Kamis, 03 Maret 2011

BOTULISM

Definisi Botulism

Botulism adalah penyakit serius yang menyebabkan kelumpuhan yang lembut dari otot-otot. Ia disebabkan oleh neurotoxin, yang untuk umum disebut racun botulinum, yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri Clostridium botulinum. Ada tujuh neurotoxins (tipe-tipe A-G) yang berbeda yang dihasilkan oleh Clostridium botulinum, namun tipe-tipe A, B, dan E (jarang F) adalah yang paling umum yang menghasilkan kelumpuhan yang lembut pada manusia-manusia. Tipe-tipe lain utamanya menyebabkan penyakit pada hewan-hewan. Kebanyakan spesi-spesi Clostridium menghasilkan hanya satu tipe dari neurotoxin.

Sejarah yang direkam dari botulism mulai pada tahun 1735, ketika penyakitnya pertama dihubungkan dengan sosis Jerman (penyakit yang dilahirkan oleh makanan, atau keracunan makanan setelah memakan sosis). Pada tahun 1870, dokter Jerman dengan nama Muller memperoleh nama botulism dari kata Latin untuk sosis. Bakteri clostridium botulinum pertamakali diisolasi pada tahun 1895, dan neurotoxin yang dihasilkannya diisolasi pada tahun 1944 oleh Dr. Edward Schantz.

Jenis-Jenis Botulism

Ada tiga jenis-jenis utama dari botulism, yang dikelompokan oleh cara dimana penyakit diperoleh:

* Food-borne botulism (botulism yang dilahirkan makanan) disebabkan oleh mamakan makanan-makanan yang mengandung botulinum neurotoxin.
* Wound botulism (botulism luka) disebabkan oleh neurotoxin yang dihasilkan dari luka yang terinfeksi dengan bakteri Clostridium botulinum.
* Infant botulism (botulism bayi) terjadi ketika bayi mengkonsumsi spores (spora-spora) dari bakteri botulinum. Bakteri kemudian tumbuh didalam usus-usus dan melepaskan neurotoxin.

Tiga jenis-jenis lain dari botulism telah digambarkan namun jarang terlihat. Yang pertama adalah kolonisasi usus dewasa yang terlihat pada anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa dengan usus-usus besar yang abnormal. Hanya jarang infeksi usus dengan bakteri Clostridium botulinum terjadi pada kaum dewasa. Secara khas, bentuk dewasa dari botulism usus ini berhubungan dengan prosedur-prosedur operasi perut. Jenis kedua (injection botulism) terlihat pada pasien=pasien yang disuntik dengan jumlah-jumlah tinggi yang tidak tepat dari therapeutic neurotoxin (contoh, Botox, Dysport), sementara jenis ketiga (inhalation botulism) telah terjadi pada personal laboratorium yang bekerja dengan neurotoxins. Semua dari enam jenis botulism adalah berpotensi fatal.

Keseriusan Botulism

Botulinum neurotoxin dipertimbangkan sebagai salah satu dari senyawa-senyawa yang paling kuat, yang mematikan yang diketahui. Sesedikit kira-kira satu nanogram/kg dapat menjadi mematikan pada individu, dan ilmuwan-ilmuwan telah memperkirakan bahwa kira-kira satu gram dapat secara potensial membunuh satu juta orang. Semua bentuk-bentuk dari botulism dapat menjadi fatal dan dipertimbangkan sebagai keadaan-keadaan darurat medis. Food-borne botulism dapat terutama menjadi berbahaya karena banyak orang-orang dapat teracuni oleh makan bahkan jumlah-jumlah yang kecil dari makanan yang terkontaminasi neurotoxin. Perjangkitan botulism adalah keadaan darurat kesehatan publik yang dapat dilaporkan pada pemerintah Amerika.

Botulism Neurotoxin Mempengaruhi Tubuh

Neurotoxin sebenarnya melumpuhkan syaraf-syaraf sehingga otot-otot tidak dapat berkontraksi. Ini terjadi ketika neurotoxin memasuki sel-sel syaraf dan akhirnya mengganggu pelepasan dari acetylcholine sehingga syaraf tidak dapat merangsang otot untuk berkontraksi. Kecuali kalau syaraf dapat memperbaharui axon baru yang tidak mempunyai paparan pada neurotoxin, gangguan pada neuromuscular junction adalah permanen. Ini adalah mengapa memakan waktu begitu lama untuk sembuh dari botulism dan juga mengapa penggunaan-penggunaan kosmetik dan therapeutic dari neurotoxin yang dilemahkan dapat menjadi efektif untuk periode-periode waktu yang relatif panjang.

Clostridium Botulinum Jenis Organisme Apa ?

Clostridium botulinum adalah nama dari bakteri yang umumnya ditemukan di tanah diseluruh dunia. Bakteri-bakteri ini dipertimbankan sebagai anaerobic, yang berarti organisme-organisme yang berbentuk tangkai ini tumbuh paling baik pada tingkat-tingkat oksigen yang rendah atau ketidakhadiran oksigen. Clostridium membentuk spora-spora yang mengizinkan bakteri-bakteri untuk hidup terus pada keadaan tidur hingga dipaparkan pada kondisi-kondisi yang dapat mendukung pertumbuhan. Ada tujuh tipe-tipe dari botulism neurotoxin yang ditunjuk oleh huruf-huruf A sampai G. Hanya tipe-tipe A, B, E, dan F menyebabkan penyakit pada manusia-manusia.

Kelaziman Botulism

Karena proses-proses pengalengan yang lebih baik, terutama pengalengan perumahan atau proses makanan perumahan, angka dari kasus-kasus tahunan telah turun pada kira-kira 1,000 di seluruh dunia. Di Amerika, rata-rata dari 110 kasus-kasus botulism dilaporkan setiap tahun. Dari ini, hampir 25% dari kasus-kasus adalah food-borne, kira-kira 75% adalah infant botulism, dan sisanya adalah wound botulism, yang hingga baru-baru ini adalah jarang. Perjangkitan-perjangkitan dari food-borne botulism yang melibatkan dua atau lebih orang-orang biasanya disebabkan oleh memakan makanan-makanan pengalengan perumahan yang terkontaminasi. Angka dari kasus-kasus dari food-borne dan infant botulism telah berubah sedikit pada taun-tahun baru-baru ini. Bagaimanpun, kejadian dari wound botulism telah meningkat, terutama di California, dari penggunaan black-tar heroin, yang menyebabkan luka-luka terinfeksi pada tempat-tempat suntikan.

Gejala-Gejala Botulism

Gejala-gejala klasik dari botulism termasuk penglihatan double, penglihatan yang kabur, kelopak-kelopak mata yang layu, kemampuan berbicara yang menyatu, kesulitan menelan, mulut yang kering, dan kelemahan otot. Pemeriksaan dokter mungkin mengungkap bahwa gag reflex dan deep tendon reflexes seperti sentakan lutut berkurang atau tidak hadir.

Bayi-bayi dengan botulism nampak lesu, lemah, dan terkulai, kurang gizi, menjadi sembelit, dan mempunyai tangisan yang lemah dan kesehatan otot yang buruk.

Ini semua adalah gejala-gejala dari kelumpuhan otot yang disebabkan oleh neurotoxin bakteri. Jika tidak dirawat, gejala-gejala ini mungkin berlanjut menyebabkan kelumpuhan pada berbagai bagian-bagian dari tubuh, seringkali terlihat sebagai kelumpuhanyang turun dari lengan-lengan, legs (tungkai-tungkai), batang tubuh, dan otot-otot pernapasan.

Berapa Cepat Gejala-Gejala Nampak ?

Pada food-borne botulism, gejala-gejala umumnya mulai 18 sampai 36 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi, namun mereka dapat terjadi secepat enam jam atau selambat 10 hari sesudahnya.
Mendiagnosa Botulism

Sejarah dan pemeriksaan fisik pasien mungkin menyarankan botulism, namun petunjuk-petunjuk ini biasanya tidak cukup untuk mengizinkan diagnosis dari botulism. Gejala-gejala dari penyakit-penyakit lain, seperti stroke, Guillain-Barré syndrome (penyakit lain dari kelumpuhan otot), dan myasthenia gravis (yang juga menyebabkan kelemahan dan kelayuan kelopak mata) dapat nampak serupa dengan yang dari botulism. Tes-tes khusus mungkin diperlukan untuk menyampingkan kondisi-kondisi lain ini. Tes-tes ini mungkin termasuk scan otak, pemeriksaan cairan spine (tulang belakang), tes konduksi syaraf (electromyography, atau EMG), dan tes tensilon untuk myasthenia gravis. Bagaimanapun, jika botulism sangat kuat dicurigai (contohnya, beberapa pasien-pasien dengan gejala-gejala botulism yang makan dari kontainer makanan yang disiapkan rumah yang sama), samples harus diperoleh untuk mouse inoculation test (lihat bawah) dan kemudian pasien-pasien harus dirawat segera dengan botulism antiserum.

Cara yang paling langsung untuk mengkonfirmasi diagnosis adalah untuk mengidentifikasi botulinum neurotoxin pada darah, serum, atau feces pasien. Ini dilakukan dengan menyuntikan serum atau feces pasien kedalam rongga peritoneal dari tikus. Jumlah yang sama dari serum atau feces dari pasien dirawat dengan multivalent antitoxin dan disuntikan kedalam tikus lain. Jika tikus yang disuntikan dengan serum atau feces yang dirawat dengan antitoxin hidup sementara yang disuntikan dengan serum atau feces yang tidak dirawat mati, maka ini adalah tes positif untuk botulism dan disebut mouse inoculation test. Bakteri-bakteri dapat juga diisolasi dari feces dari orang-orang dengan food-borne dan infant botulism, namun ini bukan tes yang definitif.

Merawat Botulism

Jika terdiagnosa dini, food-borne dan wound botulism dapat dirawat dengan antitoxin yang menghalangi aksi dari neurotoxin yang beredar dalam darah. Trivalent antitoxin (efektif terhadap tiga neurotoxins: A, B, dan E) dibagikan dari stasiun-stasiun karantina oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pemerintah Amerika. Antitoxin dapat mencegah penyakit dari memburuk, namun kesembuhan tetap memakan waktu berminggu-minggu. Heptavalent antitoxin lain (efektif terhadap tujuh neurotoxins: A, B, C, D, E, F, dan G) mungkin tersedia dari U.S. Army atau FEMA. Dokter-dokter mungkin mengeluarkan makanan apa saja yang terkontaminasi yang masih didalam usus dengan menginduksi muntah atau dengan menggunakan enemas. Luka-luka harus dirawat, biasanya secara operasi, untuk mengeluarkan sumber dari bakteri-bakteri yang menghasilkan toxin (racun). Perawatan pendukung yang baik dalam rumah sakit adalah arus utama dari terapi untuk semua jenis dari botulism.

Antitoxin tidak diberikan secara rutin untuk perawatan dari infant botulism. Bagaimanapun, produk baru yang baru-baru ini menjadi tersedia dari program obat yatim piatu dapat digunakan untuk merawat botulism pada bayi-bayi. Produk terdiri dari immune globulins yang dapat diberikan secara intravena pada bayi-bayi yang telah terdiagnosa dengan infant botulism. Perawatan baru dinamakan BabyBIG (Botulism Immune Globulin, given IV) dan sekarang ini hanya tersedia dari tempat khusus.

Kegagalan dan kelumpuhan pernapasan yang terjadi dengan botulism yang parah mungkin memerlukan pasien ada pada mesin pernapasan (ventilator) untuk berminggu-minggu dan mungkin memerlukan perawatan medis yang intensif. Setelah beberapa minggu, kelumpuhan secara perlahan membaik karena axon-axon dalam syaraf diperbaharui.

Komplikasi-Komplikasi Dari Botulism

Botulism dapat berakibat pada kematian dari kegagalan pernapasan. Bagaimanapun, pada 50 tahun yang lalu, proporsi kematian dari botulism telah jatuh dari kira-kira 60% ke 8%. Sayangnya, untuk terus hidup, pasien dengan botulism yang parah mungkin memerlukan tidak hanya mesin pernapasan namun juga perawatan medis yang intensif untuk beberapa bulan.

Pasien-pasien yang telah selamat dari episode keracunan botulism mungkin mengalami kelelahan dan sesak napas bertahun-tahun, dan terapi jangka panjang mungkin diperlukan untuk membantu penyembuhan.

Mencegah Botulism

Ya. Food-borne botulism seringkali telah datang dari makanan-makanan kaleng yang dipersiapkan perumahan yang tidak tepat seperti asparagus, kacang-kacang hijau, beets, dan jagung. Bagaimanapun, telah ada perjangkitan-perjangkitan botulism dari sumber-sumber yang lebih tidak biasa seperti bawang putih yang dicincang dalam minyak, chili peppers, tomatoes, kentang-kentang bakar dalam aluminum foil yang tidak ditangani dengan benar, dan ikan yang difermentasi atau yang dikalengkan perumahan. Orang-orang yang melakukan pengalengan perumahan harus mengikuti prosedur-prosedur higienis yang ketat untuk mencegah atau membunuh bakteri-bakteri Clostridium, spora-spora mereka, dan menetralkan neurotoxinnya. Minyak-minyak yang diinfus dengan bawang putih (garlic) atau bumbu-bumbu (herbs) harus didinginkan (lemari es). Kentang-kentang yang telah dibakar dalam bungkusan aluminum foil harus dipertahankan panas sampai dihidangkan atau didinginkan. Karena botulism neurotoxin dihancurkan oleh temperatur-temperatur tinggi (85 derajat C selama lima menit), orang-orang yang makan makanan-makanan kalengan perumahan harus mempertimbangkan mendidihkan makanan selama 10 menit sebelum memakannya untuk membantu memastikan bawa makanannya aman untuk dikonsumsi. Kaleng-kaleng yang membengkak atau makanan-makanan yang diawetkan yang berbau abnormal harus dibuang. Jangan menguji rasa mereka atau mencoba mendidihkan makanan !

Karena madu dapat mengandung spoira-spora dari Clostridium botulinum dan ini telah menjadi sumber dari infeksi untuk bayi-bayi, anak-anak kurang dari 12 bulan harus tidak diberi makan madu. Madu adalah relatif aman untuk orang-orang yang berumur 1 tahun atau lebih tua.

Wound botulism dapat dicegah dengan segera mencari perawatan medis untuk luka-luka infeksi dan menghindari obat-obat jalanan yang disuntikan.

Perkembangan vaksin untuk tipe-tipe botulism neurotoxin manusia utama sekarang ini sedang diselidiki.
Apakah Botulism Neurotoxin Benar-Benar Dipertimbangkan Sebagai Senjata Biologi Yang Potensial ?

Ya. Bagaimanapun, neurotoxin dengan cepat menjdi tidak aktif ketika dipaparkan pada udara dan adalah relatif tidak stabil bahkan dalam formulasi-formulasi cair. Bahkan dengan kekurangan-kekurangan ini, neurotoxin telah digunakan secara sporadis dalam usaha-usaha untuk membahayakan atau membunuh individu-individu. Situasi-situasi ini digambarkan dalam detil pada literature yang mendiskusikan peperangan kimia dan biologi.
Botulism Neurotoxin (Botox) Dan Formulasi-Formulasi Lain Digunakan Sebagai Perawatan-Perawatan Kosmetik Atau Perawatan-Perawatan Untuk Beberapa Kondisi-Kondisi Medis

Dengan menarik, racun botulism yang dimurnikan dan sangat dilemahkan digunakan untuk merawat kondisi-kondisi yang dikarakteristikan oleh kontraksi-kontraksi otot yang abnormal. (Beberapa contoh-contoh dari kondisi-kondisi ini adalah torticollis, spasmodic dysphonia, achalasia, strabismus, oromandibular dystonia, dan blepharospasm).

Kerut-kerut disebabkan oleh kontraksi-kontraksi otot normal yang berulangkali...tidak ada kontaksi-kontraksi otot, tidak ada kerut-kerut. Sebagai konsekwensi, banyak orang-orang memilih untuk memperoleh suntikan racun yang diperlemah untuk mengurangi atau menghentikan kerut-kerut pada kulit. Perawatan kerut ini disetujui oleh FDA pada tahun 2002. Efek-efek sampingan yang mungkin dari perawatan ini termasuk memar, ptosis (kelayuan yang abnormal dari bagian tubuh, terutama kelopak mata), mual, dan dysphasia (kesulitan berbicara), namun efek-efek sampingan lain mungkin juga tejadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar