Sabtu, 05 Maret 2011

Infeksi Saluran Kencing Orang Dewasa

Introduksi Infeksi Saluran Kencing (urinary tract infection, UTI)

Infeksi-infeksi saluran kencing adalah persoalan kesehatan yang serius yang mempengaruhi jutaan orang-orang setiap tahun.

Infeksi-infeksi saluran kencing adalah tipe yang paling umum kedua dari infeksi dalam tubuh. Infeksi-infeksi saluran kencing atau urinary tract infections (UTIs) bertanggung jawab untuk kira-kira 8.3 juta kunjungan-kunjungan ke dokter setiap tahun. Wanita-wanita adalah terutama mudah mendapat UTI-UTI untuk sebab-sebab yang masih belum dimengerti dengan baik. Satu wanita dalam lima mengembangkan UTI dalam kehidupannya. UTI-UTI pada pria-pria adalah tidak seumum seperti pada wanita-wanita namun dapat menjadi sangat serius ketika mereka terjadi.

Sistim urin (urinary system) terdiri dari ginjal-ginjal, ureter-ureter, kantong kemih, dan urethra. Elemen-elemen kunci pada sistim adalah ginjal-ginjal, sepasang organ yang berwarna coklat keunguan yang berlokasi dibawah tulang-tulang rusuk ke arah tengah dari punggung. Ginjal-ginjal mengeluarkan cairan dan pembuangan-pembuangan yang berlebihan dari darah dalam bentuk urin, mempertahankan keseimbangan yang stabil dari garam-garam dan senyawa-senyawa lain dalam darah, dan menghasilkan hormon yang membantu pembentukan sel-sel darah merah. Tabung-tabung yang sempit yang disebut ureter-ureter mengangkut urin dari ginjal-ginjal ke kantong kemih, organ seperti kantong dalam perut bagian bawah. Urin disimpan dalam kantong kemih dan dikosongkan melalui urethra.

Dewasa rata-rata mengeluarkan kira-kira satu setengah quart urin setiap hari. Jumlah dari urin bervariasi, tergantung pada cairan-cairan dan makanan-makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Volume yang terbentuk pada malam hari adalah kira-kira setengah dari yang terbentuk di siang hari.

Penyebab-Penyebab UTI

Normalnya, urin adalah steril. Ia biasanya adalah bebas dari bakteri-bakteri, virus-virus, dan jamur namun mengandung cairan-cairan, garam-garam, dan produk-produk pembuangan. Infeksi terjadi ketika organisme-organisme kecil, biasanya bakteri-bakteri dari saluran pencernaan, melekat pada bukaan dari urethra dan mulai membiak (berlipatganda). Urethra adalah tabung yang mengangkut urin dari kantong kemih keluar tubuh. Kebanyakan infeksi-infeksi timbul dari satu tipe bakteri, Escherichia coli (E. coli), yang normalnya hidup dalam usus besar (colon).

Pada banyak kasus-kasus, bakteri-bakteri pertama berjalan ke urethra. Ketika bakteri-bakteri berlipatganda, infeksi dapat terjadi. Infeksi yang terbatas pada urethra disebut urethritis. Jika bakteri-bakteri bergerak ke kantong kemih dan berlipatganda (berbiak), infeksi kantong kemih, disebut cystitis, terjadi. Jika infeksi tidak segera dirawat, bakteri-bakteri mungkin kemudian berjalan lebih jauh keatas ke ureter-ureter untuk berbiak dan menginfeksi ginjal-ginjal. Infeksi ginjal disebut pyelonephritis.

Mikroorganisme-mikroorganisme yang disebut Chlamydia dan Mycoplasma mungkin juga menyebabkan UTI-UTI pada keduanya pria-pria dan wanita-wanita, namun infeksi-infeksi ini cenderung untuk tetap terbatas pada urethra dan sistim reproduksi. Tidak seperti E. coli, Chlamydia dan Mycoplasma mungkin ditularkan secara seksual, dan infeksi-infeksi memerlukan perawatan dari kedua pasangan.

Sistim urin tersusun dalam cara yang membantu menghindari infeksi. Ureter-ureter dan kantong kemih normalnya mencegah urin berbalik naik menuju ginjal-ginjal, dan aliran urin dari kantong kemih membantu mencuci bakteri-bakteri keluar dari tubuh. Pada pria-pria, kelenjar prostat menghasilkan sekresi-sekresi yang memperlambat pertumbuhan bakteri. Pada kedua jenis kelamin, pertahanan-pertahanan imun juga mencegah infeksi. Namun meskipun dengan penjagaan-penjagaan ini, infeksi masih terjadi.

Siapa Yang Berisiko ?

Beberapa orang-orang lebih mudah mendapat UTI daripada lain-lainnya. Segala kelainan dari saluran kencing yang menghalangi aliran urin (contohnya, batu ginjal) menetapkan keadaan untuk infeksi. Kelenjar prostat yang membesar juga dapat memperlambat aliran urin, jadi menaikan risiko infeksi.

Sumber yang umum dari infeksi adalah kateter-kateter, atau tabung-tabung, yang ditempatkan dalam urethra dan kantong kemih. Seseorang yang tidak dapat membuang air kecil atau yang tidak sadar atau sakit berat seringkali memerlukan kateter yang berdiam ditempat untuk waktu yang lama. Beberapa orang-orang, terutama kaum tua atau yang dengan kelainan sistim syaraf yang telah kehilangan kontrol kantong kemih, mungkin memerlukan kateter untuk seumur hidup. Bakteri-bakteri pada kateter dapat menginfeksi kantong kemih, jadi staff rumah sakit memberikan perhatian khusus untuk mempertahankan kateter bersih dan mengeluarkannya sesegera mungkin.

Orang-orang dengan diabetes mempunyai risiko UTI yang lebih besar karena perubahan-perubahan pada sistim imun. Segala kelainan-kelainan lain yang menekan sistim imun menaikan risiko infeksi urin.

UTI-UTI mungkin terjadi pada bayi-bayi, keduanya laki-laki dan perempuan-perempuan, yang dilahirkan dengan kelainan-kelainan saluran kencing, yang adakalanya perlu dikoreksi dengan operasi. UTI-UTI adalah lebih jarang pada anak-anak laki dan pria-pria muda. Pada wanita-wanita dewasa, meskipun demikian, angka dari UTI-UTI secara berangsur-angsur naik dengan umur. Ilmuwan-ilmuwan tidak yakin mengapa wanita-wanita mempunayi lebih banyak infeksi-infeksi kencing daripada pria-pria. Satu faktor mungkin bahwa urethra seorang wanita adalah pendek, mengizinkan bakteri-bakteri akses yang cepat ke kantong kemih. Juga, bukaan urethra dari seorang wanita adalah dekat sumber-sumber bakteri dari dubur dan vagina. Untuk banyak wanita-wanita, hubungan seksual nampaknya memicu infeksi, meskipun sebab-sebab untuk pertalian ini tidak jelas.

Menurut beberapa studi-studi, wanita-wanita yang menggunakan diaphragm lebih mungkin mengembangkan UTI daripada wanita-wanita yang menggunakan bentuk-bentuk lain dari pencegahan kehamilan. Baru-baru ini, peneliti-peneliti menemukan bahwa wanita-wanita yang pasangannya menggunakan condom dengan spermicidal foam juga cenderung mempunyai pertumbuhan dari bakteri E. coli dalam vagina.

Kekambuhan Infeksi-Infeksi

Banyak wanita-wanita menderita dari UTI-UTI yang seringkali. Hampir 20 persen dari wanita-wanita yang mempunyai UTI akan mempunyai yang lainnya, dan 30 persen dari mereka masih akan mempunyai yang lainya. Dari kelompok terakhir, 80 persen akan mempunyai kekambuhan-kakambuhan.

Biasanya, infeksi terakhir bersumber dari strain atau tipe bakteri yang adalah berbeda dari infeksi sebelumnya, mengindikasikan infeksi yang tersendiri. Bahkan ketika beberapa UTI-UTI berturut-turut disebabkan oleh E. coli, sedikit perbedaan-perbedaan dalam bakteri-bakteri mengindikasikan infeksi-infeksi yang beda.

Penelitian yang dibiayai oleh National Institutes of Health (NIH) menyarankan bahwa satu faktor dibelakang kekambuhan UTI-UTI mungkin adalah kemampuan dari bakteri-bakteri untuk melekat pada sel-sel yang melapisi saluran kencing. Studi yang dibiayai NIH baru-baru ini menemukan bahwa bakteri-bakteri membentuk selaput pelindung pada lapisan bagian dalam dari kantong kemih pada tikus. Jika proses yang serupa dapat ditunjukan pada manusia-manusia, penemuan ini mungkin menjurus pada perawatan-perawatan baru untuk mencegah kekambuhan UTI-UTI. Jurusan lain dari penelitian telah mengindikasikan bahwa wanita-wanita yang adalah "non-secretors" dari antigen-antigen kelompok darah tertentu mungkin adalah lebih mudah mendapat kekambuhan UTI-UTI karena sel-sel yang melapisi vagina dan urethra mungkin mengizinkan bakteri-bakteri untuk melekat lebih mudah. Penelitian lebih lanjut akan menunjukan apakah hubungan ini kuat dan membuktikan bermanfaat dalam mengidentifikasi wanita-wanita yang berisiko tinggi untuk UTI-UTI.

Infeksi-Infeksi Pada Kehamilan

Wanita-wanita hamil nampaknya tidak lebih mudah mendapat UTI-UTI daripada wanita-wanita lain. Bagaimanapun, ketika UTI terjadi pada seorang wanita hamil, ia lebih mungkin berjalan ke ginjal-ginjal. Menurut beberapa laporan-laporan, kira-kira 2 sampai 4 persen dari wanita-wanita hamil mengembangkan infeksi kencing. Ilmuwan-ilmuwawn berpikir bahwa perubahan-perubahan hormon dan pergeseran-pergeseran dalam posisi dari saluran kencing selama kehamilan membuat lebih mudah untuk bakteri-bakteri berjalan menaiki ureter-ureter ke ginjal-ginjal. Untuk sebab ini, banyak dokter-dokter merekomendasikan pengujian urin secara periodik selama kehamilan.

Gejala-Gejala UTI

Tidak setiap orang dengan UTI mempunyai gejala-gejala, namun kebanyakan orang-orang mendapat paling sedikit beberapa gejala-gejala. Ini mungkin termasuk dorongan yang sering untuk kencing dan perasaan yang menyakitkan yang membakar pada area kantong kemih atau urethra sewaktu kencing. Adalah tidak luar biasa untuk merasa buruk dimanan-mana -- lelah, gemetar, terkuras -- dan merasakan nyeri bahkan ketika tidak sedang kencing. Seringkali wanita-wanita merasakan tekanan yang tidak menyenangkan diatas tulang pubic, dan beberapa pria-pria mengalami kepenuhan dalam rektum. Adalah umum untuk seseorang dengan infeksi kencing untuk mengeluh bahwa, meskipun dengan dorongan untuk kencing, hanya sejumlah kecil dari urin yang dikeluarkan. Urin sendiri mungkin terlihat seperti susu atau berkabut, bahkan kemerahan jika darah hadir. Normalnya, UTI tidak menyebabkan demam jika ia didalam kantong kemih atau urethra. Demam mungkin berarti bahwa infeksi telah mencapai ginjal-ginjal. Gejala-gejala lain dari infeksi ginjal termasuk nyeri di punggung atau sisi dibawah tulang-tulang rusuk, mual atau muntah

Pada anak-anak, gejala-gejala dari infeksi kencing mungkin terlewatkan atau dianggap disebaban oleh kelainan yang lain. UTI harus dipertimbangkan ketika seorang anak atau bayi nampak teriritasi, tidak makan secara normal, mempunyai demam yang tidak dapat dijelaskan yang tidak menghilang, mempunyai buang air besar yang tidak dapat ditahan, atau tidak tumbuh subur. Tidak seperti kaum dewasa, anak-anak lebih mungkin mempunyai demam dan tidak ada gejala-gejala lain. Ini dapat terjadi pada keduanya anak-anak laki-laki dan perempuan-perempuan. Anak harus dilihat oleh seorang dokter jika ada segala pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala ini, terutama perubahan pada pola kencing anak.

Mendiagnosa UTI

Untuk mencari tahu apakah anda mempunyai UTI, dokter anda akan menguji contoh dari urin untuk nanah dan bakteri-bakteri. Anda akan diminta untuk memberikan contoh urin yang "clean catch" dengan mencuci area alat kelamin dan mengambil contoh urin "aliran tengah" dalam kontainer yang steril. Metode mengambil contoh urin ini membantu mencegah bakteri-bakteri sekitar area alat kelamin masuk kedalam contoh dan membingungkan hasil-hasil tes. Biasanya, contoh dikirim ke laboratorium, meskipun beberapa tempat-tempat praktek dokter dilengkapi untuk melakukan pengujian.

Pada tes analisa urin, urin diperiksa untuk sel-sel darah putih dan merah dan bakteri-bakteri. Kemudian bakteri-bakteri ditumbuhkan dalam biakan dan diuji terhadapa antibiotik-antibiotik yang berbeda untuk melihat obat mana yang paling baik menghancurkan bakteri-bakteri. Tindakan terakhir ini disebut tes kepekaan.

Beberapa mikroba-mikroba, seperti Chlamydia dan Mycoplasma, dapat dideteksi hanya dengan biakan-biakan bakteri yang khusus. Seorang dokter mencurigai satu dari infeksi-infeksi ini ketika seorang mempunyai gejala-gejala dari UTI dan nanah dalam urin, namun biakan standar gagal utuk menumbuhkan bakteri-bakteri apa saja.

Ketika infeksi tidak hilang dengan perawatan dan terlacak pada strain yang sama dari bakteri-bakteri, dokter mungkin memerintahkan beberapa tes-tes untuk menentukan apakah sistim anda normal. Satu dari tes-tes ini adalah intravenous pyelogram, yang memberikan gambar-gambar x-ray dari kantong kemih, ginjal-ginjal, dan ureter-ureter. Zat pewarna buram yang terlihat pada film x-ray disuntikan kedalam vena, dan rentetan x-rays diambil. Film menunjukan garis bentuk dari saluran kencing, mengungkap bahkan perubahan-perubahan kecil pada struktur-struktur saluran.

Jika anda mempunyai infeksi-infeksi yang kambuh, dokter anda juga mungkin merekomendasikan pemeriksaan ultrasound, yang memberikan gambar-gambar dari pola-pola gema (echo) dari gelombang-gelombang suara yang dipantulkan dari organ-organ dalam. Tes bermanfaat yang lain adalah cystoscopy. Cystoscope adalah alat yang terbuat dari tabung yang berongga dengan beberapa lensa-lensa dan sumber cahaya, yang mengizinkan dokter untuk melihat bagian dalam dari kantong kemih dari urethra.


Merawat UTI

UTI-UTI dirawat dengan obat-obat antibakteri. Pilihan obat dan lamanya perawatan tergantung pada sejarah pasien dan tes-tes urin yang mengidentifikasi bakteri-bakteri yang menyerang. Tes kepekaan adalah terutama bermanfaat dalam membantu dokter memilih obat yang paling efektif. Obat-obat yang paling sering digunakan untuk merawat UTI-UTI rutin yang tidak rumit adalah trimethoprim (Trimpex), trimethoprim/sulfamethoxazole (Bactrim, Septra, Cotrim), amoxicillin (Amoxil, Trimox, Wymox), nitrofurantoin (Macrodantin, Furadantin), dan ampicillin (Omnipen, Polycillin, Principen, Totacillin). Kelompok dari obat-obat yang disebut quinolones termasuk empat obat-obat yang disetujui dalam beberapa tahun terakhir ini untuk merawat UTI. Obat-obat ini termasuk ofloxacin (Floxin), norfloxacin (Noroxin), ciprofloxacin (Cipro), dan trovafloxin (Trovan).

Sering, UTI dapat disembuhkan dengan 1 atau 2 hari perawatan jika infeksi tidak dipersulit oleh rintangan atau kekacauan lain. Tetap, banyak dokter-dokter meminta pasien-pasien mereka untuk mengkonsumsi antibiotik-antibiotik untuk satu minggu atau dua untuk memastikan bahwa infeksi telah disembuhkan. Perawatan dosis tunggal tidak direkomendasikan untuk beberapa kelompok-kelompok dari pasien-pasien, contohnya, mereka yang telah menunda perawatan atau mempunyai tanda-tanda dari infeksi ginjal, pasien-pasien dengan diabetes atau kelainan-kelainan struktur, atau pria-pria yang mempunyai infeksi-infeksi prostat. Perawatan yang lebih lama juga diperlukan oleh pasien-pasien dengan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma atau Chlamydia, yang biasanya dirawat dngan tetracycline, trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ), atau doxycycline. Analisa urin followup membantu mengkonfirmasikan bahwa saluran kencing bebas infeksi. Adalah penting untuk mengambil perjalanan yang penuh dari perawatan karena gejala-gejala mungkin menghilang sebelum infeksi dihilangkan seluruhnya.

Pasien-pasien yang sakit berat dengan infeksi-infeksi ginjal mungkin diopname dirumah sakit hingga mereka dapat meminum cairan-cairan dan obat-obat yang diperlukan dengan sendirinya. Infeksi-infeksi ginjal umumnya memerlukan beberapa minggu perawatan antibiotik. Peneliti-peneliti di University of Washington menemukan bahwa terapi 2-minggu dengan TMP/SMZ adalah seefektif perawatan 6 minggu dengan obat yang sama pada wanita-wanita dengan infeksi-infeksi ginjal yang tidak melibatkan rintangan atau kelainan sistim syaraf. Pada kasus-kasus macam ini, infeksi-infeksi ginjal jarang menjurus pada kerusakan ginjal ataugagal ginjal kecuali mereka tidak dirawat.

Beragam obat-obat tersedia untuk membebaskan nyeri dari UTI. Bantal penghangat mungkin juga membantu. Kebanyakan dokter-dokter menyarankan bahwa meminum banyak air membantu membersihkan saluran kencing dari bakteri-bakteri. Selama perawatan, adalah terbaik untuk menghindari kopi, alkohol, dan makanan-makanan pedas. Dan satu dari hal-hal terbaik seorang perokok dapat lakukan untuk kantong kemihnya adalah menghentikan merokok. Merokok adalah penyebab utama yang dikenal dari kanker kantong kemih.


Kekambuhan Infeksi-Infeksi Pada Wanita-Wanita

Wanita-wanita yang telah mempunyai tiga UTI-UTI lebih mungkin untuk terus menerus mempunyai mereka. Emapat dari lima wanita-wanita sejenis ini mendapat yang lainnya dalam waktu 18 bulan dari UTI terakhir. Banyak wanita-wanita mempunyai mereka bahkan lebih sering. Seorang wanita yang mempunyai kekambuhan-kekambuhan yang sering (tiga atau lebih per tahun) dapat meminta dokternya satu dari pilihan-pilihan perawatan berikut:

* Meminum dosis-dosis yang rendah dari antibiotik-antibiotik seperti TMP/SMZ atau nitrofurantoin setaip hari untuk 6 bulan atau lebih lama. Jika diminum pada waktu tidur, obat menetap di kantong kemih lebih lama dan mungkin lebih efektif. Penelitian yang didukung NIH di University of Washington telah menunjukan terapi ini adalah efektif tanpa menyebabkan efek-efek sampingan yang serius.
* Meminum dosis tunggal dari antibiotik setelah hubungan seksual.
* Mengambil pengobatan yang singkat (1 atau 2 hari) dari antibiotik-antibiotik ketika gejala-gejala nampak.

Dipstick-dipstick yang berubah warna ketika infeksi hadir sekarang tersedia tanpa resep. Strip-strip mendeteksi nitrite, yang terbentuk ketika bakteri-bakteri merubah nitrate dalam urin ke nitrite. Tes dapat mendeteksi kira-kira 90 persen dari UTI-UTI jika digunakan dengan spesimen (contoh) urin pagi yang pertama dan mungkin bermanfaat untuk wanita-wanita yang mempunyai infeksi-infeksi yang kambuh.


Dokter-dokter menyarankan beberapa langkah-langkah tambahan yang seorang wanita dapat ambil dengan sendirinya untuk menghindari infeksi:

* Minum banyak air setiap hari.
* Kencing ketika anda merasa keperluannya; jangan melawan dorongan untuk kencing.
* Menyeka dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri-bakteri sekitar dubur memasuki vagina atau urethra.
* Mandi daripada berendam
* Bersihkan area alat kelamin sebelum hubungan seksual.
* Hindari menggunakan spray-spray kebersihan wanita dan semprotan air yang diberi wewangian, yang mungkin mengiritasi urethra.


Beberapa dokter-dokter menyarankan meminum cranberry juice.


Infeksi-Infeksi Pada Kehamilan

Seorang wanita hamil yang mengembangkan UTI harus segera dirawat untuk menghindari kelahiran premature (sebelum waktunya) dari bayinya dan risiko-risiko lain seperti tekanan darah tinggi. Beberapa antibiotik-antibiotik adalah tidak aman untuk diminum selama kehamilan. Dalam memilih perawatan-perawatan yang terbaik, dokter-dokter mempertimbangkan beragam faktor-faktor seperti efektivitas obat, tingkat kehamilan, kesehatan ibu, dan efek-efek yang potensial pada fetus.

Infeksi-Infeksi Yang Rumit

Menyembuhkan infeksi-infeksi yang bersumber dari rintangan kencing atau kekacauan-kekacauan sistemik lain tergantung pada menemukan dan mengkoreksi persoalan yang mendasarinya, adakalanya dengan operasi. Jika sumber penyebab tidak dirawat, kelompok pasien-pasien ini berada pada risiko kerusakan ginjal. Juga, infeksi-infeksi semacam ini cenderung untuk timbul dari lingkup bakteri-bakteri yang lebih luas, dan adakalanya dari lebih dari satu tipe bakteri pada waktu yang sama.

Infeksi-Infeksi Pada Pria-Pria

UTI-UTI pada pria-pria adalah seringkali akibat dari rintangan -- contohnya, batu urin atau prostat yang membesar -- atau dari prosedur medis yang melibatkan kateter. Langkah pertama adalah mengidentifikasi organisme-organisme yang menginfeksi dan obat-obat yang padanya ia peka. Biasanya, dokter-dokter merekomendasikan terapi yang lebih lama pada pria-pria daripada pada wanita-wanita, pada sebagian untuk mencegah infeksi-infeksi dari kelenjar prostat.

Infeksi-infeksi prostat (chronic bacterial prostatitis) adala lebih sulit untuk disembuhkan karena antibiotik-antibiotik tidak mampu untuk menembus jaringan prostat yang terinfeksi secara efektif. Untuk sebab ini, pria-pria dengan prostatitis sering memerlukan perawatan jangka panjang dengan antibiotik-antibiotik yang dipilih secara hati-hati. UTI-UTI pada pria-pria yang lebih tua seringkali dihubungkan dengan acute bacterial prostatitis, yang dapat mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang serius jika tidak segera dirawat.

Vaksin Untuk Mencegah Kekambuhan UTI

Di masa depan, ilmuwan-ilmuwan mungkin mengembangkan vaksin yang dapat mencegah UTI-UTI datang kembali. Peneliti-peneliti dalam studi-studi yang berbeda telah menemukan bahwa anak-anak dan wanita-wanita yang cenderung mendapat UTI-UTI berulangkali adalah lebih mungkin kekurangan protein-protein yang disebut immunoglobulins, yang melawan infeksi. Anak-anak dan wanita-wanita yang tidak mendapat UTI-UTI adalah lebih mungkin mempunyai tingkat-tingkat immunoglobulins yang normal dalam saluran-saluran alat kelamin dan saluran-saluran kencingnya.

Tes-tes awal mengindikasikan bahwa vaksin membantu pasien-pasien membangun kekuatan-kekuatan melawan infeksi alamiah mereka sendiri. Bakteri-bakteri yang mati dalam vaksin tidak menyebar seperti infeksi; malahan, mereka mendorong tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodi yang dapat kemudian melawan organisme-organisme hidup. Peneliti-peneliti sedang menguji vaksin-vaksin yang disuntikan dan oral untuk melihat yang mana bekerja paling baik. Metode yang lain yang sedang dipertimbangkan untuk wanita-wanita adalah untuk memakai vaksin secara langsung sebagai suppository (obat yang dimasukan) dalam vagina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar