Sabtu, 05 Maret 2011

GASTROPARESIS

Definisi Gastroparesis

Gastroparesis berarti paralysis (kelumpuhan) dari otot-otot lambung. Gastroparesis berakibat pada pengosongan makanan dari lambung kedalam usus kecil yang tertunda.

Lambung adalah organ berongga yang terdiri terutama dari otot yang melayani sebagai kontainer penyimpan untuk makanan. Makanan dalam lambung digiling kedalam potongan-potongan kecil dengan pengocokan yang terus menerus yang dihasilkan oleh kontraksi-kontraksi dari otot-otot lambung. Sekali makanan telah digiling dengan cukup, ia secara perlahan-lahan dikosongkan dari lambung kedalam usus kecil. Hanya makanan yang telah digiling kedalam potongan-potongan kecil dapat dikosongkan dari lambung dalam cara yang normal, dan partikel-partikel yang lebih kecil dicernakan lebih baik dalam usus kecil. Lebih dari itu, proses metering mengizinkan makanan yang telah dikosongkan dicampur dengan baik dengan getah pencernaan dari usus, pankreas, dan hati (empedu) dan diserap dengan baik dari usus.

Ketika otot-otot lambung lumpuh, makanan tidak digiling secara menyeluruh dan tidak dikosongkan kedalam usus secara normal. Karena mekanisme-mekanisme otot dengan mana makanan padat dan makanan cair yang telah digiling dikosongkan dari lambung adalah berbeda, mungkin ada penundaan pengosongan makanan padat (paling umum), makanan padat dan cair (kurang umum), atau makanan cairan sendirian (paling kurang umum).

Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Gastroparesis

Gejala-gejala utama dari gastroparesis adalah mual dan muntah. Gejala-gejala lain dari gastroparesis termasuk nyeri perut, perut kembung, kekenyangan dini (merasa cepat kenyang ketika makan), dan pada beberapa kasus-kasus, kehilangan berat badan yang disebabkan oleh pemasukan makanan yang berkurang karena gejala-gejalanya. Pemasukan makanan yang berkurang dan pembatasan dari tipe-tipe makanan yang dimakan dapat menjurus pada kekurangan-kekurangan nutrisi.

Muntah dari gastroparesis biasanya terjadi setelah makan-makan; bagaimanapun, dengan gastroparesis yang berat/parah, muntah mungkin terjadi tanpa makan hanya disebabkan oleh akumulasi dari sekresi-sekresi dalam lambung. Muntah yang karakteristik terjadi beberapa jam setelah makan ketika lambung digelembungkan secara maksimal oleh kehadiran dari makanan dan sekresi-sekresi yang distimulasi oleh makanan. Karena aksi penggilingan lambung tidak ada, makanan yang dimuntahkan tetap dalam potongan-potongan yang lebih besar dan dengan mudah dikenali. Bandingkan ini dengan tipe yang lebih umum dari muntah dimana makanan nampak sebagai partikel-partikel yang kecil, uniform, dan tidak dapat diidentifikasi.

Efek-efek lain yang lebih jarang dari gastroparesis adalah kemajuan dari gastroesophageal reflux disease (GERD) dan malnutrisi.

Penyebab Gastroparesis

Gastroparesis dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit dari otot-otot lambung atau syaraf-syaraf yang mengontrol otot-otot, meskipun seringkali tidak ada penyebab spesifik yang diidentifikasikan. Penyakit yang paling umum menyebakan gastroparesis adalah diabetes mellitus yang merusak syaraf-syaraf yang mengontrol otot-otot lambng. Gastroparesis juga dapat berakibat dari kerusakan pada syaraf vagus, syaraf yang mengontrol otot-otot lambung, yang terjadi selama operasi pada esophagus dan lambung. Scleroderma adalah contoh dari penyakit dimana gastroparesis disebabkan oleh kerusakan pada otot-otot lambung. Adakalanya, gastroparesis disebabkan oleh refleks-refleks syaraf, contohnya, ketika pankreas meradang (pankreatitis). Pada kasus-kasus semacam ini, baik syaraf-syaraf maupun otot-otot tidak bermasalah, namun pesan-pesan dikirim melalui syaraf-syaraf dari pankreas ke lambung yang mencegah otot-otot bekerja secara normal.

Penyebab-penyebab lain dari gastroparesis termasuk ketidakseimbangan dari mineral-mineral dalam darah seperti potassium, kalsium atau magnesium, obat-obat (seperti pembebas-pembebas nyeri narkotik), dan penyakit tiroid.

Gastroparesis dapat terjadi sebagai persoalan yang terisolasi atau ia dapat berhubungan dengan paralysis (kelumpuhan) dari bagian-bagian lain dari usus, termasuk esophagus, usus kecil, dan usus besar atau kolon (colon).

Mendiagnosa Gastroparesis

Metode yang paling umum untuk mendiagnosa gastroparesis adalah tes medis nuklir yang disebut studi pengosongan lambung yang mengukur pengosongan makanan dari perut. Untuk studi ini, seorang pasien memakan makanan dimana makanan padat, makanan cair, atau kedua-duanya mengandung sejumlah kecil material radioaktif. Sebuah scanner (beraksi sebagai sebuah penghitung Geiger) ditempatkan diatas perut untuk beberapa jam untuk memonitor jumlah keradioaktifan dalam perut. Pada pasien-pasien dengan gastroparesis, makanan memakan waktu yang lebih lama daripada normal (biasanya lebih dari beberapa jam) untuk mengosongkan diri kedalam usus.

Antro-duodenal motility study adalah studi yang dapat dipertimbangkan sebagai percobaan yang dicadangkan untuk pasien-pasien yang terpilih. Antro-duodenal motility study mengukur tekanan yang dihasilkan oleh kontraksi-kontraksi dari otot-otot perut dan usus. Studi ini dilaksanakan dengan memasukan sebuah tabung tipis melalui hidung, menuruni esopahagus, melalui lambung dan kedalam usus kecil. Dengan tabung ini, kekuatan dari kontraksi-kontraksi dari otot-otot lambung dan usus kecil dapat diukur pada saat istirahat dan setelah makan. Pada kebanyakan pasien-pasien dengan gastroparesis, makanan (yang normalnya menyebabkan perut untuk berkontraksi dengan penuh semangat) menyebabkan kontraksi-kontraksi yang jarang (jika syaraf-syarafnya bermasalah) atau hanya kontraksi-kontraksi yang sangat lemah (jika ototnya bermasalah). Sebuah electrogastrogram, studi percobaan lainnya yang adakalanya dilakukan pada pasien-pasien dengan gastroparesis yang dicurigai, adalah serupa dengan electrocardiogram (EKG) dari jantung. Electrogastrogram adalah perekaman dari sinyal-sinyal listrik yang berjalan melalui otot-otot perut dan mengontrol kontraksi-kontraksi otot. Electrogastrogram dilakukan dengan menempelkan beberapa elektrode-elektrode pada perut seorang pasien diatas area lambung dalam cara yang sama seperti electrode-electrode yang ditempelkan pada dada untuk EKG. Sinyal-sinyal listrik direkam pada saat istirahat dan setelah makan. Pada individu-individu yang normal, ada irama listrik yang teratur seperti pada jantung, dan tenaga (voltage) dari arus listrik meningkat setelah makan. Pada kebanyakan pasien-pasien dengan gastroparesis, iramanya tidak normal atau tidak ada peningkatan dalam tenaga listriknya setelah makan. Meskipun studi pengosongan lambung adalah tes utama untuk mendiagnosa gastroparesis, ada pasien-pasien dengan gastroparesis yang mempunyai studi pengosongan lambung yang normal namun electrogastrogram yang abnormal. Oleh karenanya, electrogastrogram adalah bermanfaat secara klinik terutama ketika kecurigaan untuk gastroparesis adalah tinggi namun studi pengosongan lambung adalah normal atau abnormalnya di garis batas.

Rintangan fisik pada pengosongan perut, contohnya, sebuah tumor yang menekan jalan keluar (outlet) dari lambung atau luka parut dari borok (ulcer), mungkin menyebabkan gejala-gejala yang serupa dengan gastroparesis. Oleh karenanya, tes endoskopi pencernaan bagian atas biasanya dilakukan untuk menyampingkan kemungkinan dari rintangan sebagai penyebab dari gejala-gejala seorang pasien. Endoskopi pencernaan bagian atas melibatkan penelanan sebuah tabung dengan kamera pada ujungnya dan dapat digunakan untuk memeriksa secara visual lambung dan duodenum dan mengambil biopsi-biopsi.

Endoskopi pencernaan bagian atas juga mungkin bermanfaat untuk mendiagnosa satu dari komplikasi-komplikasi gastroparesis, bezoar. Karena pengosongan lambung yang buruk, komponen-komponen makanan yang sulit dicerna, biasanya dari sayur-sayuran, tertahan dan menumpuk di lambung. Sebuah bola dari material yang berasal dari tanaman yang tidak tercerna dapat berakumulasi di lambung dan menimbulkan gejala-gejala kepenuhan atau dapat lebih jauh menghalangi pengosongan makanan dari lambung. Mengeluarkan bezoar mungkin memperbaiki gejala-gejala dan pengosongan.

Computerized tomographic (CT) scan dari lambung dan rentetan x-ray pencernaan bagian atas mungkin juga perlu untuk menyampingkan kanker pankreas atau kondisi-kondisi lain yang dapat menghalangi pengosongan lambung.

Merawat Gastroparesis

Perawatan dari gastroparesis termasuk diet, obat, dan alat-alat atau prosedur-prosedur yang memudahkan pengosongan perut. Tujuan-tujuan perawatan termasuk:

1. Menyediakan diet yang mengandung makanan-makanan yang lebih mudah dikosongkan dari perut.
2. Mengontrol kondisi-kondisi yang mendasarinya yang mungkin memperburuk gastroparesis.
3. Membebaskan gejala-gejala dari mual, muntah dan nyeri perut.
4. Menstimulasi aktivitas otot dalam lambung sehingga makanan digiling secara tepat dan dikosongkan dari lambung.
5. Mempertahankan nutrisi yang cukup.

Diet

Pengosongan dari lambung adalah lebih cepat jika ada lebih sedikit makanan yang harus dikosongkan, makanya porsi-porsi makanan yang lebih kecil dan lebih sering direkomendasikan. Makanan-makanan lunak (atau lebih disukai yang cair) yang tidak memerlukan penggilingan juga dikosongkan lebih mudah. Selain itu, pada gastroparesis pengosongan dari cairan seringkali kurang parah dipengaruhi daripada pengosongan dari makanan-makanan padat. Lemak menyebabkan pelepasan hormon-hormon yang memperlambat pengosongan dari perut. Oleh karenanya, makanan-makanan yang rendah lemaknya mengosongkan diri lebih cepat dari lambung. Pada pasien-pasien dengan gastroparesis yang berat, adakalanya hanya makanan-makanan cair yang ditolerir.

Mengontrol Kondisi-Kondisi Yang Mendasarinya

Tingkat-tingkat yang tinggi dari glucose (gula) dalam darah cenderung memperlambat pengosongan lambung. Oeh karenanya adalah penting untuk menurunkan tingkat-tingkat glucose darah pada pasien-pasien dengan diabetes ke tingkat-tingkat yang mendekati normal dengan diet-diet dan obat-obat. Individu-individu dengan kekurangan hormon tiroid (hypothyroidism) harus dirawat dengan hormon tiroid. Jika bezoars hadir, mereka harus dikeluarkan (biasanya secara endoskopi).

Membebaskan Mual, Muntah, Dan Nyeri Perut

Obat-obat yang digunakan untuk membebaskan mual dan muntah pada gastroparesis termasuk obat-obat promotility (lihat diskusi yang berikut) seperti metoclopramide (Reglan) dan domperidone, obat-obat anti mual seperti prochlorperazine (Compazine) dan promethazine (Phenergan), serotonin antagonists seperti ondansetron (Zofran), obat-obat anticholinergic seperti tempelan scopolamine (umumnya digunakan untuk merawat penyakit gerakan), obat-obat yang digunakan untuk merawat mual pada pasien-pasien kemoterapi kanker seperti aprepitant (Emend), dan medical marijuana Marinol.

Obat-obat yang digunakan untuk membebaskan nyeri perut pada gastroparesis termasuk obat-obat antiperadangan nonsteroid atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen (Motrin) dan naproxen (Aleve), tricyclic antidepressants dosis rendah seperti amitriptyline (Elavil), obat-obat yang menghalangi syraf-syaraf yang merasakan nyeri seperti gabapentin (Neurontin), dan narkotika-narkotika seperti tramadol (Ultram) dan Fentanyl. Pembebas-pembebas nyeri narkotika sebagai suatu kelompok cenderung menyebabkan sembelit dan memperlambat pengosongan lambung, dan, oleh karenanya, harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati diantara pasien-pasien dengan gastroparesis.

Menstimulasi Aktivitas Otot

Obat-Obat Oral. Ada empat obat-obat oral yang digunakan untuk menstimulasi kontraksi-kontraksi dari otot-otot perut, dirujuk sebagai obat-obat pro-motility (pro kemampuan bergerak). Obat-obat ini adalah cisapride (Propulsid), domperidone, metoclopramide (Reglan), dan erythromycin. Cisapride adalah obat yang efektif untuk merawat gastroparesis; bagaimanapun, ia dikeluarkan dari pasar karena ia dapat menyebabkan irama jantung yang tidak teratur yang serius dan mengancam nyawa. Walaupun dengan fakta ini, ia dapat diperoleh untuk penggunaan melalui perusahaan farmasi yang membuatnya (Janssen Pharmaceuticals) dibawah protokol yang diawasi secara ketat namun hanya untuk pasien-pasien dengan gastroparesis yang berat yang tidak merespon pada semua tindakan-tindakan lain. Domperidone masih belum dibebaskan untuk penggunaan di Amerika; bagaimanapun, ia dapat diperoleh jika persetujuan diperoleh untuk penggunaannya dari US Food and Drug Administration. Obat yang keempat, erythromycin (E-Mycin, Ilosone, dan seterusnya.), adalah antibiotik yang digunakan secara umum. Pada dosis-dosis yang lebih rendah dari yang digunakan untuk merawat infeksi-infeksi, erythromycin menstimulasi kontraksi-kontraksi dari otot-otot lambung dan usus kecil dan adalah bermanfaat untuk merawat gastroparesis.

Telah ditunjukan bahwa tegaserod (Zelnorm), obat oral yang digunakan untuk merawat sembelit pada irritable bowel syndrome (IBS), meningkatkan pengosongan dari lambung tepat seperti yang ia lakukan dari usus besar (colon). Bagaimanapun, di bulan Maret tahun 2007, FDA meminta Novartis untuk menangguhkan penjualan-penjualan dari tegaserod (Zelnorm) di Amerika karena analisa data yang retrospektif oleh Novartis dari lebih dari 18,000 pasien-pasien menunjukan sedikit perbedaan pada kejadian dari kejadian-kejadian kardiovaskular (serangan-serangan jantung, strokestroke dan angina) diantara pasein-pasien pada Zelnorm dibandingkan pada placebo. Data telah menunjukan bahwa kejadian-kejadian kardiovaskular terjadi pada 13 dari 11,614 pasien-pasien yang dirawat dengan Zelnorm (.11%), dibanding pada satu kejadian kardiovaskular pada 7,031 (.01%) pasien-pasien yang dirawat dengan placebo. Bagaimanapun, adalah tidak jelas apakah Zelnorm sebenarnya menyebabkan serangan-serangan jantung dan stroke-stroke. Dokter-dokter dan ilmuwwn-ilmuwan akan meneliti data untuk menentukan keamanan jangka panjang dari Zelnorm.

Studi-studi lebih jauh akan diperlukan untuk menentukan betapa efektifnya tegaserod dan bagaimana ia membanding pada obat-obat lain yang tersedia untuk merawat gastroparesis sebelum penggunaannya dapat direkomendasikan.

Ada dua petunjuk-petunjuk penting dalam meresepkan obat-obat oral untuk gastroparesis. Pertama, obat-obat harus diberikan pada waktu-waktu yang tepat, dan kedua, obat-obat harus mencapai usus kecil sehingga ia dapat diserap kedalam tubuh. Karena tujuan dari perawatan adalah untuk menstimulasi kontraksi-kontraksi yang berotot selama dan segera setelah makan, obat-obat yang menstimulasi kontraksi-kontraksi harus diberikan sebelum makan.

Kebanyakan obat-obat harus dikosongkan dari lambung sehingga mereka dapat diserap di usus kecil. Kebanyakan dari pasien-pasien dengan gastroparesis mempunyai pengosongan makanan padat yang tertunda, dan pil-pil dan kapsul-kapsul, seperti makanan padat, tidak mengosong dengan baik dari lambung. Seperti disebutkan sebelumnya, banyak pasien-pasien dengan gastroparesis kurang mempunyai persoalan mengosongkan cairan-cairan dibanding dengan makanan padat. Oleh karenanya, obat-obat cair biasanya adalah lebih efektif daripada pil-pil atau kapsul-kapsul.

Obat-Obat Intravena. Adakalanya, pasien-pasien mempunyai pengosongan yang begitu buruk dari makanan padat dan cair dari lambung yang hanya obat-obat yang diberikan secara intravena adalah efektif. Pada pasien-pasien macam ini, metoclopramide atau erythromycin intravena dapat digunakan. Opsi yang ketiga adalah octreotide (Sandostatin), obat yang menyerupai hormon yang dapat disuntikan dibawah kulit. Seperti erythromycin, octreotide menstimulasi ledakan-ledakan singkat dari kontaksi-kontraksi yang kuat dari otot-otot di lambung dan usus kecil. Disebabkan oleh biaya yang lebih besarnya dan keperluan untuk suntik, octreotide hanya digunakan jika obat-obat lain gagal.

Electrical pacing. Electrical pacing dari perut adalah metode baru untuk merawat gastroparesis yang parah. Electrical pacing dari perut adalah analogi dari cardiac pacing untuk perawatan dari detak jantung yang lambatnya abnormal dan melibatkan penempatan pemacu (pacemaker). Pacemaker biasanya ditempatkan secara laparoskopi dan tidak memerlukan sayatan perut yang besar untuk memasuki perut. Selama penempatan, kabel elektrode-elektrode dipasang pada otot lambung. Kabel-kabel dibawa keluar melalui dinding perut tepat dibawah kulit. Kabel-kabel disambung pada pemacu yang kecil yang dioperasikan dengan baterai yang dipendam dalam kantong yang diciptakan secara operasi tepat dibawah kulit. Kulitnya kemudian dijahit sehingga pemacu dan kabel-kabel ada dibawah kulit. Pemacu menghasilkan impuls-impuls listrik yang dipancarkan oleh kabel-kabel ke otot-otot lambung, dan otot-otot berkontraksi dalam responnya pada impuls-impuls. Electrical pacing adalah efektif pada banyak pasien-pasien dengan gastroparesis yang parah, namun angka-angka dari pasien-pasien yang telah dirawat dengannya adalah kecil. Karena electrical pacing dari lambung adalah relatif baru, keefektifan dan keamanan jangka panjangnya masih belum ditentukan secara jelas.

Operasi. Operasi adakalanya digunakan untuk merawat gastroparesis. Tujuan dari operasi adalah untuk menciptakan mulut (bukaan) yang besar anatara lambung dan usus dalam rangka untuk membantu proses pengosongan isi-isi lambung. Secara alternatif, seluruh lambung mungkin dikeluarkan (diangkat). Prosedur-prosedur ini harus dipertimbangkan hanya ketika semua tindakan-tindakan lain telah gagal karena komplikasi-komplikasi yang potensial dari operasi. Operasi harus dilakukan hanya oleh ahli-ahli bedah dalam konsultasi dengan ahli-ahli pencernaan (gastroenterologists) yang berpengetahuan dan berpengalaman dalam merawat pasien-pasien dengan kelainan-kelaianan kemampuan pergerakan (motility) pencernaan (kelainan-kelainan dari syaraf-syaraf atau otot-otot saluran pencernaan yang mempengaruhi pencernaan dan pengangkutan makanan).

Mempertahankan Nutrisi

Pasien-pasien dengan gastroparesis yang ringan biasanya dapat dikendalikan dengan sukses dengan pembebas-pembebas nyeri dan obat-obat pro-motility (pro kemampuan bergerak), namun pasein-pasien dengan gastroparesis yang parah seringkali memerlukan opname rumah sakit yang berulangkali untuk mengkoreksi dehidrasi, malnutrisi dan untuk mengontrol gejala-gejala.

Opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan untuk dehidrasi dan malnutrisi termasuk:

* Cairan-cairan intravena untuk mengkoreksi dehidrasi dan mengisi elektrolit-elektrolit jika nutrisi tidak cukup namun gejala-gejala adakalanya menginterupsi pemasukan dari bahkan makanan cair.
* Enteral nutrition yang menyediakan makanan cair secara langsung kedalam usus kecil, mem-bypass lambung yang lumpuh.
* Intravenous total parenteral nutrition (TPN) untuk menyediakan kalori-kalori dan nutrisi-nutrisi (TPN adalah cairan yang mengandung glucose, asam-asam amino, lipid-lipid, mineral-mineral, dan vitamin-vitamin - segalanya yang diperlukan untuk nutrisi intravena yang memadai. Cairannya biasanya diantarkan kedalam vena yang besar via kateter pada lengan atau dada bagian atas.

Dokter-dokter biasanya lebih menyukai enteral nutrition daripada TPN karena penggunaan jangka panjang dari TPN dihubungkan dengan infeksi-infeksi dari kateter dan kerusakan hati. Infeksi dapat menyebar melalui darah ke seluruh tubuh, sebuah kondisi serius yang disebut sepsis. Sepsis yang berhubungan dengan kateter seringkali memerlukan perawatan dengan antibiotik-antibiotik intravena dan pengangkatan dari kateter yang terinfeksi atau penggantian dengan sebuah kateter baru. TPN juga dapat merusak hati, paling umum menyebabkan tes-tes hati yang abnormal dalam darah. Kerusakan hati yang diinduksi oleh TPN biasanya adalah ringan dan dapat dibalik (kelainan-kelainan tes hati kembali ke normal setelah penghentian TPN), namun, jarang, gagal hati yang tidak dapat dibalik dapat terjadi. Gagal hati semacam itu mungkin memerlukan transplantasi hati.

Enteral nutrition adalah aman dan efektif. Dua alat-alat yang umum untuk menyerahkan enteral nutrition adalah via tabung-tabung naso-jejunal atau tabung-tabung jejunostomy. Jejunum adalah bagian dari usus kecil yang tepat setelah duodenum, bagian pertama dari usus kecil tepat dibelakang lambung. Keduanya tabung-tabung naso-jejunal dan tabung-tabung jejunostomy diciptakan untuk mem-bypass lambung dan menyerahkan nutrisi-nutrisi kedalam jejunum dimana mereka dapat diserap.

Tabung naso-jejunal adalah kateter yang panjang dan tipis yang dimasukan (biasanya oleh seorang ahli radiologi atau radiologist atau seorang gastroenterologist) via lubang hidung kedalam lambung. Ujung dari tabung naso-jejunal kemudian dimajukan melewati lambung kedalam usus kecil. Seringkali ini harus dilakukan sewaktu endoskopi pencernaan bagian atas. Nutrisi-nutrisi cair kemudian dapat diserahkan via tabung naso-jejunal kedalam usus kecil. Tabung-tabung naso-jejunal umumnya adalah aman, namun ada kerugian-kerugian kosmetik dan ketidaknyamanan mempunyai sebuah tabung dalam hidung. Persoalan-persoalan yang terjadi dengan tabung-tabung naso-jejunal adalah terutama semata pengangkatan secara kebetulan atau dengan sengaja oleh pasien, rintangan dari tabung oleh larutan-larutan nutrisi yang memadat, dan penghisapan (backup dari isi-isi lambung kedalam paru-paru yang dapat menjurus pada pneumonia).

Jejunostomy adalah kateter yang ditempatkan secara langsung kedalam jejunum. Ia dapat dilakukan sewaktu operasi perut standar, menggunakan teknik-teknik invasif yang minimal (laparoscopy), atau oleh seorang ahli radiologi yang dilatih secara khusus. Dengan jejunostomy, kateter melewati kulit pada dinding perut dan secara langsung kedalam jejunum. Sebelum jejunostomy ditempatkan, sebuah percobaan dari nutrisi naso-jejunal seringkali diberikan untuk memastikan bahwa usus kecil tidak terlibat dengan persoalan kemampuan bergerak yang sama seperti lambung dan cairan-cairan nutrisi itu yang diinfus kedalam usus kecil akan ditolerir.

Prognosis Untuk Pasien-Pasien Dengan Gastroparesis

Jika gastroparesis disebabkan oleh persoalan yang dapat dibalik, contohnya pankreatitis, kondisinya akan surut ketika persoalan yang mendasarinya menghilang. Pada beberapa penderita diabetik, pengontrolan yang lebih baik dari gula darah mereka akan memperbaiki pengosongan perut. Jika tidak ada penyebab yang dapat dibalik, gastroparesis jarang menghilang. Faktanya, ia akan memburuk dengan berjalannya waktu. Gastroparesis adalah terutama sulit untuk dirawat ketika ada kelainan-kelainan kemampuan bergerak (motility) dari otot-otot usus kecil yang menyertainya.

Yang Baru Dari Gastroparesis

Perawatan percobaan yang terbaru untuk gastroparesis adalah suntikan dari racun botulinum kedalam pylorus. Pylorus adalah kanal yang sempit yang dilewati makanan dari lambung ke duodenum. Pylorus, seperti lambung, adalah organ yang berotot. Pylorus tertutup pada kebanyakan waktu yang disebabkan oleh kontraksi yang terus menerus dari otot pylorus. Ia terbuka sebentar-sebentar dan mengizinkan sekresi-sekresi dari lambung untuk memasuki usus kecil. Setelah makan, pylorus adalah sangat penting untuk metering pengosongan lambung. Pada gastroparesis, meskipun otot-otot perut lemah sepanjang waktu, otot pylorus tetap kuat dan berkontraksi dan pylorus secara relatif tertutup. Dihipotesakan bahwa jika kekuatan dari otot pylorus dikurangi, makanan mungkin lebih siap mengosongkan diri dari lambung. Meskipun prosedur operasi, diistilahkan pyloroplasty, untuk memperbesar pylorus telah digunakan pada waktu lalu untuk merawat persoalan-persoalan dengan pengosongan lambung, ia adalah operasi utama dan telah mempunyai hasil-hasil yang beragam dengan respek pada kemanjurannya. Lebih baru-baru ini, relaksasi (pengenduran) dari otot-otot pylorus telah dihasilkan dengan menyuntikan racun botulinum atau botulinum toxin (Botox) kedalam pylorus. Meskipun hasil-hasilnya baik, prosedurnya masih belum dipelajari secara cukup untuk merekomendasikan penggunaannya sampai ia adalah bagian dari protokol penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar