Selasa, 01 Maret 2011

Keracunan Darah (sepsis)

Definisi Keracunan Darah

Keracunan darah adalah istilah yang nonspesifik yang digunakan terutama oleh individual-individual nonmedis yang menggambarkan, dalam arti yang paling luas, segala kondisi-kondisi medis yang kurang baik yang disebabkan oleh kehadiran dari segala agen yang beracun dalam darah. Biasanya, orang kebanyakan yang menggunakan istilah keracunan darah merujuk pada kondisi-kondisi medis yang timbul ketika bakteri-bakteri atau produk-produk mereka (atau kedua-duanya) mencapai darah.
Keracunan darah bukan istilah medis dan tidak nampak pada banyak kamus-kamus medis atau publikasi-publikasi ilmiah. Bagaimanapun, ketika ia digunakan, istilah medis yang benar yang hampir mendekati arti yang dimaksudkan adalah sepsis. Banyak pengarang-pengarang medis mempertimbangkan istilah-istilah keracunan darah dan sepsis dapat saling ditukarkan, namun kecenderungannya adalah untuk menggunakan istilah sepsis.
Definisi Sepsis

Sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam nyawa, yang ditemukan dalam hubungan dengan infeksi yang diketahui atau dicurigai (biasanya namun tidak terbatas pada bakteri-bakteri) yang tanda-tanda dan gejala-gejalanya memenuhi paling sedikit dua dari kriteria-kriteria berikut dari sindrom respon peradangan sistemik atau systemic inflammatory response syndrome (SIRS):

* denyut jantung yang meningkat (tachycardia) >90 detak per menit waktu istirahat
* temperatur tubuh tinggi (>100.4F atau 38C) atau rendah (<96.8F atauor 36C) * kecepatan pernapasan yang meningkat dari >20 napas per menit atau PaCO2 (tekanan parsial dari karbondioksida dalam arteri darah) <32 mm Hg * jumlah sel darah putih yang abnormal (>12000 sel/µL atau <4000 sel/µL atau >10% bands [tipe yang belum matang dari sel darah putih])

Pasien-pasien yang memenuhi kriteria-kriteria diatas mempunyai sepsis dan juga diistilahkan septic. Kriteria ini diusulkan oleh beberapa lembaga-lembaga medis dan mungkin terus menerus dimodofikasi oleh kelompok-kelompok medis lain. Contohnya, kelompok-kelompok pediatric (penyakit anak-anak) menggunakan empat kriteria yang sama yang didaftar diatas namun memodifikasi nilai-nilai untuk setiapnya untuk membuat kriteria SIRS untuk anak-anak. Kelompok-kelompok lain ingin menambah kriteria, namun sekarang ini ini adalah definisi yang paling luas diterima.

Istilah-istilah yang sering digunakan ditempat dari sepsis adalah bacteremia, septicemia, dan keracunan darah. Bagaimanapun, bacteremia berarti kehadiran dari bakteri-bakteri dalam darah; ini dapat terjadi tanpa segala dari kriteria yang didaftar diatas dan harus tidak dikacaukan dengan sepsis. Contohnya, anda dapat menggosk gigi anda dan memperoleh bacteremia untuk waktu yang singkat dan tidak mempunyai kriteria SIRS yang terjadi. Sayangnya, septicemia telah mempunyai berbagai definisi-definisi dari waktu ke waktu; ia telah didefinisikan sebagai bacteremia, keracunan darah, bacteremia yang menjurus pada sepsis, sepsis, dan variasi-variasi lain. Meskipun septicemia tampak seringkali pada literatur medis, seorang pembaca harus yakin definisi mana yang digunakan oleh pengarang. Beberapa ahli-ahli menyarankan istilah-istilah keracunan darah dan septicemia tidak digunakan karena mereka terdefinisi dengan buruk, namun adalah sulit untuk mengabaikan istilah-istilah macam itu yang telah digunakan berdekade-dekade.

Mengapa Begitu Banyak Penyakit-Penyakit Dengan "sepsis", "septic", "septicemia", Atau "Keracunan Darah" Dalam Nama Mereka ?

Sayangnya, kedua-duanya personal medis dan orang kebanyakan telah menggunakan istilah-istilah ini dengan saling dapat ditukarkan dan kemudian menghubungkan mereka ke organisme tertentu (biasanya bakteri) yang dapat menyebabkan sepsis atau ke temapt dalam tubuh dimana infeksi berasal yang menjurus pada sepsis seperti digambarkan diatas. Contonya, meningococcal sepsis, meningococcal septicemia, septic meningitis, dan meningococcal blood poisoning dapat merujuk pada kesatuan yang sama; infeksi dari pasien oleh bakteri Neisseria meningitidis yang telah menyebar dari meninges (selaput-selaput otak) ke aliran darah, berakibat pada pasien mempunyai paling sedikit dua dari empat kriteria yang digariskan diatas untuk sepsis. Contoh-contoh umum dari tempat tubuh yang digunakan dalam cara yang sama adalah puerperal sepsis, puerperal septicemia, puerperal atau childbirth blood poisoning, dan maternal septicemia postpartum. Semua empat istilah-istilah mewakili infeksi dari sistim reproduksi wanita yang menjurus pada kriteria sepsis untuk pasien. Agen yang infeksius tidak digambarkan ketika tempat tubuh dihubungkan ke "sepsis" atau istilah-istilah lain. Berikut adalah daftar sebagian yang singkat dari keduanya yaitu organisme dan istilah-istilah sistim organ (dan yang berhubungan dengan organ) yang terlihat di keduanya literatur awam dan medis:

* MRSA sepsis: sepsis yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin
* VRE sepsis: sepsis yang disebabkan oleh jenis bakteri Enterococcus yang resisten terhadap vancomycin
* urosepsis: sepsis yang berasal dari infeksi saluran kencing
* wound sepsis: sepsis yang berasal dari infeksi luka
* neonatal sepsis atau septicemia: sepsis yang terlihat pada bayi-bayi yang baru dilahirkan, biasanya pada empat minggu pertama setelah kelahiran
* septic abortion: aborsi yang disebabkan oleh infeksi dengan sepsis pada ibu

Ada lebih banyak contoh-contoh dari istilah-istilah yang dihubungkan ke sepsis (contohnya, AIDS, tattoo, gigitan laba-laba). Adakalanya, istlah-istilah seperti hemorrhagic septicemia digunakan untuk menggambarkan gejala (perdarahan internal) yang terjadi dengan sepsis. Kecenderungan dalam kedokteran saat ini adalah untuk mengurangi penggunaan istilah-istilah septicemia dan keracunan darah untuk lebih menyukai istilah-istilah sepsis atau septic, karena sepsis terdefinisi lebih singkat.

Tanda-Tanda atau Gejala-Gejala Sepsis (Keracunan Darah)

Pasien harus mempunyai sumber infeksi yang terbukti atau yang dicurigai (biasanya bakteri) dan mempunyai paling sedikit dua dari persoalan-persoalan berikut: denyut jantung yang meningkat (tachycardia), temperatur yang tinggi (demam) atau temperatur yang rendah (hypothermia), pernapasan yang cepat (>20 napas per menit atau tingkat PaCO2 yang berkurang), atau jumlah sel darah putih yang tinggi, rendah, atau terdiri dari >10% sel-sel band. Pada kebanyakan kasus-kasus, adalah agak mudah untuk memastikan denyut jantung (menghitung nadi per menit), demam atau hypothermia dengan thermometer, dan untuk menghitung napa-napas per menit bahkan di rumah. Adalah mungkin lebih sulit untuk membuktikan sumber infeksi, namun jika orangnya mempunyai gejala-gejala infeksi seperti batuk yang produktif, atau dysuria, atau demam-demam, atau luka dengan nanah, adalah agak mudah untuk mencurigai bahwa seseorang dengan infeksi mungkin mempunyai sepsis. Bagaimanapun, penentuan dari jumlah sel darah putih dan PaCO2 biasanya dilakukan oleh laboratorium. Pada kebanyakan kasus-kasus, diagnosis yang definitif dari sepsis dibuat oleh dokter dalam hubungan dengan tes-tes laboratorium.

Beberapa pengarang-pengarang mempertimbangkan garis-garis merah atau alur-alur merah pada kulit sebagai tanda-tanda dari sepsis. Bagaimanapun, alur-alur ini disebabkan oleh perubahan-perubahan peradangan lokal pada pembuluh-pembuluh darah lokal atau pembuluh-pembuluh limfa (lymphangitis). Alur-alur atau garis-garis merah adalah mengkhawatirkan karena mereka biasanya mengindikasikan penyebaran infeksi yang dapat berakibat pada sepsis.
Penyebab Sepsis

Mayoritas dari kasus-kasus sepsis disebabkan oleh infeksi-infeksi bakteri, beberapa disebabkan oleh infeksi-infeksi jamur, dan sangat jarang disebabkan oleh penyebab-penyebab lain dari infeksi atau agen-agen yang mungkin menyebabkan SIRS. Agen-agen infeksius, biasanya bakteri-bakteri, mulai menginfeksi hampir segala lokasi organ atau alat-alat yang ditanam (contohnya, kulit, paru, saluran pencernaan, tempat operasi, kateter intravena, dll.). Agen-agen yang menginfeksi atau racun-racun mereka (atau kedua-duanya) kemudian menyebar secara langsung atau tidak langsung kedalam aliran darah. Ini mengizinkan mereka untuk menyebar ke hampir segala sistim organ lain. Kriteria SIRS berakibat ketika tubuh mencoba untuk melawan kerusakan yang dilakukan oleh agen-agen yang dilahirkan darah ini.

Penyebab-penyebab bakteri yang umum dari sepsis adalah gram-negative bacilli (contohnya, E. coli, P. aeruginosa, E. corrodens), S. aureus, jenis-jenis Streptococcus dan jenis-jenis Enterococcus; bagaimanapun, ada sejumlah besar jenis bakteri yang telah diketahui menyebabkan sepsis. Jenis-jenis Candida adalah beberapa dari jamur yang paling sering menyebabkan sepsis. Pada umumnya, seseorang dengan sepsis dapat menular, sehingga tindakan-tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, sarung-sarung tangan steril, masker-masker, dan penutup baju harus dipertimbangkan tergantung pada sumber infeksi pasien.

Mendiagnosa Sepsis

Secara klinis, pasien perlu memenuhi paling sedikit dua dari kriteria SIRS yang didaftar diatas dan mempunyai infeksi yang dicurigai atau terbukti. Diagnosis yang definitif tergantng pada pembiakn darah yang positif untuk agen infeksius dan paling sedikit dua dari kriteria SIRS. Bagaimanapun, dua subset dari empat kriteria tergantung pada analisa laboratorium; pemeriksaan-pemeriksaan sel darah putih dan PaCO2. Kriteriakriteria subset ini, seperti pembiakan-pembiakan darah, dilakukan di laboratorium-laboratorium klinik.

Ada diagnosa-diagnosa lain yang mengindikasikan keparahan dari sepsis pasien. Sepsis yang parah didiagnosa ketika pasien septic mempunyai disfungsi organ (contohnya, aliran urin yang rendah atau tidak ada, keadaan mental yang berubah). Sepsis yang parah dapat juga termasuk hipotensi yang diinduksi oleh sepsis (juga diistilahkan septic shock) ketika tekanan darah pasien jatuh (biasanya <90 mmHg pada kaum dewasa) dan berakibat pada aliran darah yang rendah atau tidak ada ke berbagai organ-organ.
Merawat Sepsis (Keracunan Darah)

Pada hampir setiap kasus sepsis, pasien-pasien perlu dirawat di rumah sakit, dirawat dengan antibiotik-antibiotik intravena yang tepat, dan diberikan terapi untuk mendukung segala disfungsi organ. Sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan organ den kematian; terapi harus tidak ditunda karena statistik-statstik menyarankan setinggi 7% kematian meningkat per jam jika antibiotik-antibiotik ditunda pada sepsis yang parah. Kebanyakan kasus-kasus dari sepsis dirawat di unit gawat darurat atau intensive care unit (ICU) rumah sakit.

Antibiotik-antibiotik yang tepat untuk merawat sepsis adalah kombinasi-kombinasi dari dua atau tiga antibiotik-antibiotik yang diberikan pada saat yang sama; kebanyakan kombinasi-kombinasi biasanya termasuk vancomycin untuk merawat banyak infeksi-infeksi MRSA. Bagaimanapun, sekali organisme yang menginfeksi diisolir, laboratorium-laboratorium dapat menentukan antibiotik-antibiotik mana paling efeketif melawan organisme-organisme, dan antibiotik-antibiotik itu harus digunakan untuk merawat pasien. Sebagai tambahan pada antibiotik-antibiotik, dua intervensi-intervensi therapeutik utama lain, dukungan sistim organ dan operasi, mungkin diperlukan. Pertama, jika sistim organ memerlukan dukungan, ICU (intensive care unit) dapat seringkali menyediakannya (contohnya, intubation untuk mendukung fungsi paru atau dialysis untuk mendukung fungsi ginjal). Kedua, operasi mungkin diperlukan untuk mengalirkan atau mengeluarkan sumber infeksi. Amputasi anggota-anggota tubuh (tangan dan kaki) telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa-nyawa pasien.

Prognosis Sepsis

Prognosis dari pasien-pasien dengan sepsis dihubungkan ke keparahan atau stadium dari sepsis serta ke keadaan kesehatan yang mendasarinya dari pasien. Contohnya, pasien-pasien dengan sepsis dan tidak ada tanda-tanda yang terus menerus dari gagal organ pada saat diagnosis mempunyai kira-kira 15%-30% kesempatan kematian. Pasien-pasien dengan sepsis yang parah atau septic shock mempunyai angka kematian dari kira-kira 40%-60%. Bayi-bayi yang baru lahir dan pasien-pasien anak-anak dengan sepsis mempunyai kira-kira 9%-36% angka kematian. Penyelidik-penyelidik telah mengembangkan scoring system (MEDS score) berdasarkan pada gejala-gejala pasien untuk menaksir prognosis.

Ada sejumlah besar komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi dengan sepsis. Komplikasi-komplikasi berhubungan dengan tipe dari infeksi awal (contonya, pada infeksi paru dengan sepsis, komplikasi yang potensial mungkin adalah keperluan untuk dukungan pernapasan) dan keparahan dari sepsis (contohnya, septic shock yang berhubungan dengan infeksi anggota tubuh yang dapat memerlukan amputasi anggota tubuh). Sebagai konsekwensi, setiap pasien kemungkinan mempunyai potensi untuk komplikasi yang berhubungan dengan sumber sepsis; pada umumnya, komplikasi-komplikasi disebabkan oleh disfungsi, kerusakan, atau kehilangan organ.

Dokter-dokter setuju bahwa lebih cepat pasien dengan sepsis didiagnosa dan dirawat, lebih baik pronosisnya dan lebih sedikit komplikasi-komplikasinya, jika ada untuk pasien.
Pencegahan Sepsis (Keracunan Darah)

Faktor-faktor risiko yang menjurus pada sepsis dapat dikurangi dengan banyak metode-metode. Mungkin cara yang paling penting untuk mengurangi kesempatan untuk sepsis adalah untuk pertama mencegah segala infeksi-infeksi. Vaksin-vaksin, kesehatan yang baik, mencuci tangan, dan menghndari sumber-sumber infeksi adalah metode-metode pencegahan yang baik sekali. Jika infeksi terjadi, perawatan segera dari segala infeksi sebelum ia mempunyai kesempatan untuk menyebar kedalam darah adalah mungkin untuk mencegah sepsis. Ini terutama penting pada pasien-pasien yang berisiko lebih besar untuk infeksi seperti mereka yang mempunyai sistim-sistim imun yang ditekan, mereka yang dengan kanker, orang-orang dengan diabetes, atau pasien-pasien kaum tua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar