Rabu, 09 Maret 2011

CHIROPRACTIC

Apakah Yang Buruk Melebihi Yang Baik ?

Banyak orang-orang pergi ke chiropractor-chiropractor untuk membebaskan nyeri punggung (back pain). Namun ada sebab untuk kehati-hatian. Banyak dari apa yang dilakukan chiropractors adalah omong kosong, dan mereka seringkali memberi keterangan yang salah kepada pasien-pasien mereka.

Apakah anda perlu untuk mengunjungi chiropractor ? Banyak orang-orang pikir mereka perlu. Tepat seperti setiap orang memikirkan chiropractor ketika nyeri punggung disebutkan. Ada bukti yang pantas dipertimbangkan bahwa manipulasi spine (tulang belakang) dapat membantu membebaskan beberapa tipe-tipe dari nyeri leher dan punggung. Namun manipulasi leher dapat menjadi berbahaya. Dan menurut studi yang dipublikasikan pada tanggal 8 oktober, 1998, New England Journal of Medicine, manipulasi spine mungkin adalah tidak lebih efektif daripada terapi fisik dalam merawat nyeri punggung dan hanya sedikit sekali lebih efektif daripada mengikuti instruksi buku panduan membantu diri sendiri. Jadi bagaimana tentang perawatan chiropractic ? Haruskah anda -- atau anggota keluarga anda mana saja -- pergi ke chiropractor ?

Tidak ada keraguan bahwa pembebasan nyeri punggung yang dramatik akan adakalanya terjadi ketika manipulasi digunakan untuk membuka sendi tulang belakang yang terikat. Banyak orang-orang dengan nyeri belakang yang akut atau kronis mengalami pembebasan gejala-gejala ketika spine dikendurkan dengan manipulasi yang dilakukan oleh chiropractor, osteopath, terapis fisik, atau orthopedist. Manipulasi adalah yang paling siap tersedia dari chiropractors, bagaimanapun, dan laporan yang dikeluarkan oleh RAND Corporation menyatakan bahwa 94% dari manipulasi seperti itu di Amerika dilakukan oleh chiropractors [2]. Untuk sebab ini, banyak orang-orang yang mempunyai nyeri belakang (back pain) akan mengunjungi praktek chiropractic dimana mereka akan mengalami manipulasi spine untuk pertama kalinya.

Survey dari pembaca-pembaca laporan-laporan konsumen yang dipublikasikan di bulan Mei 2000 menemukan bahwa 35% dari 46,860 responden telah menggunakan terapi-terapi alternatif untuk keberagaman dari persoalan-persoalan, 40% dari mereka mendapatkan perawatan chiropractic untuk nyeri belakang [3]. Pasien-pasien nyeri belakang menilai massage jaringan yang dalam, perawatan chiropractic, latihan, dan terapi fisik (dalam urutan itu) adalah lebih efektif daripada obat-obat yang diresepkan, acupuncture, obat-obat bebas resep, dan bentuk-bentuk lain dari perawatan.

Sungguh-sunggu, banyak orang-orang dengan nyeri belakang (back pain) pergi ke chiropractors, dan kebanyakan dari mereka puas dengan perawatan yang mereka terima. Namun banyak yang tidak sadar atas kontroversi dan omong kosong yang berhubungan dengan beberapa bentuk-bentuk dari perawatan chiropractic dan seringkali menjadi korban-korban dari informasi yang salah.
Teori Dari Chiropractic

Sekarang umumnya diterima bahwa manipulasi spine (tulang belakang) dapat membebaskan beberapa dari tipe-tipe nyeri belakang (back pain). Kebanyakan chiropractors mengakui melakukan lebih banyak daripada hanya merawat nyeri belakang, bagaimanapun. Melekat pada teori yang secara ilmiah ditolak bahwa salah baris (dislokasi) dari vertebrae atau "subluxated" vertebrae menyebabkan "gangguan syaraf (nerve interference)" yang berakibat pada penyakit atau kesehatan yang sakit, banyak chiropractor-chiroptactor menggunakan "spinal adjustments (penyesuaian-penyesuaian tulang belakang)" untuk merawat penyakit dan infeksi serta nyeri belakang. Association of Chiropractic Colleges menyokong dukungan untuk teori ini pada tahun 1996 ketika presiden-presiden dari semua 16 North American chiropractic colleges mencapai konsensus dan mengeluarkan kertas posisi yang menyatakan bahwa "Chiropractic memberi perhatian pada pemeliharaan dan pemulihan kesehatan, dan mengfokuskan perhatian utama pada subluxation." [4].

Profesi chiropractic terus menerus menegaskan dirinya sebagai metode pembetulan subluxations (dislokasi-disklokasi) untuk memulihkan dan memelihara kesehatan, meskipun faktanya bahwa tidak ada studi-studi ilmiah untuk mengindikasikan bahwa salah penjajaran (misalignment) vertebrae atau persoalan lain apa saja pada spine (tulang belakang) adalah penyebab dari penyakit atau infeksi. Mendasarkan perawatan mereka pada teori dislokasi vertebra (vertebral subluxation theory), banyak chiropractor-chiropractor mengakui menjadi dokter-dokter perawatan primer yang mampu merawat dan mencegah lingkup yang luas dari penyakit-penyakit manusia (dan hewan).

Beberapa chiropractor-chiropractor menasehati bahwa penyesuaian-penyesuaian spine (tulang belakang) harus mulai pada waktu kelahiran untuk mengkoreksi dislokasi-dislokasi (subluxations) yang disebabkan oleh "trauma kelahiran". Seluruh keluarga mungkin dinasehati untuk menjalani penyesuaan-penyesuaian spine yang teratur seumur hidup dalam rangka untuk memelihara kesehatan yang optimum dengan "mempertahankan spine dalam garis". Beberapa chiropractor-chiropractor spesialisasi pada chiropractic anak-anak (pediatrics). Menurut American Chiropractic Association, 10% dari kunjungan-kunjungan pasien ke chiropractor-chiropractor dibuat oleh anak-anak dan kaum remaja yang dirawat untuk penyakit-penyakit semacam seperti otitis media, asma, alergi-alergi, kolik anak-anak (infantile colic), dan enuresis (ngompol)[5]. Artikel pada bulan April tahun 2000 Archives of Pediatric and Adolescent Medicine memperingatkan bahwa perawatan chiropractic anak seringkali tidak konsisten dengan petunjuk-petunjuk medis yang direkomendasikan [6]. "Ketika saya merenungkan chiropractor merawat bayi berumur 2 minggu dengan demam", kata pengarang pada komentar dipinggir, "saya mendapat sakit kepala yang gigantik".

Studi-studi yang dilakukan oleh chiropractor-chiropractor dan dipublikasikan dalam "peer reviewed" chiropractic journals seringkali merekomendasikan perawatan untuk kondisi-kondisi semacam infantile colic dan asma. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics misalnya, menyimpulkan bahwa "Manipulasi spine adalah efektif dalam membebaskan infantile colic" [7] -- kesimpulan yang tidak dikonfirmasi dengan penelitian yang dapat dipercaya dan tidak bias (menyimpang) dan baru-baru ini disangkal oleh studi yang didisain dengan baik oleh team peneliti Norwegi [8].

Ketika penelit-peneliti medis menguji manipulasi chiropractic sebagai perawatan dari asthma pada anak-anak, mereka melaporkan bahwa "tambahan dari manipulasi spine chiropractic pada perawatan medis yang biasa tidak menyediakan manfaat" [9]. Meskipun manipulasi chiropractic dapat bermanfaat dalam perawatan dari beberapa tipe-tipe dari nyeri leher dan nyeri belakang, saya selalau menasehati orang-orang tua untuk tidak membawa bayi-bayi dan anak-anak mereka ke chiropractor, karena risikonya mungkin melebihi segala manfaatnya.
Batasan-Batasan Dari Chiropractic

Karena chiropractor-chiropractor bekerja pada belakang (punggung), kebanyakan orang-orang berpikir chiropractor sebagai spesialis belakang. Namun ketika korban-korban nyeri belakang mengunjungi praktek chiropractic, mereka mungkin diberikan pamflet-pamflet (surat-surat selebaran) yang menyarankan bahwa perawatan chiropractic juga bermanfaat untuk asma, infantile colic, infeksi telinga, gangguan-gangguan pencernaan, dan rombongan besar dari persoalan-persoalan organik atau visceral. Ada banyak chiropractor-chiropractor yang bagus yang melakukan pekerjaan yang baik merawat nyeri belakang (back pain), namun sedikit yang secara sukarela membatasi perawatan mereka pada perawatan nyeri belakang/punggung. College-college (fakultas-fakultas) chiropractic masih mengajari teori bahwa menggunakan penyesuaian spine untuk mengkoreksi dislokasi-dislokasi vertebrae (vertebral subluxations) akan memulihkan dan memelihara kesehatan. Sampai anda melihat chiropractor yang telah direkomendasikan oleh spesialis orthopedik atau yang bekerja dengan dokter-dokter dalam klinik nyeri belakang, kesempatan anda menemukan chiropractor yang dibatasi secara tepat adalah kecil. Konsumen-konsumen yang terinformasi secara buruk mungkin tidak tahu menarik garis dimana ketika mereka mengunjungi chiropractor.

"Bahwa manipulasi spine sedikit banyaknya adalah terapi simptomatik yang efektif untuk beberapa pasien-pasien dengan nyeri belakang bagian bawah yang akut, saya percaya, tidak lagi diperdebatkan", kata editorial dalam the New England Journal of Medicine [10]. Namun "nampaknya ada sedikit bukti untuk mendukung nilai dari manipulasi spine untuk kondisi-kondisi yang bukan musculoskeletal. Untuk sebab ini, saya pikir sekarang ini adalah tidak tepat untuk mempertimbangkan chiropractic sebagai alternatif yang berdasar luas pada perawatan medis tradisional".

Paling sedikit lima petunjuk-petunjuk dan surat-surat ptotes harus diamati ketika mencari perawatan chiropractic untuk nyeri punggung (belakang).

1. Waspada

Cari chiropractor yang secara terbuka menyatakan bahwa prakteknya terbatas pada perawatan dari persoalan-persoalan neuromusculoskeletal yang mempunyai asal mekanik. Anggota-anggota dari kelompok kecil yang disebut National Association of Chiropractic Medicine (NACM) telah secara terbuka mencela teori dislokasi chiropractic (chiropractic subluxation theory), namun kesempatan menemukan NACM chiropractor dalam komunitas anda adalah kecil. Anda mungkin juga menemukan chiropractor yang cocok dari direktori yang dipasang di Chirobase.org. Jika anda tidak dapat menemukan chiropractor yang adalah spesialis neuromusculoskeletal atau yang bekerja di klinik nyeri belakang sebagai anggota dari team perawatan belakang, anda harus waspada sebagai konsumen yang terinformasi jika anda ingin melindungi diri anda dari kebohongan yang berhubungan dengan perawatan chiropractic. Ada banyak prosedur-prosedur dan teknik-teknik chiropractic yang anda harus hindari -- beberapa darinya adalah berbahaya serta menghabiskan waktu dan uang.
2. Cari Manipulasi Yang Tepat

Manipulasi spine yang dilakukan dengan benar selalu dilakukan dengan tangan. Chiropractor-chiropractor yang percaya bahwa vertebrae yang sedikit salah baris (penjajaran) dapat menyebabkan penyakit seringkali menggunakan mesin-mesin atau palu-palu kecil berisi per yang digenggam untuk menepuk vertebrae yang salah baris balik kedalam tempatnya. Survei tahun 1998 oleh National Board of Chiropractic Examiners menemukan bahwa 62.8% dari responden-responden yang disurvei mengatakan mereka menggunakan Activator mallet (palu) untuk menyesuaikan dislokasi-dislokasi (subluxations) [11]. Chiropractor-chiropractor semacam ini mungkin juga meggunakan alat-alat untuk mengukur panas dan aktivitas elektrik diatas permukaan-permukaan kulit dalam pencarian untuk dislokasi-dislokasi (subluxations). Perawatan satu-satunya yang mereka mungkin tawarkan adalah penyesuaian spine untuk apa saja yang menyakitkan anda. Chiropractor yang bagus yang spesialisasi dalam perawatan persoalan-persoalan neuromusculoskeletal tidak menggunakan alat-alat dan mesin-mesin untuk mendiagnosa dan merawat dislokasi-dislokasi (subluxations). Dan perawatannya tidak terbatas pada penyesuaian spine. Terapi fisik, massage, latihan, istirahat, perawatan di rumah dengan bungkusan panas atau dingin - atau tidak ada perawatan sama sekali - adakalanya adalah lebih tepat daripada manipulasi spine.
3. Hindari Perawatan Yang Tidak Perlu

Sementara episode akut dari nyeri belakang dapat menjadikan tidak mampu dan menakutkan, ingat bahwa kebanyakan nyeri-nyeri belakang hilang dalam dua sampai empat minggu. Setelah istirahat ranjang yang membatasinya beberapa hari, kebanyakan korban-korban nyeri belakang dapat mulai bergerak berkeliling dan secara berangsur-angsur memulai kembali aktivitas-aktivitas normal melalui periode waktu satu atau dua minggu. Jika anda pergi ke chiropractor untuk pembebasan nyeri belakang, anda harus tidak meneruskan perawatan jika nyeri anda memburuk selama minggu pertama atau jika anda tidak lebih baik setelah dua minggu. Jika gejala-gejala anda bertahan setelah satu bulan, cari spesialis orthopedik untuk diagnosis yang definitif. Chiropractor yang cukup berkompeten dalam membuat diagnosis mungkin segera merujuk anda pada spesialis jika bendera-bendera merah tertentu hadir, seperti: demam; sejarah kanker; nyeri belakang yang berkepanjangan yang tidak hilang dengan istirahat; kemungkinan patah tulang yang berakibat dari umur yang lanjut, penggunaan jangka panjang dari steroid-steroid, atau luka parah; dan seterusnya. Pada kasus peregangan yang sederhana, anda mungkin dinasehati bahwa istirahat dan waktu adalah perawatan yang paling baik. Namun anda tidak dapat selalu percaya pada kemampuan diagnostik dari chiropractor. Beberapa chiropractor-chiropractor "menganalisa" spine (tulang belakang) dalam pencarian untuk dislokasi-dislokasi (subluxations) daripada membuat diagnosis. Mereka selalu menemukan subluxations yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian spine. Chiropractor-chiropractor semacam itu kurang mungkin menawarkan nasehat yang tepat dan lebih mungkin mensubjekkan anda pada perawatan yang berkepanjangan dan tidak perlu. Waspada jika diagnosis chiropractor anda adalah "subluxated vertebrae (vertebrae yang terdislokasi)". Bahkan lebih waspada lagi jika anda diberikan rencana perawatan yang merekomendasikan kunjungan-kunjungan harian yang secara berangsur-angsur dikurangi dalam frekwensi melaui periode dari beberapa bulan. Rencana-rencana semacam itu biasanya menjurus pada "perawatan pemeliharaan" yang memerlukan satu atau dua perawatan-perawatan setiap bulan untuk sisa hidup anda !
4. Popping Normal Backs

Sebagai aturan umum, perawatan chiropractic, atau perawatan manipulatif untuk nyeri belakang, harus dihentikan ketika gejala-gejala hilang dan anda merasa sehat. Adalah tidak perlu untuk meneruskan dengan penyesuaian-penyesuaian spine yang adakalanya kecuali anda mempunyai persoalan struktural yang menyebabkan nyeri belakang kronis yang dapat dihilangkan untuk sementara dengan manipulasi. Maipulasi yang seringkali dan tidak perlu mungkin melakukan lebih banyak kerugian daripada keuntungan, menyebabkan anda mencari perawatan untuk gejala-gejala yang disebabkan oleh manipulasi. Sendi-sendi spine (tulang belakang) yang normal seringkali membuat suara-suara popping (meletus) ketika permukaan-permukaan sendi dipisahkan dengan kuat oleh manipulasi. Pasien-pasien chiropractic seringkali menafsirkan suara-suara ini sebagai gerakan dari vertebrae yang keluar dari tempatnya. Beberapa chiropractor-chiropractor menggunakan suara popping (meletus) untuk membesarkan hati pasien-pasien untuk kembali untuk penyesuaian-penyesuaian spine yang teratur dalam rangka untuk "memelihara penjajaran vertebrae". Sementara perawatan semacam itu mempunyai efek placebo yang kuat, ia menyesatkan dan cenderung untuk mengabadikan penyakit atau ketakutan sakit.
5. "Spesialis-Spesialis Leher"

Beberapa chiropractor-chiropractor yang berdasarkan pada subluxation percaya bahwa kebanyakan penyakit-penyakit, termasuk nyeri belakang bagian bawah, berhubungan dengan vertebrae yang salah baris (penjajaran) di leher. "Spesialis-spesialis cervical bagian atas" ini selalu menyesuaikan leher, biasanya dua vertebrae puncak di dasar tengkorak. Ini dapat menjadi berbahaya, karena rotasi yang berlebihan dari kepala dan spine cervical bagian atas menempatkan tegangan pada arteri-arteri vertebrae dan dapat berakibat pada luka vascular atau stroke. Ada kasus-kasus khusus dimana manipulasi cervical dapat bermanfaat ketika persoalan-persoalan telah dikesampingkan dan rotasi kepala sewaktu manipulasi tidak melebihi 50 derajat. Namun manipulasi cervical harus tidak pernah dilakukan secara rutin, terutama sebagai tindakan pencegahan-pemeliharaan. Kebanyakan dari kita akan tidak pernah memerlukan manipulasi cervical. Chiropractor-chiropractor cervical bagian atas yang memanipulasi leher dari setiap pasien mereka lihat harus dihindari. Orang-orang yang lebih tua, terutama yang mempunyai penyakit vascular atau yang mungkin sedang mengambil pengencer-pengencer darah, harus tidak menyerah/tunduk pada manipulasi leher dari segala jenis.

Bahaya-Bahaya Dari Manipulasi Leher

Laporan RAND tahun 1996 pada The Appropriateness of Manipulation and Mobilization of the Cervical Spine menaksirkan bahwa stroke dan luka-luka lain yang berakibat dari manipulasi cervical spine terjadi kira-kira 1.46 kali per 1,000,000 manipulasi-manipulasi [12]. Ia juga menyimpulkan bahwa hanya 11.1% dari indikasi-indikasi yang dilaporkan untuk manipulasi cervical dapat dinamakan tepat. Pasien yang menerima manipulasi leher yang teratur, seringkali, dan sama sekali tidak perlu dihadapakan pada risiko yang lebih besar. Karena banyak kasus-kasus stroke yang disebabkan oleh manipulasi cervical masih belum dikenal sebagai itu, studi-studi sedang dilakukan untuk menentukan berapa banyak korban-korban stroke telah mendapatkan manipulasi leher sebelum stroke mereka. Kejadian dari stroke dari manipulasi leher mungkin adalah jauh lebih tinggi daripada yang diindikasikan pada studi-studi masa lalu. Studi oleh Canadian Stroke Consortium, yang dipublikasikan pada tanggal 18 Juli tahun 2000, Canadian Medical Association Journal, contohnya, melaporkan bahwa stroke yang berakibat dari manipulasi leher terjadi pada 28% dari 74 kasus-kasus yang dipelajari [13]. Kasus-kasus lain adalah gerakan leher yang tiba-tiba dari berbagai tipe-tipe. Penemuan yang paling umum adalah vertebral artery dissection (pemisahan atau robekan dari dinding-dinding arteri dengan pembentukan bekuan dan embolism) yang disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba atau rotasi dari dua vertebrae cervical puncak.

Chiropractor-chiropractor umumnya memanipulasi spine cervical bagian atas sebagai perawatan untuk nyeri kepala dan leher. Namun karena nyeri semacam itu dalam dirinya dapat menjadi gejala dari vertebral atau carotid artery dissection, terutama setelah luka, mungkin adalah bijaksana untuk membatalkan manipulasi leher untuk penimbulan yang tiba-tiba dari nyeri kepala atau leher sampai faktor-faktor risiko dapat lebih baik diidentifikasi. Izin atau persetujuan yang telah diinformasikan harus selalu didapatkan dari pasien-pasien yang hampir mau menjalani manipulasi cervical. Pada banyak kasus-kasus, massage, traction, dan bentuk-bentuk lain dari terapi dapat digantikan untuk manipulasi cervical yang diresepkan. Tension headache, contohnya, umumnya dirawat dengan manipulasi leher chiropractic. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa manipulasi spine adalah tidak lebih efektif daripada massage dalam membebaskan sakit kepala tegangan yang episodik atau kambuh [14]. Jadi hati-hati. Sampai studi-studi pada manipulasi cervical telah dilengkapi, jangan menyerahkan pada manipulasi leher kecuali anda mempunyai persoalan yang tidal dapat dirawat dengan cara lain. Sakit kepala "cervicogenic" yang kronis, contohnya, dimana nyeri dipindahkan dari sendi-sendi dalam spine cervical, dapat seringkali dibebaskan dengan manipulasi cervical yang tepat. Namun manipulasi semacam itu harus dilakukan hanya setelah diagnosis yang benar telah dibuat dan bentuk-bentuk lain dari perawatan telah gagal.
Intinya

Chiropractor yang baik dapat melakukan banyak untuk membantu anda ketika anda mempunyai nyeri belakang tipe mekanik dan persoalan-persoalan musculoskeletal lain. Namun sampai profesi chiropractic membersihkan aksinya, dan fakultas-fakultasnya secara seragam meluluskan chiropractor-chiropractor yang terbatas secara benar yang berspesialisasi pada persoalan-persoalan neuromusculoskeletal, anda akan harus melakukan kehati-hatian dan keputusan yang terinformasi ketika mencari perawatan chiropractic.
References

1. Cherkin DC and others. A comparison of physical therapy, chiropractic manipulation, and provision of an educational booklet for the treatment of patients with low back pain. New England Journal of Medicine 339:1021-1029, 1998.
2. Shekelle PG and others. The Appropriateness of Spinal Manipulation for Low-Back Pain: Project Overview and Literature Review. Santa Monica, Calif: RAND, 1991, p 3.
3. Consumer Reports Survey. The mainstrearning of alternative medicine. Consumer Reports, May: 17-25, 2000
4. Association of Chiropractic Colleges. A position paper on chiropractic. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics 19:633-637, 1997.
5. Goertz C. ACA annual statistical survey on chiropractic practice. Journal of the American Chiropractic Association 33:35-41, 1996.
6. Lee A and others. Chiropractic care for children. Archives of Pediatric and Adolescent Medicine 154:401-407, 2000. M
7. Wilberg JM and others. The short-term effect of spinal manipulation in the treatment of infantile colic: A. randomized controlled clinical trial with a blinder observer. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics 22:517-522, 1999.
8. Olafsdottir E and others. Randomised controlled trial of infantile colic treated with chiropractic spinal manipulation. Archives of Diseases in Childhood 84:138-141, 2001.
9. Balon JP and others. A comparison of active and simulated chiropractic manipulation as adjunctive treatment for childhood asthma. New England Journal of Medicine 339:1013-1020, 1998.
10. Shekelle PG. Editorial: What role for chiropractic in healthcare? New England Journal of Medicine 339(15):1074-1075, 1998.
11. Christensen MG and others. Job Analysis of Chiropractic. Greeley, Colo.: National Board of Chiropractic Examiners, 2000, p 129.
12. Coulter IE and others. The Appropriateness of Manipulation and Mobilization of the Cervical Spine. Santa Monica, Calif: RAND, 1996, pp 18-43.
13. Norris W and others. Sudden neck movement and cervical artery dissection. Canadian Medical Journal 163:38-40, 2000. [PDF}
14. Bove G, Nilsson N. Spinal manipulation in the treatment of episodic tension-type headache: A randomized controlled trial. JAMA 280:1576-1579, 1998.

_________________ Samuel Homola, D.C., practiced chiropractic for 43 years. He is the author of twelve books, including Bonesetting, Chiropractic, and Cultism; Backache: Home Treatment and Prevention; and Muscle Training for Athletes. His book Inside Chiropractic: A Patient's Guide was published by Prometheus Books in 1999. He is now retired and lives in Panama City, Florida, with his wife, Martha. This article is reprinted (with slight modification) with permission from the January/February 2001 issue of Skeptical Inquirer, the magazine of the Committee for the Scientific Investigation of the Paranormal (CSICOP). Quackwatch Home Page

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar