Sabtu, 05 Maret 2011

Sakit Perut

Definisi Sakit Perut

Sakit perut adalah sakit yang dirasakan pada perut. Perut adalah suatu area anatomis yang dibatasi diatas oleh batas bagian bawah dari tulang-tulang rusuk dan diafragma, dibawah oleh tulang pelvik (pubic ramus), dan disetiap samping oleh panggul-panggul. Meskipun sakit perut dapat datang dari jaringan-jaringan dinding perut yang mengelilingi rongga perut (seperti kulit dan otot-otot dinding perut), istilah sakit perut umumnya digunakan untuk menggambarkan sakit yang berasal dari organ-organ didalam rongga perut. Organ-organ dari perut termasuk lambung, usus kecil, usus besar (colon), hati, kantong empedu, dan pankreas.

Adakalanya, sakit mungkin dirasakan pada perut meskipun itu datangnya dari organ-organ yang berdekatan pada, namun tidak dalam, rongga perut. Contohnya, kondisi-kondisi dari paru-paru bagian bawah, ginjal-ginjal, dan kandungan atau indung-indung telur (ovari-ovari) dapat menyebabkan sakit perut. Pada sisi lain, adalah juga mungkin untuk sakit dari organ-organ dalam perut dirasakan diluar perut. Contohnya, sakit dari peradangan pankreas mungkin dirasakan di belakang (punggung). Tipe-tipe yang belakangan ini disebut sakit "yang dirujukan" karena sakitnya tidak berasal dari lokasi dimana ia dirasakan. Agaknya, penyebab sakit berlokasi jauh dari dimana ia dirasakan.

Penyebab Sakit Perut

Sakit perut disebabka oleh peradangan (contohnya, radang usus buntu atau appendicitis, divertikulitis, kolitis ), oleh peregangan atau penggelembungan dari suatu organ (contohnya, halangan/rintangan dari usus, halangan dari pembuluh/saluran empedu oleh batu-batu empedu, pembengkakan hati dengan hepatitis), atau oleh kehilangan penyediaan darah pada suatu organ (contohnya, iskemik kolitis).

Untuk membuat hal-hal menjadi ruwet, bagaimanapun, sakit perut juga dapat terjadi tanpa peradangan, penggelembungan atau kehilangan penyediaan darah. Suatu contoh yang penting dari tipe sakit yang belakangan ini adalah irritable bowel syndrome (IBS). Tidak jelas apa yang menyebabkan sakit perut pada IBS, namun dipercayai disebabkan oleh kontraksi-kontraksi abnormal dari otot-otot usus (contohnya, kejang atau spasm) atau syaraf-syaraf dalam usus yang sensitifnya secara abnormal yang menimbulkan sensasi-sensasi yang menyakitkan yang tidak memadai (visceral hyper-sensitivity). Tipe-tipe sakit yang belakangan ini seringkali dirujuk sebagai sakit fungsional karena tidak ada penyebab-penyebab sakit yang jelas telah ditemukan - paling sedikit tidak sekarang.

Mendiagnosis Penyebab Sakit Perut

Dokter-dokter menentukan penyebab sakit perut dengan bersandar pada:

1. karakteristik-karakteristik dari sakit,
2. penemuan-penemuan pada pemeriksaan fisik,
3. tes laboratorium, radiologi, dan endoskopi, dan
4. operasi

Karakteristik-Karakteristik Dari Sakit

Informasi berikut, didapat dengan mengambil sejarah seorang pasien, adalah penting dalam membantu dokter-dokter menentukan penyebab sakit:

* Cara sakitnya mulai. Contohnya, sakit perut yang datangnya mendadak menyarankan suatu kejadian mendadak, contohnya, terhentinya penyediaan darah pada usus besar (ischemia) atau halangan dari saluran empedu oleh sebuah batu empedu (biliary colic).
* Lokasi Sakit.
o Appendicitis (radang usus buntu) secara khas menyebabkan sakit pada perut bagian kanan bawah, lokasi yang biasa dari usus buntu (appendix).
o Divertikulitis secara khas menyebabkan sakit pada perut bagian kiri bawah dimana kebanyakan koloni divertikuli berlokasi.
o Sakit dari kantong empedu (biliary colic atau cholecystitis) secara khas dirasakan pada perut kanan bagian atas dimana kantong empedu berlokasi.
* Pola Sakit.
o Halangan/rintangan dari usus pada awalnya menyebabkan gelombang-gelombang sakit perut yang bersifat kejang yang disebabkan oleh kontraksi-kontraksi otot-otot usus dan penggelembunagn dari usus.
o Sakit yang seperti kejang yang benar menyarankan kontraksi-kontraksi usus yang dahsyat.
o Halangan/rintangan dari pembuluh/saluran empedu oleh batu-batu empedu secara khas menyebabkan sakit perut bagian atas yang konstan yang berlangsung antara 30 menit dan beberapa jam.
o Pankreatitis akut secara khas menyebabkan sakit yang berat, tak kenal henti dan konstan pada perut bagian atas dan punggung (belakang) bagian atas. Sakit dari radang usus buntu akut (acute appendicitis) pada awalnya mungkin mulai dekat pusar (umbilicus), namun ketika peradangan berkembang, sakitnya pindah ke perut kanan bagian bawah. Karakter sakit mungkin berubah dengan waktu. Contohnya, halangan dari saluran-saluran empedu adakalanya berkembang ke peradangan kantong empedu dengan atau tanpa infeksi (acute cholecystitis). Ketika ini terjadi, karekteristik-karakteristik sakit berubah ke yang dari sakit peradangan.
* Durasi (Jangka Waktu) Sakit.
o Sakit dari IBS secara khas turun naik (pasang surut) melalui waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan mungkin berlangsung untuk beberapa dekade.
o Biliary colic berlangsung tidak lebih dari beberapa jam.
o Sakit dari pankreatitis berlangsung satu hari atau lebih.
o Sakit dari penyakit yang berkaitan dengan asam - gastroesophageal reflux disease (GERD) atau borok-borok duodenum - secara khas menunjukan keperiodean, yaitu, suatu periode dari berminggu-minggu atau berbulan-bulan dimana selama itu sakitnya lebih buruk diikuti oleh periode-periode dari berminggu-minggu atau berbulan-bulan dimana selam itu sakitnya lebih baik.
o Sakit fungsional mungkin menunjukan pola yang sama dari keperiodean ini.
* Yang Memperburuk Sakit. Sakit yang disebabkan oleh peradangan (appendicitis, diverticulitis, cholecystitis, pancreatitis) secara khas diperburuk dengan bersin, batuk atau segala gerak yang menggetarkan. Pasien-pasien dengan peradangan sebagai penyebab sakit mereka lebih menyukai untuk berbaring.
* Yang Menghilangkan Sakit.
o Sakit dari IBS dan sembelit seringkali dihilangkan untuk sementara oleh gerakan-gerakan usus atau berkaitan dengan perubahan-perubahan dalam kebiasaan usus.
o Sakit yang disebabkan oleh halangan/rintangan dari perut atau dari usus kecil bagian atas mungkin dihilangkan untuk sementara oleh muntah yang mengurangi penggelembungan yang disebabkan oleh halangan/rintangan.
o Mengkonsumsi antacid-antacid mungkin untuk sementara menghilangkan sakit dari borok-borok lambung atau duodenum (usus dua belas jari) karena keduanya makanan dan antacid-antacid menetralkan asam yang bertanggung jawab meng-iritasi borok-borok dan menyebabkan sakit.
o Sakit yang membangunkan pasien-pasien dari tidur lebih mungkin disebabkan oleh penyebab-penyebab yang bukan fungsional.
* Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Yang Berkaitan.
o Kehadiran demam menyarankan peradangan.
o Diare atau perdarahan rektum menyarankan suatu sakit yang disebabkan oleh usus.
o Kehadiran demam dan diare menyarankan peradangan usus-usus yang mungkin infeksius atau tidak infeksius (radang borok usus besar (ulcerative colitis) atau penyakit Crohn).

Pemeriksaan Fisik

Memeriksa pasien akan menyediakan dokter dengan petunjuk-petunjuk tambahan pada penyebab sakit perut. Dokter akan menentukan:

1. Kehadiran suara-suara yang datang dari usus-usus yang terjadi ketika ada halangan/rintangan dari usus-usus,
2. Kehadiran tanda-tanda peradangan (dengan pengaturan-pengaturan siasat yang khusus selama pemeriksaan),
3. Lokasi dari segala kesensitifan,
4. Kehadiran dari suatu massa dalam perut yang menyarankan suatu tumor atau abses/bisul (suatu kumpulan infeksi nanah),
5. Kehadiran darah dalam feces yang mungkin menandai suatu persoalan usus seperti suatu borok, kanker usus besar, kolitis, atau iskemia.

Contohnya:

* Menemukan kesensitifan dan tanda-tanda peradangan pada bagian kiri bawah perut seringkali berarti bawa diverticulitis hadir, dimana menemukan suatu massa yang lembut (meradang) pada area yang sama mungkin berarti bahwa peradangan telah berlanjut dan bahwa suatu abses telah terbentuk.
* Menemukan kesensitifan dan tanda-tanda peradangan pada bagian kanan bawah perut seringkali berarti bahwa appendicitis hadir, dimana menemukan suatu massa yang lembut pada area yang sama mungkin berarti bahwa peradangan usus buntu telah berlanjut dan menjadi suatu abses (abscess).
* Peradangan pada bagian kanan bawah perut, dengan atau tanpa suatu massa, juga mungkin ditemukan pada penyakit Crohn. Penyakit Crohn paling umum mempengaruhi bagian akhir dari usus kecil, biasanya berlokasi pada bagian kanan bawah perut.
* Suatu massa tanpa tanda-tanda peradangan mungkin berarti bahwa suatu kanker hadir.

Tes-Tes dan Pemeriksaan-Pemeriksaan

Ketika sejarah dan pemeriksaan fisik adalah amat sangat penting dalam menentukan penyebab sakit perut, menguji seringkali perlu untuk menentukan penyebab.

Tes-Tes Laboratorium: Tes-tes laboratorium seperti perhitungan darah yang penuh, enzim-enzim hati, enzim-enzim pankreas (amylase dan lipase), dan analisa urin seringkal dilakukan dalam meng-evaluasi sakit perut.

* Suatu kenaikan jumlah darah putih menyarankan peradangan atau infeksi (seperti dengan appendicitis, pancreatitis, diverticulitis, atau colitis).
* Amylase dan lipase (enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas) biasanya meningkat pada pankreatitis.
* Enzim-enzim hati mungkin meningkat dengan serangan-serangan batu empedu.
* Darah dalam urin menyarankan batu-batu ginjal.
* Ketika ada diare, sel-sel darah putih dalam feces menyarankan peradangan usus.

X-ray Perut Yang sederhana: X-ray perut yang sederhana juga dirujuk sebagai KUB (karena mereka memasukkan kidney/ginjal, ureter, dan bladder/kantong kemih). KUB mungkin menunjukan putaran-putaran (loops) yang membesar dari usus-usus yang terisi dengan jumlah cairan dan udara yang berlimpah ketika ada rintangan/halangan usus. Pasien-pasien dengan suatu borok yang berlubang mungkin mempunyai jalan kelar udara dari lambung kedalam rongga perut. Udara yang lari keluar dapat terlihat pada suatu KUB pada bagian bawah diafragma. Adakalanya suatu KUB mungkin mengungkap suatu perkapuran batu ginjal yang telah lewat masuk kedalam ureter dan berakibat pada sakit perut yang dirujuk atau perkapuran-perkapuran pada pankreas yang menyarankan pankreatitis kronis.

Studi-Studi Radiografis:

* Ultrasound perut bermanfaat dalam mendiagnosis batu-batu empedu, cholecystitis appendicitis, atau kista-kista indung telur yang pecah sebagai penyebab sakit.
* Computerized tomography (CT) perut bermanfaat dalam mendiagnosis pankreatitis, kanker pankreas, appendicitis, dan diverticulitis, begitu juga dalam mendiagnosis abses-abses dalam perut. CT scans khusus dari pembuluh-pembuluh darah perut dapat mendeteksi penyakit dari arteri-arteri yang menghalangi aliran darah ke organ-organ perut.
* Magnetic resonance imaging (MRI) bermanfaat dalam mendiagnosis banyak dari kondisi-kondisi yang sama seperti CT tomography.
* Barium x-rays dari lambung dan usus-usus (rangkaian saluran pencernaan bagian atas atau upper gastrointestinal atau UGI dengan suatu lanjutan usus kecil) dapat bermanfaat dalam mendiagnosis borok-borok, peradangan, dan halangan/rintangan dalam usus-usus.
* Computerized tomography (CT) usus kecil dapat bermanfaat dalam mendiagnosis penyakit pada usus kecil seperti penyakit Crohn.
* Capsule enteroscopy, suatu kamera kecil seukuran suatu pil ditelan oleh pasien, dapat mengambil gambar-gambar dari seluruh usus kecil dan memancarkan gambar-gambar pada suatu penerima (receiver) yang dapat dijinjing. Gambar-gambar usus kecil dapat di-download dari penerima (receiver) ke suatu komputer untuk diperiksa oleh dokter kemudian. Capsule enteroscopy dapat bermanfaat dalam mendiagnosis penyakit Crohn, tumor-tumor usus kecil, dan luka-luka perdarahan yang tidak terlihat pada x-rays atau CT scans.

Prosedur-Prosedur Endoskopi:

* Esophagogastroduodenoscopy atau EGD bermanfaat untuk mendeteksi borok-borok, gastritis (peradangan lambung), atau kanker lambung.
* Colonoscopy atau flexible sigmoidoscopy bermanfaat untuk mendiagnosis kolitis yang infeksius, radang borok usus besar (ulcerative colitis), atau kanker usus besar (colon cancer).
* Endoscopic ultrasound (EUS) bermanfaat untuk mendiagnosis kanker pankreas atau batu-batu empedu jika ultrasound atau CT atau MRI scans standar gagal mendeteksi mereka.
* Balloon enteroscopy, teknik yang paling baru mengizinkan endoscopes dimasukkan melalui mulut atau anus dan kedalam usus kecil dimana penyebab-penyebab sakit perut dan perdarahan dari usus kecil dapat didiagnosis, dibiopsi, dan dirawat.

Operasi: Adakalanya, diagnosis memerlukan pemeriksaan rongga perut dengan laparoskopi (laparoscopy) atau operasi.

Persoalan Khusus dalam Irritable Bowel Syndrome (IBS) pada Diagnosis Penyebab Sakit Perut

Seperti didiskusikan sebelumnya, sakit dari sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome) disebabkan oleh kontraksi-kontraksi otot usus yang abnormal atau visceral hypersensitivity. Umumnya, kontraksi-kontraksi otot yang abnormal dan visceral hypersensitivity adalah jauh lebih sulit untuk didiagnosis daripada penyakit-penyakit lain yang menyebabkan sakit perut, terutama karena tidak ada kelainan-kelainan yang khas dari pemeriksaan fisik atau tes-tes yang umum. Diagnosis berdasarkan pada sejarah (gejala-gejala yang khas) dan ketidakhadiran dari penyebab-penyebab lain dari sakit perut.

Kesulitan Mendiagnosis Penyebab Sakit Perut

Kemajuan-kemajuan modern dalam teknologi telah sangat memperbaiki keakuratan (ketelitian), kecepatan, dan kemudahan dari penegakkan penyebab sakit perut, namun tantangan-tantangan tetap ada. Ada banyak sebab-sebab mengapa mendiagnosis penyebab sakit perut dapat menjadi sulit. Mereka adalah:

* Gejala-Gejalanya Mungkin Tidak Khas (Atypical). Contohnya, sakit dari radang usus buntu (appendicitis) adakalanya berlokasi pada bagian kanan atas perut, dan sakit dari diverticulitis pada sisi kanan. Pasien-pasien yang lebih tua dan pasien-pasien yang mengkonsumsi kortikosteroid-kortikosteroid mungkin mempunyai sedikit atau tidak ada sakit dan kepekaan ketika ada peradangan, contohnya, dengan cholecystitis atau diverticulitis. Ini terjadi karena kortikosteroid-kortikosteroid mengurangi peradangan.

* Tes-Tes Tidak Selalu Abnormal.
o Pemeriksaan-pemeriksaan ultrasound dapat tak menjumpai batu-batu empedu, terutama yang kecil.
o CT scans mungkin gagal menunjukan kanker pankreas, terutama yang kecil.
o KUB dapat tak menjumpai tanda-tanda halangan/rintangan usus atau pelubangan (perforasi) lambung.
o Ultrasounds dan CT scans mungkin gagal mendemonstrasikan appendicitis atau bahkan abses-abses, terutama jika abses-absesnya kecil.
o CBC dan tes-tes darah lain mungkin adalah normal meskipun infeksi atau peradangannya berat, terutama pada pasien-pasien yang menerima kortikosteroid-kortikosteroid.

* Penyakit-Penyakit Dapat Meniru Satu Sama Lainnya.
o Gejala-gejala IBS dapat meniru halangan/rintangan usus, kanker, borok, serangan-serangan batu empedu, atau bahkan radang usus buntu (appendicitis).
o Penyakit Crohn dapat meniru appendicitis.
o Infeksi ginjal kanan dapat meniru kolesistitis (cholecystitis) akut.
o Suatu kista indung telur kanan yang pecah dapat meniru appendicitis; dimana suatu kista indung telur kiri yang pecah dapat meniru diverticulitis.
o Batu-batu ginjal dapat meniru appendicitis atau diverticulitis.

* Karakteristik-Karakteristik Sakit Mungkin Berubah. Contoh-contoh yang didiskusikan sebelumnya memasukkan perluasan peradangan pankreatitis ke yang melibatkan seluruh perut dan kemajuan dari biliary colic ke cholecystitis.

Membantu Dokter Menentukan Penyebab Sakit Perut
Sebelum kunjungan, siapkan daftar yang tertulis dari:

* Obat-obat yang sedang anda konsumsi, termasuk jamu-jamu, vitamin-vitamin, mineral-mineral, dan makanan-makanan tambahan (supplements).
* Alergi-alergi anda terhadap obat-obat, makanan, atau serbuk sari.
* Obat-obat yang pernah anda coba untuk sakit perut anda.
* Penyakit-penyakit medis yang penting yang anda derita seperti diabetes (kencing manis), penyakit jantung, dllnya.
* Operasi-operasi sebelumnya seperti appendectomy (operasi usus buntu), perbaikan-perbaikan hernia, pengangkatan kantong empedu, hysterectomy, dan seterusnya.
* Prosedur-prosedur sebelumnya seperti colonoscopy, laparoscopy, CT scan, ultrasound, x-rays barium bagian atas atau bagian bawah, dan seterusnya.
* Opname-opname (masuk rumah sakit) sebelumnya.
* Anggota-anggota keluarga yang sakit, terutama mereka yang mempunyai gejala-gejala serupa.
* Anggota-anggota keluarga dengan penyakit-penyakit saluran pencernaan (gastrointestinal diseases) yang melibatkan kerongkongan (esophagus), lambung, usus-usus, hati, pankreas, dan kantong empedu.
* Terus terang (jujur) dengan dokter anda tentang konsumsi alkohol anda sebelumnya dan sekarang dan kebiasaan-kebiasaan merokok, segala sejarah ketergantungan kimia.


Siapkan diri untuk memberitahu dokter anda:

* Kapan sakit pertama kali mulai
* Adakah episode-episode sebelumnya dari sakit serupa
* Berapa sering episode-episode sakit terjadi
* Apakah setiap episode sakit mulainya secara berangsur-angsur atau mendadak
* Parahnya (beratnya) sakit
* Apa yang menyebabkan sakit dan apa yang memperburuk sakit
* Apa yang menghilangkan sakit
* Karakteristik-karakteristik sakit. Apakah sakitnya tajam atau tumpul, membakar atau seperti ditekan ? Apakah sakitnya menusuk dan cepat berlalu, tetap dan tak henti-hentinya atau crampy (datang dan pergi)
* Apakah sakit berhubungan dengan demam, kedinginan, berkeringat, diare, kehilangan berat badan, sembelit, perdarahan rektum, kehilangan nafsu makan, mual dan kehilangan tenaga


Setelah kunjungan ke dokter, jangan mengharapkan suatu kesembuhan yang seketika atau diagnosis yang segera, dan ingat:

* Kunjungan-kunjungan ke dokter dan tes-tes yang berulang kali (tes-tes darah, studi-studi radiografis, atau prosedur-prosedur endoskopi) adalah seringkali perlu untuk menegakkan diagnosis dan/atau untuk mengeluarkan/meniadakan penyakit-penyakit serius.
* Dokter-dokter mungkin memulai anda pada suatu obat sebelum suatu diagnosis yang kuat dibuat. Respon anda (atau ketiadaan respon) pada obat itu adakalanya mungkin menyediakan dokter anda dengan petunjuk-petunjuk yang bernilai pada penyebab sakit perut anda. Oleh karenanya, adalah penting untuk anda mengkonsumsi obat yang diresepkan.
* Beritahu dokter anda jika gejala-gejala anda memburuk, jika obat-obat tidak bekerja, atau jika anda berpikir anda mempunyai efek-efek sampingan dari obat.
* Telpon dokter anda tentang hasil-hasil tes. Jangan pernah menganggap bahwa tesnya pasti baik karena dokter saya tidak pernah menelpon.
* Jangan mengobati sendiri (termasuk jamu-jamu, supplements) tanpa diskusi dengan dokter anda.
* Bahkan dokter yang terbaik tidak pernah bertaruh 1000. Jangan ragu-ragu untuk berdiskusi secara terbuka dengan dokter anda tentang referensi-referensi untuk opini (pendapat) kedua atau ketiga jika diagnosis tidak dapat ditegakkan secara kuat dan sakitnya tetap ada.
* Pendidikan sendiri adalah penting, namun pastikan apa yang kamu baca datangnya dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar