Senin, 07 Maret 2011

Borok-Borok Perut (Peptic Ulcers)

Definisi Borok Perut (Peptic Ulcer)

Borok perut adalah lubang dalam lapisan dari lambung, duodenum (usus dua belas jari), atau esophagus. Borok perut (peptic ulcer) dari lambung disebut gastric ulcer; dari duodenum, duodenal ulcer; dan dari esophagus, esophageal ulcer. Borok-borok terjadi ketika lapisan dari organ-organ ini dikorosikan oleh getah lambung yang asam yang disekresikan oleh sel-sel lambung. Penyakit borok perut adalah umum, mempengaruhi jutaan orang-orang Amerika setiap tahun. Biaya medis perawatan borok perut dan komplikasi-komplikasinya mencapai milyaran dollar setiap tahun. Kemajuan-kemajuan medis baru-baru ini telah meningkatkan pengertian kita dari pembentukan borok. Pilihan-pilihan perawatan yang diperbaiki dan diperluas sekarang tersedia.

Penyebab-Penyebab Borok-Borok Perut (Peptic Ulcers)

Untuk waktu bertahun-tahun, kelebihan asam dipercayai adalah penyebab utama dari penyakit borok. Sesuai dengannya, penekanan perawatan adalah menetralkan dan menghalangi sekresi asam lambung. Sementara asam masih dipertimbangkan signifikan dalam pembentukan borok, penyebab utama dari borok sekarang ini dipercayai adalah infeksi dari lambung oleh bakteri yang disebut "Helicobacter pyloridus" (H. pylori). Penyebab utama lainnya adalah penggunaan yang kronis dari obat-obat anti-peradangan, umumnya dirujuk sebagai NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs), termasuk aspirin. Merokok sigaret adalah juga penyebab yang penting dari pembentukan borok dan kegagalan perawatan borok.

Bakteri H. pylori adalah sangat umum, menginfeksi lebih dari satu milyar orang-orang diseluruh dunia. Ditaksir bahwa separuh dari populasi Amerika yang lebih tua dari umur 60 tahun telah terinfeksi dengan H. pylori. Infeksi biasanya bertahan untuk waktu bertahun-tahun, menjurus pada penyakit borok pada 10% sampai 15% dari mereka yang terinfeksi. H. pylori ditemukan pada lebih dari 80% dari pasien-pasien dengan borok-borok lambung (gastric) dan duodenum (duodenal). Sementara mekanisme dari bagaimana H. pylori menyebabkan borok-borok tidak dimengerti dengan baik, eliminasi dari bakteri ini dengan antibiotik-antibiotik telah dengan jelas ditunjukan menyembuhkan borok-borok dan mencegah kekambuhan borok.

NSAIDs adalah obat-obat untuk arthritis dan kondisi-kondisi peradangan lain dalam tubuh yang menyakitkan. Aspirin, ibuprofen (Motrin), naproxen (Naprosyn), dan etodolac (Lodine) adalah sedikit dari contoh-contoh dari kelompok obat-obat ini. Prostaglandins adalah senyawa-senyawa yang adalah penting dalam membantu lapisan-lapisan perut melawan kerusakan asam yang korosif. NSAIDs menyebabkan borok-borok dengan mengganggu prostaglandins dalam lambung.

Merokok sigaret tidak hanya menyebabkan pembentukan borok, namun juga meningkatkan risiko komplikasi-komplikasi borok seperti perdarahan borok, halangan dan perforasi (pelubangan) lambung. Merokok sigaret juga adalah penyebab utama dari kegagalan perawatan pengobatan borok.

Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, alkohol, kopi, colas, makanan-makanan pedas, dan kafein tidak ada peran yang terbukti dalam pembentukan borok. Dengan cara yang sama, tidak ada bukti yang meyakinkan untuk menyarankan bahwa stre-stres kehidupan atau tipe-tipe perorangan berkontribusi pada penyakit borok.

Gejala-Gejala Borok (Ulcer)

Gejala-gejala dari penyakit borok adalah beragam. Banyak pasien-pasien borok mengalami indigestion (salah cerna) yang minimal atau tidak ada ketidaknyamanan sama sekali. Beberapa melaporkan perasaan terbakar pada perut bagian atas atau nyeri lapar satu sampai tiga jam setelah makan dan ditengah malam. Gejala-gejala nyeri ini seringkali segera dihilangkan dengan makanan atau antacids. Nyeri dari penyakit borok berkorelasi buruk dengan kehadiran atau keparahan dari pemborokan aktif. Beberpa pasien-pasien mempunyai nyeri yang gigih bahkan setelah borok disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan. Lain-lain tidak mengalami nyeri sama sekali, meskipun borok-borok kembali. Borok-borok seringkali datang dan pergi secara spontan tanpa pernah diketahui oleh individu itu, kecuali komplikasi serius (seperti perdarahan atau perforasi) terjadi.

Mendiagnosa Borok (Ulcer)

Diagnosis borok dibuat dengan barium upper GI x-ray (x-ray barium pencernaan bagian atas) atau endoskopi bagian atas (EGD-esophagogastroduodenoscopy). Barium upper GI x-ray adalah mudah dilakukan dan tidak melibatkan risiko atau ketidaknyamanan. Barium adalah senyawa berkapur yang dimasukan secara oral (mulut). Barium terlihat pada x- ray, dan memetakan lambung pada film x-ray. Bagaimanapun, barium x-rays adalah kurang akurat dan mungkin tidak mendeteksi borok-borok sampai 20% dari waktu pemeriksaan.

Endoskopi bagian atas adalah lebih akurat, namun melibatkan pemberian obat penenang pada pasien dan penyisipan dari tabung yang lentur melalui mulut untuk memeriksa lambung, esophagus (kerongkongan), dan duodenum. Endoskopi bagian atas mempunyai keuntungan tambahan dari memperoleh kemampuan mengangkat contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsi-biopsi) untuk menguji infeksi H. pylori. Biopsi-biopsi dapat juga diperiksa dibawah mikoroskop untuk menyampingkan kanker. Sementara hampir semua duodenal ulcers adalah jinak (tidak berbahaya), gastric ulcers (borok-borok lambung) dapat adakalanya menjadi bersifat kanker. Oleh karenanya, biopsi-biopsi seringkali dilakukan pada gastric ulcers untuk menyampingkan kanker.

Komplikasi-Komplikasi Borok (Ulcer)

Pasien-pasien dengan borok-borok umumnya berfungsi cukup nyaman. Beberapa borok-borok kemungkinan sembuh bahkan tanpa pengobatan-pengobatan. Oleh karenanya, persoalan-persoalan utama yang berakibat dari borok-borok dikaitkan dengan komplikasi-komplikasi borok. Komplikasi-komplikasi termasuk perdarahan borok, perforasi borok, dan rintangan lambung.

Pasien-pasien dengan perdarahan borok mungkin melaporkan tinja-tinja hitam seperti ter (melena), kelemahan, perasaan pingsan ketika berdiri (orthostatic syncope), dan memuntahkan darah (hematemesis). Perawatan awal melibatkan penggantian yang cepat dari kehilangan cairan-cairan tubuh secara intravena. Pasien-pasien dengan perdarahan yang gigih atau parah mungkin memerlukan transfusi-transfusi darah. Endoskopi bagian atas dilakukan untuk menegakan tempat pedarahan dan untuk menghentikan perdarahan borok yang aktif dengan bantuan dari alat-alat yang dipanaskan.

Ulcer perforation (perforasi borok) menjurus pada kebocoran dari isi lambung kedalam rongga perut (peritoneal), berakibat pada peritonitis akut (infeksi dari rongga perut). Pasien-pasien ini melaporkan penimbulan yang tiba-tiba dari nyeri perut yang ekstrim, yang diperburuk oleh segala tipe gerakan. Otot-otot perut menjadi kaku dan seperti papan. Operasi darurat biasanya diperlukan.

Pasien-pasien dengan rintangan perut seringkali melaporkan peningkatan nyeri perut, memuntahkan makanan yang tidak tercerna atau sebagian tercerna, nafsu makan yang berkurang, dan kehilangan berat badan. Rintangan biasanya terjadi pada atau dekat pyloric canal. Pyloric canal adalah bagian sempit yang alamiah dari lambung ketika ia bergabung dengan bagian atas dari usus kecil yang disebut duodenum. Endoskopi bagian atas adalah bermanfaat dalam menegakan diagnosis dan menyampingkan kanker lambung (gastric cancer) sebagai penyebab dari rintangan. Pada beberapa pasien-pasien, rintangan lambung dapat dihilangkan dengan tabung penghisap isi lambung untuk 72 jam, bersama dengan obat-obat anti-borok secara intravena, seperti cimetidine (Tagamet) dan ranitidine (Zantac). Pasien-pasien dengan rintangan yang gigih memerlukan operasi.

Perawatan-Perwatan Yang Tersedia Untuk Borok-Borok Perut (Peptic Ulcers)

Tujuan dari perawatan borok adalah untuk menghilangkan nyeri dan untuk mencegah komplikasi-komplikasi borok, seprti perdarahan, rintangan, dan perforasi (pelubangan). Langkah pertama dalam perawatan melibatkan pengurangan faktor-faktor risiko (NSAIDs dan sigaret-sigaret). Langkah berikutnya adalah pengobatan-pengobatan.

Antacids menetralkan asam yang ada dalam lambung. Antacids seperti Maalox, Mylanta, dan Amphojel adalah perawatan-perawatan yang aman dan efektif. Bagaimanapun, aksi menetralkan dari agen-agen ini adalah berjangka pendek, dan pendosisan yang sering diperlukan. Magnesium yang mengandung antacids, seperti Maalox dan Mylanta, dapat menyebabkan diare, sementara agen-agen aluminum seperti Amphojel dapat menyebabkan sembelit. Borok-borok seringkali kembali ketika antacids dihentikan.

Studi-studi telah menunjukan bahwa protein dalam lambung yang disebut histamine menstimulasi sekresi asam lambung. Histamine antagonists (H2 blockers) adalah obat-obat yang dirancang untuk menghalangi aksi dari histamine pada sel-sel lambung, jadi mengurangi produksi asam. Contoh-contoh dari H2 blockers adalah cimetidine (Tagamet), ranitidine (Zantac), nizatidine (Axid), dan famotidine (Pepcid). Sementara H2 blockers adalah efektif dalam menyembuhkan borok, mereka mempunyai peran yang terbatas dalam menghapuskan H. pylori tanpa antibiotik-antibiotik. Oleh karenanya, borok-borok seringkali kembali ketika H2 blockers dihentikan. Umumnya, obat-obat ini ditolerir dengan baik dan mempunyai sedikit efek-efek sampingan bahkan dengan penggunaan jangka panjang. Pada kejadian-kejadian yang jarang, pasien-pasien melaporkan sakit kepala, kebingungan, kelesuan, atau halusinasi-halusinasi. Penggunaan kronis dari cimetidine mungkin jarang menyebabkan impoten atau pembengkakan payudara. Keduanya cimetidine dan ranitidine dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menangani alkohol. Pasien-pasien pada obat-obat ini yang meminum alkohol mungkin mempunyai tingkat-tingkat alkohol darah yang meninggi. Obat-obat ini mungkin juga mengganggu penanganan hati dari obat-obat lain seperti Dilantin, Coumadin, dan theophylline. Pengamatan dan penyesuaian yang seringkali dari dosis-dosis dari obat-obat ini mungkin diperlukan.

Proton-pump inhibitors seperti asomeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), pantoprazole (Protonix), esomeprazole (Nexium), dan rabeprazole (Aciphex) adalah lebih kuat daripada H2 blockers dalam menekan sekresi asam. Proton-pump inhibitors yang berbeda-beda adalah sangat serupa dalam aksi dan tidak ada bukti bahwa yang satu lebih efektif daripada yang lainnya dalam menyembuhkan borok-borok. Sementara proton-pump inhibitors adalah sebanding dengan H2 blockers dalam keefektifannya dalam merawat borok-borok lambung dan duodenum, ia adalah lebih unggul dari H2 blockers dalam merawat borok-borok kerongkongan (esophageal ulcers). Borok-borok kerongkongan adalah lebih sensitif daripada borok-borok lambung dan duodenum pada jumlah-jumlah yang kecil dari asam. Oleh karenanya, penekanan asam yang lebih sepenuhnya yang dikerjakan oleh proton-pump inhibitors adala penting untuk penyembuhan borok kerongkongan. Proton-pump inhibitors ditolerir dengan baik. Efek-efek sampingan adalah tidak umum; mereka termasuk sakit kepala, diare, sembelit, mual dan ruam. Dengan menarik, proton-pump inhibitors tidak mempunyai segala efek pada kemampuan seseorang untuk mencerna dan menyerap nutrisi-nutrisi. Proton-pump inhibitors juga telah ditemukan adalah aman ketika digunakan jangka panjang, tanpa efek-efek merugikan kesehatan yang serius yang dilaporkan.

Sucralfate (Carafate) dan misoprostol (Cytotec) adalah agen-agen yang memperkuat lapisan perut terhadap serangan-serangan oleh getah pencernaan yang asam. Carafate melapisis permukaan borok dan memajukan penyembuhan. Pengobatan mempunyai sangat sedikit efek-efek sampingan. Efek-efek sampingan yang paling umum adalah sembelit dan gangguan penyerapan dari obat-obat lain. Cytotec adalah senyawa seperti prostaglandin yang biasanya digunakan untuk menetralkan efek-efek borok dari NSAIDs. Studi-studi menyarankan bahwa Cytotec mungkin melindungi lambung dari pemborokan pada merekan yang meminum NSAIDs pada basis yang kronis. Diare adalah efek sampingan yang umum. Cytotec dapat menyebabkan keguguran ketika diberikan pada wanita-wanita hamil, dan harus dihindari oleh wanita-wanita pada umur-umur untuk hamil.

Banyak orang-orang mengandung H. pylori dalam lambung-lambungnya tanpa pernah mempunyai nyeri atau borok-borok. Adalah tidak sepenuhnya jelas apakah pasien-pasien ini harus dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Lebih banyak studi-studi diperlukan untuk menjawab pertanyaan ini. Pasien-pasien dengan penyakit borok dan infeksi H. pylori yang terdokumentasi harus dirawat dengan kombinasi-kombinasi antibiotik. H. pylori dapat sangat sulit dihapus/dibasmi sepenuhnya. Perawtan memerlukan kombinasi dari beberapa antibiotik-antibiotik, adakalanya dalam kombinasi dengan proton-pump inhibitor, H2 blockers atau Pepto-Bismol. Antibiotik-antibiotik yang umumnya digunakan adalah tetracycline, amoxicillin, metronidazole (Flagyl), clarithromycin (Biaxin), dan levofloxacin (Levaquin). Pembasmian H. pylori mencegah kembalinya borok-borok (persoalan utama dengan semua pilihan-pilihan perawatan borok lainnya). Pembasmian dari bakteri ini mungkin juga mengurangi risiko mengembangkan kanker lambung di masa depan. Perawatan dengan antibiotik-antibiotik membawa risiko reaksi-reaksi alergi, diare, dan adakalanya colitis (peradangan dari usus besar) parah yang diinduksi antibiotik.

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa pembatasan-pembatasan diet dan diet-diet lunak memainkan peran dalam penyembuhan borok. Tidak ada hubungan-hubungan yang terbukti yang ada antara penyakit borok perut dan pemasukan kopi dan alkohol. Bagaimanapun, karena kopi menstimulasi sekresi asam lambung, dan alkohol dapat menyebabkan gastritis, konsumsi alkohol dan kopi yang sedang seringkali direkomendasikan.

Ringkasan

Dengan perawatan modern, pasien-pasien dengan penyakit borok dapat menjalankan kehidupan-kehidupan yang normal tanpa perubahan-perubahan gaya hidup atau pembatasan-pembatasan diet. Perokok-perokok sigaret telah ditemukan mempunyai komplikasi-komplikasi borok dan kegagalan perawatan yang lebih tinggi. Penghapusan bakteri H. pylori tidak hanya menyembuhkan borok-borok, namun juga mencegah kekambuhan dari penyakit borok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar