Kamis, 03 Maret 2011

Spondylolisthesis

Definisi Spondylolisthesis

Spondylolisthesis (spon + dee + lo + lis + thee + sis) adalah kondisi dari spine (tulang belakang) dimana salah satu dari vertebra tergelincir kedepan atau kebelakang dibanding pada vertebra berikutnya. Tergelincir kedepan dari satu vertebra pada lainnya dirujuk sebagai anterolisthesis, sementara tergelincir kebelakang dirujuk sebagai retrolisthesis. Spondylolisthesis dapat menjurus pada deformasi (keadaan cacat) dari spine serta penyempitan dari kanal spine (central spinal stenosis) atau penekanan atau kompresi dari akar-akar syaraf yang keluar (foraminal stenosis).

Penyebab Spondylolisthesis

Ada lima tipe utama dari lumbar spondylolisthesis.

1. Dysplastic spondylolisthesis: Dysplastic spondylolisthesis disebabkan oleh kerusakan dalam formasi dari bagian vertebra yang disebut facet yang mengizinkannya untuk menggelincir kedepan. Ini adalah kondisi yang seorang pasien dilahirkan dengannya (congenital).
2. Isthmic spondylolisthesis: Pada Isthmic spondylolisthesis, ada kerusakan pada bagian dari vertebra yang disebut pars interarticularis. Jika ada kerusakan tanpa penggelinciran, pasien mempunyai spondylolysis. Isthmic spondylolisthesis dapat disebabkan oleh trauma yang berulang-kali dan adalah umum pada olahragawan-olahragawan yang dipaparkan pada gerakan-gerakan yang hyperextension termasuk gymnasts, dan football linemen.
3. Degenerative spondylolisthesis: Degenerative spondylolisthesis terjadi disebabkan oleh perubahan-perubahan arthritic pada sensi-sendi dari vertebrae yang disebabkan oleh degenerasi tulang rawan (cartilage). Degenerative spondylolisthesis adalah lebih umum pada pasien-pasien yang lebih tua.
4. Traumatic spondylolisthesis: Traumatic spondylolisthesis dsebabkan oleh trauma atau luka langsung pada vertebrae. Ini dapat disebabkan oleh patah tulang dari pedicle, lamina atau sendi-sendi facet yang mengizinkan bagian depan dari vertebra untuk menggelincir kedepan dengan respek pada bagian belakang dari vertebra.
5. Pathologic spondylolisthesis: Pathologic spondylolisthesis disebabkan oleh kerusakan pada tulang yang disebabkan oleh tulang yang abnormal, seperti yang dari tumor.

Faktor-Faktor Risiko Untuk Spondylolisthesis

Faktor-faktor risiko untuk spondylolisthesis termasuk sejarah keluarga dari persoalan-persoalan tulang belakang. Faktor-faktor risiko lain termasuk sejarah dari trauma yang berulangkali atau hyperextension dari tulang belakang bagian bawah atau lumbar spine. Olahragawan-olahragawan seperti gymnasts, angkat besi, dan football linemen yang mempunyai tenaga-tenaga yang besar yang diaplikasikan pada spine sewaktu extension berada pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan isthmic spondylolisthesis.

Gejala-Gejala Dari Spondylolisthesis

Gejala yang paling umum dari spondylolisthesis adalah nyeri tulang belakang bagian bawah. Ini seringkali lebih buruk setelah latihan terutama dengan perbentangan dari lumbar spine. Gejala-gejala lain termasuk keketatan dari hamstrings dan jangkauan gerakan yang berkurang dari tulang belakang bagian bawah. Beberapa pasien-pasien dapat mengembangkan nyeri, mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada kaki-kaki yang disebabkan oleh syaraf yang tertekan (terjepit). Penekanan yang parah dari syaraf-syaraf dapat menyebabkan kehilangan kontrol dari fungsi usus atau kantong kemih, atau cauda equina syndrome.

Mendiagnosa Spondylolisthesis

Pada kebanyakan kasus-kasus adalah tidak mungkin untuk melihat tanda-tanda yang dapat dilihat dari spondylolisthesis dengan memeriksa pasien. Pasien-pasien secara khas mempunyai keluhan-keluhan dari nyeri pada tulang belakang dengan nyeri yang sebentar-sebentar pada kaki-kaki. Spondylolisthesis dapat seringkali menyebabkan kejang-kejang otot, atau keketatan pada hamstrings.

Spondylolisthesis dengan mudah diidentifikasi menggunakan radiographs sederhana. Lateral X-ray (dari sisi) akan menunjukan jika salah satu dari vertebra telah bergeser kedepan dibanding pada vertebrae yang berdekatan. Spondylolisthesis dinilai menurut persentase dari pergeseran dari vertebra terhadap vertebra sebelahnya.

1. Derajat I adalah pergeseran dari sampai pada 25%,
2. derajat II adalah antara 26%-50%,
3. derajat III adalah antara 51%-75%,
4. derajat IV adalah antara 76% dan 100%, dan
5. derajat V, atau spondyloptosis terjadi ketika vertebra telah terlepas dari vertebra sebelahnya.

Jika pasien mempunyai keluhan-keluhan nyeri, mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada kaki-kaki, studi-studi tambahan mungkin diminta. Gejala-gejalan ini mungkin disebabkan oleh stenosis atau penyempitan dari ruangan untuk akar-akar syaraf ke kaki-kaki. CT scan atau MRI scan dapat membantu mengidentifikasi kompresi (tekanan) dari syaraf-syaraf yang berhubungan dengan spondylolisthesis. Adakalanya, PET scan dapat membantu menentukan jika tulang pada tempat kerusakan aktif. Ini dapat memainkan peran dalam opsi-opsi perawatan untuk spondylolisthesis seperti digambarkan dibawah.

Perawatan Untuk Spondylolisthesis

Perawatan awal untuk spondylolisthesis adalah konservatif dan berdasarkan pada gejala-gejala.

* Periode singkat dari istirahat atau menghindari aktivitas-aktivitas seperti mengangkat dan melengkungkan dan athletics mungkin membantu mengurangi gejala-gejala.
* Terapi fisik dapat membantu meningkatkan jangkauan gerakan dari lumbar spine dan hamstrings serta menguatkan otot-otot utama perut.
* Obat-obat anti-peradangan dapat membantu mengurangi nyeri dengan mengurangi peradangan dari otot-otot dan syaraf-syaraf.
* Pasien-pasien dengan nyeri, mati rasa dan kesemutan pada kaki-kaki mungkin mendapatkan manfaat dari suntikan steroid epidural (cortisone).
* Pasien-pasien dengan isthmic spondylolisthesis mungkin mendapatkan manfaat dari hyperextension brace. Ini membentangkan lumbar spine membawa dua bagian dari tulang pada tempat kerusakan lebih dekat satu dengan lainnya dan mungkin mengizinkan terjadinya penyembuhan.

Untuk pasien-pasien yang gejala-gejalanya gagal untuk membaik dengan perawatan konservatif, operasi mungkin adalah opsi (pilihan). Tipe dari operasi berdasarkan pada tipe dari spondylolisthesis. Pasien-pasien dengan isthmic spondylolisthesis mungkin mendapatkan manfaat dari reparasi bagian yang rusak dari vertebra, atau reparasi pars. Jika MRI scan atau PET scan menunjukan bahwa tulangnya aktif ditempat kerusakan adalah lebih mungkin untuk sembuh dengan reparasi pars. Ini melibatkan pengangkatan segala jaringan parut dari kerusakan dan menempatkan beberapa cangkokan tulang pada area diikuti oleh penempatan dari sekrup-sekrup ditempat kerusakan.

Jika ada gejala-gejala pada kaki-kaki operasi mungkin termasuk dekompresi untuk menciptakan lebih banyak ruangan untuk akar-akar syaraf yang keluar. Ini seringkali dikombinasikan dengan fusion yang mungkin dilakukan dengan atau tanpa sekrup-sekrup untuk memegang tulang bersama. Pada beberapa kasus-kasus vertebrae digerakan kebelakang ke posisi yang normal sebelum nelakukan fusion, dan pada yang lain-lain vertebrae dilebur dimana mereka berada setelah pergeseran. Ada beberapa risiko yang meningkat dari luka pada syaraf dengan menggerakan vertebra kembali ke posisi normal.

Mencegah Spondylolisthesis

Spondylolisthesis tidap dapat sepenuhnya dicegah. Aktivitas-aktivitas tertentu seperti gymnastics, angkat besi dan sepakbola diketahui meningkatkan stress (tekanan) pada vertebrae dan meningkatkan risiko mengembangkan spondylolisthesis.

Komplikasi-Komplikasi Dari Spondylolisthesis

Komplikasi-komplikasi dari spondylolisthesis termasuk nyeri yang kronis pada tulang belakang bagian bawah atau kaki-kaki, serta mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada kaki-kaki. Kompresi yang parah dari syaraf dapat menyebabkan persoalan-persoalan dengan kontrol usus dan kantong kemih, namun ini adalah sangat tidak umum.

Prognosis Untuk Spondylolisthesis

Prognosis untuk pasien-pasien dengan spondylolisthesis adalah baik. Pada kebanyakan kasus-kasus pasien-pasien merespon baik pada rencana perawatan konsevatif. Unutk mereka yang dengan gejala-gejala parah yang terus menerus, operasi dapat membantu meringankan gejala-gejala kaki dengan menciptakan lebih banyak ruangan untuk akar-akar syaraf. Nyeri tulang belakang dapat dibantu melalui lumbar fusion.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar