi-infeksi yang berulang dari fungsi sel darah putih yang buruk.
Bagaimanapun, ketika limpa membesar, ia dapat menekan diafragma, otot yang memisahkan ruang-ruang dada dan perut. Iritasi diafragma mungkin merujuk pada nyeri pundak kiri. Limpa yang membesar juga dapat mendorong maju perut dan menyebabkan anorexia atau kehilangan nafsu makan dan perasaan kekenyangan dini ketika waktu makan.
Karena limpa yang membesar tumbuh diluar perlindungan dari sangkar tulang rusuk ia menjadi lebih mungkin terluka, dengan demikian meningkatkan kesempatan bahwa nyeri perut mungkin terjadi.
Tergantung pada jumlah dari kerusakan limpa setelah luka, dapat terjadi perdarahan kedalam perut dengan penggelembungan (bloating) yang berhubungan, nyeri pada punggung dan pundak, dan tanda-tanda dan gejala-gejala dari shock. Ini dapat termasuk kelemahan, sesak napas, dan kulit yang dingin, lembab dan berkeringat.

Kapan Saya Harus Mencari Perawatan Medis Untuk Limpa Yang Membesar ?

Paling sering, diagnosis dari limpa yang membesar dibuat secara kebetulan oleh dokter. Biasanya tidak ada gejala-gejala yang akan membawa seorang pasien mencari dokter. Bagaimanapun, gejala-gejala yang tidak dapat dijelaskan seperti yang disebutkan diatas harus diselidiki oleh dokter.

Mendiagnosa Limpa Yang Membesar

Paling sering limpa yang membesar ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan fisik oleh dokter. Limpa biasanya adalah cukup kecil untuk bersembunyi dibawah sangkar tulang rusuk pada perut bagian atas. Ujung dari limpa yang membesar dapat dirasakan pada kwadran kiri bagian atas dari perut dan ketika ia berlanjut membesar ujungna bergerak menuju kwadran kanan bagian bawah. Pada beberapa orang-orang yang kurus, limpa dapat dirasakan pada perut namun normal dalam ukurannya. Limpa yang membesar berukuran kira-kira 12 sampai 20 cm (4.5 sampai 8 inches) pada dimensi apa saja sementara limpa yang lebih besar dari 20 cm (8 inches) dipertimbangkan sebagai pembesaran yang parah.
Jika ada kekhawatiran bahwa limpa membesar, tes-tes darah mungkin dipertimbangkan untuk menilai penyebab dari pembesaran. Tes-tes umum mungkin termasuk complete blood cell count (CBC) yang mencari sel-sel dara merah dan putih yang abnormal, peripheral smear untuk menilai tipe-tipe dan bentuk-bentuk dari sel-sel darah atau monospot, jika diagnosis dari infectious mononucleosis sedang dipertimbangkan. Tes-tes lain yang mengevaluasi fungsi hati dan jantung mungkin dipertimbangkan jika secara klinik diindikasikan.
Ultrasound perut, CT, atau MRI dari perut mungkin digunakan untuk mengevaluasi ukuran dari limpa dan untuk mencari kelainan-kelainan lain pada rongga perut yang mungkin dihubungkan dengan splenomegaly.

Perawatan Untuk Limpa Yang Membesar

Perawatan untuk limpa yang membesar biasanya diarahkan pada kondisi medis yang mendasarinya yang berakibat pada splenomegaly. Tergantung pada persoalan yang mendasarinya, perawatan-perawatan dapat terjadi dengan antibiotik-antibiotk, kemoterapi, atau radiasi. Perawatan-perawatan ini adalah untuk penyakit yang mendasarinya dan mungkin mengizinkan limpa untuk berkurang dala ukurannya; bagaimanapun, pada beberapa kasus-kasus, limpa akan tetap membesar.
Adakalanya, limpa mungkin perlu dikeluarkan secara operasi (splenectomy = spleen + ectomy=pengeluaran) sebagai bagian dari perawatan penyakt. Contohnya, pada spherocytosis yang diturunkan, pengeluaran limpa mencegah anemia yang bterjadi ketika sel-sel darah merah yang berbentuk abnormal secara terus menerus disaring keluar dan dikeluarkan dari aliran darah.

Komplikasi-Komplikasi Dari Limpa Yang Membesar

Ketika limpa membesar, ia kehilangan beberapa pelindungnya dari sangkar tulang rusuk bagian bawah dan menjadi lebih mudah kena luka. Limpa yang membesar adalah fragile dan dapat dirusak dengan pukulan-pukulan yang relatif minor pada perut bagian atas. Ia adalah organ yang relatif padat dan dapat retak menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa yang signifikan dan potensial.
Limpa yang membesar dapat juga menjerat jumlah sel-sel darah yang berlebihan didalamnya yang menyebabkan:
  • anemia (jumlah-jumlah sel darah merah yang berkurang), yang mungkin menjurus pada kelemahan, sesak napas, dan mudah lelah;
  • leukopenia (sel-sel darah putih yang berkurang), yang mungkin menjurus pada risiko infeksi yang meningkat; dan
  • thrombocytopenia (platelet-platelet yang berkurang), yang mungkin menjurus pada infeksi atau pada persoalan-persoalan perdarahan.
Jika limpa perlu dikeluarkan, ada risiko infeksi yang meningkat, terutama disebabkan oleh bakteri-bakteri seperti pneumococcus (Streptococcus pneumoniae), Hemophilus influenza, dan meningococcus (Neisseria meningitides). Adalah penting untuk mempertimbangkan pemeliharaan imunisasi-imunisasi sekarang ini (terutama vaksin pneumococcal, karena kira-kira 50% sampai 90% dari infeksi-infeksi setelah splenectomy disebabkan oleh encapsulated streptococci) terhadap infkesi-infeksi ini pada pasien-pasien yang limpanya telah dikeluarkan.

Mencegah Limpa Yang Membesar

Splenomegaly adalah komplikasi dari penyakit yang mendasari dan ia sendiri tidak dapat dicegah. Idealnya, pengenalan dini dari limpa yang membesar mungkin membantu dokter datang pada diagnosis dini pada penyebabnya dan mungkin mencegah pembesaran limpa yang lebih jauh.

Prognosis (Ramalan) Untuk Limpa Yang Membesar

Tergantung pada penyebabnya, limpa yang membesar mungkin kembali pada ukuran dan fungsi yang normal jika penyakit yang mendasarinya dirawat dan dihilangkan.
  • Biasanya, pada infectious mononucleosis, limpa kembali pada normal ketika infeksi membaik.
  • Pada beberapa keadaan-keadaan, mengeluarkan limpa adalah bagian dari perawatan dan dapat membuat orang itu lebih mudah kena infeks-infeksi.
  • Banyak penyakit-penyakit berakibat dengan limpa yang membesar sebagai penemuan fisik yang permanen dan mungkin berakibat pada hanya prognosis yang fair karena orang itu mungkin lebih mudah kena luka limpa, infeksi-infeksi, dan perdarahan yang abnormal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar