Senin, 14 Maret 2011

Hysterectomy

Definisi Hysterectomy

Hysterectomy adalah prosedur operasi dengan mana kandungan (uterus atau womb) dikeluarkan atau diangkat. Hysterectomy adalah prosedur operasi non-obstetrical yang paling umum dari wanita-wanita di Amerika.

Kelaziman Hysterectomy

Kira-kira 300 dari setiap 100,000 wanita-wanita akan menjalani hysterectomy.

Mengapa Hysterectomy Dilakukan ?

Sebab yang paling umum hysterectomy dilakukan adalah untuk fibroid-fibroid kandungan (uterine fibroids). Sebab-sebab berikutnya yang paling umum adalah:
  • perdarahan kadungan yang abnormal (perdarahan vagina),
  • cervical dysplasia (kondisi-kondisi leher rahim atau serviks sebelum bersifat kanker),
  • endometriosis, dan uterine prolapse (termasuk pengendoran pelvis).
Hanya 10% dari hysterectomy dilakukan untuk kanker. Artikel ini akan terutama berfokus pada penggunaan dari hysterectomy untuk sebab-sebab yang bukan kanker, bukan keadaan darurat, yang dapat melibatkan bahkan keputusan-keputusan yang lebih menantang untuk wanita-wanita dan dokter-dokter mereka.
Uterine fibroids (juga dikenal sebagai uterine leiomyomata) adalah betul-betul sebab yang paling umum hysterectomy dilakukan. Uterine fibroids adalah pertumbuhan-pertumbuhan yang tidak berbahaya dari kandungan (uterus), penyebab darinya tidak diketahui. Meskipun mayoritas yang luas adalah tidak berbahaya, yang berarti mereka tidak menyebabkan atau berubah ke kanker, uterine fibroids dapat menyebabkan persoalan-persoalan medis. Indikasi-indikasi untuk hysterectomy pada kasus-kasus dari uterine fibroids adalah ukuran yang berlebihan (biasanya lebih besar dari ukuran kehamilan delapan bulan), tekanan atau nyeri, dan/atau perdarahan yang cukup parah untuk menghasilkan anemia. Pengendoran pelvis (pelvic relaxation) adalah kondisi yang lain yang dapat memerlukan perawatan dengan hysterectomy. Pada kondisi ini, wanita mengalami pengendoran dari otot-otot pendukung dan jaringan-jaringan pada area pelvis. Pengendoran yang ringan dapat menyebabkan prolapse (turunnya kandungan) derajat pertama, dimana leher rahim atau serviks kira-kira setengah jalan turun kedalam vagina. Pada prolapse derajat kedua, serviks atau tepi uterus yang memimpin telah bergerak ke mulut vagina, dan pada prolapse derajat ketiga serviks dan uterus menonjol keluar melewati mulut vagina. Turunnya kandungan (uterine prolapse) derajat kedua dan ketiga harus dirawat dengan hysterectomy. Kelemahan dinding vagina yang mengendor seperti cystocele, rectocele, atau urethrocele dapat menjurus pada gejala-gejala seperti urinary incontinence (kehilangan urin yang tidak disengaja), keberatan pelvis, dan prestasi seksual yang terganggu. Kehilangan urin cenderung diperburuk oleh bersin, batuk, atau ketawa. Kemampuan beranak kemungkinan terlibat dalam meningkatkan risiko untuk pengendoran pelvis, meskipun sebab-sebab yang tepat untuk ini tetap tidak jelas. Penghindaran kelahiran melalui vagina dan mempunyai belahan caesarean tidak mengeliminasi risiko mengembangkan pengendoran pelvis (pelvic relaxation).
Hysterectomy juga dilakukan untuk merawat kanker kandungan atau sebelum kanker-kanker yang sangat parah (disebut dysplasia, carcinoma in situ, atau CIN III, atau microinvasive carcinoma dari serviks). Hysterectomy untuk kanker endometriosis (kanker lapisan kandungan) mempunyai maksud yang jelas, yang dari pengangkatan kanker dari tubuh. Prosedur ini adalah dasar dari perawatan untuk kanker kandungan.

Tes-Tes Dan Perawatan-Perawatan Yang Dilakukan Sebelum Hysterectomy

Wanita harus mempunyai pemeriksaan pelvis, Pap smear, dan diagnosis sebelum meneruskan dengan hysterectomy. Sebelum mempunyai hysterectomy untuk nyeri pelvis, wanita-wanita biasanya menjalani prosedur-prosedur penyelidikan operasi yang lebih terbatas (kurang ekstensif) seperti laparoscopy untuk menyampingkan penyebab-penyebab lain dari nyeri. Sebelum mempunyai hysterectomy untuk perdarahan kandungan yang abnormal, wanita-wanita memerlukan beberapa tipe dari sampling dari lapisan kandungan (biopsi dari endometrium) untuk menyampingkan kanker atau sebelum kanker dari kandungan. Prosedur ini disebut endometrial sampling. Juga, pelvic ultrasounds dan/atau tes-tes computerized tomography (CT) pelvis dapat dilakukan untuk membuat diagnosis yang kuat. Pada wanita dengan nyeri pelvis atau perdarahan, percobaan dari perawatan dengan obat seringkali diberikan sebelum hysterectomy dipertimbangkan.
Oleh karenanya, wanita premenopause (masih mempunyai periode-periode menstruasi yang teratur) yang fibroid-fibroid kandungannya menyebabkan perdarahan namun tidak ada nyeri umumnya pertama-tama ditawarkan terapi medis dengan hormon-hormon. Perawatan-perawatan non-hormon juga tersedia, seperti tranexamic acid dan prosedur-prosedur operasi yang lebih moderate (sedang), seperti ablations (pengangkatan lapisan kandungan). Jika ia masih mempunyai perdarahan yang signifikan yang menyebabkan gangguan besar pada kehidupan sehari-harinya, atau perdarahan terus menerus menyebabkan anemia (jumlah sel darah merah yang rendah yang disebabkan oleh kehilangan darah),dan ia tidak mempunyai kelainan pada endometrial sampling, ia mungkin dipertimbangkan untuk hysterectomy.
Wanita postmenopause (yang periode-periode menstruasinya telah berhenti secara permanen) yang tidak mempunyai kelainan-kelainan pada samples dari kandungannya (endometrial sampling) dan masih tetap mempunyai pedarahan abnormal yang gigih setelah mencoba terapi hormon, mungkin dipertimbangkan untuk hysterectomy. Beberapa penyesuaian-penyesuaian dosis atau tipe-tipe yang berbeda dari hormon-hormon mungkin diperlukan untuk memutuskan pada perawatan medis yang optimal untuk wanita perorangan.

Melakukan Hysterectomy

Pada masa lalu hysterectomy yang paling umum dilakukan dengan sayatan melalui perut (abdominal hysterectomy). Sekarang kebanyakan operasi-operasi dapat menggunakan hysterectomy-hysterectomy yang dibantu laparoscopic atau vagina (dilakukan melalui vagina daripada melalui perut) untuk kesembuhan yang lebih cepat dan lebih mudah. Rawat inap umumnya cenderung lebih lama dengan abdominal hysterectomy daripada dengan vaginal hysterectomy, dan biaya-biaya rumah sakit cenderung lebih tinggi. Prosedur-prosedur nampaknya memakan lamanya waktu yang sebanding (kira-kira dua jam), kecuali kandungannya berukuran sangat besar, pada kasus mana vaginal hysterectomy mungkin memakan waktu lebih lama.

Tipe-Tipe Dari Hysterectomy

Sekarang ada keberagaman teknik-teknik operasi untuk melakukan hysterectomies. Prosedur operasi yang ideal untuk setiap wanita tergantung pada kondisi medis tertentunya. Dibawah, tipe-tipe yang berbeda dari hysterectomy didiskusikan dengan petunjuk-petunjuk umum tentang teknik mana yang dipertimbangkan untuk tipe yang mana dari situasi medis. Bagaimanapun, keputusan akhir harus dibuat dari diskusi yang diperorangkan antara wanita dan dokter yang paling baik mengerti situasi individunya.
Ingat, sebagai aturan umum, sebelum tipe apa saja dari hysterectomy, wanita-wanita harus mempunyai tes-tes berikut dalam rangka untuk memilih prosedur yang optimal:
  1. Pemeriksaan pelvis sepenuhnya termasuk pemeriksaan indung-indung telur (ovaries) dan kandungan (uterus) secara manual.
  2. Pap smear yang terbaru (up to date)
  3. Ultrasound pelvis mungkin adalah tepat, tergantung pada apa yang ditemukan oleh dokter pada yang diatas.
  4. Keputusan menyangkut apakah mengeluarkan/mengangkat atau tidak indung-indung telur pada saat hysterectomy.
  5. Perhitungan darah sepenuhnya dan percobaan untuk mengkoreksi anemia jika mungkin. 

Total Abdominal hysterectomy

Ini adalah tipe yang paling umum dari hysterectomy. Selama total abdominal hysterectomy, dokter mengeluarkan/mengangkat kandungan (uterus), termasuk serviks. Bekas luka mungkin horizontal atau vertikal, tergantung pada sebab dilakukannya prosedur, dan ukuran dari area yang sedang dirawat. Kanker dari indung telur dan kandungan, endometriosis, dan fibroid-fibroid kandungan yang besar dirawat dengan total abdominal hysterectomy. Total abdominal hysterectomy mungkin juga dilakukan pada beberapa kasus-kasus yang tidak biasa dari nyeri pelvis yang sangat parah, setelah evaluasi yang sangat menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab dari nyeri, dan hanya setelah beberapa percobaan-percobaan pada perawatan-perawatan yang bukan operasi. Dengan jelas wanita tidak dapat melahirkan anak-anak sendiri setelah prosedur ini, jadi ia tidak dilakukan pada wanita-wanita dari umur yang dapat melahirkan anak kecuali ada kondisi yang serius, seperti kanker. Total abdominal hysterectomy mengizinkan seluruh perut dan pelvis diperiksa, yang adalah menguntungkan pada wanita-wanita dengan kanker atau penyelidikan pertumbuhan-pertumbuhan dari penyebab yang tidak jelas.

Vaginal Hysterectomy

Selama prosedur ini, kandungan dikeluarkan melalui vagina. Vaginal hysterectomy adalah tepat hanya untuk kondisi-kondisi seperti uterine prolapse (turunnya kandungan), endometrial hyperplasia, atau cervical dysplasia. Ini adalah kondisi-kondisi dimana kandungan tidak terlalu besar, dan dimana seluruh perut tidak memerlukan pemeriksaan yang menggunakan prosedur operasi yang lebih ekstensif. Wanita akan perlu menaikan kedua tungkai-tungkainya pada alat stirrup sepanjang prosedur. Wanita-wanita yang telah tidak mempunyai anak-anak mungkin tidak mempunyai kanal vagina yang cukup besar untuk tipe prosedur ini. Jika wanita mempunyai kandungan yang terlalu besar, tidak dapat menaikan kedua tungkai-tungkainya pada alat stirrup untuk periode-periode yang berkepanjangan, atau mempunyai sebab-sebab lain mengapa seluruh perut bagian atas harus diperiksa lebih jauh, dokter akan biasanya merekomendasikan abdominal hysterectomy (liha atas). Pada umumnya, laparoscopic vaginal hysterectomy adalah lebih mahal dan mempunyai angka-angka komplikasi yang lebih tinggi daripada abdominal hysterectomy.

Laparoscopy-Assisted Vaginal Hysterectomy (LAVH)

Laparoscopy-assisted vaginal hysterectomy (LAVH) adalah serupa pada prosedur vaginal hysterectomy yang digambarkan diatas, namun ia menambahkan penggunaan laparoscope. Laparoscope adalah tabung penglihat yang sangat tipis dengan alat seperti kaca pembesar pada ujungnya. Wanita-wanita tertentu akan paling baik dilayani dengan mempunyai laparoscopy yang digunakan selama vaginal hysterectomy karena ia mengizinkan perut bagian atas diperiksa dengan seksama selama operasi. Contoh-contoh dari penggunaan-penggunaan dari laparoscope adalah kanker endometrisis dini (untuk memverifikasi kekurangan penyebaran dari kanker), atau jika oophorectomy (pengangkatan dari indung-indung telur) direncanakan. Dibanding pada vaginal hysterectomy atau abdominal hysterectomy sederhana, ia adalah prosedur yang lebih mahal, lebih cendrung pada komplikasi-komplikasi, memerlukan waktu lebih lama untuk melakukannya, dan berhubungan dengan rawat inap yang lebih lama. Tepat seperti dengan vaginal hysterectomy sederhana tanpa laparoscope, kandungan harus tidak besar berlebihan. Dokter akan juga meninjau ulang situasi medis untuk memastikan tidak ada risiko-risiko khusus yang melarang penggunaan prosedur, seperti sebelum operasi yang dapat meningkatkan risiko untuk luka parut yang abnormal (adhesions). Jika wanita mempunyai sejarah dari operasi sebelumnya seperti ini, atau jika ia mempunyai massa pelvis yang besar, abdominal hysterectomy reguler mungkin adalah yang terbaik.

Supracervical Hysterectomy

Supracervical hysterectomy digunakan untuk mengangkat kandungan sementara menyelamatkan serviks, membiarkannya sebagai "stump (tunggul)". Serviks adalah area yang membentuk dasar dari kandungan, dan duduk pada paling ujung dari kanal vagina. Prosedur kemungkinan tidak secara total menyampingkan kemungkinan mengembangkan kanker pada bekas atau sisa "stump" ini. Wanita-wanita yang telah memunyai Pap smears yang abnormal atau kanker serviks dengan jelas adalah bukan calon-calon yang tepat untuk prosedur ini. Wanita-wanita lain mungkin mampu untuk mempunyai prosedur jika tidak ada sebab untuk diangkat serviksnya. Pada beberapa kasus-kasus serviks sebenarnya lebih baik ditinggalkan ditempat, seperti beberapa kasus-kasus dari endometriosis yang parah. Ia adalah prosedur yang sederhana dan memerlukan lebih sedikit waktu untuk melakukannnya. Ia mungkin memberikan beberapa dukungan tambahan dari vagina, mengurangi risiko perkembangan dari tonjolan keluar dari isi-isi vagina melalui mulut vagina (vaginal prolapse).

Laparoscopic Supra Cervical Hysterectomy

Prosedur laparoscopic supra cervical hysterectomy dilakukan seperti prosedur LAVH, meskipun biasanya cautery digunakan untuk memotong serviks keluar pada tunggul serviks (cervical stump), dan jaringan seluruhnya dikeluarkan/diangkat melalui alat laparoscopic. Pemulihan adalah sangat cepat. Pemeliharaan serviks kurang mungkin berakibat pada mens-mens (menstruasi) karena endocervix biasanya dibakar (cauterized).

Radical Hysterectomy

Prosedur radical hysterectomy melibatkan operasi yang lebih ekstensif daripada total abdominal hysterectomy karena ia juga termasuk pengangkatan/pengeluaran jaringan-jaringan yang mengelilingi kandungan dan pengangkatan dari vagina bagian atas. Radical hysterectomy paling umum dilakukan untuk kanker serviks dini. Ada lebih banyak komplikas-komplikasi dengan radical hysterectomy dibanding pada abdominal hysterectomy. Ini termasuk luka pada usus-usus dan sistim kencing (urinary system).

Oophorectomy Dan Salpingo-Oophorectomy (Pengangkatan Dari Indung-Indung Telur Dan/Atau Tabung-Tabung Fallopian)

Oophorectomy adalah pengangkatan/pengeluaran dari indung(-indung) telur secara operasi, sementara salpingo-oophorectomy adalah pengangkatan dari indung telur dan tabung Fallopian yang berdekatan dengannya. Dua prosedur-prosedur ini dilakukan untuk kanker indung telur, pengangkatan dari tumor-tumor indung telur yang dicurigai, atau kanker tabung Fallopian (yang adalah sangat jarang). Mereka mungkin juga dilakukan yang disebabkan oleh komplikasi-komplikasi dari infeksi, atau dalam kombinasi dengan hysterectomy untuk kanker. Adakalanya, wanita-wanita dengan tipe-tipe yang diwariskan dari kanker indung telur atau payudara akan mempunyai oophorectomy sebagai operasi pencegahan (prophylactic) dalam rangka untuk mengurangi risiko dari kanker indung telur atau payudara masa depan.

Komplikasi-Komplikasi Dari Hysterectomy

Komplikasi-komplikasi dari hysterectomy termasuk infeksi, nyeri, dan perdarahan pada area operasi. Abdominal hysterectomy mempunyai angka yang lebih tinggi dari infeksi dan nyeri setelah operasi daripada vaginal hysterectomy.

Alternatif-Alternatif Pada Hysterectomy

Seperti disebutkan diatas, hysterectomy untuk kondisi-kondisi yang lain daripada kanker umumnya tidak dipertimbangkan hingga setelah tes-tes lain atau obat-obat tidak berhasil. Ada juga prosedur-prosedur yang lebih baru, seperti uterine artery embolization (UAE) atau pengangkatan secara operasi bagian dari kandungan (myomectomy), yang digunakan untuk merawat perdarahan kandungan yang berlebihan. teknik endometrial ablation dan obat-obat yang lebih baru juga adalah alternatif-alternatif.

Perlukah Seorang Wanita Yang Telah Mempunyai Hysterectomy Melanjutkan Mempunyai Pap Smears ?

Wanita mana saja dengan sejarah dari Pap smears yang abnormal direkomendasikan untuk mmpunyai Pap smears untuk sisa dari hidupnya. Jika serviks telah diangkat/dikeluarkan, smear-smear ini lebih tepatnya disebut "vaginal cuff" smears, sebagai gantinya dari Pap smears. Ini karena kesempatan yang rendah namun real (nyata) bahwa kanker serviks dapat berulang tepat pada tempat operasi dimana serviks dikeluarkan/diangkat.
Sebagai tambahan pada wanita-wanita dengan sejarah dari Pap smears yang abnormal, wanita-wanita lain yang memerlukan Pap smears yang terus menerus adalah wanita-wanita dengan supracervical hysterectomy, dimana serviks ditinggalkan ditempat. Pada kasus ini, berlawanan pada wanita yang telah mempunyai hysterectomy untuk sebab-sebab dari kanker serviks, wanita yang telah mempunyai supracervical hysterectomy akan mampu mengikuti petunjuk-petunjuk screening yang sama seperti untuk wanita lain yang telah tidak mempunyai operasi. Contohnya, dokter dapat menghentikan melakukan Pap smears pada umur 65 tahun jika wanita telah disaring dengan baik dan selalu telah mempunyai Pap smears yang normal.
Wanita-wanita yang tidak memerlukan untuk terus menerus mempunyai Pap smears adalah mereka yang telah mempunyai vaginal hysterectomy atau abdominal hysterectomy untuk sebab-sebab yang tidak membahayakan (bukan kanker), seperti fibroid-fibroid kandungan (uterine fibroids). Dengan syarat bahwa mereka telah mempunyai Pap smears yang normal sebelum prosedur, mereka tidak perlu meneruskan untuk mempunyai Pap smears setelah operasi mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar