Selasa, 01 Maret 2011

Demam Kuning (Yellow Fever)

Definisi Demam Kuning (Yellow Fever)

Demam Kuning: Penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut Flavivirus. Pada kasus-kasus yang parah, infeksi virus menyebabkan demam yang tinggi, perdarahan kedalam kulit, dan necrosis (kematian) dari sel-sel dalam ginjal dan hati. Kerusakan yang dilakukan pada hati dari virus berakibat pada jaundice yang parah yang menguningkan kulit. Makanya, "kuning" dalam "demam kuning."



Demam kuning suatu waktu membinasakan kota-kota pelabuhan di Amerika. (Seorang pengamat menulis: "Penyakit ini merata jauh di selatan, tidak hanya di kota-kota pelabuhan. Kakek dan nenek saya hidup melalui epidemik dari yellow jack di central Mississippi sekitar tahun 1900, dan mereka berjarak jauh dari pantai laut").

Sekarang demam kuning adalah paling umum di area-area tropis dari Afrika dan Amerika. Virus dari demam kuning ditularkan pada kebanyakan kasus-kasus oleh gigitan nyamuk. Pada setting-setting kota, demam kuning mungkin ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti. Di hutan, demam kuning ditularkan dari monyet-monyet ke manusia oleh nyamuk-nyamuk yang berkembang biak dalam lubang-lubang pohon di hutan-hutan hujan. Diagnosis dari demam kuning dibuat dengan observasi (pengamatan) atau, jika diperlukan, dengan membiakan virus dari contoh darah.

Tidak ada penyembuhan untuk demam kuning, meskipun obat-obat antivirus mungkin dicoba. Pembebas-pembebas nyeri non-aspirin, istirahat, dan hidrasi kembali dengan cairan-cairan mengurangi ketidaknyamanan. Penyakit biasanya berlalu dalam beberapa minggu.

Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin demam kuning adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan. Ia direkomendasikan untuk orang-orang yang berpergian ke atau hidup di area-area tropis di Amerika dan Afrika dimana demam kuning terjadi. Karena ia adalah vaksin hidup, ia harus tidak diberikan pada bayi-bayi atau orang-orang dengan pelemahan sistim imun.

Vaksin didasarkan pada penelitian medis klasik yang dilakukan dibawah Dr. Walter Reed. Ketika demam kuning mewabah diantara pasukan-pasukan Amerika di Cuba pada tahun 1900, Dr. Reed, anggota dari the Army Medical Corps, mengepalai komisi dari dokter-dokter pada demam kuning. Mereka menemukan bahwa demam ditularkan oleh nyamuk AĆ«des aegypti yang berkembang biak dekat rumah-rumah (dan juga menularkan dengue). Regu dari Reed belakangan menunjukan bahwa nyamuk menyuntikan virus yang menyebabkan penyakit ketakutan. Insinyur-insinyur saniter (kebersihan) membasmi nyamuk dan membebaskan Cuba dari demam kuning pada tahun 1902 (tahun kematian Reed dari radang usus buntu).

Vaksin melawan demam kuning juga didasarkan pada kerja dari Max Theiler. Dr. Theiler, dari Afrika Selatan, bekerja di Rockefeller Foundation (sekarang the Rockefeller University) di New York. Pada tahun 1929 Theiler mendapat demam kuning (bukan pengalaman yang tidak umum diantara mereka yang mempelajari penyakit) namun sembuh dan menjadi imun (kebal) padanya. Tahun berikutnya Theiler menemukan bahwa demam kuning dapat ditularkan ke tikus putih, yang adalah mudah ditangani dan tersedia dalam ribuan pada biaya yang kecil. Ini adalah penemuan yang kritis untuk produksi vaksin. Pada tahun 1951, Max Theiler (1899-1972) dihadiahkan Nobel Prize in Physiology atau Medicine "untuk penemuan-penemuannya menyangkut demam kuning dan bagaimana untuk melawannya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar