Sabtu, 05 Maret 2011

Interstitial Cystitis (Sindrom Kantong Kemih Yang Menyakitkan)

Ikhtisar Dari Fungsi Urinary

Sistim urinary terdiri dari ginjal-ginjal, ureter-ureter, kantong kemih, dan urethra. Ginjal-ginjal, sepasang dari organ-organ yang berwarna coklat keungu-unguan, berlokasi dibawah tulang-tulang rusuk menuju ke tengah dari punggung. Ginjal-ginjal mengeluarkan air dan sisa-sisa dari darah dalam bentuk urin, mempertahankan keseimbangan yang stabil dari garam-garam dan unsur-unsur lain dalam darah. Ginjal-ginjal juga memproduksi erythropoietin, hormon yang menstimulasi pembentukan sel-sel darah merah. Tabung-tabung (pipa-pipa) yang sempit yang disebut ureter-ureter membawa urin dari ginjal-ginjal ke kantong kemih, kamar berotot yang berbentuk segitiga pada perut bagian bawah. Seperti balon, dinding kantong kemih yang berotot dan elastis mengendur dan membesar (mengembang) untuk menyimpan urin dan berkontraksi dan merata ketika urin dikosongkan melalui urethra. Kantong kemih khas kaum dewasa dapat menyimpan kira-kira 1 ½ cangkir urin.

Kaum dewasa membuang air kecil (kencing) kira-kira 1 ½ quarts urin setiap hari. Jumlah urin bervariasi tergantung pada cairan-cairan dan makanan-makanan yang dikonsumsi seseorang. Volume yang terbentuk pada malam hari adalah kira-kira setengah dari yang terbentuk pada siang hari.

Urin yang normal mengandung cairan-cairan, garam-garam dan produk-produk sisa, namun ia bebas dari bakteri-bakteri, virus-virus, dan jamur. Jaringan-jaringan dari kantong kemih terisolasi dari urin dan unsur-unsur racun oleh lapisan pada bagian dalam kantong kemih yang tidak memberi semangat pada bakteri-bakteri untuk melekat dan tumbuh pada dinding kantong kemih.


Definisi Interstitial Cystitis (IC)

Interstitial cystitis (IC) adalah istilah yang telah digunakan untuk merujuk pada sindrom klinik yang dikarakteristikan oleh urgensi urinary yang kronis (merasakan keperluan untuk membuang air kecil segera) dan frekwensi (buang air kecil yang sering), biasanya dengan ketidaknyamanan atau tekanan suprapubic dan biasanya bebas (hilang) dengan membuang air kecil. Gejala-gejala dari kondisi ini bervariasi diantara individu-individu dan mungkin bahkan bervariasi dengan waktu pada individu yang sama. Istilah "cystitis" merujuk pada peradangan apa saja dari kantong kemih. Berlawanan pada bacterial cystitis yang berakibat dari infeksi pada kantong kemih, tidak ada organisme infeksius telah diidentifikasi pada orang-orang dengan interstitial cystitis.

Telah ada kontroversi pada literatur kedokteran yang menyangkut definisi dari interstitial cystitis dan penggunaan dari istilah. The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) dari the U.S. National Institutes of Health (NIH) menegakkan set dari kriteria diagnostik untuk inklusi (pemasukan) dalam studi-studi penelitian yang berhubungan pada interstitial cystitis dan penyebab-penyebabnya yang digunakan untuk tujuan-tujuan penelitian hingga tahun 2002. Bagaimanapun, kriteria NIDDK dirasakan terlalu restriktif untuk penggunaan diagnostik, dan pada tahun 2002, kriteria-kriteria baru diusulkan untuk diagnosis dari penyakit-penyakit kantong kemih yang menyakitkan, termasuk kondisi yang dirujuk sebagai sindrom kantong kemih yang menyakitkan atau painful bladder syndrome (PBS) oleh International Continence Society (ICS). Kriteria-kriteria ini merasa bahwa istilah PBS lebih disukai dan bahwa istilah IC harus dibatasi untuk digunakan pada pasien-pasien yang mempunyai penemuan-penemuan khas yang diamati atas cystoscopy dan biopsi dari jaringan-jaringan kantong kemih.

Kriteria-kriteria ICS menyatakan:

Painful bladder syndrome adalah keluhan dari nyeri suprapubic yang berhubungan pada pengisian kantong kemih, disertai oleh gejala-gejala lain seperti keseringan waktu siang dan waktu malam yang meningkat, pada ketidakhadiran dari infeksi urinary yang terbukti atau patologi yang jelas lainnya...The ICS percaya ini menjadi istilah yang disukai pada "interstitial cystitis". Interstitial cystitis adalah diagnosis spesifik dan memerlukan konfirmasi oleh cystoscopic klinik yang khas dan kemungkinan ciri-ciri histological yang mungkin.

Pada tahun 2006, set yang lain dari kriteria diagnostik diusulkan oleh European Society untuk studi dari IC/BPS, yang menyarankan penggunaan dari istilah bladder pain syndrome (BPS):

Diagnosis dari bladder pain syndrome (BPS) dibuat berdasarkan gejala nyeri yang kronis yang berhubungan pada kantong kemih urinary disertai oleh paling sedikit satu gejala urinary yang lain seperti keseringan waktu siang dan waktu malam, dan eksklusi dari penyakit-penyakit yang membingungkan sebagai penyebab dari gejala-gejala, dan cystoscopy dengan hydrodistension dan biopsi jika diindikasikan (untuk mendokumentasikan tipe dari BPS/IC).

Hingga persetujuan dicapai tentang terminologi dan definisi dari kondisi, akan menjadi sulit untuk menentukan kelaziman yang benar dari PBS/IC. Perkiraan-perkiraan dari jumlah orang-orang yang terpengaruh bervariasi sangat luas dan tergantung pada kriteria-kriteria yang digunakan untuk diagnosis.

Meskipun kekurangan persetujuan tentang diagnosis dari PBS/IC, studi-studi setuju bahwa mayoritas dari mereka yang terpengaruh, kira-kira 90% adalah wanita-wanita. Kira-kira 90% dari pasien-pasien dengan gejala-gejala dari interstitial cystitis adalah wanita-wanita. Sementara individu-individu dari segala umur dapat dipengaruhi, termasuk anak-anak, umur rata-rata dari penimbulan adalah sekitar 40 tahun. PBS/IC telah tidak dipertimbangkan sebagai penyakit yang diturunkan, namun banyak kasus-kasus telah terjadi diantara beberapa keluarga-keluarga, menganjurkan investigasi yang berkelanjutan dari peran yang mungkin dari faktor-faktor yang diturunkan pada perkembangan dari PBS/IC.

Beberapa hubungan-hubungan dengan kondisi-kondisi medis terlihat dengan PBS/IC. Wanita-wanita dengan PBS/IC lebih mungkin telah mempunyai infeksi-infeksi sistim urinary yang sering dan telah mempunyai operasi gynecologic sebelumnya daripada wanita-wanita tanpa PBS/IC. Penyakit-penyakit kronis tertentu telah digambarkan sebagai terjadi lebih sering pada orang-orang dengan with PBS/IC daripada pada populasi umum. Contoh-contoh dari kondisi-kondisi yang berhubungan ini adalah penyakit iritasi usus, systemic lupus erythematous, irritable bowel syndrome (IBS), vulvodynia (ketidaknyamanan kronis pada area vulvar), alergi-alergi, endometriosis, dan fibromyalgia. Sementara setiap dari kondisi-kondisi ini telah digambarkan pada paling sedikit beberapa studi-studi lebih umum pada orang-orang dengan PBS/IC daripada pada populasi umum, tidak ada bukti bahwa apa saja dari kondisi-kondisi ini adalah penyebab dari PBS/IC.

Studi-studi observasi dari cystoscopy (pemeriksaan visual dari bagian dalam kantong kemih via probe) telah menemukan bahwa dua pola-pola ada untuk IC, ulcerative dan nonulcerative, tergantung pada kehadiran atau ketidakhadiran dari pemborokan-pemborokan (bisul-bisul0) pada lapisan kantong kemih. Borok-borok yang berbentuk bintang pada dinding kantong kemih dikenal sebagai Hunner's ulcers (borok-borok Hunner). Ini ditemukan pada kurang dari 10% dari kasus-kasus di Amerika.

Melalui waktu, interstitial cystitis dapat menyebabkan kerusakan fisik pada dinding kantong kemih. Luka goresan dan pengerasan dari dinding kantong kemih mungkin terjadi sebagai akibat dari peradangan yang kronis, menjurus pada pengurangan kapasitas kantong kemih. Glomerulations (area-area dari perdarahan pinpoint) dan petechial hemorrhage mungkin terlihat pada dinding kantong kemih.

Penyebab Dari Interstitial Cystitis

Tidak ada satupun orang yang tahu apa yang menyebabkan PBS/IC, namun dokter-dokter percaya bahwa itu adalah persoalan fisik yang nyata dan bukan hasil, gejala, atau tanda dari persoalan emosi. Karena gejala-gejala dari PBS/IC bervariasi, kebanyakan peneliti-peneliti percaya bahwa ia menghadirkan spektrum dari penyakit-penyakit daripada satu penyakit tunggal.

Satu area dari penelitian pada penyebab dari PBS/IC telah berfokus pada lapisan yang menutupi (melapisi) lapisan dari kantong kemih yang disebut glycocalyx, terbuat terutama dari unsur-unsur yang disebut mucins dan glycosaminoglycans (GAGs). Lapisan ini normalnya melindungi dinding kantong kemih dari efek-efek racun dari urin dan kandungannya. Peneliti-peneliti telah menemukan bahwa lapisan pelindung dari kantong kemih ini adalah "bocor" pada kira-kira 70% dari pasien-pasien PBS/IC dan telah menghipotesakan bahwa ini mungkin mengizinkan unsur-unsur dalam urin untuk lewat kedalam dinding kantong kemih dimana mereka mungkin mencetuskan PBS/IC, membuat pasien-pasien ini mudah kena kimia-kimia dalam urin, termasuk yang dari makanan-makanan atau minuman-minuman.

Bersama dengan permeabilitas dari dinding kantong kemih yang berubah, peneliti-peneliti juga memeriksa kemungkinan bahwa PBS/IC berakibat dari tingkat-tingkat yang berkurang dari unsur-unsur yang melindungi pada dinding kantong kemih. Tingkat-tingkat yang berkurang dari GAGs (didiskusikan sebelumnya) atau protein-protein pelindung lain mungkin juga bertanggung jawab untuk kerusakan pada dinding kantong kemih yang terlihat pada PBS/IC.

Tidak perduli mekanisme apa untuk gangguan dari lapisan kantong kemih , potassium adalah satu unsur yang mungkin terlibat pada kerusakan dinding kantong kemih. Potassium hadir dalam konsentrasi yang tinggi dalam urin dan normalnya tidak bersifat racun pada lapisan kantong kemih. Bagaimanapun, jika jaringan-jaringan yang melapisi bagian dalam dari kantong kemih (urothelium) terganggu atau bocor secara abnormal, potassium dapat kemudian menembus jaringan-jaringan pelapis dan memasuki lapisan-lapisan otot dari kantong kemih dimana ia dapat menyebabkan kerusakan dan memajukan peradangan.

Peneliti-peneliti telah mengisolasi unsur yang dikenal sebagai antiproliferative factor (APF) yang nampak menghalangi pertumbuhan yang normal dari sel-sel yang membentuk lapisan kantong kemih. APF telah diidentifikasi hampir secara eksklusif dalam urin dari orang-orang yang menderita PBS/IC. Penelitian sedang dalam perjalanan untuk menjelaskan peran yang potensial dari APF dalam perkembangan dari PBS/IC.

Aktivitas yang meningkat dari syaraf-syaraf sensory (neurologic hypersensitivity) pada dinding kantong kemih juga diperkirakan berkontibusi pada gejala-gejala dari PBS/IC. Sel-sel yang dikenal sebagai sel-sel mast, yang memainkan peran dalam respon peradangan tubuh pada luka, melepaskan kimia-kimia yang dipercaya mampu berkontribusi pada gejala-gejala dari PBS/IC.

Teori-teori lain tentang penyebab dari PBS/IC adalah bahwa itu adalah bentuk penyakit autoimmune atau bahwa infeksi dengan organisme yang tidak teridentifikasi mungkin menghasilkan kerusakan pada kantong kemih dan gejala-gejala yang menyertainya.


Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Interstitial Cystitis

Gejala-gejala dari PBS/IC bervariasi sangat besar dari satu orang ke orang yang lainnya namun mempunyai beberapa persamaan-persamaan pada yang dari infeksi sistim urinary. Mereka termasuk:

* kapasitas kantong kemih yang berkurang;
* keperluan yang urgen (mendesak) untuk membuang air kecil seringkali siang dan malam;
* perasaan-perasaan dari tekanan, nyeri, dan kepekaan sekitar kantong kemih, pelvis, dan perineum (area antara anus dan vagina atau anus dan scrotum) yang mungkin meningkat ketika kantong kemih mengisi dan berkurang ketika ia mengosong;
* hubungan seksual yang menyakitkan (dyspareunia);
* ketidaknyamanan atau nyeri pada penis dan scrotum.

Kebanyakan orang-orang yang menderita PBS/IC mempunyai keduanya frekwensi/urgensi urinary dan nyeri pelvic, meskipun gejala-gejala ini mungkin juga terjadi satu demi satu atau dalam kombinasi mana saja. Pada kebanyakan wanita-wanita, gejala-gejala biasanya memburuk sekitar waktu periode-periode mereka. Seperti dengan banyak penyakit-penyakit lain, stres juga mungkin mengintensifkan gejala-gejala, namun ia tidak menyebabkan mereka. Gejala-gejala biasanya mempunyai penimbulan yang perlahan, dan frekwensi urinary adalah gejala awal yang paling umum. Ketika PBS/IC berlanjut melalui waktu beberapa tahun, siklus-siklus dari nyeri (flares) dan remisi-remisi terjadi. Nyeri mungkin ringan atau begitu parah menjadi melemahkan. Gejala-gejala dapat berubah-rubah dari hari ke hari.

Mendiagnosa Interstitial Cystitis

Karena gejala-gejala dari PBS/IC adalah serupa pada yang dari penyakit-penyakit lain dari sistim urinary dan karena tidak ada tes definitif untuk mengidentifikasi PBS/IC, dokter-dokter harus menyampingkan kondisi-kondisi lain sebelum membuat diagnosis dari PBS/IC. Diantara penyakit-penyakit yang dikesampingkan adalah infesi-infeksi sistim urinary atau vagina, kanker kantong kemih, peradangan atau infeksi kantong kemih yang disebabkan oleh radiasi pada perut, eosinophilic dan tuberculous cystitis, batu-batu ginjal, endometriosis, penyakit-penyakit neurological, penyakit-penyakit yang ditularkan secara seksual, infeksi sistim urinary dengan jumlah-junlah yang kecil dari bakteri-bakteri, dan pada pria-pria, prostatitis bakteri dan non-bakteri yang kronis.

Tes-tes medis yang membantu mengidentifikasi kondisi-kondisi lain termasuk analisa urin, pembiakan urin, cystoscopy, biopsi dari dinding kantong kemih dan, pada pria-pria, pemeriksaan laboratorium dari sekresi-sekresi prostat.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dari individu dengan PBS/IC mungkin mengungkap kepekaan dri kantong kemih ketika didorong pada perut diatas kantong kemih (tepat diatas tulang pubic) atau selama pemeriksaan pelvic pada wanita-wanita. Tidak ada penemuan-penemuan spesifik yang berhubungan dengan PBS/IC.

Tes-tes laboratorium

Analisa dan pembiakan urin. Tes-tes ini dapat mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri yang paling umum dalam urin yang mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti PBS/IC. Sample urin diperoleh dengan kateterisasi atau dengan metode "clean catch". Untuk clean catch, pasien mencuci area genital (kemaluan) sebelum mengkoleksi sample urine "aliran tengah" dalam wadah yang steril. Sel-sel darah putih dan darah merah dan bakteri-bakteri dalam urin menyarankan infeksi dari sistim urinary yang dapat dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Jika urin steril untuk berminggu-minggu atau berbulan-bulan sementara gejala-gejala tetap bertahan, dokter mungkin mempertimbangkan diagnosis dari PBS/IC.

Pembiakan sekresi-sekresi prostat. Pada pria-pria, dokter dapat memperoleh sample dari cairan prostat. Cairan ini diperiksa dibawah mikroskop untuk tanda-tanda dari infeksi seperti sel-sel darah merah dan darah putih dan juga dibiakan untuk bakteri-bakter. Infeksi-infeksi prostat dapat dirawat dengan antibiotik-antibiotik.

Tes kepekaan Potassium. Tes yang dikenal sebagai intravesical potassium sensitivity test (PST) telah dikembangkan untuk mengevaluasi kebocoran dari lapisan pelindung dari kantong kemih. Banyak orang-orang dengan PBS/IC mempunyai PST abnormal yang menyarankan urothelium (lapisan kantong kemih) yang sangat bocor. Pada tes PST, dua larutan-larutan yang berbeda (air yang steril dan larutan dari potassium) disuling secara terpisah kedalam kantong kemih. Pasien menilai keparahan dari nyeri dan/atau urgensi yang terjadi ketika setiap larutan disulingkan. Menggunakan skala dari 0 sampai 5, tes dipertimbangkan abnormal (positif) jika larutan potassium menginduksi paling sedikit tingkat nyeri dari "2" dan menyebabkan lebih banyak nyeri daripada air yang steril.

Studi-studi yang menggunakan PST elah menunjukan bahwa 78% dari orang-orang yang menderita PBS/IC mempunyai tes yang abnormal, sementara hanya 2% dari wanita-wanita tanpa PBS/IC mempunyai tes yang abnormal. Tes yang abnormal dapat dipertimbangkan sebagai bukti bahwa orang itu mempunyai PBS/IC jika tidak ada kondisi-kondisi lain yang teridentifikasi yang mungkin menyebabkan gejala-gejala. Bagaimanapun, tes yang normal tidak menyampingkan kemungkinan bahwa PBS/IC hadir.

Cystoscopy dibawah anestesi dengan penggelembungan kantong kemih. Selama cystoscopy, dokter menggunakan cystoscope -- alat yang terbuat dari tabung yang berongga kira-kira dengan garis tengah dari sedotan minuman dengan beberapa lensa-lena dan sumber cahaya -- untuk melihat kedalam kantong kemih dan urethra. Dokter juga akan menggelembungkan atau meregangkan kantong kemih ke kapasitasnya dengan mengisinya dengan cairan atau gas. Karena penggelembungan kantong kemih adalah menyakitkan pada pasien-pasien PBS/IC, sebelum dokter memasukan cystoscope melalui urethra kedalam kantong kemih, pasien harus diberikan anestesi daerah atau keseluruhan. Cystoscopy dengan penggelembungan dari kantong kemih dengan cairan dapat mendeteksi peradangan, dinding kantong kemih yang tebal dan kaku, dan borok-borok Hunner. Setelah cairan dikeluarkan dari kantong kemih, noda-noda kecil merah, yang disebut glomerulations, yang melambangkan pembuluh-pembuluh darah yang membesar dan area-area pinpoint dari perdarahan dapat dilihat pada lapisan kantong kemih.

Dokter mungkin juga menentukan kapasitas kantong kemih pasien -- jumlah maksimum dari cairan atau gas kantong kemih dapat menahan dibawah anestesi. (Tanpa anestesi, kapasitas terbatas oleh nyeri atau desakan yang parah untuk buang air kecil). Kebanyakan orang-orang tanpa PBS/IC mempunyai kapasitas-kapasitas maksimun yang normal atau besar dibawah anestesi. Kapasitas kantong kemih yang kecil (disebabkan oleh luka goresan) dibawah anestesi membantu mendukung diagnosis dari PBS/IC.

Sebelum perkembangan dari PST yang relatif baru-baru ini, cystoscopy adalah tes diagnostik yang paling baik yang tersedia untuk PBS/IC. Bagaimanapun, cystoscopy mempunyai keterbatasan-keterbatasannya. Borok-borok (Ulcers) umumnya tidak terlihat pada kasus-kasus yang dini yang ringan dari PBS/IC, dan glomerulations telah terlihat pada individu-individu yang normal tanpa gejala-gejala dari PBS/IC. Studi-studi juga telah menunjukan bahwa cystoscopy mempunyai angka 60% dari PBS/IC yang kurang terdiagnosa. Karena keterbatasan-keterbatasan ini, cystoscopy direkomendasikan hanya untuk menyampingkan penyebab-penyebab lain yang mungkin dari gejala-gejala dan tidak sebagai langkah diagnostik yang definitif pada PBS/IC.

Satu catatan yang penting adalah bahwa penggelembungan yang sering dilakukan dengan cystoscopy menjurus pada pembebasan dari gejala-gejala pada 20%-30% dari orang-orang dengan PBS/IC, yang umumnya berlangsung tiga sampai enam bulan setelah prosedur.

Biopsi. Biopsi adalah pemeriksaan mikroskopik dari sample jaringan yang kecil. Sample-sample dari kantong kemih dan urethra mungkin dikeluarkan selama cystoscopy dan diuji dengan mikoroskop dikemudian waktu. Biopsi membantu menyampingkan kanker kantong kemih. Ia juga mungkin mengkonfirmasi kehadiran dari sel-sel mast atau peradangan dari dinding kantong kemih yang adalah konsisten dengan diagnosis dari PBS/IC. Meskipun demikian, tidak ada satupun pada biopsi yang dapat membuat diagnosis absolut dari PBS/IC.

Perawatan Dari Interstitial Cystitis

Diet (Silahkan lihat diskusi dari diet yang lebih belakangan, "Apakah modifikasi-modifikasi gaya hidup bernilai dalam pengendalian interstitial cystitis?")
Obat-Obat Oral

Tipe utama dari obat oral adalah obat heparinoid (seperti heparin) pentosan polysulfate sodium (PPS; nama merek Elmiron). PPS secara kimia adalah serupa pada unsur-unsur yang melapisi kantong kemih, dan dipercayai bahwa PPS membantu dalam reparasi atau restorasi dari jaringan-jaringan pelapis pada kantong kemih. Bahkan setelah terapi dengan PPS telah mulai, pasien-pasien mungkin masih mengalami gejala-gejala untuk beberapa waktu karena syaraf-syaraf sensory pada kantong kemih telah menjadi hiperaktif, dan syaraf-syaraf memakan waktu untuk kembali ke keadaan aktivitas normal mereka. Oleh karenanya, dokter-dokter merekomendasikan pemberian sampai satu tahun perawatan PPS pada PBS/IC ringan (dan dua tahun pada PBS/IC parah) sebelum memutuskan apakah obatnya efektif atau tidak. Antara satupertiga dan duapertiga dari pasien-pasien akan membaik setelah tiga bulan perawatan.

Obat-obat oral lain yang mungkin digunakan untuk merawat PBS/IC bersama dengan PPS termasuk antidepressants dari kelompok tricyclic. Ini tidak disebabkan oleh kepercayaan bahwa PBS/IC adalah kondisi psikologi; agaknya, tricyclic antidepressants dapat membantu mengurangi hiperaktivitas dari syaraf-syaraf didalam dinding kantong kemih. Obat-obat antiseizure gabapentin (Neurontin, Gabarone) juga telah digunakan untuk merawat nyeri yang berhubungan dengan syaraf dan adakalanya telah digunakan untuk merawat nyeri dari IC/PBS. Antihistamin-antihistamin oral mungkin juga diresepkan untuk membatu mengurangi gejala-gejala alergi yang mungkin memperburuk PBS/IC pasien.

Aspirin (Bayer) dan ibuprofen (Advil) adakalanya digunakan sebagai barisan pertahanan pertama terhadap ketidaknyamanan yang ringan. Bagaimanapun, mereka mungkin memperburuk gejala-gejala pada beberapa pasien-pasien. Bentuk-bentuk obat bebas resep (over-the-counter) dari phenazopyridine hydrochloride (Azo-Standard, Prodium, dan Uristat) mungkin menyediakan beberapa pembebasan dari nyeri, urgensi, frekwensi, dan rasa terbakar urinary. Dosis-dosis yang lebih tinggi dari obat tersedia dengan resep sebagai Prodium dan phenazopyridine (Pyridium).

Penggelembungan Kantong Kemih

Seperti disebutkan sebelumnya, karena beberapa pasien-pasien telah mencatat perbaikan pada gejala-gejala setelah penggelembungan kantong kemih yang dilakukan untuk mendiagnosa PBS/IC, penggelembungan kantong kemih (diistilahkan hydrodistension) adakalanya digunakan untuk terapi PBS/IC. Penggelembungan kantong kemih membantu mengurangi gejala-gejala pada kira-kira 20%-30% dari orang-orang dengan interstitial cystitis. Jika ia efektif, pembebasan dari gejala-gejala tetap bertahan untuk tiga sampai enam bulan setelah prosedur.

Bladder instillation (Terapi Intravesical)

Prosedur ini mungkin juga disebut pencucian atau pemandian kantong kemih. Selama penyulingan (instillation) kantong kemih, kantong kemih diisi dengan larutan yang ditahan untuk periode-periode waktu yang berubah-rubah, dari beberapa detik sampai 15 menit, sebelum dialirkan keluar melalui tabung yang sempit yang disebut kateter.

Pada kasus-kasus yang parah dari PBS/IC, larutan-larutan intravesical mungkin dimasukan bersama dengan PPS oral untuk menyediakan pembebasan hinga obat oral telah mempunyai waktu untuk mengambil efek.

Obat-obat yang telah digunakan untuk bladder instillations termasuk dimethyl sulfoxide (DMSO, RIMSO-50), heparin, sodium bicarbonate, PPS, dan hydrocortisone ( steroid).
Terapi-Terapi Operasi Lain Untuk Interstitial Cystitis

Pada kasus-kasus yang parah dari PBS/IC yang tidak merespon dengan baik pada obat-obat oral atau pada penggelembungan kantong kemih atau instillation (penyulingan), prosedur-prosedur operasi yang lebih invasif mungkin dicoba. Prosedur ang dikenal sebagai sacral neuromodulation telah ditunjukan efektif dalam mengontrol gejala-gejala pada beberapa orang-orang dengan PBS/IC. Istilah "neuromodulation" merujuk pada perubahan dari sistim syaraf. Pada sacral neuromodulation, alat ditanam yang mengizinkan impuls-impuls elektrik menstimulasi syaraf-syaraf pada area sacral (punggung bagian bawah). Sacral neuromodulation dipercayai bekerja dengan menghalangi sinyal-sinyal hiperaktif dari syaraf-syaraf sensory didalam dinding kantong kemih. Untuk sacral neuromodulation, kawat dari generator impuls elektrik ditanam didalam daerah sacral dari spinal column. Jika ada pembebasan dari gejala-gejala, generator impuls dapat ditanam dibawah kulit pada daerah dari pantat-pantat. Alat program remote control mengizinkan pasien untuk menyesuaikan frekwensi dan kekuatan impuls untuk menyediakan pembebasan yang optimal dari gejala-gejala.

Terapi-terapi yang juga telah digunakan termasuk transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), bentuk dari neuromodulation yang tidak melibatkan penempatan kawat-kawat atau generator impuls secara operasi. Dengan TENS, denyut-denyut elektrik yang ringan memasuki tubuh untuk waktu bermenit-menit sampai berjam-jam dua jam atau lebih per hari melalui kawat-kawat yang ditempatkan pada permukaan dari punggung bagian bawah atau daerah suprapubic, antara pusar dan rambur pubic, atau melalui alat-alat spesial yang dimasukan kedalam vagina pada wanita-wanita atau kedalam rektum pada pria-pria. Dipercayai bahwa denyut-denyut elektrik mungkin meningkatkan aliran darah ke kantong kemih, menguatkan otot-otot pelvic yang membantu mengontrol kantong kemih, dan memicu pelepasan hormon-hormon yang menghalangi nyeri. TENS umumnya lebih efektif dalam mengurangi nyeri daripada dalam mengurangi frewensi urinary.

Prosedur-prosedur operasi lain yang mungkin jarang dilakukan untuk merawat PBS/IC yang parah termasuk peripheral denervation (yang mengganggu syaraf-syaraf ke dinding kantong kemih), bladder augmentation untuk meningkatkan kapasitas kantong kemih, dan cystectomy (pengangkatan kantong kemih) dengan pengalihan aliran urin.


Apakah Modifikasi-Modifikasi Gaya Hidup Berharga Dalam Manejemen Interstitial Cystitis ?

Diet

Tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan diet pada PBS/IC, namun dokter-dokter dan pasien-pasien percaya bahwa makanan-makanan tertentu, termasuk alkohol, rempah-rempah, coklat, dan minuman-minuman berkafein dan citrus, mungkin berkontribusi pada iritasi dan peradangan kantong kemih. Makanan-makanan yang mengandung acid, contohnya, minuman-minuman bersoda, tomat-tomat, vitamin C, buah-buah dan minuman-minuman citrus, cuka, cranberries, strawberries, grapes, guava, mango, dan nanas juga dipercayai memperburuk PBS/IC. Makanan-makanan lain yang mungkin meningkatkan gejala-gejala karena mereka mengandung kimia alami tyramine termasuk wine, beer, keju, kacang-kacang, yogurt, pisang-pisang, soy sauce, hati-hati ayam, kismis-kismis, sour cream, alpokat-alpokat, buah-buah ara yang dikalengkan, corned beef, kacang-kacang fava, ragi untuk pembuat bir, dan coklat.

Beberapa pasien-pasien dengan PBS/IC juga telah mencatat perburukan gejala-gejala setelah memakan atau meminum produk-produk yang mengandung pemanis-pemanis buatan. Pasien-pasien mungkin mencoba mengeliminasi produk-produk jenis ini dari diet mereka dan, jika ada pengurangan gejala-gejala, mereka dapat mengintroduksi mereka kembali satu per satu untuk menentukan produk yang mana nampaknya memperburuk gejala-geala mereka.

Merokok

Banyak pasien-pasien PBS/IC merasa bahwa merokok memperburuk gejala-gejala mereka. (Karena merokok adalah penyebab utama yang dikenal dari kanker kantong kemih, salah satu dari hal-hal yang paling baik perokok dapat lakukan untuk kantong kemih adalah berhenti merokok).

Latihan

Banyak pasien-pasien PBS/IC merasa bahwa latihan regular membantu membebaskan gejala-gejala dan, pada beberapa kasus-kasus, mempercepat remisi.

Latihan Kantong Kemih

Orang-orang yang telah menemukan beberapa pembebasan dari nyeri mungkin kemudian mampu untuk mengurangi frekwensi menggunakan teknik-teknik latihan kantong kemih. Metode-metode bervariasi namun pada dasarnya pasien memutuskan untuk buang air kecil pada waktu-waktu yang ditunjuk dan menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pengacauan-pengacauan untuk membantu bertahan pada jadwal. Secara berangsur-angsur, pasien memperpanjang waktu antara buang air kecil. Buku harian biasanya bermanfaat dalam menyimpan jejak kemajuan.


Adakah Kekhawatiran-Kekhawatiran Khusus Tentang Interstitial Cystitis ?

Kanker

Tidak ada bukti bahwa PBS/IC meningkatkan risiko kanker kantong kemih; bagaimanapun, efek-efek jangka panjang dari PBS/IC masih belum dipelajari dengan baik dan memerlukan pengamatan dan penelitian yang lebih jauh.

Kehamilan

Peneliti-peneliti mempunyai sedikit informasi tentang hubungan-hubungan antara kehamilan dan PBS/IC namun percaya bahwa PBS/IC tidak mempengaruhi kesuburan atau kesehatan dari fetus. Beberapa wanita-wanita mempunyai remisi dari PBS/IC selama kehamilan sementara yang lain-lain mmpunyai lebih banyak nyeri dan tekanan selama trimester ketiga, kemungkinan disebabkan oleh berat badan dari fetus pada kantong kemih.

Mengatasi PBS/IC

Dukungan emosi dari keluarga, teman-teman, dan individu-individu lain dengan PBS/IC adalah sangat penting dalam membantu pasien-pasien mengatasi PBS/IC. Studi-studi telah menemukan bahwa pasien-pasien dengan PBS/IC yang telah dididik tentang PBS/IC dan menjadi terlibat pada perawatan mereka sendiri melakukan lebih baik daripada pasien-pasien yang tidak melakukannnya. Kelompok-kelompok pendukung untuk orang-orang dengan interstitial cystitis juga telah bermanfaat untuk banyak orang-orang.

Prognosis (Ramalan) Dari Interstitial Cystitis

PBS/IC adalah kondisi kronis yang dikarakteristikan oleh periode-periode kekambuhan dan remisi. Dokter-dokter tidak mengerti sepenuhnya mengapa gejala-gejala memburuk pada waktu-waktu tertentu atau hilang dan kemudian timbul kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian. Gejala-gejala mungkin ringan atau parah dan mungkin berubah-rubah dalam intensitasnya bahkan pada individu yang sama melalui waktu. Tidak ada penyembuhan untuk PBS/IC, dan perawatan-perawatan diarahkan pada pengurangan keparahan gejala-gejala.

Telah tidak ada perawatan yang telah ditunjukan efektif dalam memperlambat kemajuan penyakit atau pencegahan kekambuhan-kekambuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar