Kamis, 03 Maret 2011

Laryngitis

Definisi Laryngitis

Larynx adalah kotak suara yang mengizinkan kita untuk berbicara, berteriak, berbisik, dan bernyanyi. Larynx terdiri dari rangka tulang rawan yang memondokkan pita-pita suara, yang ditutupi oleh lapisan lendir. Otot-otot didalam larynx menyesuaikan posisi, bentuk, dan tegangan dari pita-pita suara, mengizinkan kita untuk membuat suara-suara yang berbeda. Segala perubahan dalam aliran udara (yang dihasilkan oleh paru-paru) diseluruh pita-pita suara akan mempengaruhi suara dan kwalitas suara.

Larynx berlokasi pada sambungan dari mulut dan trachea dan mempunyai penutup seperti flap yang disebut epiglottis, yang pekerjaannya adalah untuk mencegah makanan dan air liur memasuki larynx sewaktu menelan.

Laryngitis (larynx + itis = peradangan) adalah peradangan dari kotak suara, menyebabkan parau/serak atau suara yang berbunyi suara parau atau bahkan ketidakmampuan untuk berbicara.

Penyebab Laryngitis

Laryngitis adalah peradangan dari pita-pita suara. Paling umum, laryngitis akut disebabkan oleh infeksi yang meradangkan pita-pita suara.

Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, tanda-tanda dan gejala-gejala klasik dari peradangan larynx termasuk:

* batuk-sesak napas anak-anak (croup),
* batuk menghentak yang parau, dan
* demam.
Dengan cara yang sama, pada kaum dewasa, infeksi virus saluran pernapasan bagian atas mungkin berhubungan dengan:
* ingusan,
* batuk kering, dan
* kehilangan suara.

Jarang, karena kebanyakan orang-orang diimunisasi dan dilindungi terhadap infeksi ini, diphtheria mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti laryngitis.

Laryngitis mungkin juga disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan dari suara dengan berbicara, bernyanyi, atau berteriak yang berlebihan.

Laryngitis kronis, seringkali digambarkan sebagai yang berlangsung lebih dari tiga minggu, mungkin disebabkan oleh penggunaan alkohol, merokok, dan batuk yang berlebihan yang berkepanjangan.


Gastroesophageal reflux disease (GERD) mungkin menyebabkan peradangan laryng dan batuk kronis, jika asam dan getah-getah pencernaan dari lambung mengalir balik (reflux) keatas kedalam esophagus dan belakang dari tenggorokan. Adakalanya beberapa orang-orang sadar atas kehadiran dari asam dan mengalami waterbrash, rasa asam dalam mulut mereka. Tumpahan-tumpahan yang berulang-kali dari asam keatas pita-pita suara akan menyebabkan iritasi kimia dan berakibat pada peradangan pita-pita suara yang merintangi vibrasi dan menghasilkan suara yang tepat.

Iritasi yang kronis dari pita-pita suara mungkin juga menyebabkan polyp-polyp dan nodul-nodul untuk terbentuk pada pita-pita suara, yang mungkin mempengaruhi kemampuan dari pita-pita suara untuk bergetar (vibrasi), sekali lagi menyebabkan keparauan.

Otot-otot yang mengontrol bentuk dan posisi pita suara perlu bekerja dengan baik untuk suara berbunyi normal.

* Kerusakan pada otot-otot atau pada syaraf-syaraf yang mengontrol mereka akan menjurus pada keparauan. Syaraf-syaraf ini mungkin rusak jika telah ada trauma pada leher atau jika operasi telah dilakukan dan syaraf-syaraf dengan tidak hati-hati diiritasi atau diperparah.
* Tumor-tumor di leher dan dada mungkin menekan syaraf-syaraf dan menyebabkan mereka berfungsi dengan buruk.
* Peradangan dan pembesaran tiroid dapat juga mengiritasi syaraf-syaraf yang mensuplai otot-otot pita suara.

Stroke mungkin juga menyebabkan kelumpuhan otot pita suara dan menjurus pada suara yang lemah dan parau dan persoalan-persoalan menelan.

Gejala-Gejala Dari Laryngitis

Keparauan dan kehilangan suara adalah gejala utama dari laryngitis.

Jika penyebab dari laryngitis adalah infeksius, pasien-pasien paling sering akan juga hadir dengan gejala-gejala dari infeksi saluran pernapasan bagian atas atau selesma. Mereka mungkin juga adalah:

* batuk kering,
* sakit leher,
* demam,
* nodul-nodul limpa (kelenjar-kelenjar limpa) yang membengkak di leher,
* mungkin nyeri dengan menelan, dan
* perasaan penuh di tenggorokan atau leher.

Pada anak-anak dengan croup, mungkin juga kesulitan bernapas. Karena cara kita mendapatkan udara kedalam paru-paru kita berfungsi seperti embusan-embusan, ketika anak mencoba untuk bernapas melalui larynx yang bengkak dan menyempit, tulang rawannya (cartilage) mungkin runtuh, tepat seperti ketika mencoba untuk bernapas melalui sedotan. Ketika kita menua, cartilage menjadi lebih kaku dan mampu untuk menahan penarikan napas-napas yang dalam, namun pada anak-anak cartilage adalah lebih lemah dan dengan setiap penarikan napas, anak itu mungkin perlu bekerja lebih keras untuk menghirup.

Jika penyebab dari laryngitis adalah bukan infeksius, batuk mungkin adalah keluhan yang signifikan bersama dengan keparauan.

Jika penyebabnya adalah kelumpuhan pita suara, mekanisme menelan mungkin juga terpengaruh, dan partikel-partikel makanan mungkin memasuki larynx dan paru-paru, menjurs pada membatuk. Proses ini dapat juga menjurus pada pneumonia dan gejala-gejala yang menyertainya (demam, batuk, sesak napas) ketika makanan terhisap dengan dalam kedalam paru-paru dan menyebabkan iritasi dari jaringan paru.

Apakah Laryngitis Menular ?

Kebanyakan infeksi-infeksi pernapasan dan selesma-selesma adalah menular, dan begitu juga dengan laryngitis, jika ia disebabkan oleh infeksi. Adalah paling umum infeksi virus disebarkan oleh aerosol droplets. Adalah penting untuk mengingat menutupi hidung dan mulut anda ketika batuk dan bersin dan mencuci tangan-tangan anda seringkali dan secara rutin untuk membantu mencegah penularan virus-virus.
Bagaimanapun, tidak semua orang-orang yang kehilangan suaranya mempunyai infeksi.

Mendiagnosa Laryngitis

Praktisi-praktisi perawatan kesehatan dapat seringkali mendiagnosa laryngitis secara cepat di tempat-tempat praktek dokter. Sejarah dari infeksi saluran pernapasan bagian atas yang berhubungan dengan kehilangan suara diperkuat oleh pasien dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam suara yang parau. Pemeriksaan seringkali singkat dan terbatas pada telinga-telinga, hidung, dan tenggorkan, mencari penyebabv-penyebab potensial lainnya dari gejala-gejala seperti selesma. Jika tenggorokannya merah dan ada kekhawatiran tentang strep throat (infeksi kerongkongan) sebagai tambahan pada laryngitis, throat swab untuk penyaringan strep (stretokokus) mungkin dilakukan.

Jika suara paraunya lebih kronis, dokter mungkin ingin mengambil sejarah yang lebih mendetil, mengakses sebab-sebab mengapa larynx dan pita-pita suara telah menjadi meradang untuk periode waktu yang berlangsung lama.

Pertanyaan-pertanyaan mungkin ditanya tentang:

* Diet, penggunaan alkohol, aspirin, ibuprofen, dan merokok, semua darinya mungkin menyebabkan gastroesophageal reflux disease. Alkohol dan merokok tembakau dapat juga secara langsung mengiritasi pita-pita suara.
* Pekerjaan dan hobi-hobi mungkin mengungkap bukti dari penghirupan dan paparan kimia yang berulang-kali.
* Penyelidikan dalam rangka apakah mungkin ada penyakit tiroid, gejala-gejala dari stroke, atau kanker-kanker dari kepala dan leher.

Kebanyakan penyebab-penyebab dari laryngitis tidak perlu pengujian untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pada pasien-pasien dengan laryngitis kronis, keperluan untuk tes-tes darah, X-rays dan tes-tes diagnostik lain akan tergantung pada presentasi pasien dan kekhawatiran-kekhawatiran yang potensial yang dokter punya menyangkut penyebab dari keparauan.

Laryngoscopy adalah tes yang paling umum dilakukan untukmelihat secara langsung pada pita-pita suara dan mengevaluasi fungsi mereka. Menggunakan tabung tips yang mengandung kamera serat optik yang diterangi yang disisipkan melalui hidung kedalam belakang dari tenggorokan, otolaryngologist (spesialis telinga, hidung dan tenggorokan atau THT) dapat melihat apakah pita-pita suara meradang, apakah ada polip-polip atau nodul-nodul apa saja yang tumbuh pada mereka, dan apakah mereka bergerak secara tepat dengan pernapasan dan bicara.

Perawatan Untuk Laryngitis

Seperti dengan struktur lain apa saja dalam tubuh yang meradang, istirahat adalah kunci ke penyembuhan. Untuk laryngitis, itu berarti membatasi jumlah bicara. Jika bicara diperlukan, seseorang harus menghindari berbisik dan sebagai gantinya bicara dalam suara yang biasa, tidak perduli bagaimana ia bersuara. Berbisik memerlukan pita-pita suara diregangkan secara ketat dan memerlukan lebih banyak kerja oleh otot-otot yang mengelilinginya.

* Perawatan untuk viral laryngitis adalah yang pendukung: banyak cairan, udara yang dilembabkan, acetaminophen atau ibuprofen untuk nyeri, dan investasi waktu untuk penyembuhan.
* Untuk pasien-pasien dengan laryngitis yang signifikan, perawatan yang singkat dari steroids (prednisone, prednisolone, atau dexamethasone) mungkin digunakan untuk mengurangi peradangan dan memperpendek perjalanan dari gejala-gejala. Dexamethasone sebagai dosis tunggal yang diberikan secara oral (Decadron, DexPak) atau suntikan intramuskular (Adrenocot, CPC-Cort-D, Decadron Phosphate, Decaject-10, Solurex) mungkin digunakan untuk merawat croup.
* Perawatan dari laryngitis kronis akan ditentukan oleh penyebab dari peradangan atau kehilangan fungsi. Penghentian merokok dan penggunaan alkohol akan selalu mempunyai efek yang positif.

Komplikasi-Komplikasi Dari Laryngitis

Untuk pasien-pasien dimana kelumpuhan pita suara adalah penyebab dari keparauan, aspiration pneumonia mungkin menjadi kekhawatiran. Partikel-partikel dari makanan, cairan, dan air liur mungkin terhirup kedalam paru-paru sewaktu proses menelan, karena otot-otot dari larynx mungkin gagal untuk menutup dan melindungi saluran udara bagian atas.

Dengan cara yang sama, episode-epidose yang berulang-kali dari gastroesophageal reflux mungkin menyebabkan jumlah-jumlah yang kecil dari asam melalui larynx yang meradang dan memasuki paru, menyebabkan pneumonia.

Sebelum munculnya imunisasi influenza Haemophilus, epiglottitis yang disebabkan oleh infeksi ini selalu dipertimbangkan sebagai diagnosis alternatif yang mungkin untuk anak-anak dengan croup. Ini adalah keadaan darurat yang benar-benar karena epiglottis dapat membengkak secara besar-besaran, merintangi udara memasuki larynx dan paru-paru. X-rays dari leher mungkin diambil untuk melihat epiglottis dan mencari pembengkakan. Diagnosis seringkali dikonfirmasikan dalam ruang operasi dimana otolaryngologist dan anesthesiologist akan menggunakan laryngoscopy untuk melihat pada epiglottis dan pita-pita suara dan memutuskan apakah menyisipkan tabung pernapasan pada saluran udara anak untuk mencegah saluran udara membengkak menutupi. Beruntung, karena imunisasi, penyakit ini jarang terlihat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar