Sabtu, 05 Maret 2011

Polycystic Kidney Disease

Definisi Polycystic Kidney Disease

Polycystic kidney disease (PKD) adalah suatu kelainan genetik yang dikarakteristikan oleh pertumbuhan dari banyak kista-kista (cysts) pada ginjal-ginjal. Ginjal-ginjal adalah dua organ-organ, setiapnya kira-kira seukuran kepalan tangan, berlokasi pada bagian atas dari perut seseorang, menuju kebelakang. Ginjal-ginjal menyaring pembuangan dan cairan ekstra dari darah untuk membentuk urin. Mereka juga mengatur jumlah-jumlah dari senyawa-senyawa yang vital didalam tubuh. Ketika kista-kista (cysts) terbentuk pada ginjal-ginjal, mereka terisi dengan cairan. Kista-kista PKD dapat sangat membesarkan ginjal-ginjal ketika menggantikan banyak dari struktur normal, berakibat pada pengurangan fungsi ginjal dan menjurus pada gagal ginjal.

Ketika PKD menyebabkan ginjal-ginjal untuk gagal - yang biasanya terjadi setelah bertahun-tahun - pasien memerlukan dialysis atau transplantasi ginjal. Kira-kira setengah dari orang-orang dengan tipe yang paling umum dari PKD berlanjut ke gagal ginjal, juga disebut tingkat akhir penyakit ginjal atau end-stage renal disease (ESRD).

PKD dapat juga menyebabkan kista-kista pada hati dan persoalan-persoalan pada organ-organ lain, seperti pembuluh-pembuluh darah di otak dan jantung. Angka dari kista-kista begitu juga komplikasi-komplikasinya yang mereka sebabkan membantu dokter-dokter membedakan PKD dari kista-kista sederhana yang biasanya tidak berbahaya yang seringkali terbentuk pada ginjal-ginjal dalam tahun-tahun kehidupan kemudian.

Di Amerika, kira-kira 600,000 orang-orang mempunyai PKD, dan penyakit kista adalah pemimpin ke empat dari penyebab kegagalan ginjal. Dua bentuk-bentuk utama PKD yang diturunkan atau diwariskan yang ada:

* Autosomal dominant PKD adalah bentuk yang diturunkan yang paling umum. Gejala-gejala biasanya berkembang diantara umur 30 dan 40, namun mereka dapat mulai lebih awal, bahkan pada masa kanak-kanak. Kira-kira 90 persen dari semua kasus-kasus PKD adalah autosomal dominant PKD.
* Autosomal recessive PKD adalah suatu bentuk yang diturunkan yang jarang. Gejala-gejala dari autosomal recessive PKD mulai pada bulan-bulan paling awal dari kehidupan, bahkan didalam kandungan.

Definisi Autosomal Dominant PKD

Autosomal dominant PKD adalah kelainan ginjal-ginjal yang paling umum diturunkan atau diwariskan. Ungkapan "autosomal dominant" berarti bahwa jika satu orangtua mempunyai penyakit ini, ada suatu kesempatan sebesar 50 persen bahwa gen penyakit ini akan diberikan pada seorang anak. Pada beberapa kasus-kasus - mungkin 10 persen - autosomal dominant PKD terjadi secara spontan pada pasien-pasien. Pada kasus-kasus ini, tidak seorangpun dari orangtuanya membawa suatu kopi dari gen penyakit.

Banyak orang-orang dengan autosomal dominant PKD hidup berdekade-dekade tanpa mengembangkan gejala-gejala. Untuk sebab ini, autosomal dominant PKD seringkali disebut penyakit ginjal polisistik dewasa atau "adult polycystic kidney disease." Namun, pada beberapa kasus-kasus, kista-kista mungkin terbentuk pada awal kehidupan dan bertumbuh dengan cepat, menyebabkan gejala-gejala pada masa kanak-kanak.

Kista-kista tumbuh keluar dari nephrons, unit-unit penyaringan yang kecil didalam ginjal-ginjal. Kista-kista akhirnya berpisah dari nephrons dan berlanjut untuk membesar. Ginjal-ginjal membesar bersama dengan kista-kista - yang dapat berjumlah ribuan - dimana secara kasar mempertahankan bentuk ginjal mereka. Pada autosomal dominant PKD yang telah berkembang penuh, sebuah ginjal yang dipenuhi dengan kista dapat menimbang sebanyak 20 sampai 30 pounds. Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah umum dan berkembang pada kebanyakan pasien-pasien pada umur 20 atau 30 tahun.

Gejala-Gejala Dari Autosomal Dominant PKD

Gejala-gejala yang paling umum adalah nyeri di punggung dan di sisi-sisi (antara tulang-tulang rusuk dan pinggul-pinggul), dan sakit-sakit kepala. Nyeri yang tunmpul dapat sementara atau gigih, ringan atau berat.

Orang-orang dengan autosomal dominant PKD juga dapat mengalami komplikasi-komplikasi berikut:

* Infeksi-infeksi saluran kencing, terutama sekali pada kista-kista ginjal
* Hematuria (darah didalam urin)
* Kista-kista hati dan pankreas
* Klep-klep jantung yang abnormal
* Hipertensi (tekanan darah tinggi)
* Batu-batu ginjal
* Aneurysms (penonjolan-penonjolan pada dinding-dinding pembuluh darah) didalam otak
* Diverticulosis (kantong-kantong kecil yang menonjol keluar dari usus besar).

Mendiagnosis Autosomal Dominant PKD

Autosomal dominant PKD biasanya didiagnosis dengan studi-studi penggambaran (imaging) ginjal. Bentuk yang paling umum dari penggambaran ginjal secara diagnostik adalah ultrasound, namun studi-studi yang lebih tepat, seperti computerized tomography (CT) scans atau magnetic resonance imaging (MRI) juga digunakan secara luas. Pada autosomal dominant PKD, timbulnya kerusakan ginjal dan berapa cepat penyakitnya berlanjut dapat berbeda-beda. Penemuan-penemuan penggambaran (imaging) ginjal dapat juga berbeda-beda dengan sangat, tergantung pada umur seorang pasien. Pasien-pasien yang lebih muda biasanya mempunyai keduanya yaitu kista-kista yang lebih sedikit dan lebih kecil. Dokter-dokter oleh karenanya telah megembangkan kriteria spesifik untuk mendiagnosis penyakit dengan penemuan-penemuan penggambaran (imaging) ginjal, tergantung pada umur pasien. Contohnya, kehadiran dari paling sedikit dua kista pada setiap ginjal-ginjal pada umur 30 tahun pada seorang pasien dengan suatu sejarah keluarga dari penyakit dapat mengkonfirmasi diagnosis dari autosomal dominant PKD. Jika ada pertanyaan apa saja tentang diagnosis, suatu sejarah keluarga dari autosomal dominant PKD dan kista-kista yang ditemukan pada organ-organ lain membuat diagnosis lebih mungkin.

Pada kebanyakan kasus-kasus autosomal dominant PKD, pasien-pasien tidak mempunyai gejala-gejala dan kondisi fisiknya nampak normal untuk bertahun-tahun, sehingga penyakitnya dapat berjalan tanpa diketahui. Checkup-checkup fisik dan tes-tes darah dan urin mungkin tidak menjurus pada diagnosis awal. Karena pertumbuhan kista yang perlahan dan kemajuan yang tidak terdeteksi, beberapa orang-orang hidup bertahun-tahun tanpa mengetahui mereka mempunyai autosomal dominant PKD.

Sekali kista-kista telah tumbuh ke kira-kira setengah inch, bagaimanapun, diagnosis adalah mungkin dengan teknologi imaging. Ultrasound, yang melewatkan gelombang-gelombang suara melalui tubuh untuk menciptakan suatu gambar dari ginjal-ginjal, digunakan paling sering. Ultrasound imaging tidak menggunakan zat-zat pewarna apa saja yang disuntikan melalui intravena atau radiasi dan adalah aman untuk semua pasien-pasien, termasuk wanita-wanita hamil. Ia juga dapat mendeteksi kista-kista pada ginjal-ginjal dari suatu janin (fetus), namun pertumbuhan kista besar pada awal kehidupan ini adalah tidak umum pada autosomal dominant PKD.

Prosedur-prosedur imaging yang lebih kuat dan mahal seperti CT scans dan MRI juga dapat mendeteksi kista-kista. Baru-baru ini, MRI telah digunakan untuk mengukur volume ginjal dan kista dan mengamati ginjal dan pertumbuhan kista, yang mungkin melayani sebagai suatu cara untuk menjejaki kemajuan dari penyakit.

Diagnosis dapat juga dibuat dengan suatu tes genetik yang mendeteksi mutasi-mutasi pada gen-gen autosomal dominant PKD, disebut PKD1 dan PKD2. Walaupun tes ini dapat mendeteksi kehadiran dari mutasi-mutasi autosomal dominant PKD sebelum kista-kista besar berkembang, kegunaannya dibatasi oleh dua faktor-faktor: pendeteksiaan dari suatu gen penyakit tidak dapat memprediksi timbulnya dari gejala-gejala atau keparahan akhir dari penyakit, dan jika suatu gen penyakit dideteksi, tidak ada pencegahan atau penyembuhan spesifik untuk penyakit ini. Bagaimanapun, seorang yang muda yang mengetahui suatu mutasi gen PKD mungkin mampu untuk mencegah kehilangan fungsi ginjal melalui diet dan kontrol tekanan darah. Tes genetik mungkin juga digunakan untuk menentukan apakah seotang anggota muda dari suatu family PKD dapat dengan aman mendonor sebuah ginjal kepada suatu anggota keluarga dengan penyakit. Individu-individu dengan suatu sejarah PKD keluarga yang berada pada umur untuk mengandung anak mungkin juga ingin untuk mengetahui apakah mereka mempunyai potensi memberikan suatu gen PKD pada seorang anak. Siapa saja yang mempertimbangkan pengujian genetik harus menerima konsultasi untuk mengerti semua implikasi-implikasi dari tes.

Merawat Autosomal Dominant PKD

Walaupun suatu penyembuhan untuk autosomal dominant PKD tidak tersedia, perawatan dapat meringankan atau meredakan gejala-gejala dan memperpanjang hidup.

Pain. Nyeri pada area dari ginjal-ginjal dapat disebabkan oleh infeksi kista, perdarahan kedalam kista-kista, batu-batu ginjal, atau peregangan dari jaringan yang berserat disekitar ginjal dengan pertumbuhan kista. Seorang dokter akan pertama-tama mengevaluasi yang mana dari sebab-sebab ini yang berkontribusi pada nyeri untuk memandu perawatan. Jika ditentukan adalah nyeri kronis yang disebabkan oleh ekspansi kista, dokter mungkin awalnya menyarankan obat-obat sakit over-the-counter, seperti aspirin atau acetaminophen (Tylenol). Konsultasi dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat over-the-counter apa saja karena beberapa mungkin adalah berbahaya untuk ginja-ginjal. Untuk kebanyakan namun tidak semua kasus-kasus dari nyeri yang berat yang disebbkan oleh ekspansi kista, operasi untuk menyusutkan kista-kista dapat membebaskan nyeri pada punggung dan sisi-sisi. Bagaimanapun, operasi menyediakan hanya pembebasan sementara dan tidak memperlambat kemajuan penyakit menuju gagal ginjal.

Sakit-Sakit Kepala yang berat atau yang kelihatannya dirasakan berbeda dari sakit-sakit kepala lain mungkin disebabkan oleh aneurysms - pembuluh-pembuluh darah yang menggelembung di tempat - didalam otak. Aneurysms ini dapat pecah, yang dapat mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang berat. Sakit-sakit kepala juga dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Orang-orang dengan autosomal dominant PKD harus mengunjungi seorang dokter jika mereka mempunyai sakit-sakit kepala yang berat atau yang kambuh - bahkan sebelum mempertimbangkan obat-obat sakit over-the-counter.

Infeksi Saluran Kencing. Orang-orang dengan autosomal dominant PKD cenderung mempunyai infeksi-infeksi saluran kencing yang seringkali, yang dapat dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Orang-orang dengan penyakit harus mencari perawatan untuk infeksi-infeksi saluran kencing segera karena infeksi dapat menyebar dari saluran kencing ke kista-kista pada ginjal-ginjal. Infeksi-infeksi kista adalah sulit untuk dirawat karena banyak antibiotik-antibiotik tidak menembus ke kista-kista.

Hipertensi (tekanan darah tinggi). Mempertahankan tekanan darah dibawah kontrol dapat memperlambat efek-efek dari autosomal dominant PKD. Perubahan-perubahan gaya hidup dan berbagai bat-obat dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Pasien-pasien harus minta dokter-dokter mereka tentang perawatan-perawatan ini. Adakalanya diet yang tepat dan latihan (olah raga) adalah cukup untuk mempertahankan tekanan darah terkontrol.

Tingkat Akhir Penyakit Ginjal (End-stage renal disease). Setelah bertahun-tahun, PKD dapat menyebabkan ginjal-ginjal untuk gagal. Karena ginjal-ginjal adalah penting untuk hidup, orang-orang dengan ESRD harus mencari satu dari dua opsi (pilihan) untuk menggantikan fungsi-fungsi ginjal: dialysis atau transplantasi. Pada hemodialysis, darah diedarkan kedalam suatu penyaring eksternal (luar), dimana ia dibersihkan sebelum masuk kembali kedalam tubuh; pada peritoneal dialysis, suatu cairan dimasukkan kedalam perut, dimana ia menyerap pembuangan-pembuangan dan kemudian diangkat. Transplantasi dari ginjal-ginjal yang sehat ke pasien-pasien ESRD telah menjadi suatu prosedur yang umum dan dengan sukses. Ginjal-ginjal yang bukan PKD yang sehat yang ditransplantasikan ke dalam pasien-pasien PKD tidak mengembangkan kista-kista.

Definisi Autosomal Recessive PKD

Autosomal recessive PKD disebabkan oleh suatu mutasi didalam gen autosomal recessive PKD, disebut PKHD1. Gen-gen lain untuk penyakit mungkin ada namun masih belum ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan. Kita semua membawa dua kopi dari setiap gen. Orangtua-orangtua yang tidak mempunyai PKD dapat mempunyai seorang anak dengan penyakit ini jika kedua orangtua membawa satu kopi dari gen yang abnormal dan keduanya memberikan gen-gen itu kepada bayi mereka. Kesempatan dari anak mendapatkan autosomal recessive PKD ketika kedua orangtuanya membawa gen-gen abnormal adalah 25 persen. Jika hanya satu orangtua membawa gen yang abnormal, bayi tidak dapat memperoleh autosomal recessive PKD namun dapat akhirnya memberikan gen yang abnormal ke anak-anak mereka.

Tanda-tanda dari autosomal recessive PKD seringkali mulai sebelum kelahiran, sehingga ia sering disebut "infantile PKD." Anak-anak yang terlahir dengan autosomal recessive PKD seringkali, namun tidak selalu, mengembangkan gagal ginjal sebelum mencapai kedewasaan. Keparahan dari penyakit bervariasi. Bayi-bayi dengan kasus-kasus yang paling buruk meninggal beberapa jam atau hari setelah kelahiran disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan pernapasan.

Beberapa orang-orang dengan autosomal recessive PKD tidak mengembangkan gejala-gejala hingga dikemudian masa kanak-kanak atau bahkan kedewasaan. Luka parut hati terjadi pada semua pasien-pasien dengan autosomal recessive PKD dan cenderung menjadi lebih dari suatu keprihatinan medis dengan peningkatan umur.

Gejala-Gejala Dari Autosomal Recessive PKD

Anak-anak dengan autosomal recessive PKD mengalami tekanan darah tinggi, infeksi-infeksi saluran kencing, dan kencing yang seringkali. Penyakit biasanya mempengaruhi hati dan limpa, berakibat pada jumlah-jumlah sel darah yang rendah, varicose veins, dan hemorrhoids. Karena fungsi ginjal adalah penting sekali untuk pengembangan fisik dini, anak-anak dengan autosomal recessive PKD dan fungsi ginjal yang berkurang biasanya adalah lebih kecil daripada ukuran rata-rata. Studi-studi baru-baru ini menyarankan bahwa persoalan-persoalan pertumbuhan mungkin adalah suatu ciri utama dari autosomal recessive PKD.

Mendiagnosis Autosomal Recessive PKD

Ultrasound imaging dari janin (fetus) atau yang baru dilahirkan mengungkap ginjal-ginjal yang membesar dengan suatu penampakan yang abormal, namun kista-kista besar seperti yang pada autosomal dominant PKD adalah jarang terlihat. Karena autosomal recessive PKD cenderung meninggalkan parut pada hati, ultrasound imaging dari hati juga membantu dalam diagnosis.

Merawat Autosomal Recessive PKD

Obat-obat dapat mengontrol tekanan darah tinggi pada autosomal recessive PKD, dan antibiotik-antibiotik dapat mengontrol infeksi-infeksi saluran kencing. Memakan jumlah-jumlah yang meningkat dari makanan-makanan bergizi memperbaiki pertumbuhan pada anak-anak dengan autosomal recessive PKD. Pada beberapa kasus-kasus, hormon-hormon pertumbuhan digunakan. Sebagai jawaban atas kegagalan ginjal, pasien-pasien autosomal recessive PKD harus menerima dialysis atau transplantasi. Jika penyakit hati yang serius berkembang, beberapa orang-orang dapat menjalani tranplantasi hati dan ginjal yang digabungkan.

Definisi Penyakit-Penyakit Genetik

Gen-gen adalah segmen-segmen dari DNA, molekul-molekul yang panjang yang berdiam di setiap dari sel-sel seseorang. Gen-gen, melalui proses-proses yang kompleks, membangun protein-protein untuk pertumbuhan dan pemeliharaan dari tubuh. Pada penghamilan (konsepsi), DNA atau gen-gen dari kedua orangtua diteruskan atau diberikan kepada anak.

Suatu penyakit genetik terjadi ketika satu atau kedua orangtua memberikan gen-gen abnormal kepada seorang anak pada penghamilan. Jika menerima suatu gen abnormla dari hanya satu otangtua adalah cukup untuk menghasilkan suatu penyakit pada anak, penyakit disebut mempunyai warisan dominan. Jika menerima gen-gen abnormal dari kedua orangtua diperlukan untuk menghasilkan penyakit pada anak, penyakit disebut recessive. Suatu penyakit genetik dapat juga terjadi melalui suatu mutasi yang spontan.

Kesempatan mendapatkan suatu penyakit dominan adalah lebih tinggi daripada kesempatan mendapatkan suatu penyakit recessive. Seorang anak yang menerima hanya satu kopi gen untuk penyakit recessive pada penghamilan tidak akan mengembangkan penyakit genetik - seperti autosomal recessive PKD - namun dapat meneruskan gennya ke generasi berikutnya.

Harapan Melalui Penelitian

Ilmuwan-ilmuwan telah memulai untuk mengidentifiksi proses-proses yang memicu pembentukan dari kista-kista PKD. Kemajuan-kemajuan dalam bidang genetik telah meningkatkan pengetahuan kita tentang gen-gen abnormal yang bertanggung jawab untuk autosomal dominant dan autosomal recessive PKD. Ilmuwan-ilmuwan telah menemukan dua gen-gen yang berhubungan dengan autosomal dominant PKD. Yang pertama ditemukan pada tahun 1985 pada kromosom 16 dan dinamakan PKD1. PKD2 ditemukan pada chromosome 4 pada tahun 1993. Dalam 3 tahun, ilmuwan-ilmuwan telah mengisolasi protein-protein yang dihasilkan kedua gen-gen ini - polycystin-1 dan polycystin-2.

Ketika kedua gen-gen PKD1 dan PKD2 adalah normal, protein-protein yang dihasilkan mereka bekerja sama untuk membantu perkembangan dari perkembangan ginjal yang normal dan mencegah pembentukan kista. Suatu mutasi dari salah satu dari gen-gen dapat menjurus pada pembentukan kista, namun bukti menyarankan bahwa perkembangan penyakit juga memerlukan faktor-faktor lain, sebagai tambahan pada mutasi pada satu dari gen-gen PKD.

Analisa-analisa genetik dari kebanyakan keluarga-keluarga dengan PKD mengkonfirmasi mutasi-mutasi pada salah satu dari gen-gen PKD1 dan PKD2. Pada kira-kira 10 sampai 15 persen dar kasus-kasus, bagaimanapun, keluarga-keluarga dengan autosomal dominant PKD tidak menunjukan kelainan-kelainan yang jelas atau mutasi-mutasi pada gen-gen PKD1 dan PKD2, menggunakan metode-metode pengujian yang sekarang ini.

Peneliti-peneliti juga baru-baru ini telah mengidentifikasi gen-gen autosomal recessive PKD, disebut PKHD1, pada kromosom 6. Pengujian genetik untuk autosomal recessive PKD untuk mendeteksi mutasi-mutasi pada PKHD1 sekarang ditawarkan oleh suatu jumlah yang terbatas dari laboratorium-laboratorium diagnostik molekul genetik di Amerika.

Peneliti-peneliti telah menternakkan hewan-hewan pengerat dengan suatu penyakit genetik yang sama dengan kedua bentuk-bentuk yang diturunkan atau diwariskan dari PKD manusia. Mempelajari tikus-tikus ini akan menjurus pada pengertian yang lebih besar dari mekanisme-mekanisme genetik dan nongenetik yang terlibat dalam pembentukan kista. Pada tahun-tahun akhir ini, peneliti-peneliti telah menemukan beberapa senyawa-senyawa yang tampaknya menghalangi pembentukan kista pada tikus-tikus dengan gen-gen PKD. Beberapa dari senyawa-senyawa ini ada dalam pengujian klinik pada manusia-manusia. Ilmuwan-ilmuwan berharap pengujian lebih jauh akan menjurus pada perawatan-perawatan yang aman dan efektif untuk manusia-manusia dengan penyakit.

Studi-studi klinik baru-baru ini dari autosomal dominant PKD sedang menjelajahi metode-metode imaging yang baru untuk mengikuti kemajuan dari penyakit kista ginjal. Metode-metode ini, menggunakan MRI, sedang membantu ilmuwan-ilmuwan menciptakan percobaan-percobaan klinik yang lebih baik untuk perawatan-perawatan baru dari autosomal dominant PKD.

Orang-orang yang tertarik untuk berpartisipasi pada percobaan-percobaan klinik dari perawatan-perawatan baru untuk PKD dapat menemukan suatu daftar dari pusat-pusat yang merekrut pasien-pasien di www.ClinicalTrials.gov.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar