Sabtu, 05 Maret 2011

Perut Kembung

Penyebab Bersendawa

Kemampuan bersendawa adalah hampir universal (sedunia). Bersendawa adalah aksi mengeluarkan gas dari perut melalui mulut. Penyebab umum dari bersendawa adalah perut yang menggelembung disebabkan oleh udara yang tertelan. Penggelembungan perut menyebabkan ketidakenakkan perut, dan bersendawa mengeluarkan udara dan menghilangkan ketidakenakkan ini. Penyebab-penyebab umum dari menelan jumlah udara yang besar (aerophagia) adalah meneguk makanan atau minuman terlalu cepat, ketakutan, dan minuman-minuman bersoda. Orang-orang seringkali tidak sadar bahwa mereka sedang menelan udara. Bayi-bayi yang bersendawa sewaktu minum susu dari botol atau asi adalah penting untuk mengeluarkan udara didalam perut yang telah tertelan dengan susu.

Udara yang berlebihan didalam perut bukan penyebab satu-satuynya dari bersendawa. Untuk beberapa orang-orang, bersendawa menjadi kebiasaan dan tidak merefleksikan jumlah udara yang ada didalam perut mereka. Untuk yang lainnya, bersendawa adalah respon pada segala tipe ketidakenakkan perut dan bukan hanya pada ketidakenakkan yang disebabkan oleh gas yang meningkat. Setiap orang tahu bahwa ketika mereka mempunyai ketidakenakkan perut yang ringan, bersendawa seringkali menghilangkan persoalan ini. Ini karena udara yang berlebihan didalam perut seringkali adalah penyebab ketidakenakkan perut yang ringan. Sebagai akibatnya, orang-orang bersendawa kapan saja ketidakenakkan perut yang ringan dirasakan - apapun penyebabnya.

Bersendawa bukanlah tindakan yang sederhana yang dipikirkan oleh banyak orang. Bersendawa memerlukan koordinasi bari beberapa aktivitas-aktivitas. Larynx harus ditutup sehingga cairan atau makanan apa saja yang mungkin kembali dengan udara dari perut tidak akan masuk kedalam paru-paru. Ini dilakukan dengan menaikkan secara sukarela larynx seperti yang dilakukan ketika menelan. Menaikkan larynx juga mengendurkan sphincter bagian atas esophagus (upper esophageal sphincter) sehingga udara dapat lewat lebih mudah dari esophags kedalam tenggorokan. Sphincter bagian bawah esophagus harus membuka sehingga udara dapat lewat dari perut kedalam esophagus. Ketika ini semua terjadi, diaphragm turun seperti ia lakukan ketika mengambil napas. Ini meningkatkan tekanan perut dan mengurangi tekanan di dada. Perubahan tekanan memajukan aliran udara dari lambung didalam perut ke esophagus didalam dada.

Satu tipe bersendawa yang tidak umum telah dibahas pada individu-individu aerophagic yang menelan udara. Telah didemonstrasikan bahwa sewaktu beberapa dari bersendawa mereka udara ruangan masuk ke esophagus dan segera dikeluarkan, memberikan kenaikkan pada sendawa. Aliran udara yang masuk dan keluar ini kemungkinan adalah penjelasan untuk kemampuan dari banyak orang-orang untuk bersendawa jika diinginkan, bahkan ketika ada sedikit atau tidak ada udara di perut.

Jika persoalan yang mengakibatkan ketidakenakkan bukan udara yang berlebihan didalam perut, maka bersendawa tidak menyediakan keringanan/pembebasan. Ketika bersendawa tidak meredakan ketidakenakkan, bersendawa harus dianggap sebagai tanda bahwa mungkin ada sesuatu yang salah didalam perut dan penyebab ketidakenakkan harus dicari. Bersendawa itu sendiri, bagaimanapun, tidak membantu dokter menentukan apa yang mungkin salah karena bersendawa kenyataannya dapat terjadi pada penyakit atau kondisi perut mana saja yang menyebabkan ketidakenakkan.


Penyebab Kembung

Pada diskusi kembung, adalah penting untuk membedakan antara kembung (bloating) dan menggelembung (distention). Kembung adalah perasaan subjektif bahwa perut lebih besar daripada normal. Jadi, kembung adalah gejala serupa dengan gejala ketidakenakkan. Berlawanan dengannya, menggelembung (distention) adalah penentuan objektif (penemuan fisik) bahwa perut sebenarnya lebih besar daripada normal. Pembesaran atau penggelembungan dapat ditentukan oleh pengamatan-pengamatan seperti baju-baju yang tidak muat atau melihat kebawah pada perut yang jelas terlihat lebih besar daripada normal. Pada beberapa kejadian-kejadian, kembung mungkin mewakili pembesaran yang lebih ringan karena perut tidak menjadi membesar secara fisik (terlihat atau terukur) sampai volumenya meningkat 1 quart (0,9 liter). Meskipun demikian, kembung jangan pernah diasumsikan sama seperti pembesaran.

Ada tiga cara-cara dimana pembesaran perut dapat timbul. Penyebab-penyebabnya adalah peningkatan dari udara, cairan, atau jaringan didalam perut. Penyakit-penyakit atau kondisi-kondisi yang menyebabkan peningkatan yang mana saja dari ketiga-tiga faktor ini adalah berbeda dari satu ke lainnya. Oleh karenanya, adalah penting untuk menentukan yang mana dari mereka membesarkan perut.

Ada dua tipe pembesaran; terus menerus (continuous) atau sebentar sebentar (intermittent). Pembesaran yang terus menerus mungkin disebabkan oleh pembesaran organ didalam perut, tumor didalam perut, kumpulan dari cairan sekitar organ-organ didalam perut (ascites), atau hanya kegemukan. Pembesaran yang intermittent biasanya disebabkan oleh akumulasi dari gas dan/atau cairan sekali-kali didalam perut, usus kecil, atau usus besar (colon).

Penyebab Buang Gas

Buang Gas adalah tindakan melepaskan gas usus dari anus. Gas dalam saluran pencernaan hanya mempunyai dua sumber. Ia adalah udara yang tertelan atau ia diproduksi oleh bakteri-bakteri yang biasanya menghuni usus-usus, terutama usus besar (colon). Udara yang tertelan jarang adalah penyebab dari gas didalam usus yang berlebihan. Sumber yang umum adalah produksi gas yang berlebihan oleh bakteri-bakteri usus. Bakteri-bakteri menghasilkan gas (hydrogen dan/atau methane) ketika mereka mencerna makanan, terutama gula-gula dan polisakarida-polisakarida (contohnya, tajin, selulosa), yang belum tercerna sewaktu melewati usus kecil. Gula-gula yang umumnya dicerna dengan kurang baik (maldigested) dan terserap kurang baik (malabsorbed) adalah lactose, sorbitol, dan fructose. Lactose adalah gula didalam susu. Ketidakhadiran enzim lactase pada lapisan usus-usus, yang mana adalah ciri genetik, menyebabkan pencernaan yang kurang baik (maldigestion). Lactase adalah penting karena ia menguraikan lactose sehingga ia dapat diserap. Sorbitol adalah pemanis yang umum dipakai pada makanan-makanan rendah kalori. Fructose adalah pemanis yang umum dipakai pada semua tipe-tipe dari kembang gula dan minuman-minuman.


Tajin-tajin (zat tepung) adalah sumber umum lainnya dari gas usus. Tajin-tajin adalah polisakarida-polisakarida yang dihasilkan oleh tanaman-tanaman dan terdiri dari rantai-rantai yang panjang dari gula-gula. Sumber-sumber umum dari tipe-tipe yang berbeda dari tajin termasuk gandum, sejenis gandum (oats), kentang, jagung, dan nasi. Nasi adalah zat tepung yang paling mudah dicerna dan sedikit zat tepung nasi yang tidak tercerna mencapai usus besar dan bakteri-bakteri usus besar. Karena itu, konsumsi nasi menghasilkan sedikit gas. Berlawanan dengannya, zat tepung dari gandum (wheat), sejenis gandum (oats), kentang, dan, pada tingkat yang lebih sedikit, jagung, semua mencapai usus besar dan bakteri-bakteri dalam jumlah-jumlah yang besar. Zat-zat tepung ini, oleh karenanya, berakibat pada produksi jumlah gas yang cukup besar.

Zat tepung pada whole grains menghasilkan lebih banyak gas daripada zat tepung pada butir-butir padi murni. Jadi, lebih banyak gas yang dibentuk setelah memakan makanan yang dibuat dengan tepung whole wheat daripada tepung gandum murni (refined wheat flour). Perbedaan dalam produksi gas ini mungkin terjadi karena serat yang hadir pada tepung whole grain memperlambat pencernaan zat tepung sewaktu ia bergerak melewati usus kecil. Banyak dari serat ini dikeluarkan sewaktu pemrosesan whole grains kedalam tepung murni (refined flour). Akhirnya, buah-buahan dan sayur-sayuran tertentu, contohnya, kubis/kol, juga mengandung zat-zat tepung yang dicerna dengan kurang baik yang mencapai usus besar dan berakibat pada pembentukkan gas.

Kebanyakan sayur-sayuran dan buah-buahan mengandung selulosa, tipe yang lain dari polisakarida yang sama sekali tidak dicerna ketika ia melewati usus kecil. Bagaimanapun, tidak seperti gula-gula dan zat-zat tepung lainnya, selulosa digunakan hanya sangat perlahan oleh bakteri-bakteri usus besar. Oleh karenanya, produksi gas setelah mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran umumnya tidak besar kecuali buah-buahan dan sayur-sayuran juga mengandung gula-gula dan polisakarida-polisakarida lain daripada selulosa.

Jumlaj-jumlah kecil dari udara secara terus menerus ditelan dan bakteri-bakteri terus menerus menghasilkan gas. Kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus biasanya mengeluarkan gas melalui usus-usus dan menyebabkan gas dikeluarkan. Buang gas mencegah gas berakumulasi didalam usus-usus. Bagaimanapun, ada dua cara lain dimana gas dapat lolos dari usus. Pertama, ia dapat diserap melalui lapisan usus kedalam darah. Gas kemudian berjalan didalam darah dan akhirnya dikeluarkan melalui pernapasan. Kedua, gas dapat dikeluarkan dan digunakan oleh tipe-tipe bakteri tertentu didalam usus. Kenyataannya, kebanyakan dari gas yang dibentuk oleh bakteri-bakteri didalam usus dikeluarkan oleh bakteri-bakteri lain didalam usus.

Penyebab-Penyebab Kembung/Membesar Perut yang Intermittent

Produksi Gas yang berlebihan: Produksi gas yang berlebihan oleh bakteri-bakteri adalah penyebab umum dari kembung/pembesaran perut sekali-kali (intermittent). Bakteri-bakteri dapat memproduksi terlalu banyak gas dalam tiga cara. Pertama, jumlah gas yang diproduksi oleh bakteri-bakteri bervariasi dari individu ke individu. Dengan kata-kata lain, beberapa individu mungkin mempunyai bakteri-bakteri yang menghasilkan lebih banyak gas, barangkali karena ada lebih banyak bakteri-bakteri atau karena bakteri-bakteri tertentu mereka adalah lebih baik dalam menghasilkan gas. Kedua, mungkin ada pencernaan dan penyerapan makanan yang kurang baik didalam usus kecil, mengizinkan lebih banyak makanan yang tidak tercerna mencapai bakteri-bakteri di usus besar. Lebih banyak bakteri-bakteri mendapat makanan yang tidak tercerna, lebih banyak gas yang mereka hasilkan. Contoh-contoh dari penyakit-penyakit yang melibatkan pencernaan dan penyerapan yang buruk termasuk intoleransi (ketidaktoleranan) lactose, kekurangan pankreas, dan penyakit celiac. Ketiga, pertumbuhan bakteri yang berlebihan dapat terjadi didalam usus kecil. Dibawah kondisi-kondisi normal, bakter-bakteri yang menghasilkan gas dibatasi pada usus besar. Pada beberapa kondisi-kondisi medis, bakteri-bakteri ini menyebar kedalam usus kecil. Ketika penyebaran bakteri ini terjadi, makanan mencapai bakteri-bakteri sebelum ia dapat dicerna dan diserap dengan sempurna oleh usus kecil. Oleh karenanya, bakteri-bakteri didalam usus kecil mempunyai banyak sekali makanan yang tidak tercerna dari mana gas-gas dibentuk. Kondisi ini dimana bakteri-bakteri penghasil gas bergerak kedalam usus kecil disebut pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil.

Produksi gas yang berlebihan oleh bakteri-bakter biasanya diiringi oleh buang gas yang lebih banyak. Peningkatan buang gas mungkin tidak selalu terjadi, bagaimanapun, karena gas secara potensi dapat dieliminasi dalam cara-cara lain - penyerapan kedalam tubuh, penggunaan oleh bakteri-bakteri lain, atau mungkin, oleh eliminasi pada malam hari tanpa sepengetahuan dari pembuang gas.

Rintangan Fisik: Rintangan dapat terjadi hampir dimana saja dari perut sampai ke rektum. Jika rintangan adalah sementara atau sebagian, ia dapat menyebabkan kembung/pembesaran perut sekali-kali (intermittent). Contohnya, luka goresan dari pylorus (pyloric stenosis) dapat menghalangi pembukaan dari lambung kedalam usus, dengan demikian merintangi pengosongan lambung sepenuhnya. Setelah makan-makan, lambung biasanya terisi dengan makanan dan udara yang tertelan. Kemudian, selama satu atau dua jam berikutnya, lambung mengeluarkan asam dan cairan, yang bercampur dengan makanan dan membantu dalam pencernaan. Sebagai akibatnya, perut membesar lebih lanjut. Ketika rintangan tidak sempurna, makanan, udara, dan cairan akhirnya masuk kedalam usus-usus dan kembung/pembesaran menghilang.

Rintangan didalam usus kecil, yang adalah paling umum karena pelekatan-pelekatan dari operasi sebelumnya, adalah penyebab lain dari pembesaran perut intermittent. Untuk membuat hal-hal menjadi lebih buruk, pembesaran yang disebabkan oleh rintangan fisik menstimulasi keduanya lambung dan usus untuk mengeluarkan cairan, yang menambah pada pembesaran. Akhirnya, sembelit yang parah atau pemampatan feces (feces yang mengeras di rektum) dapat juga menghalangi aliran dari isi-isi usus dan berakibat pada pembesaran. Pada kasus ini, bagaimanapun, kembung/pembesaran biasanya adalah konstan dan progresif dan dihilangkan oleh gerakan-gerakan usus atau pengeluaran dari feces yang dimampatkan (impacted stool).

Rintangan fungsional: Rintangan fungsional tidak disebabkan oleh rintangan fisik yang nyata, namun agaknya oleh fungsi yang buruk dari otot-otot perut atau usus yang mengeluarkan isi-isi usus. Ketika otot-otot ini tidak bekerja secara normal, isi-isi usus akan berakumulasi dan membesarkan perut. Contoh-contoh dari rintangan fungsional termasuk: gastroparesis (kelumpuhan perut) dari diabetes; rintangan palsu usus yang kronis, kondisi yang tidak biasa dimana otot-otot usus tidak bekerja secara normal; dan penyakit Hirschprung, dimana peregangan kecil dari otot usus besar tidak berkontraksi secara normal yang disebabkan oleh syaraf-syaraf yang hilang.

Ada bukti-bukti ilmiah yang terkumpul bahwa beberapa pasien-pasien dengan perut yang kembung/membesar yang disebabkan oleh gas mungkin mempunyai kelainan fungsi dari otot-otot usus yang mencegah gas diangkut secara normal melalui usus dan dikeluarkan. Sebagai gantinya, gas mereka akumulasi didalam usus. Diantara pasien-pasien dengan sindrom iritasi usus, irritable bowel syndrome(IBS) dengan kembung sebagai gejala yang penting, gas akumulasi didalam usus kecil dan tidak di usus besar. Gas akumulasi sepanjang hari dan lebih besar pada waktu malam hari.

Lemak-lemak didalam makanan mempunyai efek pada usus yang meniru rintangan fungsional. Lemak makanan yang mencapai usus kecil menyebabkan transport dari makanan yang tercerna, gas, dan cairan didalam usus-usus melambat. Ini dapat memajukan akumulasi dari makanan, gas, dan cairan dan menjurus pada kembung dan/atau pembesaran.

Serat makanan atau serat yang digunakan untuk merawat sembelit dapat menyebabkan kembung tanpa meningkatkan produksi gas didalam usus. Dipercayai bahwa perasaan kembung ini (dan kemungkinan bahkan pembesaran) disebabkan oleh perjalanan gas melalui usus yang diperlambat yang disebabkan oleh serat.

Kepekaan yang hiper dari usus: Beberapa orang tampak sangat peka pada pembesaran usus-ususnya, dan mereka mungkin merasakan kembung bahkan dengan jumlah-jumlah makanan yang tercerna, gas, dan cairan yang normal didalam usus setelah makan. Kembung mungkin menjengkelkan atau bahkan melanjut pada pembesaran jika makanan mengandung jumlah lemak yang besar.

Mengevaluasi Bersendawa, Kembung/Membesar, dan Buang Gas

Sejarah Medis: Sejarah medis seorang pasien adalah penting karena ia mengarahkan evaluasi. Jika kembung/pembesaran agaknya adalah terus menerus daripada sekali-kali, maka pembesaran dari organ-organ perut, cairan perut, tumor-tumor, atau kegemukan adalah penyebab-penyebab yang mungkin. Jika kembung/pembesaran dikaitkan dengan buang gas yang meningkat, maka bakteri-bakteri dan produksi gas yang berlebihan kemungkinan adalah faktor-faktornya. Jika sejarah diet mengungkapkan konsumsi jumlah yang besar dari susu atau produk-produk susu (lactose), sorbitol atau fructose, maka pencernaan dan penyerapan yang buruk dari gula-gula ini mungkin adalah penyebab dari pembesaran.

Ketika individu-individu mengeluh tentang buang gas, adalah bermanfaat bagi mereka untuk menghitung berapa kali mereka buang gas untuk beberapa hari. Perhitungan ini dapat mengkonfirmasikan kehadiran buang gas yang berlebihan karena jumlah berapa kali gas dibuang berkorelasi baik dengan jumlah total (volume) dari gas yang dibuang. Seperti yang anda dapat bayangkan, adalah tidak mudah untuk mengukur jumlah gas yang dibuang. Adalah normal untuk buang gas sampai 20 kali dalam sehari.

Jika seorang individu mengeluh tentang gas yang berlebihan namun membuang gas lebih sedikit dari 20 kali dalam sehari, persoalannya mungkin sesuatu yang lain daripada terlalu banyak gas. Contohnya, persoalannya mungkin bau busuk dari gas (biasanya disebabkan oleh makanan-makanan yang mengandung sulfur), kekurangan kemampuan untuk mengontrol membuang gas, atau mengotori celana dalam dengan jumlah-jumlah kecil dari feces ketika buang gas. Semua dari persoalan-persoalan ini, seperti gas yang berlebihan, adalah memalukan secara sosial dan mungkin mendorong individu-individu untuk berkonsultasi dengan seorang dokter. Persoalan-persoalan ini, bagaimanapun, adalah bukan disebabkan oleh produksi gas yang berlebihan, dan perawatan mereka adalah berbeda.

X-rays Lambung Sederhana: X-rays sederhana dari lambung, terutama jika mereka diambil ketika sewaktu episode kembung atau pembesaran, dapat seringkali mengkonfirmasikan udara sebagai penyebab pembesaran karena jumlah yang besar dari udara dapat dilihat dengan mudah didalam perut dan usus. Lebih dari itu, penyebab persoalan mungkin disarankan oleh catatan dimana gas telah berakumulasi. Contohnya, jika udara didalam lambung, pengosongan lambung kemungkinan adalah persoalannya.

X-rays Usus Kecil: X-rays dari usus kecil, dimana barium digunakan untuk mengisi dan menggambarkan usus kecil, adalah terutama bermanfaat untuk menentukan jika ada rintangan dari usus kecil.

Studi-studi pengosongan Lambung: Studi-studi ini mengukur kemampuan perut mengosongkan isi-isinya. Untuk studi-studi mengosongkan lambung, makanan tes yang dilabel dengan unsur radioaktif dimakan dan alat seperti penghitung Geiger ditempatkan diatas perut untuk mengukur berapa cepatnya makanan tes mengosongkan diri dari lambung. Penundaan dalam pengosongan keradioaktifan dari lambung dapat disebakan oleh kondisi mana saja yang mengurangi pengosongan dari lambung (contohnya, pyloric stenosis, gastroparesis).

Ultrasound, CT scan, dan MRI: Studi-studi imaging, termasuk pemeriksaan ultrasound, computerized tomography (CT), dan magnetic resonance imaging (MRI), adalah terutama bermanfaat dalam menentukan penyebab pembesaran yang disebabkan oleh pembesaran dari organ-organ perut, cairan perut, dan tumor.

Tes-tes Pencernaan dan Penyerapan yang buruk: Dua tipe dari tes-tes digunakan untuk mendiagnosis pencernaan dan penyerapan yang buruk; tes-tes umum dan tes-tes spesifik. Tes umum yang paling baik adalah pengumpulan feces selama 72 jam yang mengukur lemak dalam feces. Jika pencernaan dan/atau penyerapan buruk ada karena kekurangan pankreas atau penyakit lapisan usus kecil (contoh, penyakit celiac), jumlah lemak didalam feces akan meningkat.

Tes-tes spesifik dapat dilakukan untuk pencernaan yang buruk dari gula-gula individu yang umumnya dicerna dengan buruk, termasuk lactose (gula dalam susu) dan sorbitol (pemanis pada makanan-makanan rendah kalori). Tes-tes spesifik memerlukan pemasukkan dari gula-gula diikuti oleh tes napas hydrogen/methane. Gula fructose, pemanis yang umum digunakan, seperti lactose dan sorbitol, juga mungkin menyebabkan kembung/pembesaran perut dan buang gas. Bagaimanapun, persoalan yang dapat terjadi dengan fructose adalah berbeda dari yang dengan lactose atau sorbitol. Jadi, seperti yang telah didiskusikan, lactose dan sorbitol mungkin dicerna secara buruk oleh pankreas dan usus kecil. Pada sisi lain, fructose mungkin dicerna secara normal namun mungkin lewat begitu cepat melalui usus kecil sehingga tidak ada cukup waktu untuk pencernaan dan penyerapan untuk bekerja.

Tes-tes nafas Hidrogen/Methane: Cara yang paling menyenangkan untuk memeriksa pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil adalah tes nafas hidrogen/methane. Biasanya, gas yang diproduksi oleh bakteri-bakteri dari usus besar terdiri dari hidrogen dan/atau methane. Untuk tes nafas hidrogen/methane, gula yang tidak dapat dicerna, lactulose, dimakan. Pada interval-interval tertentu setelah proses pencernaan, contoh-contoh dari nafas diambil untuk analisa. Ketika lactulose mencapai usus besar, bakteri-bakteri membentuk hidrogen dan/atau methane. Beberapa dari hidrogen atau methane diserap kedalam darah dan dieliminasi dalam nafas dimana ia dapat diukur dalam contoh-contoh dari nafas.

Pada individu-individu normal, ada satu puncak dari hydrogen atau methane ketika lactulose masuk kedalam usus besar. Pada indvidu-individu yang mempunyai pertumbuhan bakteri yang berlebihan, ada dua puncak dari hydrogen atau methane. Yang pertama terjadi ketika lactulose lewat dan dipaparkan pada bakteri-bakteri dalam usus kecil. Yang kedua terjadi ketika lactulose masuk kedalam usus besar dan dipaparkan pada bakteri-bakteri usus besar. Tes nafas hidrogen untuk pertumbuhan bakteri yang berlebihan mungkin juga dilakukan menggunakan glukosa sebagai gula tes.


Merawat Gas Usus Yang Berlebihan

Perawatan dari gas usus yang berlebihan tergantung dari penyebabnya. Jika ada pencernaan yang buruk dari gula-gula spesifik - lactose, sorbitol, atau fructose - gula-gula yang yang menyerang ini dapat dieliminasi/dihilangkan dari diet. Pada kasus dari lactose dalam susu, perawatan alternatif tersedia. Enzim-enzim yang serupa dengan lactase usus dapat ditambahkan pada susu untuk mengurai lactose sebelum pencernaannya sehingga ia dapat diserap secara normal. Beberapa orang menemukan bahwa yogurt, dimana lactose sebagian telah diuraikan oleh bakteri-bakteri, menghasilkan lebih sedikit gas daripada susu. Ada juga tipe-tipe tertentu dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung tipe-tipe zat tepung yang sulit dicernakan oleh orang namun dicernakan dengan baik oleh bakteri-bakteri. Ini termasuk kacang-kacang, tanaman kacang-kacangan lentil, kubis/kol, tauge-tauge brussel, bawang-bawang, wortel-wortel, pisang-pisang, buah apricot, dan buah prem. Mengurangi pemasukkan dari sayur-sayur dan buah-buah ini, dan juga makanan-makanan terbuat dari whole grains, seharusnya mengurangi gas dan buang gas. Bagaimanapun, daftar dari makanan-makanan yang memproduksi gas agak panjang, dan mungkin sulit untuk mengeliminasi mereka semuanya tanpa membatasi sangat parah dietnya.

Jika pencernaan buruk disebabkan oleh kekurangan pankreas, maka enzim-enzim pankreas tambahan (supplemental pancreatic enzymes) dapat dimakan dengan makanan untuk menggantikan enzim-enzim yang hilang. Jika pencernaan dan/atau penyerapan buruk disebabkan oleh penyakit lapisan usus, penyakit spesifiknya harus diidentifikasikan, paling umum melalui biopsi usus kecil. Kemudian, perawatan dapat ditargetkan untuk kondisi itu. Contohnya, jika penyakit celiac ditemukan pada biopsi, diet yang bebas dari zat perekat (dalam ketan) dapat dimulai.

Suatu bentuk perawatan yang cukup menarik untuk gas yang berlebihan adalah alpha-D-galactosidase, enzim yang diproduksi oleh jamur (mold). Enzim ini, secara komersial tersedia sebagai Beano, dikonsumsi sebagai cairan atau tablet dengan makanan. Enzim ini mampu untuk mengurai beberapa dari polisakarida-polisakarida yang sulit dicerna dalam sayur-sayuan sehingga mereka dapat diserap. Ini mencegah mereka mencapai bakteri-bakteri usus besar dan menyebabkan produksi gas yang tidak perlu. Beano telah ditunjukkan efektif dalam mengurangi kejadian-kejadian gas usus.

Dua tipe lain dari perawatan telah dimajukan untuk merawat gas; simethicone dan activated charcoal. Tidak jelas jika simethicone mempunyai efek pada gas didalam perut. Bagaimanapun, ia tidak mempunyai efek pada pembentukan gas dalam usus besar. Lebih dari itu, didalam perut, simethicone diharapkan hanya mempengaruhi udara yang tertelan, yang seperti disebut sebelumnya, adalah penyebab yang tidak umum dari gas usus yang berlebihan. Meskipun demikian, beberapa individu yakin bahwa simethicone membantu mereka. Activated charcoal telah ditunjukkan mengurangi pembentukan gas dalam usus besar, walaupun caranya ia melakukannya tidak diketahui.

Jika ada rintangan fisik pada pengosongan dari lambung atau perjalanan dari makanan, cairan, dan gas melalui usus kecil, maka koreksi dari rintangan secara operasi diperlukan. Jika rintangan adalah fungsional, obat-obat yang memajukan aktivitas dari otot-otot perut dan usus kecil diberikan. Contoh-contoh dari obat-obat ini adalah erythromycin atau metoclopramide (Reglan).

Pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri usus kecil biasanya dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Bagaimanapun, perawatan ini seringkali hanya efektif sementara atau tidak efektif sama sekali. Ketika antibiotik-antibiotik menyediakan hanya manfaat sementara, mungkin perlu untuk merawat pasien-pasien sekali-kali atau bahkan secara terus menerus dengan antibiotik-antibiotik. Jika antibiotik-antibiotik tidak efektif, probiotik-probiotik (contohnya, lactobacillus) dapat dicoba walaupun penggunaan mereka pada pertumbuhan bakteri yang berlebihan masih belum dipelajari. Kondisi ini mungkin sulit untuk dirawat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar